Kamar tidak kedap suara sama sekali, kayak tidur di tengah lapangan terbuka. Tengah malam ada tamu yang bersin suaranya sudah kayak bom molotov. Anak-anak lari-larian sambil berteriak-teriak, orang-orang dewasanya berteriak-teriak, bercerita dan tertawa dengan suara besar. Ada yang bercerita di lorong kamar dengan suara besar, pintu dibanting-banting. Dari pertama masuk sudah kecewa dan dibuat marah oleh pelayanan resepsionis saat check-in. Pas datang dibilang silahkan duduk, nanti dipanggil kamar sementara dibersihkan. Sudah ditanyakan katanya sabar ya, sementara dibersihkan. Sudah menunggu 1 jam lebih, yang datang belakangan sudah dapat kamar. Setelah ditanya alasan resepsionisnya, katanya karena tidak registrasi sebelumnya. Maksudnya apa? Meledaklah amarah saya di situ. Ke kamar tidak ada petugas yang bantu atau menunjukkan jalan ke kamar. Liftnya tidak bisa digunakan dalam pemeliharaan sampai checkout. Pas nyampe ada kunci kamar yang tidak bisa dibuka, ada kamar yang belum ada handuk. Pergi keluar pas balik mau parkir di tempat yang sebelumnya disuruh securitynya parkir pas datang, eh malah dilarang sama security sif malam katanya tidak boleh parkir di situ karena itu parkir VIP. Lengkaplah sudah penderitaan saya dan keluarga menginap di sini. Insya Allah tidak kedua kalinya saya menginap di sini. Saya pesan 4 kamar loh di sini, bayar pakai uang bukan pakai daun. Makananannya banyak tersisa karena semua yang kami coba tidak ada yang enak. Kuah soto sudah dingin. Bubur sudah bubur yang dipanaskan, bukan yang baru dimasak. Nasi gorengnya dibikin dari nasi yang hangus pada saat dimasak kemudian dibikin nasi goreng. Ikan nasi kuningnya ikan seperti ikan sisa yang digoreng kering dan keras. Jajanan pasarnya kuenya tidak ada rasa. Buah pepaya cuma merah tapi hambar rasanya. Rotinya pun rasa menyedihkan.