peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya
 
Xpress Air: Pengantar

Xpress Air adalah salah satu pelopor maskapai Indonesia di wilayah timur yang menawarkan penerbangan langsung reguler dari Jawa ke pulau-pulau timur Indonesia, seperti Papua, Sulawesi, Maluku dan Timor. Maskapai yang kini terbang ke 24 bandara domestik dan tiga bandara internasional ini selalu berupaya untuk memberikan pelayanan premium pada kelas dan harga ekonomi kepada para penumpangnya.


Pemesanan & E-tiket Xpress Air

Cari dan pesan tiket pesawat Xpress Air Anda secara online melalui Traveloka untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Cara Pesan Tiket Pesawat

Berikut ini adalah langkah untuk memesan tiket Xpress Air secara online:

  1. Kunjungi situs web Traveloka atau buka Traveloka App
  2. Isi detail penerbangan di kotak pencarian
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda
  4. Isi data pemesan dan penumpang
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih
  6. Dapatkan e-tiket Xpress Air Anda di Pesanan Saya atau pada email Anda

Cara Pembayaran

Pembayaran untuk tiket Xpress Air Anda dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/e-banking/teller bank), kartu kredit, dan Indomaret.
Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai metode pembayaran yang tersedia, silakan kunjungi halaman Cara Pembayaran.

E-tiket Xpress Air

E-tiket Xpress Air dapat berlaku sebagai bukti pemesanan penerbangan Xpress Air Anda. Tunjukkan e-tiket Anda pada saat melakukan check-in di loket Xpress Air di bandara, atau gunakan e-tiket untuk melakukan check-in mandiri (di bandara maupun online), untuk mendapatkan boarding pass Anda. Jika Anda tidak menerima e-tiket dalam waktu 60 menit setelah melakukan pembayaran, segera hubungi Customer Service Traveloka.

Partner Maskapai Traveloka - Domestik & Internasional

Lion AirBatik AirCitilinkGaruda IndonesiaSriwijaya AirNAM AirAirasiaJetstarTigerairMalaysia AirlinesBangkok AirwaysCathay PacificEmiratesFireflyMalindo AirPhilippine AirlinesQatar AirwaysSilkAirSingapore AirlinesThai AirwaysThai LionVietnam AirlinesAll Nippon AirlinesAsiana AirlinesChina AirlinesEgypt AirEtihad AirwaysEVA AirJapan AirlinesKalstar AviationKLMKorean AirQantas AirlinesTurkish AirlinesUnited AirlinesWings AirXpressairAir FranceAmerican AirlinesChina Southern AirlinesJet AirwaysLufthansaRoyal BruneiTransnusa AviationTrigana AirVirgin AustraliaDelta Airlines

Partner Pembayaran Resmi Traveloka


Kelas Penerbangan Xpress Air

Kelas Ekonomi

Xpress Air secara eksklusif melayani penerbangan Kelas Ekonomi. Namun, maskapai ini menawarkan tiga sub-kelas, yaitu Kelas Ekonomi Promo, Kelas Ekonomi Normal dan Kelas Ekonomi Flexi, yang memiliki keunikan masing-masing. Kelas Ekonomi Promo adalah kelas penerbangan harga rendah untuk semua pelancong budget yang bisa bepergian kapan pun. Biasanya, penerbangan tipe kelas ini tidak tersedia pada hari libur nasional, akhir pekan panjang dan musim liburan. Di lain sisi, Kelas Ekonomi Normal adalah penerbangan reguler Xpress Air, sementara Kelas Ekonomi Flexi ditujukan bagi mereka yang memiliki budget lebih tinggi yang menginginkan jadwal penerbangan yang lebih fleksibel. Penumpang Kelas Ekonomi Flexi bisa mengupgrade kursi mereka dengan biaya tambahan. Tiket sub-kelas ini lebih mahal dari sub-kelas lainnya, tapi tidak ada biaya pembatalan atau penjadwalan ulang. Berbeda dengan Kelas Ekonomi Promo, yang membebankan biaya pembatalan atau penjadwalan ulang yang lebih tinggi dari sub-kelas lainnya. Namun, semua sub-kelas menawarkan jatah bagasi dan layanan gratis yang sama.

Makanan di Pesawat

Armada Xpress Air

Boeing 737-300
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi

Tata kursi:

  • 3-3 (Ekonomi)

Jarak antar kursi:

  • 29 inci (Ekonomi)

Hiburan di pesawat:

Tidak Tersedia


WiFi:

Tidak Tersedia


Stopkontak/Port USB:

Tidak Tersedia

Kru Pesawat Xpress Air

Seragam Pramugari Xpress Air

Seragam pramugari Xpress Air terdiri dari kemeja lengan panjang berwarna keemasan dan rok berwarna merah tua bergaris emas di bagian kirinya. Jaket merah tua dengan aksen keemasan di pergelangan tangan dipakai menutupi kemeja. Seragam disempurnakan dengan sepasang stoking hitam dan syal berwarna merah tua dan bermotif keemasan yang diikatkan di leher. Warna emas dan merah tua yang mendominasi ini melambangkan citra maskapai yang bersemangat dan ceria.


Kebijakan Bagasi Xpress Air

Rute Penerbangan

Kelas Penerbangan

Bagasi Kabin

Bagasi Terdaftar

Semua rute

Kelas Ekonomi

2 - 5 kg (tergantung subkelas)

10 – 20 kg (tergantung subkelas)

Kebijakan Penumpang Xpress Air

Kebijakan Penumpang Bayi
  • Penumpang bayi hanya diperbolehkan untuk terbang jika didampingi oleh penumpang dewasa. Setiap penumpang dewasa hanya bisa mendampingi satu penumpang bayi.
  • Orang tua atau wali penumpang bayi diharuskan menunjukkan dokumen perjalanan seperti paspor bayi mereka pada penerbangan-penerbangan internasional.
  • Penumpang bayi diperbolehkan duduk di kursi yang sama dengan penumpang dewasa yang mendampinginya.
  • Penumpang bayi yang membutuhkan kursi individu atau layanan khusus lainnya harus menghubungi pihak maskapai sebelum pembelian tiket.
Kebijakan Penumpang Anak
  • Tiket dan kursi harus dipesan untuk penumpang anak dengan usia di atas 2 tahun.
  • Pihak maskapai bisa meminta untuk mengecek dokumen perjalanan anak, seperti akte lahir dan paspor untuk penerbangan internasional.
  • Penumpang anak yang melakukan penerbangan internasional tanpa didampingi oleh orang tua atau wali akan diminta untuk menunjukkan surat izin resmi.
Kebijakan Penumpang Hamil
  • Penumpang dengan usia kehamilan kurang dari 4 bulan tidak diperbolehkan terbang sebagai penumpang biasa.
  • Penumpang dengan usia kehamilan 4 bulan boleh melakukan penerbangan layaknya penumpang biasa, tapi harus menyertakan formulir informasi medis (MEDIF) dari dokter yang telah diisi. MEDIF harus dikeluarkan 24 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  • Penumpang hamil dengan perkiraan waktu melahirkan kurang dari 8 minggu tidak diizinkan menjalani penerbangan. Namun, dalam kasus-kasus darurat, pengecualian akan diberikan dan penerbangan bisa dilakukan dengan syarat calon penumpang menunjukkan formulir informasi medis.
Kebijakan Penumpang dengan Disabilitas
  • Penumpang dengan disabilitas yang membutuhkan bantuan khusus seperti kursi roda dan tangki oksigen harus menghubungi pihak layanan penumpang Xpress Air setidaknya 48 jam sebelum waktu keberangkatan.
  • Penumpang berusia lanjut dengan kursi roda yang membutuhkan perhatian dan bantuan khusus dari awak pesawat diharuskan menghubungi pihak maskapai Xpress Air sebelum keberangkatan.
  • Penumpang yang memiliki kondisi kesehatan khusus serta memerlukan kursi roda dan bantuan dari awak pesawat harus menyerahkan formulir informasi medis (MEDIF) dan menghubungi layanan pelanggan Xpress Air sebelum keberangkatan.

Kebijakan Check-in Xpress Air

Waktu Check-in Xpress Air

Informasi waktu check-in untuk penerbangan Xpress Air dapat Anda lihat pada tabel di bawah. Waktu check-in bisa berbeda jika penerbangan dioperasikan oleh maskapai partner Xpress Air. Silakan lihat e-tiket untuk memastikan waktu check-in Anda.

Rute Penerbangan

Waktu Check-in Ideal

Batas Waktu Check-in

Domestik

1 jam sebelum keberangkatan

30 menit sebelum keberangkatan

Internasional

1 jam 15 menit sebelum keberangkatan

1 jam sebelum keberangkatan

Kebijakan Refund Xpress Air

Secara umum, refund dapat diajukan untuk alasan pribadi, sakit, kehamilan, kematian penumpang, pembatalan/pengubahan jadwal oleh maskapai, force majeure, atau pemesanan ganda. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai. Silakan kunjungi halaman Kebijakan Refund Xpress Air untuk informasi lengkap mengenai refund.

Kebijakan Reschedule Xpress Air

Untuk mengubah jadwal penerbangan, Anda dapat menggunakan fitur Easy Reschedule. Beberapa maskapai mengizinkan penggantian tanggal, jam, rute, dan maskapai. Tapi ada pula yang hanya mengizinkan penggantian tanggal dan jam penerbangan. Silakan kunjungi halaman Syarat & Ketentuan Reschedule Xpress Air untuk panduan lengkap mengenai pengubahan jadwal penerbangan Anda. Jika pengubahan jadwal tidak dapat Anda lakukan melalui Easy Reschedule, silakan langsung hubungi Xpress Air.


 

Tentang Xpress Air

Xpress Air (kode IATA: XN) adalah sebuah maskapai Indonesia yang berfokus pada penerbangan di wilayah timur sebagai area utama operasinya. Maskapai ini memilih Makassar sebagai kantor pusat dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai hub utama untuk penerbangan-penerbangan yang menghubungkan wilayah timur dan barat. Karena memberikan layanan penerbangan perintis ke pulau-pulau kecil di Indonesia bagian barat, hub kedua Xpress Air berada di Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Papua. Selain penerbangan-penerbangan reguler, pesawat-pesawat Xpress Air juga bisa disewa. Visi dan misi dari maskapai ini adalah untuk menghubungkan wilayah timur Indonesia yang kaya destinasi unik, sumber daya alam, dan potensi bisnis dengan wilayah lainnya di Indonesia. Visi dan misi ini tertuang dalam semboyan maskapai "Terbanglah Indonesiaku" yang mendorong baik para penumpang domestik maupun internasional untuk menjelajahi permata-permata tersembunyi di wilayah timur Indonesia. Xpress Air juga mengedepankan budaya area timur Indonesia dan memberdayakan penduduknya dengan menyediakan lebih banyak kesempatan kerja. Xpress Air kini telah menjadi salah satu mitra terbang andalan yang terus-menerus membuka rute baru ke lebih banyak area terpencil di Indonesia. Pencapaian terkini maskapai ini adalah membuka rute baru ke Kepulauan Anambas, sebuah destinasi turis eksotis di Riau, Sumatra. Xpress Air merupakan satu-satunya maskapai yang menyediakan penerbangan ke kepulauan tersebut dari Tanjung Pinang. Karena rute baru ini, lebih banyak wisatawan bisa menjelajahi kepulauan indah tersebut. Seluruh penumpang Xpress Air akan mendapatkan sekotak makanan ringan gratis di setiap penerbangan, dan makanan utama khas Indonesia untuk setiap penerbangan yang berdurasi lebih dari 90 menit. Para penumpang juga bisa menikmati kenyamanan penerbangan sembari membuka majalah penerbangan Xpress Air yang memuat informasi menarik seputar daya tarik dan destinasi wisata terkenal, serta rekomendasi berbagai akomodasi utama di seluruh Indonesia. Konter check-in maskapai ini buka dari dua jam hingga 45 menit sebelum waktu keberangkatan penerbangan. Para penumpang diharapkan untuk check-in dalam jangka waktu sejak dua jam sebelum waktu keberangkatan terjadwal. Para penumpang Xpress Air yang terbang dengan pesawat Boeing 737 mendapatkan jatah bagasi seberat 20 kg, sedangkan para penumpang yang terbang dengan armada Dornier 328 mendapatkan jatah bagasi maksimum 10 kg. Selain itu, para penumpang juga diizinkan membawa sebuah tas tangan, tas punggung, atau bawaan kecil lainnya ke dalam kabin dengan dimensi maksimum 50 cm x 32 cm x 16 cm untuk penerbangan yang Boeing 737 dan 25 cm x 15 cm x 8 cm untuk penerbangan Dornier 328. Bagasi kabin ini beratnya tidak boleh melebihi 5 kg untuk armada Boeing dan 2 kg untuk pesawat-pesawat Dornier.

Sejarah Xpress Air

Xpress Air pertama kali berdiri dengan nama Express Air pada 23 Juni 2003, dengan misi untuk menyediakan transportasi udara dari Pulau Jawa ke pulau-pulau lain di wilayah timur Indonesia. Perjalanan panjang maskapai ini dimulai dengan diluncurkannya sebuah rute tunggal yang menghubungkan Jakarta, ibu kota Indonesia, dengan Jayapura, ibu kota Papua Barat. Pada saat itu, pesawat yang digunakan hanyalah Boeing 737. Pada mulanya, maskapai ini memiliki slogan "It's Time to Fly," sebuah panggilan pada pelancong untuk mengeksplorasi Indonesia Timur. Pada awal berdirinya, hanya sedikit maskapai yang melayani rute ke Indonesia Timur. Itu pun, hanya melayani kota-kota utama seperti Jayapura dan Makassar. Bertekad kuat untuk menghadirkan lebih banyak layanan penerbangan ke kota-kota di wilayah timur Indonesia, Express Air secara bertahap membeli lebih banyak pesawat dan menambah sejumlah Dornier 328 ke dalam armadanya. Sejak saat itu, maskapai ini terus memperluas rutenya dan menambahkan jadwal-jadwal penerbangan reguler baru. Pada 2005, dengan enam unit Boeing 737 dan Dornier 328, maskapai ini telah berhasil menghubungkan Jakarta dengan 24 kota lain di Indonesia, yang sebagian besarnya terdapat di wilayah timur, seperti Makassar, Jayapura, Sorong, Manokwari, dan Ternate. Dari 2005 hingga 2010, Express Air terus berupaya memperluas layanan penerbangannya ke bandara-bandara kecil baru, seperti Buli, Wasior, Bau Bau, dan Wakatobi. Penerbangan perintis adalah sebuah aspek transportasi yang sangat penting untuk penduduk di pulau-pulau timur di Indonesia, seperti di Maluku dan Papua, karena rute transportasi laut yang panjang, tidak pasti, dan membutuhkan waktu lama. Oleh karena itu, penerbangan ke area ini menjadi mahal, apalagi hanya sedikit maskapai yang menawarkan rute ini. Hal inilah yang menyebabkan kemunduran Express Air pada akhir 2010 dan awal 2011. Akhirnya, April 2012 menjadi bulan yang penuh sejarah bagi Express Air. Maskapai tersebut mengalami transformasi besar-besaran dalam sistem manajemen, kepemilikan, dan pelayanannya. Express Air dibeli oleh sebuah perusahaan pemilik baru dengan ambisi yang lebih besar untuk mereformasi maskapai tersebut menjadi salah satu maskapai domestik yang memimpin di Indonesia. Sistem manajemen yang baru juga didukung oleh PT. Aero Nusantara Indonesia, penyedia perawatan pesawat ternama yang berpengalaman puluhan tahun dalam bidang perawatan dan perbaikan pesawat di Indonesia. Perusahaan tersebut juga bertanggung jawab dalam perawatan armada maskapai-maskapai besar, termasuk Sriwijaya Air dan Sky Aviation. Selain Xpress Air, beberapa maskapai lain juga telah membangun rute dan menyediakan jadwal penerbangan reguler ke wilayah timur Indonesia. Karena kompetisi yang panas ini, tim manajemen Xpress Air yang baru menyimpulkan bahwa maskapai tersebut membutuhkan sebuah citra segar dengan nama, logo, slogan dan desain yang baru. Nama Express Air secara resmi diubah menjadi Xpress Air, sebuah maskapai penerbangan domestik bertarif rendah yang berupaya untuk menghadirkan layanan dengan kualitas premium. Ambisi maskapai untuk menciptakan penerbangan-penerbangan ekonomis berkualitas premium dimulai dengan membangun konfigurasi berbeda pada kursi-kursi armada Boeing. Maskapai ini mengurangi kapasitasnya pada pesawat Boeing 737-200 dari 120 kursi menjadi 110 kursi, sehingga memberikan ruang yang lebih lega bagi penumpangnya. Sementara itu, pesawat-pesawat Dornier 368 juga dimodifikasi untuk memberikan ruang penyimpanan bagasi dan toilet yang lebih besar. Dalam bidang keamanan, maskapai tersebut berhasil meningkatkan kualitas keamanannya, sehingga tercatat dalam Kategori 1 daftar Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia. Ini artinya maskapai telah berhasil memenuhi standar yang ditentukan oleh otoritas. Xpress Air juga turut menerapkan prinsip-prinsip deklarasi 3S+1C atau Safety, Security, Service and Compliance yang telah ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan pemerintah Indonesia. Untuk membuat penumpangnya lebih puas dan nyaman, tim manajemen Xpress Air juga merancang penerbangan yang lebih ramah dengan awak penerbangan yang berorientasi pada kualitas pelayanan. Selain itu, setiap penumpang juga diberikan kotak makanan ringan gratis. Dengan citra baru tersebut, Xpress Air memperluas jaringannya ke titik-titik lain di wilayah barat negeri. Maskapai tersebut lalu membuka rute-rute reguler baru ke kota-kota besar, seperti Padang di Sumatra Barat. Sejalan dengan visi dan misinya untuk merangkul dan mengubungkan semua wilayah di Indonesia, maskapai ini juga meluncurkan slogan barunya, yaitu “Terbanglah Indonesiaku” atau “Fly, My Indonesia”. Slogan ini berperan sebagai pendorong dan motivasi untuk terus meningkatkan jangkauan dan pelayanan sehingga menjadi salah satu maskapai paling ternama di dunia dengan membawa nama baik Indonesia. Namun, pulau-pulau di wilayah timur masih tetap menjadi prioritas utama Xpress Air. Burung cenderawasih, binatang khas Papua Barat yang terkenal karena keindahannya, menjadi logo baru maskapai ini dengan tujuan untuk mengenang rute pertamanya. Selain sarat nilai sejarah bagi maskapai ini, hewan yang juga disebut burung dewata tersebut juga merupakan simbol keanggunan, kedewasaan, dan kemewahan: konsep-konsep yang ingin dipromosikan oleh Xpress Air lewat layanannya. Desain pesawat Xpress Air juga mengalami perombakan untuk menciptakan citra baru. Skema warnanya diubah menjadi perpaduan cokelat dan emas pada latar belakang putih badan pesawat dengan logo maskapai bertengger megah di ekor pesawat. Dengan konsep yang benar-benar baru dan 12 unit pesawatnya, Xpress Air siap untuk menerbangkan penumpang-penumpangnya ke rute-rute baru, dan bahkan ke luar batas negara Indonesia. Tim manajemen Xpress Air yang baru ini kemudian memutuskan untuk menempatkan kantor utamanya di Makassar, Sulawesi Selatan, serta menjadikannya hub utama untuk setiap penerbangan dari wilayah barat ke Papua, Maluku, dan pulau-pulau di sekitarnya. Tak lama setelahnya, bandara penghubung Makassar mulai melayani penerbangan-penerbangan dari Sulawesi ke delapan destinasi penting, termasuk Manokwari, Jayapura, Sorong, Ternate, Surabaya, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. Publik menerima rute-rute ini dengan sangat baik, terbukti dengan kapasitas setiap pesawat yang terisi hingga 80 – 90%. Mimpi untuk bisa beroperasi secara internasional menjadi nyata pada 2013 ketika Xpress Air meluncurkan sebuah rute baru ke Malaysia dengan unit Boeing 737 yang dimilikinya. Rute ini menghubungkan Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat, dengan Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak. Xpress Air memilih Kuching sebagai tujuan penerbangan internasional pertamanya karena kota ini merupakan sebuah destinasi yang sangat penting untuk keperluan bisnis, wisata, dan pengobatan bagi masyarakat Indonesia. Sebelum dibukanya penerbangan ini, para penumpang dari Indonesia umumnya harus menggunakan penerbangan dari Kuala Lumpur untuk mencapai Kuching. Seiring dengan berlalunya waktu, Xpress Air berkembang menjadi maskapai tepercaya di Indonesia. Pada 2014, maskapai ini mulai melayani rute dari Pontianak ke Kuching, menawarkan kenyamanan lebih dengan menghadirkan penerbangan langsung untuk bisnis, perdagangan dan wisata. Sementara itu, secara domestik, maskapai ini membuka rute baru Palembang – Lampung dan Palembang – Pekanbaru. Pada 2016, sebuah destinasi baru berpotensi tinggi ditemukan oleh tim manajemen Xpress Air di wilayah barat Indonesia. Temuan ini menginspirasi maskapai tersebut untuk membuka satu lagi rute penerbangan perintis. Kepulauan Anambas adalah sekumpulan pulau-pulau kecil di Provinsi Riau. Pemandangan bawah lautnya yang memukau serta pantai pasir putihnya membuat kepulauan ini menyandang gelar satu dari Lima Pulau Tropis Terbaik Asia versi CNN. Kecantikan ini kini dapat digapai, salah satunya berkat penerbangan perintis langsung Xpress Air dari Tanjung Pinang, ibu kota Riau, ke Bandara Matak di Anambas. Xpress Air melayani rute ini dengan unit Dorniernya. Pada tahun yang sama, Xpress Air juga berhasil membuka rute penerbangan baru dari Pekanbaru ke Melaka di Malaysia. Penerbangan yang dilayani pesawat Dornier berkapasitas 32 kursi ini tersedia empat hari seminggu. Sementara itu, di dalam negeri, hub Bandung membuka rute baru ke Jambi dan hub Makassar membuka rute-rute baru ke kota-kota seperti Malang, Bali dan Kaimana. Kini, Xpress Air memiliki 13 pesawat di dalam armadanya. Maskapai ini terbang ke 24 tujuan domestik dan tiga tujuan internasional yang terdiri dari Ambon, Bandung, Bau-Bau, Pontianak, Lampung, Gorontalo, Ternate, Fak-Fak, Manokwari, Luwuk, Labuha, Palembang, Pekanbaru, Melaka, Johor Baru, dan lain-lain. Xpress Air berencana untuk menambah tiga unit pesawat pada kuartal kedua tahun ini—dua untuk melayani penerbangan di bagian timur dan satu untuk penerbangan di wilayah barat Indonesia. Maskapai ini juga bersiap untuk membuka satu lagi rute perintis ke Matak dan Pulau Jemaja sebagai bagian dari rute kepulauan Anambas. Sedangkan untuk penerbangan internasional, mimpi besar maskapai ini adalah untuk mengembangkan rute-rute baru ke India, Tiongkok dan Kuala Lumpur.

Kontak Xpress Air

(621) 2940 7777

Alamat Xpress Air

Xpress Air
Gd. Annex, Graha Bumiputera Jl. Asia Afrika no. 141-149

Bagikan

Google Plus Share Scroll Top
evtbvsrwfq