peringatan
PromoPesanan Saya
IDR
Log In

Log In ke Akun Anda

Belum punya akun?
Daftar
Atau masuk dengan:
Facebook
Google
1
2
Home > Rental Mobil > Yogyakarta

Sewa Mobil Jogja

Rental Mobil jadi lebih mudah dan hemat waktu secara online. Bandingkan pilihan terbaik dari berbagai partner sewa mobil terpercaya Traveloka. Partner rental mobil kami menyediakan pelayanan berkualitas demi kenyamanan aktifitas Anda dan keluarga.


Rental Mobil Yang Tersedia di Jogja


Pilihan Kendaraan


Mengapa sewa mobil di Traveloka?

Panduan Kuliner Pilihan

Hemat Waktu

Sewa mobil cukup di genggaman Anda, kapan saja dan di mana saja. Bandingkan pilihan mobil dari partner tepercaya kami dengan mudah dan temukan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Direktori Restoran Komprehensif

Servis Berkualitas Dari Partner Tepercaya

Partner rental mobil Traveloka menyediakan servis berkualitas demi kenyamanan bepergian Anda.

Penawaran Spesial dalam Genggaman

Rating Pengguna Asli

Ucapkan selamat tinggal pada keputusan yang tidak tepat. Rating dari user lain akan membantu Anda untuk menemukan pilihan rental mobil yang paling tepat.

Bagikan

Ketentuan Umum


Tambahan (Opsional)

OVERTIME

Biaya Overtime akan dikenakan jika durasi rental melebihi 12 jam atau lewat dari pukul 23:59 di setiap hari rental. Tambahan ini hanya dapat dibayarkan langsung kepada sopir.

PENGGUNAAN LUAR KOTA

Biaya Penggunaan Luar Kota akan dikenakan jika Anda bepergian keluar dari kota/wilayah yang sudah ditentukan. Penggunaan di luar zona Luar Kota yang sudah ditentukan akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan kebijakan penyedia rental mobil, yang dapat dibayarkan langsung kepada sopir.

JEMPUT/ANTAR LUAR KOTA

Biaya Jemput/Antar Luar Kota akan dikenakan jika lokasi jemput atau antar Anda berada di luar kota/wilayah yang sudah ditentukan.

ALL IN ONE (BERLAKU DALAM KOTA)

Perjalanan jadi lebih mudah dengan pilihan tambahan ini. Sudah termasuk bensin, uang tol, parkir dan uang makan sopir selama periode rental. Tambahan ini tidak berlaku untuk pemakaian di luar kota.

AKOMODASI SOPIR

Biaya Akomodasi Sopir akan dikenakan untuk ongkos penginapan sopir jika Anda bepergian ke luar kota.

Destinasi Populer di Jogja

Kata "istimewa" yang tersemat dalam nama lengkap Yogyakarta bukanlah tanpa alasan. Daerah otonom setingkat provinsi yang berada di sisi selatan Pulau Jawa ini istimewa karena puncak kepimpinannya dipegang oleh sultan sebagai keturunan keluarga raja dari masa sebelum proklamasi (sementara provinsi lain dalam wilayah NKRI dipimpin oleh Gubernur). UU No.22 Tahun 1948 dan UU No. 32 Tahun 2004 adalah dasar hukum yang menjaga status keistimewaan Yogyakarta sampai saat ini.

Yogyakarta juga mendapat tempat istimewa di hati orang karena daerah ini pernah menjadi ibukota Negara Republik Indonesia sepanjang 4 Januari 1946 - 27 Desember 1949. Tanggal 4 Januari tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi daerah yang terkenal sebagai Kota Pelajar ini.

Keistimewaan Yogyakarta pun tak berhenti sampai di situ. Dari segala sisi, Yogyakarta selalu membuat orang mengaguminya. Kebudayaan lokalnya, keramahan penduduknya, kemegahan alamnya, kelezatan kulinernya, hingga keragaman destinasi wisatanya, semua menjadi hal yang selalu orang rindukan dari Yogyakarta. Dari segi biaya, Yogyakarta memiliki tingkat biaya hidup yang bersahabat sehingga sangat cocok untuk siapa saja, apalagi wisatawan ransel.


Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta selalu mengalami kemajuan. Tahun 2017, 4,7 juta wisatawan domestik dan lebih dari 390.000 wisatawan asing tercatat mengunjungi Kota Gudeg sekaligus Kota Batik ini. Destinasi unggulan seperti Malioboro, Kompleks Keraton, Gunung Merapi, hingga Kawasan Gunung Kidul masih menjadi daya tarik utama. Begitu pula dengan beragam event andalan seperti ArtJog, Malioboro Street Performance, dan Jogja International Heritage Walk.


Rata-rata destinasi unggulan yang ada di Yogyakarta tersebut sangat cocok untuk keluarga. Oleh karena itu, banyak sekali wisatawan keluarga datang ke kota ini dan menyewa mobil berhari-hari agar leluasa dan puas berkeliling.



Destinasi Terpopuler Daerah Istimewa Yogyakarta


Yogyakarta memiliki banyak sekali pilihan destinasi wisata. Dari ratusan nama yang ada, beberapa nama berikut selalu masuk dalam catatan perjalanan pelancong.



1. Malioboro


Siapa saja yang main ke Jogja, sudah pasti mampir dan menelusuri kawasan wisata ini. Apalagi untuk yang datang naik kereta. Jalan kaki sedikit, keluar dari Stasiun Tugu, orang sudah langsung menemukan destinasi paling legendaris di Yogyakarta ini.


Daya tarik utama Malioboro adalah deretan pedagang kaki lima yang menjual berbagai kerajinan dan kuliner khas Yogyakarta, serta kemeriahan berbagai pertunjukan seni jalanan. Malam harinya, kawasan ini semakin berwarna dengan beragam warung makan lesehan, angkringan, dan pertunjukan seniman lokal.


Cara terbaik menjelajahi Malioboro adalah berjalan kaki. Jika ingin berkelana lebih jauh mengunjungi Kompleks Keraton, pusat batik rumahan, atau pusat pembuatan bakpia khas Yogyakarta, wisatawan bisa menumpang becak. Selagi di Malioboro, jangan lupa masuk ke Pasar Beringharjo untuk mendapatkan beragam batik cantik dengan harga murah.



2. Istana Air Taman Sari


Taman Sari adalah sebuah situs sejarah. Sepanjang tahun 1765-1812, Taman Sari merupakan kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dengan luas melebihi 10 hektar, di dalam kawasan Taman Sari terdapat 57 buah bangunan berupa gedung, masjid, jembatan, kanal air, kolam permandian, danau buatan, pulau buatan, sumur, serta lorong bawah tanah.


Saat ini, Istana Air Taman Sari menjadi cagar budaya sekaligus objek wisata andalan Yogyakarta. Daya tarik utama istana ini adalah arsitektur kuno yang unik dan masih sangat terawat. Kemegahan istana yang dikelilingi danau buatan ini juga menjadikannya model foto yang sangat sempurna.


Istana Air Taman Sari berada di pusat kota Yogyakarta, kurang lebih sekitar satu kilometer dari Alun-alun Kidul. Cagar budaya ini buka setiap hari pukul 08.00-14.00 WIB. Harga tiket masuknya mulai dari Rp5.000-Rp25.000 per orang.



3. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat


Istana resmi Kesultanan Yogyakarta ini lebih populer dengan sebutan "Keraton" saja. Sampai detik ini, Keraton merupakan tempat tinggal sultan dengan segala tradisi kesultanannya.


Selain sebagai istana raja, Keraton juga menjadi objek wisata dengan sejumlah museum yang menyimpan koleksi kesultanan. Beberapa museum tersebut antara lain Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Lukisan, Museum Batik, dan Museum Kereta. Jam operasional museum berlaku pukul 08.30-14.00 WIB, setiap hari, kecuali saat diadakan upacara budaya. Tiket masuknya berharga Rp5.000-Rp15.000/orang.


Keraton Yogyakarta disebut-sebut sebagai cagar budaya dengan arsitektur Istana Jawa terbaik. Seluruh sudut istana ini menampilkan kemegahan tersendiri. Wisatawan kerap mengunjungi tempat ini untuk mengagumi arsitektur tersebut sembari mengakrabi kebudayaan Jawa. Pada waktu-waktu tertentu, Keraton juga mengadakan upacara adat dan pertunjukan seni sebagai bentuk pelestarian budaya. Beberapa di antaranya terbuka untuk disaksikan oleh umum.



4. Fort Vredeburg Museum


Bernama lokal “Museum Benteng Vredeburg”, cagar budaya ini merupakan benteng tua yang beralih menjadi museum penyimpanan diorama sejarah Indonesia. Dulunya, Benteng Vredeburg berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda. Belanda secara diam-diam juga menggunakannya sebagai menara pengawas kegiatan Keraton Yogyakarta.


Museum ini memiliki berbagai koleksi digital yang memudahkan pengunjung memahami sejarah. Kafetaria bergaya Hindia Belanda juga tersedia sebagai fasilitas pendukung. Keindahan arsitekturnya sangat memanjakan para pencinta fotografi.


Museum Benteng Vredeburg buka setiap hari Senin - Minggu (kecuali Selasa), pukul 08.00-16.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp2.000/anak, Rp3.000/dewasa, dan Rp10.000/turis asing. Lokasinya sangat dekat dengan Malioboro, tepatnya di Jalan Margo Mulyo nomor 6.



5. Kampung Gudeg Wijilan


Yogyakarta menawarkan gudeg sebagai kekayaan kulinernya. Wisatawan yang ingin membeli makanan khas tersebut langsung di pusatnya, wajib singgah ke Kampung Wijilan. Kampung di tengah kota ini sudah sejak dulu dikenal sebagai “Sentra Makanan Khas Gudeg”.


Puluhan warung gudeg tampak berjejer rapi di sepanjang jalan kampung ini. Warung Gudeg Bu Slamet merupakan warung gudeg tertua yang berdiri sejak tahun 1940-an. Harga gudeg di sini sangat murah, mulai dari Rp10.000-Rp110.000. Pengunjung bisa makan di tempat maupun membungkusnya dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.


Menurut sejarah, Kampung Wijilan adalah Jeron Beteng (Kompleks Keraton, khusus tempat tinggal keluarga abdi dalem). Para istri abdi dalem umumnya sangat mahir membuat gudeg karena makanan tersebut merupakan salah satu makanan khas keluarga Keraton. Karena itulah rasa gudeg di sentra kuliner ini begitu autentik dan klasik.



6. Alun-alun Kidul


Lapangan kerajaan ini berada dalam Kompleks Keraton, tepatnya di sisi selatan/belakang Keraton. Pada masanya, alun-alun ini menjadi tempat prajurit Keraton latihan berkuda, memanah, adu harimau, dan konsentrasi. Dari keempatnya, latihan konsentrasi atau Masangin menjadi ritual yang kini populer di kalangan wisatawan.


Sampai saat ini, wisatawan yang mendatangi Alun-alun Kidul pasti penasaran ingin Masangin. Dalam ritual ini, seseorang harus bisa berjalan lurus di antara beringin kembar di tengah alun-alun, dengan mata tertutup. Konon yang bisa melakukannya hanya orang berhati bersih. Orang juga percaya bahwa permohonannya akan terkabul jika berhasil Masangin. Untuk dapat Masangin, wisatawan cukup membayar Rp5.000 untuk menyewa penutup mata.


Selain Masangin, Alun-alun Kidul juga menawarkan hiburan yang semakin asyik jika dinikmati di malam hari. Hiburan tersebut antara lain sepeda tandem, odong-odong, becak mini, hingga beragam permainan serta jajanan rakyat. Jarak lapangan ini dari Malioboro terbilang sangat dekat, hanya 15 menit naik becak atau andong.



7. Parangtritis


Penduduk lokal lebih sering menyebutnya Paris. Sebagai sebuah destinasi wisata, Desa Paris menawarkan pesona pantai di tepi Samudera Hindia dan permandian air panas Parang Wedang. Destinasi ini terletak kurang lebih 25 kilometer di selatan pusat kota. Oleh karena itu, wisatawan sebaiknya memanfaatkan rental mobil untuk dapat menjangkau dan mengelilingi Paris.


Pantai di Paris selalu disebut paling pertama jika berbicara soal wisata alam bahari Yogyakarta. Dua pantai terpopuler di sini adalah Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Pantai Parangtritis menawarkan keunikan gumuk pasir yang membawa orang seolah berada di gurun pasir, namun menyatu dengan pantai. Sementara itu, Pantai Parangkusumo dikenal sebagai tempat pertemuan Raja Yogyakarta dengan Nyi Roro Kidul, sang Ratu Penguasa Pantai Selatan. Kedua pantai ini selalu ramai pada malam 1 Suro/1 Muharram.


Dari segi fasilitas, Pantai Parangtritis jauh lebih lengkap. Di sana sudah ada akomodasi, pusat kuliner, pusat oleh-oleh, tempat olahraga udara, bahkan penyewaan ATV, kereta kuda, dan kuda.



8. Candi Prambanan


Masuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Prambanan menyimpan pesona kebudayaan agama Hindu. Candi yang juga populer dengan nama Candi Roro Jonggrang ini merupakan candi Hindu terbesar di Tanah Air, dengan jumlah candi mencapai 240 buah. Kemegahan arsitektur yang menjulang tinggi dan ramping menjadikannya sebagai salah satu candi paling indah di Asia Tenggara.


Candi Prambanan berdiri sejak abad ke-9 sebagai persembahan umat Hindu kepada tiga dewa utamanya, yakni Brahma, Wishnu, dan Siwa. Jika berkunjung ke candi ini, pastikan wisatawan turut menyaksikan Sendratari Ramayana yang digelar setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pementasan drama tari tanpa dialog tersebut mengisahkan epos Ramayana dengan fokus pada kejadian Rama menyelamatkan Sinta yang diculik Rahwana.


Letak situs budaya ini terbilang unik karena secara administrasi, Candi Prambanan termasuk wilayah Desa Bokoharjo, Sleman. Sementara itu, pintu masuknya sendiri termasuk dalam wilayah administrasi Desa Tlogo, Klaten. Letak tersebut berjarak sekitar 45-60 menit naik mobil dari pusat kota Yogyakarta.



9. Gunung Merapi


Gunung setinggi 2.930 mdpl ini masih tercatat sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Gunung ini bernaung dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Kaliurang. Pecinta alam kerap mendatangi lereng gunung di pagi hari untuk mendapatkan pemandangan gunung berkabut.


Saat tidak dalam status siaga, Gunung Merapi menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Wisatawan dapat mengunjungi beberapa situs penting, seperti Museum Sisa Hartaku, Bunker Kaliadem, Stonehenge Merapi, Bukit Kali Kuning, Bukit Klangon, Batu Alien Cangkringan, dan Makam Mbah Maridjan-Sang Juru Kunci.


Selain itu, wisatawan juga dapat menapak tilas kawasan bekas letusan gunung dengan menyewa motor trail atau mobil Jeep. Wisata kuliner sederhana pun terasa seru dengan banyaknya warung menjajakan jajanan, minuman panas, dan mi kuah hangat yang sangat pas menemani, terutama saat memasuki malam.



10. Gunung Kidul


Kabupaten Gunung Kidul yang berada di sisi selatan Kota Jogja adalah sebuah kawasan wisata yang sangat kaya. Di sini, wisatawan dapat menjelajahi beragam pantai cantik serta menelusuri keindahan gua, bukit, sungai, hutan, dan telaga. Mengingat jaraknya cukup jauh dari pusat kota (sekitar 39 kilometer), ada baiknya wisatawan sewa mobil untuk dapat menikmati seluruh keindahan kawasan ini.


Pantai menjadi destinasi utama mengingat Gunung Kidul memiliki lebih dari 30 pantai eksotis. Nama-nama paling populer adalah Pantai Baron, Pantai Wedi Ombo, Pantai Watu Kodok, Pantai Krakal, Pantai Pok Tunggal, Pantai Drini, Pantai Nglambor, dan Pantai Jogan. Jarak antar-pantai ada yang dekat, ada pula yang sangat jauh. Memanfaatkan mobil rental sangat pas jika ingin puas menjelajahinya satu per satu.


Selain pantai, Gunung Kidul memiliki Goa Pindul yang populer dengan cave tubing. Ada pula Goa Jomblang yang terkenal dengan "cahaya surga". Bukit Bintang, Air Terjun Sri Gethuk, dan Goa Maria Tritis adalah beberapa pilihan lainnya.

Baca Selengkapnya

Rental Mobil di Kota Lainnya

Perlu Bantuan?