Tema bangunan bagus buat foto-foto, lokasi dipinggir sungai enak buat mancing, renang, atau sekedar duduk santai. Kasur empuk nyaman, air bersih dan deras, staf cekatan kalo dimintai tolong. Kebersihan kurang dijaga, jadi terkesan hotel tidak terawat, lumut-lumut dan bekas air di area bangunan dan pagar, bahkan kaca kamar mandi buram. Sabun mandi disediakan banyak entah merk apa, terasa seperti sabun cuci tangan. Sikat gigi murah, handuk bersih namun tidak standar, kadang tebal kadang kadang tipis bahkan saya dapat yang bolong-bolong walau kecil, dan bau. Kamar dingin saat malam di atas jam 11 hingga pukul 8 pagi, siang benar-benar panas dan kipas 1 buah yang disediakan kurang. Kurang paham bagaimana pembagian tugas pegawai, tapi sepertinya bukan pegawai khusus yang mendapatkan pendidikan dibagian hospitality karena kurang ramah, bukan khas hotelier, dan sepertinya tidak ada penanggung jawab khusus kebersihan, karena pegawai seperti tidak peka dengan kebersihan, tutup tong sampah yang dibiarkan jatuh berhari-berhari, sampah daun yang berserakan, area makan setelah makan pagi lama sebelum akhirnya dibersihkan. Area makan juga terlalu gelap saat malam, entah memang konsepnya begitu atau gimana, namun jadi kurang kondusif, saya berasa rabun senja. Belum lagi tidak ada petugas standby 24 jam di bagian resepsionis. Karena bangunan kayu, jadi mudah terganggu oleh suara-suara dari luar kamar. Kebetulan hari terakhir menginap ada yang ngadain acara, saya terganggu sampai pukul 1 malam karena berisik di luar, dan tidak ada staf/pegawai resort yang mengingatkan untuk tidak berisik. Makanan pagi disediakan diantar ke kamar, tidak ada resto khusus, namun mudah beli makan di luar. Untuk resort dengan kamar seharga 300-500 ribu permalam, di luar villa karena saya tidak menginap di villa, saya kecewa dengan pengalaman menginap. Namun tetap dilanjut dengan total menginap 3 malam 4 hari karena lokasi jauh, dan saya bawa bayi, kasian kalau harus bolak-balik. Rasanya lebih seperti sedang numpang menginap di rumah orang.