peringatan
 
Philippine Airlines: Pengantar

Philippine Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan pertama yang sukses di Asia yang telah beroperasi sejak 1941. Masih mempertahankan nama aslinya, maskapai ini melayani 77 rute penerbangan domestik dan internasional di berbagai negara dan benua seperti Asia Timur, Asia Tenggara, Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Oseania. Philippine Airlines menawarkan penerbangan dalam tiga kelas yaitu Fiesta Class, Premium Economy, dan Mabuhay Class.


Pemesanan & E-tiket Philippine Airlines

Cari dan pesan tiket pesawat Philippine Airlines Anda secara online melalui Traveloka untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Cara Pesan Tiket Pesawat

Berikut ini adalah langkah untuk memesan tiket Philippine Airlines secara online:

  1. Kunjungi situs web Traveloka atau buka Traveloka App
  2. Isi detail penerbangan di kotak pencarian
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda
  4. Isi data pemesan dan penumpang
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih
  6. Dapatkan e-tiket Philippine Airlines Anda di Pesanan Saya atau pada email Anda

Cara Pembayaran

Pembayaran untuk tiket Philippine Airlines Anda dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/e-banking/teller bank), kartu kredit, dan Indomaret.
Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai metode pembayaran yang tersedia, silakan kunjungi halaman Cara Pembayaran.

E-tiket Philippine Airlines

E-tiket Philippine Airlines dapat berlaku sebagai bukti pemesanan penerbangan Philippine Airlines Anda. Tunjukkan e-tiket Anda pada saat melakukan check-in di loket Philippine Airlines di bandara, atau gunakan e-tiket untuk melakukan check-in mandiri (di bandara maupun online), untuk mendapatkan boarding pass Anda. Jika Anda tidak menerima e-tiket dalam waktu 60 menit setelah melakukan pembayaran, segera hubungi Customer Service Traveloka.

Partner Maskapai Traveloka - Domestik & Internasional

Lion AirBatik AirCitilinkGaruda IndonesiaSriwijaya AirNAM AirAirasiaJetstarTigerairMalaysia AirlinesBangkok AirwaysCathay PacificEmiratesFireflyMalindo AirPhilippine AirlinesQatar AirwaysSilkAirSingapore AirlinesThai AirwaysThai LionVietnam AirlinesAll Nippon AirlinesAsiana AirlinesChina AirlinesEgypt AirEtihad AirwaysEVA AirJapan AirlinesKalstar AviationKLMKorean AirQantas AirlinesTurkish AirlinesUnited AirlinesWings AirXpressairAir FranceAmerican AirlinesChina Southern AirlinesJet AirwaysLufthansaRoyal BruneiTransnusa AviationTrigana AirVirgin AustraliaDelta Airlines

Partner Pembayaran Resmi Traveloka


Rating Philippine Airlines

dari 415 review

Standar layanan: Full Service

Kelas Penerbangan Philippine Airlines

Kelas Fiesta

Fiesta Class dari Philippine Airlines, yang setara dengan kelas ekonomi, menawarkan pelayanan bermutu dan kabin nyaman dengan harga murah. Kelas ini menawarkan fasilitas bermutu termasuk kursi Weber yang nyaman dan dilengkapi meja lipat, layar video di setiap punggung kursi, serta perangkat hiburan audio dari Panasonic eX2 Entertainment System. Kursi di Fiesta Class memiliki dudukan yang dapat didorong atau dinaikkan demi meningkatkan kenyamanan. Sementara itu, interiornya dirancang menggunakan paduan warna tropis — lengkap dengan warna tanah dan biru, serta pola bergelombang di kursi, karpet, serta tirainya.

Makanan di Pesawat

Penumpang di Fiesta Class dapat menikmati beragam hidangan khas Filipina, serta paduan menu lokal dan modern, lengkap dengan pilihan minuman baik dengan atau tanpa alkohol. Minuman beralkohol yang disediakan di Fiesta Class antara lain wiski, gin, vodka, brandy, anggur merah, anggur putih, dan bir. Makanan ringan juga tersedia di semua penerbangan yang durasinya melebihi 45 menit, kecuali dalam pesawat Q300 dan Q400.

Kelas Ekonomi Premium

Kelas Ekonomi Premium tersedia hanya pada penerbangan Philippine Airlines yang menggunakan pesawat A321 dan A330. Meskipun rancangan kursinya tidak jauh berbeda dengan kursi di Fiesta Class, kursi di Premium Economy Class memberikan ruang kaki yang lebih luas sebanyak 4 – 5 inci, memberikan penumpang ruang kaki seluas 34 – 36 inci secara keseluruhan. Pada beberapa penerbangan, iPad juga tersedia bagi para penumpang Premium Economy Class selama penerbangan.

Makanan di Pesawat

Phillipine Airlines bekerja sama dengan koki atau tokoh kuliner ternama untuk menyediakan hidangan istimewa bagi penumpangnya selama acara Food Festivals in the Sky. Serupa dengan hidangan di Fiesta Class, penumpang Premium Economy Class dapat memilih menu tradisional maupun fusion, lengkap dengan beragam pilihan minuman, mulai dari jus hingga vodka.

Kelas Mabuhay

Mabuhay Class, atau yang setara dengan penerbangan kelas bisnis, menawarkan kenyamanan luar biasa selama penerbangan lewat Panasonic eX2 Entertainment System, kursi dengan sandaran yang bisa diatur sesuai kenyamanan, serta TV pribadi berlayar sentuh di lengan kursi. Penumpang bisa menggunakan fasilitas seperti tempat pengisian baterai laptop, lampu baca, serta porta USB untuk layanan hiburan yang lebih personal. Pilihan hiburan di Mabuhay Class mencakup beragam pilihan film Hollywood, film lokal produksi Filipina, beragam album musik, dan 12 saluran radio. Desain dalam kabin memiliki kesan mewah, menggunakan paduan warna biru gelap dan aksen perak.

Makanan di Pesawat

Philippine Airlines menyajikan pilihan hidangan berkualitas dengan cita rasa Barat, Jepang dan Filipina, yang dibuat dari bahan-bahan segar. Dibandingkan dengan Fiesta Class dan Premium Economy Class, penumpang Mabuhay Class mendapat pilihan minuman beralkohol lebih banyak, yang mencakup rum, cognac, koktail, aperitif, dan sampanye. Philippine Airlines juga bekerja sama dengan koki atau tokoh kuliner ternama untuk menyediakan hidangan istimewa bagi penumpangnya selama acara Food Festivals in the Sky.

Layanan Khusus Philippine Airlines

Mabuhay Miles

Philippine Airlines menawarkan program frequent flyer bernama Mabuhay Miles, yang terbuka untuk penumpang berusia 2 tahun ke atas. Mabuhay Miles memberikan poin setiap kali penumpang melakukan penerbangan, baik dengan rute domestik maupun internasional, bersama Philippine Airlines atau maskapai rekanan seperti All Nippon Airlines (ANA) dan Etihad Airlines. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan penerbangan dengan kelas yang lebih tinggi, suvenir, diskon tiket, penyewaan mobil, hotel, dan masih banyak lagi. Penumpang juga bisa mendapatkan poin ketika berbelanja secara online di Sky Boutique. Tak hanya itu, anggota Mabuhay Miles Elite ke atas secara otomatis mendapatkan akses ke ruang tunggu bandara.

Ruang Tunggu Bandara

Penumpang kelas bisnis, atau Mabuhay Class, serta anggota Mabuhay Miles yang terbang dalam rute penerbangan domestik maupun internasional berhak mendapat akses ke ruang tunggu eksklusif Philippine Airlines. Penumpang dapat menikmati beragam fasilitas seperti koneksi internet, makanan kecil, aneka minuman, TV layar datar dengan berbagai pilihan saluran dan video, bahkan layanan pijat. Penumpang juga dapat mengisi daya peralatan elektroniknya atau bekerja menggunakan fasilitas bisnis yang tersedia seperti mesin faks, telepon, dan komputer. Philippine Airlines memiliki ruang tunggu domestik di bandara Manila, Davao, General Santos, dan Cebu. Sementara penumpang yang melakukan penerbangan internasional dapat menikmati ruang tunggu di bandara Abu Dhabi, Dubai, Bali, Bangkok, Singapura, Hong Kong, New York, Los Angeles, Melbourne, Sydney, Nagoya, dan Osaka.

Armada Philippine Airlines

Airbus A321-231
Kelas penerbangan:

  • Fiesta
  • Ekonomi Premium
  • Mabuhay

Tata kursi:

  • 3-3 (Fiesta)
  • 3-3 (Ekonomi Premium)
  • 2-2 (Mabuhay)

Jarak antar kursi:

  • 30 inci (Fiesta)
  • 34 inci (Ekonomi Premium)
  • 37 inci (Mabuhay)

Hiburan di pesawat:

Tersedia


WiFi:

Tersedia


Stopkontak/Port USB:

Tidak Tersedia

Boeing 777-300ER
Kelas penerbangan:

  • Fiesta
  • Mabuhay

Tata kursi:

  • 3-4-3 (Fiesta)
  • 2-3-2 (Mabuhay)

Jarak antar kursi:

  • 33 inci (Fiesta)
  • 78 inci (Mabuhay)

Hiburan di pesawat:

Tersedia


WiFi:

Tidak Tersedia


Stopkontak/ Port USB:

Tidak Tersedia

Kru Pesawat Philippine Airlines

Seragam Pramugari Philippine Airlines

Pramugari dan pramugara Philippine Airlines menggunakan seragam yang memadukan nasionalisme Filipina dengan karakteristik visual maskapai. Desain saat ini menunjukkan penampilan yang kontemporer, namun tetap dengan sentuhan khas Filipina. Kemeja putih dipadukan dengan jas berwarna khaki, serta celana panjang atau rok selutut berwarna senada, lengkap dengan syal merah, putih dan biru. Desain yang indah namun praktis membuat para pramugari dan pramugara lebih cekatan dalam pelayanan terhadap penumpang, tanpa mengabaikan ciri khas Philippine Airlines serta identitas kebangsaannya.


Kebijakan Bagasi Philippine Airlines

Rute Penerbangan

Kelas Penerbangan

Bagasi Kabin

Bagasi Terdaftar

Domestik

Kelas Fiesta

Maks. 7 kg (Dimensi: Maks. 115 cm)

Maks. 20 kg

Kelas Ekonomi Premium

Maks. 25 kg

Kelas Mabuhay

Maks.30 kg

Semua penerbangan menuju Asia Tenggara

Kelas Fiesta

Maks. 30 kg

Kelas Mabuhay

Maks. 40 kg

Semua penerbangan menuju Korea

Kelas Fiesta

Maks. 20 kg

Kelas Mabuhay

Maks. 30 kg

Semua penerbangan tujuan Jepang

Kelas Fiesta

2 buah (max. 23 kg/buah)

Kelas Mabuhay

2 buah (max. 32 kg/buah)

Kebijakan Penumpang Philippine Airlines

Kebijakan Penumpang Bayi
  • Untuk alasan keselamatan, bayi berusia kurang dari 16 hari tidak diperbolehkan dalam penerbangan.
  • Bayi berusia di bawah 2 tahun terdaftar sebagai penumpang “tanpa kursi” (no seat passenger). Orang tua atau wali tidak perlu memesan tiket terpisah untuk bayi, tetapi mereka bisa mendaftarkan penumpang bayi ketika melakukan pemesanan tiket secara online.
  • Setiap penumpang dewasa hanya diperbolehkan membawa satu bayi.
  • Keranjang bayi (baby bassinet) tersedia di semua armada Philippine Airlines, kecuali dalam penerbangan yang menggunakan pesawat Q300, Q400, A320 dan A321, untuk penerbangan berdurasi tiga jam atau lebih. Penumpang yang ingin menggunakan fasilitas ini harus melakukan pemesanan setidaknya 24 jam sebelum waktu keberangkatan.
  • Penumpang bayi dalam penerbangan dari Filipina ke Amerika Serikat, Kanada atau Guam mendapat tambahan kapasitas bagasi sebanyak 10 kg, serta sebuah kereta dorong atau kursi bayi yang bisa dilipat, dengan tambahan biaya sebesar 10% dari harga tiket penumpang dewasa.
  • Penumpang bayi dalam perjalanan dari Filipina ke negara-negara selain Amerika Serikat, Kanada atau Guam mendapat tambahan kapasitas bagasi sebanyak 7 kg, serta sebuah kereta dorong atau kursi bayi yang bisa dilipat, dengan tambahan biaya sebesar 10% dari harga tiket penumpang dewasa.
  • Philippine Airlines tidak menyediakan makanan khusus bayi. Orang tua disarankan menyiapkan makanan bayi sendiri, terutama jika bayi yang bersangkutan memiliki alergi atau masalah kesehatan yang membutuhkan makanan khusus.
  • Jika penumpang bayi memiliki penyakit kronis atau kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, orang tua atau wali wajib menginformasikan pihak maskapai mengenai hal ini pada saat pemesanan tiket.
  • Philippine Airlines tidak bertanggung jawab terhadap penyakit kronis yang kambuh, atau situasi apa pun yang berada di luar kendali pihak maskapai.
Kebijakan Penumpang Anak
  • Untuk alasan keselamatan, anak berusia 2 tahun ke atas harus duduk di kursi sendiri. Tarif yang berlaku adalah tarif standar untuk penumpang anak.
  • Jika penumpang bayi berusia 2 tahun tepat pada waktu penerbangan pulang, orang tua atau wali wajib membayar tarif standar untuk penumpang anak.
  • Setiap penumpang anak wajib didampingi oleh orang dewasa berusia minimal 18 tahun. Pendamping berusia kurang dari 18 tahun tidak akan dihitung sebagai pendamping, kecuali karena alasan tertentu yang disetujui oleh pihak maskapai.
  • Penumpang anak yang didampingi orang dewasa lain selain orang tua atau walinya harus membawa surat resmi serta dokumen yang menjelaskan mengapa orangtua tidak bisa mendampingi anak tersebut, seperti karena alasan penyakit, kematian, atau masalah imigrasi.
  • Hanya penumpang anak berusia antara 8 dan 12 tahun yang diperbolehkan melalukan penerbangan sendirian, selama mendapatkan izin khusus dengan alasan yang masuk akal.
  • Penumpang anak tanpa pendamping harus mendaftarkan diri menggunakan formulir Davao City Children’s Welfare Code (DSWD), yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Filipina saat ini. Orang tua atau wali bisa mengunduh formulir tersebut di situs resmi DSWD: https://DSWD.gov.ph
  • Philippine Airlines menerapkan biaya tambahan untuk setiap penumpang anak yang melakukan penerbangan tanpa pendamping.
  • Philippine Airlines mewajibkan penumpang anak tanpa pendamping untuk dijemput sesuai dengan persetujuan yang telah dilakukan antara pihak maskapai dan orangtua atau wali. Jika tidak ada yang menjemput anak di tujuan, penumpang anak tersebut akan diterbangkan kembali ke tempat keberangkatannya, dan orang tua atau wali harus menanggung biaya penerbangan kembali tersebut.
  • Orang tua atau wali wajib menyediakan informasi terkait penjemputan penumpang anak di bandara tujuan, serta menyampaikan informasi tersebut ke kantor pemesanan tiket Philippine Airlines. Informasi tersebut mencakup titik penjemputan, waktu, serta deskripsi dari pihak penjemput.
  • Semua dokumen dan surat resmi terkait penumpang anak tanpa pendamping harus diserahkan ke pihak Philippine Airlines.
  • Jika penumpang anak memiliki masalah kesehatan atau kondisi spesifik yang membutuhkan perhatian khusus, orang tua atau wali wajib menginformasikan pihak maskapai mengenai hal ini pada saat pemesanan tiket.
Kebijakan Penumpang Hamil
  • Penumpang hamil wajib melengkapi formulir Lembar Informasi bagi Ibu Hamil, atau Expectant Mother Information Sheet (EMIS), yang bisa diunduh di situs resmi Philippine Airlines, dan menyerahkannya ke kantor penjualan tiket Philippine Airlines.
  • Penumpang dengan usia kehamilan 24 minggu atau kurang, serta tidak memiliki komplikasi atau kondisi khusus yang memerlukan perhatian khusus, diperbolehkan berada dalam penerbangan setelah mengisi formulir EMIS Bagian 1, tanpa membutuhkan izin medis khusus.
  • Penumpang dengan usia kehamilan 24 – 32 minggu, serta tidak memiliki komplikasi atau gangguan kesehatan, harus meminta dokternya untuk mengisi formulir EMIS Bagian 2.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 32 minggu harus menyerahkan formulir EMIS Bagian 3 yang telah diisi oleh dokter maskapai.
  • Setiap formulir EMIS memiliki masa berlaku tujuh hari, terhitung sejak tanggal dikeluarkannya formulir tersebut. Semua penumpang hamil wajib mengisinya sebelum terbang bersama Philippine Airlines.
  • Penumpang hamil yang berusia kurang dari 21 tahun harus membawa surat izin yang ditandatangani oleh orang tua, wali sah, atau suaminya.
  • Jika seorang penumpang hamil memiliki komplikasi atau kondisi spesifik yang bisa mempengaruhi kehamilannya, penumpang tersebut harus mengonfirmasi kondisinya pada pihak maskapai dan dokter kandungan sebelum melakukan pemesanan tiket.
Kebijakan Penumpang dengan Disabilitas
  • Philippine Airlines menyediakan kursi roda pada saat keberangkatan dan kedatangan, beserta pendamping, untuk penumpang lanjut usia dan penumpang dengan disabilitas. Staf pendamping akan tetap tersedia untuk penumpang yang membawa kursi roda pribadi.
  • Layanan kursi roda dan pendamping hanya tersedia untuk mengantar penumpang dari area keberangkatan ke dalam pesawat, atau dari pesawat ke area kedatangan. Layanan ini tidak tersedia untuk melayani kebutuhan pribadi penumpang, seperti berbelanja di bandara.
  • Fasilitas kursi roda bisa diminta di setiap loket atau kantor penjualan tiket Philippine Airlines. Pihak maskapai hanya akan melayani penumpang yang sudah melakukan pemesanan sebelumnya untuk mendapatkan layanan ini.
  • Formulir Informasi Medis (Medical Information form/MEDIF), yang dapat diunduh di situs resmi Philippine Airlines, wajib disertakan saat meminta fasilitas kursi roda.
  • MEDIF harus diisi lengkap dan diserahkan minimal tiga hari kerja sebelum keberangkatan. Semua informasi tentang penumpang tersebut harus lengkap dan akurat.
  • Penumpang yang membawa kursi roda pribadi harus melakukan konfirmasi terhadap pihak maskapai pada saat pemesanan tiket. Selama penerbangan, kursi roda harus dilipat, diamankan, dan disimpan dalam posisi tegak.
  • Penumpang harus memastikan bahwa kursi roda yang dibawanya bebas dari bahaya kebakaran. Baterai harus terpasang dalam posisi yang benar, dan area sirkuit baterai harus diinsulasi (dilindungi dari panas).
  • Kursi roda dengan baterai yang mudah lepas dianggap sebagai barang berbahaya. Kursi roda jenis ini hanya bisa dibawa dalam penerbangan dengan persyaratan khusus.
  • Untuk alasan keselamatan, pihak maskapai membatasi tipe kursi roda yang bisa dibawa ke dalam pesawat. Lakukan konfirmasi dengan pihak maskapai sebelum membawa kursi roda pribadi.

Kebijakan Check-in Philippine Airlines

Waktu Check-in Philippine Airlines

Informasi waktu check-in untuk penerbangan Philippine Airlines dapat Anda lihat pada tabel di bawah. Waktu check-in bisa berbeda jika penerbangan dioperasikan oleh maskapai partner Philippine Airlines. Silakan lihat e-tiket untuk memastikan waktu check-in Anda.

Rute Penerbangan

Waktu Check-in Ideal

Batas Waktu Check-in

Domestik

2 jam sebelum keberangkatan

45 menit sebelum keberangkatan

Internasional

3 jam sebelum keberangkatan

Check-in Philippine Airlines Online

Check-in online untuk penerbangan Philippine Airlines dapat Anda lakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Kunjungi halaman check-in Philippine Airlines
  2. Masukkan kode booking, atau detail pemesanan lainnya, sesuai instruksi
  3. Lengkapi detail check-in lainnya
  4. Simpan dan/atau cetak boarding pass Anda

Kebijakan Refund Philippine Airlines

Secara umum, refund dapat diajukan untuk alasan pribadi, sakit, kehamilan, kematian penumpang, pembatalan/pengubahan jadwal oleh maskapai, force majeure, atau pemesanan ganda. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai. Silakan kunjungi halaman Kebijakan Refund Philippine Airlines untuk informasi lengkap mengenai refund.

Kebijakan Reschedule Philippine Airlines

Untuk mengubah jadwal penerbangan, Anda dapat menggunakan fitur Easy Reschedule. Beberapa maskapai mengizinkan penggantian tanggal, jam, rute, dan maskapai. Tapi ada pula yang hanya mengizinkan penggantian tanggal dan jam penerbangan. Silakan kunjungi halaman Syarat & Ketentuan Reschedule Philippine Airlines untuk panduan lengkap mengenai pengubahan jadwal penerbangan Anda. Jika pengubahan jadwal tidak dapat Anda lakukan melalui Easy Reschedule, silakan langsung hubungi Philippine Airlines.


 

Tentang Philippine Airlines

Philippine Airlines (kode IATA: PR) adalah salah satu maskapai penerbangan utama di Asia Tenggara, yang melayani baik penerbangan penumpang maupun pengiriman kargo. Dengan kantor pusat di Pasay, Philippine Airlines menggunakan Ninoy Aquino International Airport di Manila sebagai pusat operasinya. Sementara itu, Clark International Airport di Angeles City dan Mactan-Cebu International Airport di Pulau Mactan merupakan bandara penghubung sekunder maskapai ini. Philippine Airlines adalah satu-satunya maskapai penerbangan di Filipina yang telah meraih akreditasi keselamatan dari International Air Transport Association (IATA). Dengan armada sebesar 54 pesawat, Philippine Airlines melayani penerbangan ke 31 tujuan domestik dan 46 tujuan internasional, menjangkau 25 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang, Tiongkok, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Uni Emirat Arab, Spanyol, Swiss, dan masih banyak lagi. Philippine Airlines juga berbagi kode penerbangan dengan maskapai-maskapai besar dunia seperti Garuda Indonesia, WestJet, Turkish Airlines, All Nippon Airways, Cathay Pacific, China Airways, Malaysia Airlines, dan Gulf Air. Philippine Airlines senantiasa berupaya menunjukkan kebanggaan identitas nasionalnya dalam berbagai aspek. Semboyan pertama maskapai ini adalah “Mabuhay”, bahasa Tagalog yang berarti “Selamat Datang”. Semboyan ini berganti beberapa kali sebelum akhirnya berubah menjadi “The Heart of Filipino” pada hari ulang tahunnya yang ke-75. Sementara itu, logo maskapai ini telah berubah sebanyak empat kali sejak 1941. Logo pertamanya berbentuk oval berwarna biru dengan bintang dan sayap, lengkap dengan inisial nama maskapai. Logo tersebut kemudian berganti dengan segitiga merah dan biru, yang melambangkan bendera Filipina. Logo kedua ini dimodifikasi beberapa kali hingga akhirnya menjadi segitiga merah dan biru yang mengapit matahari kuning, melambangkan motif bendera nasional Filipina serta kebanggaan nasional. Selama beroperasi, Philippine Airlines telah meraih beberapa prestasi dan pencapaian, seperti menjadi maskapai resmi untuk kunjungan kenegaraan pertama Presiden Ferdinand Marcos setelah terpilih sebagai presiden pada September 1966; menjadi perusahaan monopoli maskapai penerbangan pertama di Filipina pada Januari 1974; meraih penghargaan bergengsi Les Chaines de Rotisseurs atas menu makanan di dalam kabin yang berkualitas tinggi pada Juli 1979; meraih penghargaan “Airline Turnaround of the Year” dari Centre for Asia Pacific Aviation pada November 2007; menjadi maskapai penerbangan paling dipercaya dalam survei tahunan konsumen publik seluruh Asia oleh Reader’s Digest pada Mei 2010; serta menjadi pesawat resmi yang membawa Paus Francis selama kunjungannya ke tempat para korban taifun Yolanda di Tacloban pada Januari 2015. Pada kesempatan tersebut, pesawat yang digunakan diberi kode nama “Shepherd One”. Philippine Airlines menawarkan kapasitas bagasi gratis yang berbeda, tergantung pada rute penerbangannya. Penumpang kelas ekonomi dalam penerbangan domestik mendapatkan fasilitas bagasi sebesar 10 kg, atau 20 kg untuk penerbangan internasional, kecuali untuk penerbangan yang menggunakan pesawat Q300 dan Q400. Sementara itu, penumpang kelas ekonomi premium dalam penerbangan domestik mendapatkan fasilitas bagasi sebesar 25 kg, dan 35 kg untuk penumpang kelas bisnis. Sementara itu, informasi mengenai kapasitas bagasi untuk penerbangan internasional dapat dilihat pada situs resmi Philippine Airlines. Untuk naik ke pesawat, penumpang harus melakukan check-in paling lambat 60 menit sebelum keberangkatan, dan tiba di gerbang keberangkatan minimal 45 menit sebelum naik pesawat. Khusus untuk penumpang yang hanya membawa bagasi kabin, mereka bisa memasuki gerbang keberangkatan 15 menit sebelum keberangkatan. Fasilitas check-in secara berkelompok juga tersedia untuk penumpang yang bepergian dalam kelompok yang terdiri dari 10 – 15 orang, dengan tiket yang dipesan di bawah satu nama yang sama. Penumpang yang memesan tiket secara online mungkin diminta untuk menunjukkan kartu debit atau kredit yang digunakan pada saat transaksi.

Sejarah Philippine Airlines

Sebelumnya dikenal sebagai Philippine Air Lines, Philippine Airlines (PAL) mulanya merupakan bagian dari Philippine Aerial Taxi Conmpany Incorporated (PATCO), sebuah perusahaan bisnis waralaba yang berkecimpung di dunia pengangkutan penumpang, pengiriman surat, serta layanan pengiriman paket dan kargo ke Luzon. Setelah tidak aktif selama enam tahun, Philippine Airlines akhirnya didirikan pada 26 Februari 1941 oleh industrialis Andrés Soriano, Sr., yang juga menjadi general manager maskapai tersebut. Soriano mendirikan maskapai ini bersama beberapa rekan bisnisnya, salah satunya adalah Ramon Fernandez, mantan senator yang kemudian menjadi direktur dan pimpinan PAL. Philippine Airlines mulanya hanya melayani penerbangan rute Manila – Bagulo menggunakan pesawat Beechcraft Model 18 NPC-54. Pada Juli 1941, maskapai ini mulai menerima investasi dari pemerintah Filipina sebagai awal proses nasionalisasi. Akan tetapi, segera setelah memulai layanan barunya di Cebu, Philippine Airlines berhenti beroperasi dari 1941 hingga 1945 karena terjadinya Perang Dunia 2. Ketika perang berakhir, maskapai ini memulai kembali operasinya dengan tambahan 15 rute penerbangan domestik. Philippine Airlines juga mendapat tambahan armada baru berupa lima pesawat Douglas DC-3, serta menambah karyawannya hingga 108 orang. Dalam rangka pemulihan setelah perang, Philippine Airlines mengembalikan pusat operasinya ke Nielsen Field Airport di Makati serta merenovasi bandara tersebut, mengubahnya menjadi gerbang masuk resmi untuk semua pesawat penumpang yang terbang ke Filipina. Pada 1946, Philippine Airlines menjadi maskapai pertama di Asia yang menerbangkan pesawatnya menyeberangi Samudra Pasifik, ketika sekelompok anggota militer Amerika Serikat menyewa salah satu pesawat Douglas DC-4 untuk terbang ke California. Pada tahun yang sama, maskapai ini juga memperluas rute internasionalnya hingga menjangkau Hong Kong, Shanghai, dan San Fransisco. Philippine Airlines kembali memindahkan pusat operasinya dari Nielsen Field ke Nichols Field di Pasay, terkait upaya renovasi pemerintah untuk mengubah bandara tersebut menjadi bandara internasional Filipina. Pada 1948, maskapai ini mulai menginvestasikan PHP 600.000 untuk merenovasi Nichols Field, yang kondisinya tidak memadai untuk menampung operasi penerbangan internasional. Pasay kemudian menjadi markas utama Philippine Airlines hingga saat ini. Pada 1962, Philippine Airlines secara resmi memasuki era jet dengan adanya tambahan armada berupa pesawat jenis DC-8 Jetliners. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 1968, armada DC-8 tersebut digunakan untuk melayani penerbangan perdana Philippine Airlines ke Singapura, Saigon dan Taipei. Philippine Airlines terus menambah rutenya hingga ke Australia, Eropa, dan Timur Tengah. Pada 1993, Philippine Airlines mengukir sejarah dengan mempekerjakan pilot wanita pertamanya, Ma. Aurora Carandang, yang sukses menerbangkan Fokker 50 dalam rute penerbangan Manila – Baguio. Philippine Airlines mulai mendapat persaingan ketat dari para kompetitornya pada 1995, ketika dikeluarkannya Perintah Eksekutif Presiden Nomor 219, yang mengizinkan maskapai lain untuk beroperasi di Filipina. Hal ini merupakan yang pertama sejak Presiden Marcos menerapkan kebijakan monopoli, yang hanya mengizinkan satu perusahaan maskapai penerbangan untuk beroperasi di Filipina. Akan tetapi, Philippine Airlines terus menciptakan inovasi produk dan pemasaran untuk menghadapi persaingan ketat tersebut, di antaranya adalah pengadaan sistem pembayaran tiket baru untuk penumpang penerbangan domestik yang semakin memudahkan transaksi. Philippine Airlines sempat mengalami kemunduran ketika krisis finansial menghantam Asia pada September 1998. Maskapai tersebut harus mengurangi rute penerbangan serta armadanya, dan memberhentikan banyak pegawainya. Maskapai ini baru kembali beroperasi pada Oktober 2008, namun dengan layanan yang sangat terbatas. Akan tetapi, rencana rehabilitasi finansial oleh Dr. Lucio C. Tan dan rekan-rekannya berhasil disetujui oleh Philippne Securities and Exchange Commission. Pada 1999, Philippine Airlines kembali beroperasi secara penuh, serta sanggup mendatangkan laba sebesar PHP 44,2 juta pada tahun berikutnya. Pada Oktober 2009, Air Philippines mulai mengambil alih keseluruhan operasi Philippine Airlines, dan menambah Boeing 777 ke dalam armadanya. Maskapai ini juga menorehkan sejarah dengan melakukan pengaturan ulang dan perbaikan kondisi kabin pada pesawat A320, menjadikannya maskapai Filipina pertama yang menawarkan layanan kelas bisnis untuk tujuan penerbangan domestik. Pada 2010, Philippine Airlines membuka kembali rutenya ke Timur Tengah setelah empat tahun ditutup. Pada April 2015, Philippine Airlines mulai membuka layanan penerbangan mingguan dari Filipina ke Quanzhou, Fujian, yang menjadi negara asal dari banyak keluarga Tionghoa-Filipina. Pada Mei 2015, Philippine Airlines melaporkan keuntungan sebesar USD 85 juta untuk periode Januari hingga Maret, yang diperoleh sebagai hasil kesuksesan pemasaran dan pembukaan rute-rute baru ke berbagai negara di Asia.

Kontak Philippine Airlines

+6221-300-15757

Alamat Philippine Airlines

Philippine Airlines
Menara Kuningan Jl H.R.Rasuna Said Blok X-7 33rd flr Kav 8, Suite 3301 Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Bagikan

Google Plus Share Scroll Top
evtbvsrwfq