Masuk area vila disambut plunged pool yang keruh, mungkin karena hari hujan ya, dan banyak daun kering-nya. Sudah dilihat langsung oleh staff yang mengantar kami masuk ke vila, tapi jawabannya, "Baik nanti saya tanyakan," walhasil sore dan paginya kami yang membersihkan sendiri. Setelah hari kedatangan yang tidak bisa ada dispensasi untuk check in awal walau berbayar karena kereta api kami tiba di pagi hari, di hari kepulangan esoknya saat breakfast baru sampai kamar di jam 8 pagi chat via WA sudah muncul reminder untuk mempersiapkan posisi menuju waktu check out, dan tidak bisa juga ada dispensasi late check out walau berbayar. Lelah sehari sebelumnya saja belum tuntas sudah harus buru-buru untuk meninggalkan vila yang menurut kami agak pricey dibanding hotel bintang 4 bahkan bintang 5 yang biasa kami tempati jika mudik ke Solo, apalagi dengan experience sedemikian rupa. Pulang kampung yang gak homey untuk pertama kalinya. Suara gaduh dari parkiran juga sangat mengganggu, beda banget sama yang ada di-review2 yang beredar, less smile staffs, gaya bicara santun tapi lebih terasa sedang memberi instruksi-instruksi ya, kesannya gak menyambut aja sih, dengan setumpuk kelelahan dan rasa kantuk setelah semalaman di kereta disambung setengah hari lebih keliling-keliling kota nunggu jam check in kami hanya bisa merespons pendek, oh gitu atau baik.