peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya
 
Wings Air: Pengantar

Didirikan pada 2003, Wings Air merupakan anak perusahaan dari Lion Air dengan fokus utama pada penerbangan domestik dan perintis. Kebanyakan rute penerbangan Wings Air merupakan rute lanjutan dari maskapai lainnya dalam Lion Air Group, seperti Batik Air, Malindo Air, dan Lion Air. Dengan posisinya sebagai maskapai bertarif rendah dan maskapai perintis, Wings Air hanya menawarkan penerbangan dalam Kelas Ekonomi.


Pemesanan & E-tiket Wings Air

Cari dan pesan tiket pesawat Wings Air Anda secara online melalui Traveloka untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Cara Pesan Tiket Pesawat

Berikut ini adalah langkah untuk memesan tiket Wings Air secara online:

  1. Kunjungi situs web Traveloka atau buka Traveloka App
  2. Isi detail penerbangan di kotak pencarian
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda
  4. Isi data pemesan dan penumpang
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih
  6. Dapatkan e-tiket Wings Air Anda di Pesanan Saya atau pada email Anda

Cara Pembayaran

Pembayaran untuk tiket Wings Air Anda dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/e-banking/teller bank), kartu kredit, dan Indomaret.
Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai metode pembayaran yang tersedia, silakan kunjungi halaman Cara Pembayaran.

E-tiket Wings Air

E-tiket Wings Air dapat berlaku sebagai bukti pemesanan penerbangan Wings Air Anda. Tunjukkan e-tiket Anda pada saat melakukan check-in di loket Wings Air di bandara, atau gunakan e-tiket untuk melakukan check-in mandiri (di bandara maupun online), untuk mendapatkan boarding pass Anda. Jika Anda tidak menerima e-tiket dalam waktu 60 menit setelah melakukan pembayaran, segera hubungi Customer Service Traveloka.

Partner Maskapai Traveloka - Domestik & Internasional

Lion AirBatik AirCitilinkGaruda IndonesiaSriwijaya AirNAM AirAirasiaJetstarTigerairMalaysia AirlinesBangkok AirwaysCathay PacificEmiratesFireflyMalindo AirPhilippine AirlinesQatar AirwaysSilkAirSingapore AirlinesThai AirwaysThai LionVietnam AirlinesAll Nippon AirlinesAsiana AirlinesChina AirlinesEgypt AirEtihad AirwaysEVA AirJapan AirlinesKalstar AviationKLMKorean AirQantas AirlinesTurkish AirlinesUnited AirlinesWings AirXpressairAir FranceAmerican AirlinesChina Southern AirlinesJet AirwaysLufthansaRoyal BruneiTransnusa AviationTrigana AirVirgin AustraliaDelta Airlines

Partner Pembayaran Resmi Traveloka


Rating Wings Air

dari 5 review

Standar layanan: LCC-Hybrid

Kelas Penerbangan Wings Air

Kelas Ekonomi

Sebagai maskapai yang melayani penerbangan dengan durasi tidak lebih dari satu jam, Wings Air hanya menyediakan penerbangan dalam Kelas Ekonomi. Meskipun sandaran kursi tidak dapat diubah pengaturannya, kursi Kelas Ekonomi tetap terasa nyaman untuk penerbangan jarak pendek. Kabin Kelas Ekonomi memiliki kapasitas penumpang sebanyak 78 kursi, dengan ruang yang cukup luas untuk memuat bagasi kabin. Setiap penumpang Wings Air mendapatkan kapasitas bagasi kabin dengan berat maksimum 7 kg dan ukuran tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm. Tidak hanya itu, penumpang juga dapat membawa bagasi terdaftar hingga 10 kg.

Makanan di Pesawat

Armada Wings Air

ATR 72-500
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi

Tata kursi:

  • 2-2 (Ekonomi)

Jarak antar kursi:

  • 29 inci (Ekonomi)

Hiburan di pesawat:

Tidak Tersedia


WiFi:

Tidak Tersedia


Stopkontak/Port USB:

Tidak Tersedia

Kru Pesawat Wings Air

Seragam Pramugari Wings Air

Mengenakan terusan lengan pendek dengan potongan kerah yang tinggi, seragam pramugari Wings Air menciptakan kesan sederhana yang tidak membosankan. Seragam ini didominasi oleh warna merah, senada dengan logo dan livery Wings Air. Dengan panjang di atas lutut, seragam ini biasanya dipadukan dengan stocking berwarna hitam. Seragam ini juga dilengkapi dengan logo Wings Air pada bagian dada sebelah kiri.


Kebijakan Bagasi Wings Air

Rute Penerbangan

Kelas Penerbangan

Bagasi Kabin

Bagasi Terdaftar

Semua rute

Kelas Ekonomi

Maks. 7 kg (Dimensi: 40 x 20 x 30 cm)

Maks. 10 kg

Kebijakan Penumpang Wings Air

Kebijakan Penumpang Bayi
  • Bayi berusia kurang dari dua hari tidak diperbolehkan dalam penerbangan.
  • Bayi berusia antara 2–7 hari harus menyertakan surat rekomendasi medis dari dokter atau institusi kesehatan yang diterbitkan tidak lebih dari 72 jam sebelumkeberangkatan.
  • Penumpang bayi harus membeli tiket dengan harga 20% dari tarif tiket dewasa, dan tidak mendapatkan bagasi.
  • Orangtua bayi harus menandatangani Formulir Ganti Rugi untuk menyatakan bahwa bayi sepenuhnya berada dalam tanggung jawab orang tua.
Kebijakan Penumpang Anak
  • Anak-anak berusia di atas dua tahun wajib membeli tiket dengan tarif penuh, sama dengan tarif penumpang dewasa.
  • Anak-anak berusia 2–12 tahun tidak diperbolehkan bepergian sendiri tanpa dampingan orang dewasa.
Kebijakan Penumpang Hamil
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 28 minggu diharuskan membawa surat rekomendasi medis dari dokter atau bidan, yang diterbitkan tidak lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan.
  • Penumpang dengan komplikasi pada kehamilannya harus mendapatkan surat izin dari dokter atau institusi kesehatan.
  • Penumpang hamil harus menandatangani Formulir Ganti Rugi untuk menyatakan kandungan berada sepenuhnya di bawah tanggung jawab penumpang.
Kebijakan Penumpang dengan Disabilitas
  • Penumpang dengan disabilitas wajib memberitahukan kondisi dan kebutuhannya pada pihak maskapai.
  • Penumpang dengan disabilitas yang tidak dapat mengurus dirinya sendiri perlu menginformasikan kondisinya pada pihak maskapai untuk mendapatkan layanan khusus.
  • Penumpang dengan disabilitas yang tidak dapat mengurus dirinya sendiri mungkin tidak diperbolehkan bepergian sendiri, terutama jika tidak dapat mengerti dan melaksanakan instruksi keselamatan.
  • Penumpang dengan disabilitas harus menyertakan surat izin dari insitusi kesehatan.
  • Penumpang dengan disabilitas tidak akan didudukkan pada barisan kursi yang berdekatan dengan pintu keluar darurat atau jalur evakuasi pesawat.
  • Wings Air memperbolehkan penumpang membawa kursi roda atau alat bantu mobilitas lainnya ke dalam kabin tanpa biaya tambahan, selama tidak melanggar peraturan keselamatan penerbangan.

Kebijakan Check-in Wings Air

Waktu Check-in Wings Air

Informasi waktu check-in untuk penerbangan Wings Air dapat Anda lihat pada tabel di bawah. Waktu check-in bisa berbeda jika penerbangan dioperasikan oleh maskapai partner Wings Air. Silakan lihat e-tiket untuk memastikan waktu check-in Anda.

Rute Penerbangan

Waktu Check-in Ideal

Batas Waktu Check-in

Domestik

1 jam sebelum keberangkatan

30 menit sebelum keberangkatan

Internasional

1 jam 30 menit sebelum keberangkatan

45 menit sebelum keberangkatan

Check-in Wings Air Online

Check-in online untuk penerbangan Wings Air dapat Anda lakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Kunjungi halaman check-in Wings Air
  2. Masukkan kode booking, atau detail pemesanan lainnya, sesuai instruksi
  3. Lengkapi detail check-in lainnya
  4. Simpan dan/atau cetak boarding pass Anda

Kebijakan Refund Wings Air

Secara umum, refund dapat diajukan untuk alasan pribadi, sakit, kehamilan, kematian penumpang, pembatalan/pengubahan jadwal oleh maskapai, force majeure, atau pemesanan ganda. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai. Silakan kunjungi halaman Kebijakan Refund Wings Air untuk informasi lengkap mengenai refund.

Kebijakan Reschedule Wings Air

Untuk mengubah jadwal penerbangan, Anda dapat menggunakan fitur Easy Reschedule. Beberapa maskapai mengizinkan penggantian tanggal, jam, rute, dan maskapai. Tapi ada pula yang hanya mengizinkan penggantian tanggal dan jam penerbangan. Silakan kunjungi halaman Syarat & Ketentuan Reschedule Wings Air untuk panduan lengkap mengenai pengubahan jadwal penerbangan Anda. Jika pengubahan jadwal tidak dapat Anda lakukan melalui Easy Reschedule, silakan langsung hubungi Wings Air.


 

Destinasi Wings Air

Australia
Hong Kong
Myanmar
Singapore
Taiwan
Arab Saudi
Bangladesh
Nepal
Sri Lanka

Tentang Wings Air

Wings Air (kode IATA: IW) merupakan salah satu anak perusahaan Lion Air, serupa dengan Batik Air, Malindo Air, dan Lion Air. Maskapai ini melayani penerbangan domestik ke 75 destinasi di Indonesia, yang umumnya merupakan penerbangan jarak pendek dengan durasi tidak lebih dari satu jam. Semua armada Wings Air merupakan pesawat baling-baling, yang memungkinkan maskapai ini untuk melayani penerbangan ke jalur-jalur sulit dan bahkan landasan yang tidak bisa dicapai oleh pesawat besar. Beroperasi dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan Wings Air berfokus untuk menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Ini merupakan tujuan yang penting mengingat wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau sehingga memerlukan transportasi penghubung yang efektif. Untuk menjalani misi ini, Wings Air memiliki beberapa bandara penghubung di kota-kota terbesar di Indonesia, seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Medan, dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim di Batam. Pada awal peluncurannya, logo Wings Air berbentuk dua buah sayap yang melingkar, sesuai dengan namanya. Namun, pada akhirnya logo ini diubah menjadi kepala singa mengikuti perusahaan induknya, Lion Air. Dengan slogan “Flying is Cheap”, Wings Air menawarkan penerbangan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Wings Air senantiasa berupaya untuk memberikan pelayanan yang ramah dan hangat, mencerminkan budaya khas masyarakat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat melalui pelayanan yang ramah baik di kabin maupun di bandara, dengan staf profesional yang selalu siap menawarkan bantuan bagi para penumpangnya. Wings Air telah membuktikan kualitas keamanan dan pelayanannya dengan mendapatkan sertifikasi IATA Standard Safety Assessment (ISSA) dari International Air Transport Association (IATA) pada 2015. ISSA merupakan sertifikat audit keamanan yang diberikan kepada maskapai yang sudah memenuhi standar keamanan. Sebelum Lion Air memperkenalkan dirinya sebagai maskapai bertarif rendah, Wings Air awalnya ditujukan sebagai maskapai bertarif rendah dalam Lion Air Group. Namun, sejak Lion Air menggeser targetnya ke pasar penerbangan bertarif murah, Wings Air secara perlahan berubah menjadi maskapai pengumpan bagi Lion Air. Karena itu, sangat umum ditemukan rute-rute penerbangan Lion Air atau Batik Air yang disambung menggunakan maskapai Wings Air, terutama untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Sebagai maskapai pengumpan dan perintis, Wings Air hanya menawarkan penerbangan dalam Kelas Ekonomi dengan kapasitas 78 kursi. Karena hanya melayani penerbangan jarak pendek, Wings Air juga tidak menyediakan layanan makanan dan hanya menyediakan air mineral bagi penumpangnya. Setiap penumpang mendapatkan kapasitas bagasi terdaftar seberat 10 kg dan bagasi kabin seberat 7 kg dengan ukuran maksimum 40 cm x 30 cm x 20 cm. Bagasi kabin yang melebihi ukuran tersebut harus dimasukkan sebagai bagasi terdaftar. Penumpang bisa melakukan check-in sejak dua am sampai hinga 45 menit sebelum keberangkatan. Sementara itu, gerbang keberangkatan akan ditutup 15 menit sebelum lepas landas. Untuk semakin memudahkan penumpang, Wings Air menyediakan beberapa cara untuk melakukan check-in. Selain melakukan check-in langsung di bandara, penumpang juga dapat melakukan check-in secara online melalui situs resmi Lion Air (http://www.lionair.co.id/). Check-in secara online dapat dilakukan mulai dari 24 jam hingga empat jam sebelum keberangkatan.

Sejarah Wings Air

Sejarah Wings Air tidak terlepas dari sejarah Lion Air Group sebagai perusahaan induknya. Pemilik Lion Air Goup, Rusdi Kirana, memulai bisnisnya sebagai penjual tiket pesawat dan melakukan layanan antar jemput serta check-in penumpang. Pengalaman ini membuat Rusdi Kirana mengerti kebutuhan pasar akan maskapai yang bisa membawa penumpang ke pelosok nusantara dengan harga yang terjangkau. Karena itu, Wings Air muncul sebagai maskapai berkualitas dengan harga yang terjangkau, untuk melayani penerbangan di wilayah Indonesia. Pada 2003, Wings Air awalnya didirikan sebagai maskapai bertarif rendah dalam Lion Air Group. Wings Air memiliki nama udara “Wings Abadi Air”, yang merupakan nama Wings Air ketika pertama kali didirikan. Namun, karena nama tersebut dianggap terlalu panjang, nama tersebut dipersingkat menjadi “Wings Air”. Sejak awal didirikan, Wings Air berada di bawah pimpinan Rusdi Kirana sebagai CEO dan Edward Sirait sebagai Presiden Direktur. Meskipun Lion Air Group telah mempromosikan maskapai utamanya seperti Batik Air dan Lion Air, Wings Air tidak membuat banyak iklan dan promosi karena penjualan tiket biasanya disatukan dengan promosi Lion Air. Namun dalam perkembangannya, Lion Air mulai memposisikan dirinya sebagai maskapai bertarif rendah sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena itu, Wings Air pun diubah menjadi maskapai pengumpan dan perintis bagi maskapai utama dalam Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Malindo Air. Pada masa awal penerbangannya, Wings Air menggunakan armada pesawat tipe MD-80 dan MD-82, yang dulunya digunakan Lion Air. Namun, pesawat tipe MD-80 dan MD-82 ini dianggap sudah cukup kuno. Karena itu, Wings Air mulai memperbarui armadanya dengan membeli pesawat berteknologi Prancis, yaitu pesawat tipe ATR. Pesawat tipe ini dipilih sebagai jenis pesawat utama Wings Air karena mesin baling-baling gandanya yang merupakan teknologi buatan Prancis, yang sesuai untuk penerbangan perintis. Pada 15 November 2009, Wings Air menandatangani persetujuan untuk memesan 15 pesawat tipe ATR 72-500 dengan 15 pesawat cadangan tipe ATR 72-600, yang merupakan model terbaru dari ATR. Dalam persetujuan ini, tiga pesawat ATR 72-500 akan mulai diantarkan pada Januari 2010. Pada 25 Februari 2011, Lion Air memesan 15 pesawat ATR 72 tipe terbaru untuk armada Wings Air, menggantikan 15 pesawat ATR 72-600 yang dipesan pada 2009. Pada 27 November 2014, Lion Air juga menandatangani persetujuan pemesanan 40 pesawat tipe ATR 72-600 untuk armada Wings Air, menjadikan Lion Air Group sebagai maskapai pengguna pesawat ATR terbanyak. Pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi serta biaya operasional yang rendah. Dengan performa yang baik pada landasan jarak pendek, pesaawat tipe ini dirasa tepat untuk melayani penerbangan ke daerah-daerah terpencil di Indonesia dengan medan yang sulit. Selain itu, mesin ATR 72-500 dan ATR 72-600 juga memiliki ketahanan yang baik pada cuaca panas dan dingin serta ketinggian yang beragam. Penambahan jumlah armada ini tentunya disertai dengan bertambahnya rute dan frekuensi penerbangan Wings Air. Beberapa rute jarak pendek yang awalnya dilayani Lion Air mulai dioperasikan oleh Wings Air. Sebagai hasilnya, Wings Air pun terus mengembangkan rute penerbangannya di Indonesia dan menghubungkan lebih banyak lagi kota-kota terpencil di berbagai wilayah. Kota-kota atau wilayah terpencil yang sebelumnya tidak bisa dijangkau oleh pesawat besar kini bisa dikunjungi dengan mudah, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata. Terdapat beberapa kekhawatiran yang muncul karena Wings Air beberapa kali mengalami kecelakaan kecil dalam penerbangannya. Untuk menanggapi kekhawatiran ini, Wings Air mengajukan dirinya untuk menjalani audit keamanan dari IATA dan akhirnya memperoleh nilai keamanan yang memadai. Setiap pesawat dalam armada Wings Air telah mendapatkan sertifikasi IATA Standard Safety Assessment (ISSA), yang membantu menarik kembali simpati publik untuk terbang bersama Wings Air sebagai maskapai pilihan. Saat ini, Wings Air memiliki setidaknya lima bandara penghubung yang tersebar di titik-titik strategis di Indonesia, seperti Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandar Udara Internasional Hang Nadim di Batam, Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Medan, dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kelima bandara tersebut tersebut dipilih karena letaknya yang strategis, demi memastikan penerbangan Wings Air dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia melalui rute-rute penerbangan utama. Rute penerbangan utama tersebut mencakup menuju Bali, Medan, Jakarta, Singapura, Thailand, dan Australia. Pada awal 2017, Wings Air menambahkan beberapa rute baru antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Rute ini menjangkau kota-kota seperti Banjarmasin, Makassar, Batulicin, dan Kendari. Dengan memperkuat akses antar pulau, Wings Air telah membantu mobilitas masyarakat untuk bepergian dari kota kecil ke kota besar atau sebaliknya. Hal ini tentunya membawa keuntungan tersendiri bagi daerah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh transportasi udara. Dengan menghubungkan beragam daerah dengan transportasi yang lebih aman dengan harga yang terjangkau, Wings Air telah membawa keuntungan baik bagi pelaku bisnis maupun turis yang ingin menjelajah Indonesia.

Kontak Wings Air

(+6221) 6379 8000

Alamat Wings Air

Wings Air
Jl. Gajah Mada no. 7 Jakarta Pusat 10130 Jakarta, Indonesia

Bagikan

Google Plus Share Scroll Top