Saat tiba di kamar 605, kami check-in sekitar pukul 19:00. Setelah keluar lift, kami bingung karena ada kamar yang pintunya terbuka lebar. Kami keliling mencari nomor kamar tersebut, ternyata kamar kita yang pintunya terbuka lebar dan tidak terkunci. Oke, kami tetap masuk, menyalakan lampu. Pas masuk ada botol aqua bekas minum orang, bedcover kotor dengan tanda hitam, seprai dan bedcover lecek lembab, hordeng kamar mandi kotor sekali. Akhirnya telepon ke resepsionis. Saya: Pak, ini kamar saya pintunya terbuka lebar, memang begitu di sini? Saya keliling hotel, baik di Jakarta, luar negeri, maupun luar kota, tidak ada yang saat check-in pintu kamar terbuka lebar. Resepsionis: Iya, di sini begitu, Pak. Saya: Waduh, oh gitu. Terus ini ada botol minum bekas orang, bedcover kotor dan lembab. Saya minta ganti kamar. Akhirnya diganti ke kamar 607. Agak lebih bersih, tapi ya ampun, remote tidak ada, tutup gelas tidak dikasih, lampu kamar mandi remang-remang. Kamar lembab tidak wangi. Lampu kamar mandi remang-remang. Tidak disediakan gelas. Lorong hotel gelap. Parkir berbayar. Dengan harga Rp300 ribuan, pesan mendadak, saya biasa pesan di PIK dan Hayam Wuruk tapi bersih sekali, wangi, dan fasilitasnya oke. Mohon memperbaiki keadaan hotel.