Kamarnya minimalis sekali, kamar mandi gampang diintip, karena hanya digeser 2 pintu-nya tanpa ada pengunci-nya yang bagian belakang wastafel-nya. Air panasnya tidak stabil, jadi lagi air hangat tiba-tiba dingin. Air shower besarnya juga kecil, jadi pakai shower kecil mandinya. Spray toilet-nya tidak ada yang dipegang, jadi pakai shower. Makanannya lumayan, tapi sayang mie-nya terlalu benyek dan minta omelet telur di hari kedua menginap tidak dikasih sama mbaknya. Pelayanannya kurang di resto-nya. Tapi view-nya bagus lihat pegunungan. Tapi di semua hotel Horison memang akses-nya mereka dekat ke mana-mana. Tapi sayang parkirannya amat sangat sempit, sampai mobil saya kebaret karena ada lemari panjang ngumpet yang tidak terlihat di parkiran. Tanda di parkiran dicabut saja, karena tidak jelas jalur keluarnya malah jalan buntu saking parkir tidak muat. Jadi mobil pada di tengah jalanan, akhirnya pakai valet kalau parkir di malam harinya.