peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya

Log In ke Akun Anda

Belum punya akun?
Daftar
Atau masuk dengan:
Facebook
Google
1
2
 
Trigana Air: Pengantar

Trigana Air adalah maskapai asal Indonesia yang didirkan pada 1991. Maskapai ini telah menjadi sebuah alternatif transportasi udara untuk pelancong yang ingin bepergian dengan budget terbatas, terutama ke destinasi di Indonesia bagian timur. Spesialisasi Trigana Air adalah rute domestik dengan penerbangan ke 40 destinasi regional, di antaranya Ambon, Maumere, Ketapang, Oksibil, Timika dan Wamena, serta Jakarta, Surabaya, Banjarmasin dan Balikpapan. Trigana Air menawarkan hanya satu kelas penerbangan, yaitu Kelas Ekonomi.


Pemesanan & E-tiket Trigana Air

Cari dan pesan tiket pesawat Trigana Air Anda secara online melalui Traveloka untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Cara Pesan Tiket Pesawat

Berikut ini adalah langkah untuk memesan tiket Trigana Air secara online:

  1. Kunjungi situs web Traveloka atau buka Traveloka App
  2. Isi detail penerbangan di kotak pencarian
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda
  4. Isi data pemesan dan penumpang
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih
  6. Dapatkan e-tiket Trigana Air Anda di Pesanan Saya atau pada email Anda

Cara Pembayaran

Pembayaran untuk tiket Trigana Air Anda dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/e-banking/teller bank), kartu kredit, dan Indomaret.
Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai metode pembayaran yang tersedia, silakan kunjungi halaman Cara Pembayaran.

E-tiket Trigana Air

E-tiket Trigana Air dapat berlaku sebagai bukti pemesanan penerbangan Trigana Air Anda. Tunjukkan e-tiket Anda pada saat melakukan check-in di loket Trigana Air di bandara, atau gunakan e-tiket untuk melakukan check-in mandiri (di bandara maupun online), untuk mendapatkan boarding pass Anda. Jika Anda tidak menerima e-tiket dalam waktu 60 menit setelah melakukan pembayaran, segera hubungi Customer Service Traveloka.

Partner Maskapai Traveloka - Domestik & Internasional

Lion AirBatik AirCitilinkGaruda IndonesiaSriwijaya AirNAM AirAirasiaJetstarScootMalaysia AirlinesBangkok AirwaysCathay PacificEmiratesFireflyMalindo AirPhilippine AirlinesQatar AirwaysSilkAirSingapore AirlinesThai AirwaysThai LionVietnam AirlinesAll Nippon AirlinesAsiana AirlinesChina AirlinesEgypt AirEtihad AirwaysEVA AirJapan AirlinesKalstar AviationKLMKorean AirQantas AirlinesTurkish AirlinesUnited AirlinesWings AirXpressairAir FranceAmerican AirlinesChina Southern AirlinesJet AirwaysLufthansaRoyal BruneiTransnusa AviationTrigana AirVirgin AustraliaDelta Airlines

Partner Pembayaran Resmi Traveloka


Kelas Penerbangan Trigana Air

Kelas Ekonomi

Trigana Air hanya mengoperasikan penerbangan jarak dekat. Oleh karenanya, maskapai ini hanya menawarkan satu kelas penerbangan untuk penumpangnya, yaitu Kelas Ekonomi. Jarak antara kursi yang disediakannya mungkin tidak seluas yang ditawarkan oleh penerbangan nasional lain, tapi kursinya sendiri cukup nyaman untuk penerbangan jarak dekat. Semua pesawat Trigana Air memiliki pengaturan kursi yang sama. Trigana Air juga menawarkan jatah bagasi gratis kepada semua penumpangnya.

Makanan di Pesawat

Meskipun hanya memiliki kelas penerbangan ekonomi, Trigana Air juga menyediakan in-flight meals untuk para penumpangnya. Penumpang dalam penerbangan yang berdurasi empat jam atau lebih akan mendapatkan kantong makanan berisi dua potong roti, camilan dan air mineral. Sementara itu, penumpang yang bepergian dalam penerbangan yang berdurasi kurang dari satu jam akan mendapatkan teh kemasan.

Armada Trigana Air

Boeing 737-300
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi

Tata kursi:

  • 2-2 (Ekonomi)

Jarak antar kursi:

  • 29 inci (Ekonomi)

Hiburan di pesawat:

Tidak Tersedia


WiFi:

Tidak Tersedia


Stopkontak/Port USB:

Tidak Tersedia

Boeing 737-400
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi

Tata kursi:

  • 2-2 (Ekonomi)

Jarak antar kursi:

  • 29 inci (Ekonomi)

Hiburan di pesawat:

Tidak Tersedia


WiFi:

Tidak Tersedia


Stopkontak/Port USB:

Tidak Tersedia

Kru Pesawat Trigana Air

Seragam Pramugari Trigana Air

Seragam pramugari Trigana Air adalah kebaya putih dengan motif batik bunga yang merepresentasikan kebanggaan maskapai tersebut terhadap budaya Indonesia. Kebaya berlengan sepanjang sikut itu dipasangkan dengan rok panjang dengan motif batik yang sama. Pramugari memakai wedges sebagai alas kaki mereka karena wedges memperkenankannya untuk bergerak dengan mudahnya saat melayani pelanggan. Pramugari Trigana Air yang berambut panjang menyanggul rambutnya, sedangkan yang berambut pendek memastikan bahwa rambut mereka terus tersisir rapi.


Kebijakan Bagasi Trigana Air

Rute Penerbangan

Kelas Penerbangan

Bagasi Kabin

Bagasi Terdaftar

Semua rute

Kelas Ekonomi

Maks. 7 kg

10 - 20 kg (tergantung subkelas)

Kebijakan Penumpang Trigana Air

Kebijakan Penumpang Bayi (0–2 Tahun)
  • Penumpang yang dikategorikan sebagai bayi adalah mereka yang berusia 3 hingga 23 bulan.
  • Bayi yang berusia kurang dari 2 hari tidak diperbolehkan untuk ikut melakukan penerbangan.
  • Bayi harus berusia minimum 3 hari untuk bisa ikut dalam penerbangan.
  • Untuk bayi yang berusia antara 3 dan 7 hari boleh melakukan penerbangan dengan syarat didampingi oleh orang tua atau wali.
  • Satu orang dewasa hanya boleh mendampingi satu bayi.
  • Bayi yang ikut dalam penerbangan tidak mendapatkan fasilitas kursi sendiri, sehingga harus dipangku orang dewasa yang membawanya.
  • Bayi tidak mendapat kursi sendiri, maka bayi juga tidak memperoleh fasilitas bagasi gratis.
Kebijakan Penumpang Anak (2 – 12 Tahun)
  • Anak-anak boleh melakukan penerbangan dengan Trigana Air.
  • Penumpang yang dikategorikan sebagai anak-anak adalah mereka yang berusia antara 2 dan 12 tahun.
Kebijakan Penumpang Hamil
  • Penumpang dengan usia kehamilan kurang dari 28 minggu boleh ikut melakukan penerbangan
  • Ibu hamil yang akan ikut penerbangan harus menyerahkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa penumpang tersebut cukup sehat untuk melakukan penerbangan. Surat ini harus ditunjukkan kepada petugas di bandara saat melakukan check-in.
Kebijakan Penumpang dengan Disabilitas
  • Penumpang berkebutuhan khusus harus memberitahukan kondisinya kepada staf Trigana Air saat check-in di konter di bandara.
  • Trigana Air menyediakan kursi roda dan pendamping, serta kotak P3K di pesawat apabila diperlukan.
  • Trigana Air memperbolehkan penumpang membawa kursi roda sendiri. Namun, kursi roda ini harus memenuhi dengan standar keamanan dan dimasukkan ke dalam bagasi. Kursi roda yang dimasukkan ke dalam bagasi akan memakai jatah bagasi penumpang.
  • Penumpang berkebutuhan khusus harus menyerahkan surat keterangan medis dari dokter atau klinik yang ditentukan oleh maskapai Trigana Air. Surat ini harus menyatakan bahwa penumpang layak terbang.

Kebijakan Check-in Trigana Air

Waktu Check-in Trigana Air

Informasi waktu check-in untuk penerbangan Trigana Air dapat Anda lihat pada tabel di bawah. Waktu check-in bisa berbeda jika penerbangan dioperasikan oleh maskapai partner Trigana Air. Silakan lihat e-tiket untuk memastikan waktu check-in Anda.

Rute Penerbangan

Waktu Check-in Ideal

Batas Waktu Check-in

Semua rute

1 jam 30 menit sebelum keberangkatan

45 menit sebelum keberangkatan

Kebijakan Refund Trigana Air

Secara umum, refund dapat diajukan untuk alasan pribadi, sakit, kehamilan, kematian penumpang, pembatalan/pengubahan jadwal oleh maskapai, force majeure, atau pemesanan ganda. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai. Silakan kunjungi halaman Kebijakan Refund Trigana Air untuk informasi lengkap mengenai refund.

Kebijakan Reschedule Trigana Air

Untuk mengubah jadwal penerbangan, Anda dapat menggunakan fitur Easy Reschedule. Beberapa maskapai mengizinkan penggantian tanggal, jam, rute, dan maskapai. Tapi ada pula yang hanya mengizinkan penggantian tanggal dan jam penerbangan. Silakan kunjungi halaman Syarat & Ketentuan Reschedule Trigana Air untuk panduan lengkap mengenai pengubahan jadwal penerbangan Anda. Jika pengubahan jadwal tidak dapat Anda lakukan melalui Easy Reschedule, silakan langsung hubungi Trigana Air.


 

Tentang Trigana Air

Trigana Air (kode IATA: IL) adalah maskapai asal Indonesia yang bermarkas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Maskapai penerbangan ini dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan swasta yang menawarkan penerbangan kelas menengah dengan harga terjangkau. Berbasis di Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Patimura di Ambon dan Bandara Sentani di Jayapura, Trigana Air mengoperasikan layanan penerbangan ke 40 destinasi di Nusantara, pada umumnya ke wilayah timur. Di Papua, maskapai ini melayani penerbangan ke rute kota-kota terpencil seperti Agimuga, Ewer, Sinak, dan Dekai yang jarang dilayani oleh maskapai lain. Dengan slogan “We Serve You Here, There and Everywhere”, Trigana Air juga mengoperasikan penerbangan ke kota-kota besar di Indonesia. Maskapai ini juga menyediakan layanan carter dan kargo. Trigana Air menawarkan hanya satu kelas kabin, yaitu Kelas Ekonomi, untuk melayani rute domestik jarak dekat yang secara eksklusif ditawarkannya. Penumpang dalam penerbangan Trigana Air juga bisa menikmati majalah pesawat yang menawarkan berita-berita terkait maskapai. Makanan ringan juga disajikan di pesawat. Trigana Air mengoperasikan armada yang terdiri dari pesawat jenis Boeing dan ATR. Masing-masing pesawat menyediakan fasilitas layanan yang berbeda dengan jatah bagasi yang berbeda. Penumpang yang melakukan penerbangan dengan pesawat ATR akan mendapatkan fasilitas bagasi gratis dengan berat maksimum 10 kg. Namun, jika mereka terbang pada rute Jayapura – Wamena, Wamena – Dekai, dan Jayapura – Dekai, mereka boleh membawa bagasi hingga 15 kg. Selain itu, penumpang Trigana Air juga diperbolehkan membawa bagasi kabin dan tas tangan atau tas kerja. Namun, harus diingat bahwa bagasi kabin tidak boleh lebih berat dari 7kg. Di sisi lain, penumpang yang melakukan penerbangan dengan pesawat Boeing, fasilitas bagasi yang didapatkan jauh lebih banyak. Penumpang akan mendapatkan fasilitas bagasi gratis hingga 20 kg. Untuk berat barang bawaan yang diperbolehkan di atas kabin, sama dengan penumpang armada ATR, yakni 7 kg. Trigana Air menyediakan dua macam layanan check-in untuk penumpangnya, yakni layanan check-in offline dan check-in online. Check-in offline bisa dilakukan melalui konter resmi Trigana Air di bandara. Konter ini mulai dibuka dua jam sebelum penerbangan dilakukan dan akan ditutup 45 menit sebelum pesawat berangkat. Oleh karena itu, para penumpang yang hendak melakukan penerbangan menggunakan Trigana Air harus tiba di bandara paling tidak dua jam sebelum keberangkatan. Penumpang yang terlambat—yakni mereka yang datang kurang dari 30 menit sebelum jadwal keberangkatan—tidak akan diperbolehkan untuk melakukan penerbangan dan akan dikenakan biaya pembatalan. Jika penumpang memilih untuk melakukan penjadwalan ulang, mereka harus melakukan pemesanan ulang. Pada saat melakukan check-in di konter, penumpang harus membawa seluruh kelengkapan dokumen yang diminta seperti tiket, kartu identitas, dan passport yang masih berlaku. Untuk penumpang hendak menghindari antrean panjang di konter check-in, Trigana Air menyediakan layanan check-in online. Layanan check-in online ini memungkinkan penumpang untuk memesan jatah bagasi dan memilih tempat duduk jika masih tersedia. Namun, harus diingat bahwa penumpang harus mencetak boarding pass mereka dan menunjukkannya ke staf maskapai di bandara. Check-in bukan satu-satunya hal yang bisa dilakukan penumpang pada situs Trigana Air. Penumpang juga bisa memesan tiket pesawat. Mereka hanya perlu memilih rute penerbangan dan melengkapi data identitas. Setelah itu, e-tiket akan dikirimkan ke email mereka. Penumpang harus mencetak e-tiket mereka dan menunjukkannya ke staf maskapai ketika check-in di bandara. Sejak 2009, lebih tepatnya pada April, Trigana Air resmi menjadi maskapai penerbangan Kategori 1. Departemen Perhubungan Indonesia menciptakan sistem ini untuk menilai dan mengevaluasi semua maskapai penerbangan di Indonesia. Dari semua kategori yang tersedia, Kategori 1 adalah yang tertinggi. Jika suatu maskapi dikategorikan sebagai Kategori 1, artinya maskapai tersebut telah memenuhi persyaratan keselamatan industri penerbangan. Selain Trigana Air, ada 12 maskapai lainnya yang merupakan Kategori 1. Daftar ini termasuk Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. Masuknya Trigana Air ke Kategori 1 menunjukkan bahwa maskapai ini terus berusaha untuk menjaga keselamatan para penumpangnya.

Sejarah Trigana Air

Trigana Air pertama kali didirikan pada tahun 1991 dan mulai beroperasi pada tahun yang sama. Pada awal mula beroperasinya, Trigana Air hanya memiliki satu armada dengan empat pesawat, yakni dua Beechcraft Super King Air 200 dan dua NBell 412. Dua armada ini merupakan produk asli buatan dalam negeri karena dibuat sendiri oleh Institut Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Semula dibangun untuk melayani penerbangan carter, Trigana Air mendapatkan proyek resmi pertamanya pada Maret 1991 dari PT Mapindo Parama yang pada saat itu membutuhkan pesawat untuk melakukan proyek fotografi untuk memetakan area hutan di Indonesia. Untuk melayani proyek ini, Trigana Air menerbangkan pesawat Super King Air. Trigana Air kemudian menjadi maskapai pertama yang melakukan proyek semacam ini. Kesuksesan ini mendorong Trigana Air untuk menambah tiga maskapai baru untuk melayani proyek semacamnya dan secara berangsur menggantikan pesawat Super King Air miliknya dengan Fokker F-27-600. Selain proyek pemetaan, Trigana Air juga melayani proyek transposisi minyak dan menawaran penerbangan carter. Proyek transposisi pertamanya dilakukan pada November 1991 di Kepulauan Seribu untuk pelanggan yang bernama MAXUS Oil. Saat ini, maskapai menggunakan helikopter NBell-412 SP, karena helikopter jenis ini dianggap lebih aman dibandingkan kendaraan lainnya untuk mengangkut logistik perusahaan. Sementara itu, untuk carter, maskapai ini menyediakan layanan penerbangan untuk ASEAN Emergency Assistance (AEA) dan SOS Medika untuk mendukung proyek evakuasi medis di beberapa area di Indonesia. Layanan ini masih tersedia saat ini. Namun, permintaan proyek pemetaan mulai berkurang dan maskapai memutuskan untuk mengembangkan cakupan bisnisnya dengan menyediakan layanan angkut kargo dan penumpang. Permintaan yang semakin besar untuk perjalanan udara, terutama ke daerah timur Indonesia salah satunya disebabkan oleh ditemukannya potensi bisnis dan pariwisata yang sangat besar di daerah tersebut. Akses jalan yang layak masih karang ditemukan, sehingga perjalanan udara masih menjadi alternatif utama untuk mencapai area tersebut. Dengan adanya kesempatan baru ini, Trigana Air memutuskan untuk membeli pesawat baru untuk melayani permintaan baru ini. Oleh sebab itu, dari 1993 hingga 2000, Trigana Air mengoperasikan lebih banyak jenis pesawat, yang terdiri dari Twin-Otter DHC-6, Fokker F27, dan Pilatus PC-6. Pesawat terakhir ini digunakan untuk mengangkut logistik ke 24 area di Papua. Seiring berjalannya waktu, armada maskapai ini juga mengalami modifikasi. Pada 2000, Trigana Air membeli pesawat ATR72-300 baru. Tidak seperti pesawat pendahulunya, pesawat ini mampu mengangkut sampai dengan 80 penumpang. Pada waktu yang sama, rute baru ke Nusa Tenggara dan Kalimantan diluncurkan. Kemudian pada 2006, 15 tahun setelah maskapai ini didirikan, pesawat Fokker F27 ini digantikan oleh pesawat De Havilland DHC-4 Caribou yang didatangkan dari Kanada. Dengan meningkatnya permintaan, bertambah pula jumlah pesawat baru Trigana Air. Pada 2010, Trigana Air membeli lima unit Boeing 737-200 dan memperkenalkan rute baru ke tidak hanya daerah timur tapi juga kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. Trigana Air juga meluncurkan rute penerbangan baru ke Kalimantan, termasuk ke Banjarmasin dan Pangkalan Bun. Saat ini, Trigana Air mengoperasikan sebuah armada dengan 16 pesawat yang terdiri dari tujuh unit ATR 42-300, tiga unit ATR 72-202, tiga unit Boeing 737-200A, dan tiga unit Boeing 737-300 Freighter. ATR 42-300 pesawat dengan kapasitas yang paling kecil karena hanya mampu menampung sebanyak 50 penumpang dengan berat barang maksimum 4.500 kg. Namun, pesawat ini juga memiliki daya tahan penerbangan tertinggi pada armada maskapai ini, sehingga digunakan untuk melayani rute penerbangan jarak jauh karena memiliki waktu tempuh maksimum sembilan jam. Di lain sisi, ATR 72-202 memiliki daya tampung penumpang yang lebih banyak, yakni hingga 72 tempat duduk dengan berat bawaan maksimum 7.000 kg. Namun, pesawat ini hanya mampu melayani penerbangan dengan waktu tempuh maksimum delapan jam. Sementara itu, pesawat Boeing menjadi pesawat dengan jarak tempuh terbang yang paling singkat dibanding pesawat lainnya pada armada Trigana Air, yakni hanya enam jam. Meskipun begitu, daya tampung barang dan penumpangnya jauh lebih besar dibandingkan armada lainnya, yakni mencapai 114 tempat duduk dan kapasitas berat maksimum 12.954 kg. Sejak berdiri, Trigana Air telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan untuk beraneka ragam proyek. Antara 1992 dan 1993, maskapai ini menyediakan armada carter Twin-Otter DHC-6 untuk mengangkut barang dan penumpang PT Freeport Indonesia. Antara 1994 dan 1996, PT Jayanti Group menyewa maskapai untuk mengakses Pulau Benjina, dan pada 1995, Sabah Oil Company menyewa maskapai sebagai sarana transportasi untuk mencapai Sabah, Malaysia. Dari 1993 hingga 1997, Conoco Oil Company menggunakan layanan maskapai yang menggunakan pesawat Fokker F-27 dan Super King Air B200 untuk mengakses Pulau Matak. Kemudian antara 1996 dan 1998, maskapai ini menjalin kerja sama dengan Malindo Air dalam mengoperasikan pesawat F-28. Sementara itu, dari 1993 hingga sekarang, maskapai ini telah bekerja sama dengan Irian Bhakti Dolog untuk mengangkut barang ke 24 kecamatan di Papua dengan pesawat Twin-Otter DHC-6, Fokker F27 and Pilatus PC-6.

Kontak Trigana Air

021-86613208

Alamat Trigana Air

Trigana Air
Komplek Puri Sentra Niaga Jakarta 13620. Jl. Wiraloka Blok D 68-69-70. Kalimalang

Bagikan

Google Plus Share Scroll Top
?
Perlu Bantuan?