Kalau hotel bisa punya jiwa, maka Hotel Mulia Senayan ini bukan sekadar hidup… tapi mengerti cara bikin tamunya jatuh hati berkali-kali.
Ini honest review dari pengalaman gue:
Dari pertama datang, satu hal yang langsung terasa: semua staff-nya beda level. Bukan sekadar ramah formal ala hotel, tapi genuinely warm, kayak mereka beneran peduli. Jarang banget gue nemu hospitality yang konsisten dari depan sampai dalam hotel kayak gini.
Gue menginap di Executive Room lantai 38, dan view-nya… gila sih. Langsung menghadap Gelora Bung Karno dan Senayan Golf Club. Pagi, sore, malam… semuanya punya vibe sendiri. Itu tipe view yang bikin lo berhenti sebentar, cuma buat menikmati hidup.
Masuk kamar, impresinya satu: luxury yang proper.
Bersihnya bukan sekadar bersih, tapi niat banget.
Tidak ada bau, tidak ada noda, tidak ada tanda-tanda “udah lama dipakai banyak orang”.
• Kamar mandi luas, clean, dan modern banget, berasa kayak hotel Jepang
• Shower kinclong tanpa kerak atau karat
• Bathtub spotless, no drama noda
• Handuk tebal, wangi, dan premium feel
• Kasur king size yang empuknya bikin susah bangun pagi
• Sprei juga bersih banget, zero stain
Sarapan? Ini bukan sekadar breakfast, ini kuliner tour mini.
Mulai dari Indonesian, Korean, Japanese, sampai English breakfast semua ada, dan yang penting: semuanya enak. Plus, service di area breakfast cepat dan tetap ramah, walaupun lagi ramai.
Kalau mager keluar hotel, tenang aja. Ada 5 resto yang bisa lo pilih, dan semuanya bukan sekadar “hotel restaurant”, tapi beneran top notch dining experience.
Gue sempat coba Edogin, dan jujur: fresh, precise, dan rasanya kena banget. Yang bikin beda, staff-nya… hangatnya tuh berasa tulus, bukan scripted.
Kolam renangnya juga proper banget. Luas, ada area anak, dan yang gue appreciate: lifeguard standby dan alert. Bukan tipe yang duduk santai, tapi bener-bener ngejaga. Buat yang bawa keluarga, ini bikin tenang.