Kamar Grand Studio single dan twin memiliki ruang yang cukup, tempat tidur dengan kasur yang bagus, TV multimedia dengan YouTube, Amazon Prime, dll., kulkas, kamar mandi dengan shower air panas dan jendela.
Sarapan prasmanannya lumayan.
Sayangnya, beberapa pelayan yang bekerja di restoran saat sarapan tidak memahami standar Barat.
Kami menginap empat malam. Pagi pertama, mereka menyediakan pisau untuk mentega, selai, selai kacang, dan selai cokelat. Seharusnya memang begitu!
Pagi kedua, seorang pelayan memasukkan sendok ke dalam stoples. Ini gaya Indonesia, tetapi jelas tidak cocok untuk hotel bintang empat.
Jadi, saya meminta pisau untuk stoples, yang segera diganti.
Namun, pagi keempat, sendok kembali dimasukkan ke dalam stoples. Saya menjelaskan dalam bahasa Indonesia: "Sulit untuk memberi mentega pada roti dengan sendok. Ada pisau?"
Wanita dari konter telur menatap saya seolah-olah dia tidak mengerti bahasa Indonesia. Jadi, saya bertanya kepada seorang pelayan pria. Jawabannya yang konyol: "Stock pisau untuk sementara habis." 🤯