Pengalaman kunjungan ke-2 tidak sebaik yang pertama. Stay 2 malam, tapi sarapan katanya cuma dapat 1 hari saja dengan menu suruh pilih sama resepsionis mas-mas. Makannya di resto depan sebelah gereja pas, restonya jual Indonesian Chinese food dan enggak ada label halal, tapi hotelnya syariah, pelayan dan yang masak berhijab semua di resto. Restonya interior lama dan kelihatan enggak terlalu terurus. Menunya pilihannya kayak warung pinggir jalan; nasi goreng, bakmi, soto, rawon, air mineral, kopi, teh. Pas hari H sotonya banyak banget semut hitam gede, sebel banget dan sudah disampaikan ke petugas yang jaga dan orangnya sudah minta maaf berkali-kali. (DAY 1) Karena enggak yakin masak sarapannya hanya 1x maka ku tanya lagi ke resepsionis dan bilang dicek, sepertinya sih resepsionisnya ya masnya yang kemarin cuma dia enggak ngeh aja baca kami berapa lama stay-nya, terus dibilang ada sarapannya, hadeh langsung cus ke resto maks sarapan jam 9.30, tapi jam 9.20-an yang bagian masak sudah naik motor dan pelayannya sudah kunci pintu resto, terus ku tanya bisa enggak ambil makan, katanya telepon resepsionis dulu soalnya di resepsionis enggak ada info kalau ada yang sarapan dan antara resepsionis sama resto ini tidak bagus ternyata koordiansinya dan resepsionis juga tidak minta maaf, tapi yang resto minta maaf, itu meny sama seperti kemarin lalu salah paham lagi maunya makan di tempat tapi sama resto dikira bungkus ya udah deh bungkus aja dengan keadaan nasi panas, sambal, jeruk nipis, tauge masuk sterofoam untuk soto dan rawon, terus kuahnya panas masuk plastik, sendoknya juga sendok plastik. (DAY 2) . Restonya enggak buka lama cuma melayani tamu hotel yang makan aja.