Plus: 1. Dari hotel, bisa berjalan kaki ke Alfamart (200 m), Bakso Lapangan Tembak (300 m), Pizza Hut (350 m), Richeese (450 m), dan Sate Muhajirin (200 m). 2. Kamar mandi cukup bersih meskipun kacanya perlu diganti. 3. Yang ingin wisata religi dan sejarah dapat mengunjungi Gereja Katolik Paroki St. Willibrordus yang terletak tepat di sebelahnya. Minus: 1. Saya diberi kamar di lantai 2 tetapi harus angkat koper sendiri ke atas. 2. Handuk tidak ada, jadi harus turun lagi minta disediakan dan diberi handuk yang sudah kusam. 3. Tidak tersedia air mineral botol seperti di penginapan lain yang harganya setara atau lebih rendah. 4. Karena bulan puasa, saya tanya, ada sahur pengganti sarapan? Katanya ada, tapi jam 6 pagi baru disediakan, padahal staff-nya berjilbab. 5. Yang ramah cuma staff laki-laki, staff wanita perlu banyak pelatihan hospitality. 6. Ribut dengan suara kendaraan. Ini risiko karena posisinya memang dekat dengan jalan. 7. Ada sayap serangga dan rambut bertebaran di lantai. Anak kecoa (atau apa namanya?) berlari-lari dengan bahagia. 8. Lemari rusak. 9. Gorden jendela dan jemuran handuk rusak. 10. Sampah kecil dari tamu sebelumnya masih tertinggal di dalam kamar.