peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya
Attractions & Activities > Indonesia > Gunung Kidul Regency
City

Tempat Wisata di Gungung Kidul

45 Tempat Wisata di Gunung Kidul yang Wajib Dikunjungi Pada Waktu Liburan


Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan ragam tempat wisata menarik, termasuk di Gunung Kidul. Berbagai tempat wisata di Gunung Kidul mungkin belum terlalu populer bagi sebagian pelancong Indonesia, padahal tempat wisata tersebut juga memiliki pesona yang tidak kalah dari daerah lain di Yogyakarta. Berikut 45 tempat wisata Gunung Kidul yang wajib dikunjungi.

1. Gua Pindul

Gua Pindul
Gua Pindul

Gua Pindul adalah salah satu tempat wisata alam terpopuler di area Gunung Kidul. Gua sepanjang 350 meter ini adalah bagian dari formasi karst, dan memiliki sungai yang mengaliri bagian dalamnya. Gua ini dihiasi dengan formasi stalaktit, stalakmit, serta kolam alami di bagian tengahnya yang agak terbuka. Pepohonan rindang di sekitar Gua Pindul semakin menambah keindahan dan keasriannya. Gua Pindul adalah tempat populer untuk melakukan cave tubing, yaitu penjelajahan sungai dalam gua dengan menggunakan pelampung besar yang diduduki.

Gua Pindul berlokasi di Desa Bejiharjo, sekitar 7 kilometer ke selatan dari Wonosari, Gunung Kidul. Pengunjung dari Yogya bisa menggunakan bus jurusan Wonosari-Gunung Kidul dari Terminal Giwangan. Bus dengan rute ini biasanya beroperasi hingga pukul 19.00.

Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 16.30. Harga tiket masuk ke Gua Pindul adalah Rp35.000 per orang.

2. Kalisuci

Kalisuci adalah kawasan gua karst dan sungai bawah tanah yang berlokasi di Pacarejo, Kabupaten Gunung Kidul (10 kilometer dari Wonosari). Tempat ini adalah bagian dari formasi karst Gunungsewu, yang juga sudah masuk ke dalam warisan alam dunia. Pengunjung yang datang ke sini bukan hanya bisa menikmati keindahan alam, tetapi juga menjelajahi sungai dengan cara cave tubing, yaitu menaiki pelampung yang mengapung mengikuti arus sungai.

Kawasan wisata Kalisuci buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, tetapi tutup jika sedang hujan deras. Biaya masuk ke Gua Kalisuci hanya Rp5.000, tetapi jika ingin menyewa paket wisata, biayanya Rp70.000 untuk 5 orang peserta. Pengunjung dari Yogya bisa ke Terminal Giwangan, lalu naik bus jurusan Wonosari. Setelah sampai di simpang lima Wonosari, ganti dengan angkutan umum ke Kecamatan Semanu sampai mencapai akses ke Kalisuci.

3. Gua Senen

Gua Senen adalah tujuan yang cocok untuk pencinta petualangan di alam bebas. Tempat ini merupakan gua vertikal yang harus dijelajahi dengan cara menuruninya menggunakan tali (rappelling). Gua ini memiliki kedalaman sekitar 10 meter, dan memiliki formasi stalaktit serta stalakmit spektakuler. Pemandangan di dalam gua akan lebih menakjubkan ketika sinar matahari jatuh pada sudut yang tepat, menciptakan semburat cahaya yang mencapai dasar gua, sehingga sering disebut sebagai “cahaya Tuhan”.

Gua Senen berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Karena Gua Senen merupakan tempat petualangan ekstrem yang hanya didatangi pelancong tertentu, pengunjung sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan untuk mencapainya. Perjalanan ke hutan Tepus (lokasi Gua Senen) memakan waktu sekitar 2 jam berkendara dari Yogyakarta. Pengunjung harus berjalan kaki sejauh 500 meter menembus hutan sebelum mencapai gua, sehingga disarankan untuk minta petunjuk pemandu lokal.

4. Gua Tanding

Gua Tanding adalah tempat wisata yang tidak seekstrem Gua Senen. Di sini, pengunjung bisa menyusuri sungai bawah tanah menggunakan perahu karet berkapasitas 6 orang. Pemandangan di dalam Gua Tanding tidak kalah indah dengan Gua Pindul, dan bisa menjadi alternatif wisata jika Gua Pindul sedang penuh sesak, terutama karena lokasi kedua gua ini berdekatan satu sama lain.

Gua Tanding berlokasi di Desa Bejiharjo, sekitar 7 kilometer ke selatan dari Wonosari, Gunung Kidul. Pengunjung bisa berkunjung ke Gua Tanding dan Gua Pindul secara bergantian. Pengunjung dari Yogya bisa menggunakan bus jurusan Wonosari-Gunung Kidul dari Terminal Giwangan. Ketika sudah mencapai bundaran Wonosari, biasanya sudah ada pemandu yang menawarkan jasa mengantar pengunjung ke Gua Tanding.

Gua Tanding buka setiap hari mulai dari pukul 07.00 hingga 17.00, kecuali jika sedang hujan deras. Tarif masuk ke Gua Tanding adalah Rp250.000, tetapi ini sudah termasuk jasa pemandu; paket naik perahu; jaket pelampung; dan peralatan keselamatan lainnya.

5. Gua Jomblang

Gua Jomblang
Gua Jomblang

Gua Jomblang adalah gua dengan ekosistem “hutan purba” yang menciptakan pemandangan spektakuler di dalamnya. Gua ini merupakan gua vertikal sedalam 60 meter yang harus dituruni dengan tali. Pengunjung yang masuk ke gua tidak hanya bisa melihat formasi bebatuan, tetapi juga pepohonan yang tumbuh di dalamnya. Cahaya yang masuk lewat mulut gua ini menciptakan pemandangan indah yang disebut “cahaya surga”, dan biasanya terjadi antara pukul 10.00 hingga 13.00, ketika matahari sedang tinggi.

Gua Jomblang buka untuk pengunjung mulai dari pukul 08.00 hingga 14.00. Tarif untuk menikmati keindahannya adalah Rp450.000, karena sudah termasuk jasa pemandu; perlengkapan menuruni gua; peralatan keselamatan; dan sebagainya. Jika ada banyak orang yang datang, pemandu hanya akan mengizinkan 25 pengunjung untuk masuk ke gua sekali giliran.

Gua Jomblang berlokasi di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, sekitar 11 kilometer dari Wonosari. Pengunjung yang ingin mengunjungi tempat ini sebaiknya memesan paket wisata, agar bisa mendapat akses antar-jemput antar wilayah Wonosari dan Semanu. Bagi yang ingin naik kendaraan umum, terlebih dahulu bisa naik bus jurusan Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan. Dari sana, pengunjung akan menyusuri Jalan Nasional III sampai menemukan area yang menjadi lokasi gua.

6. Gua Ngingrong

Gua Ngingrong adalah gua wisata yang menawarkan keindahan serta kegiatan seru. Selain keunikan formasi batu serta telaga bawah tanah, gua ini juga memiliki fasilitas permainan flying fox atau luncur gantung. Tempat wisata ini masih dikelola warga, dan pengunjung bisa menggunakan jasa pemandu lokal untuk menjelajahi gua tersebut. Tarif menyewa pemandu lokal adalah sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000.

Gua Ngingrong berlokasi di Jalan Baron kilometer 6, lembah karst Desa Mulo, Wonosari. Pengunjung bisa naik bus Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan dan belok kanan di dekat GOR Wonosari. Jalan terus lalu belok kanan, kiri, dan kiri lagi setiap kali menemukan perempatan atau pertigaan, sampai menemukan papan petunjuk menuju ke gua.

7. Gua Pari

Gua Pari adalah gua di Wonosari yang belum banyak dikenal pelancong, terutama jika dibandingkan dengan Gua Pindul dan Kalisuci. Gua ini dulu sering digunakan untuk menyimpan padi di zaman kolonial Belanda, tetapi kini bisa dikunjungi oleh pelancong yang ingin menjelajahi tempat-tempat wisata yang jarang terjamah. Gua ini memiliki formasi batu, kolam, serta sisa-sisa arca zaman Belanda yang unik.

Gua ini berlokasi di Karangtengah, Wonosari. Pengunjung bisa naik bus Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan, lalu lanjut dengan sepeda motor atau mobil sewaan ke Kecamatan Nglipar. Karena aksesnya masih belum mulus, disarankan untuk menanyakan lokasinya pada penduduk sekitar. Gua ini buka dari pukul 07.00 hingga 18.00 dan tidak ada tarif masuknya.

8. Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis
Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis adalah lokasi wisata religi yang unik di Gunung Kidul. Gua ini merupakan semacam kapel bagi Bunda Maria, yang dikelola oleh Gereja Paroki Wonosari. Paduan keindahan gua dengan struktur kapel sederhana membuat tempat ini menjadi lokasi ziarah favorit umat Katolik saat bepergian ke Gunung Kidul. Fasilitas di sekitar Gua Maria agak minim, karena hanya ada toilet, lapangan parkir, dan tempat membeli pernak-pernik.

Gua Maria Tritis berlokasi di Dusun Bulu, Desa Giring, Paliyan. Gua ini berada di rute yang sama dengan Pantai Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan. Pengunjung bisa naik bus Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan, lalu naik angkutan umum atau menyewa kendaraan sampai ke jalur Jalan Lintas Selatan.

9. Pantai Baron

Pantai Baron adalah salah satu pantai paling terkenal di Gunung Kidul. Karakteristik pantai ini mirip dengan Parangtritis, terutama dengan pasirnya yang berwarna gelap dan ombaknya yang besar. Pantai Baron memiliki bukit kapur serta mercusuar di sisi timurnya, dan pengunjung bisa memanjat mercusuar atau berkemah di puncak tebing. Di sisi sebelah baratnya, ada Techno Park, yaitu taman dengan berbagai peralatan untuk mengubah energi alam menjadi listrik.

Pantai Baron juga ramai dengan perahu nelayan serta kedai-kedai hidangan laut. Jika sedang ada lelang ikan, pengunjung bisa membeli ikan dari perahu nelayan, lalu membayar pemilik kedai untuk memasaknya. Pantai ini juga memiliki berbagai titik yang cocok sebagai tempat memandang matahari terbit dan terbenam. Pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai lebih lama bisa berkemah di puncak bukit atau menginap di akomodasi murah dekat pantai.

Pantai Baron berlokasi di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Pengunjung bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan Yogya, lalu lanjut naik angkutan umum ke arah Pantai Baron. Tiket masuk ke pantai ini adalah Rp10.000, sedangkan untuk naik ke menara, ada biaya tambahan sebesar Rp5.000.

10. Pantai Kukup

Pantai Kukup adalah pantai di Gunung Kidul yang cukup dangkal dan memiliki garis pantai pendek. Keunikan pantai ini adalah adanya pulau karang kecil mirip Pantai Tanah Lot, serta formasi terumbu karang yang tidak jauh dari garis pantai. Terumbu karang ini akan terlihat jelas ketika air sedang surut. Fasilitas pantai ini cukup lengkap, seperti gazebo untuk santai, kedai makanan, dan musala. Ada juga beberapa penginapan murah yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Kukup. Pengunjung yang ingin melihat matahari terbit bisa berkemah di pantai.

Pantai Kukup berada di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Lokasi pantai ini bersebelahan dengan Pantai Baron. Pengunjung bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan Yogya, naik angkutan umum ke Pantai Baron, lalu berjalan kaki ke Pantai Kukup. Pantai ini buka selama 24 jam, dengan tiket masuk seharga 10.000 Rupiah.

11.  Pantai Krakal

Pantai Krakal adalah tempat yang tepat untuk mencoba berselancar, tetapi hanya untuk peselancar yang sudah berpengalaman, karena dasar pantainya memiliki formasi karang. Pengunjung yang ingin berselancar disarankan membawa papan sendiri, karena tidak ada budaya selancar seperti di pantai-pantai Bali.

Pantai Krakal berlokasi di Wonosari, dan masih berada dalam 1 garis dengan Pantai Baron dan Kukup. Pengunjung bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan di Yogya. Setelah bus tiba di Wonosari dan melewati pertigaan, belok kanan dan jalan lurus sampai menemukan papan penunjuk jalan yang menunjukkan arah ke beberapa pantai. Pantai Krakal buka selama 24 jam, dan harga tiket masuknya adalah Rp10.000.

12.  Pantai Sadranan

Pantai Sadranan adalah salah satu titik snorkeling di wilayah Gunung Kidul. Pantai ini memiliki pasir putih, gugusan karang, serta air yang cukup jernih, sehingga cocok untuk snorkeling. Akan tetapi, kegiatan snorkeling hanya bisa dilakukan jika kondisi air sedang surut. Jika datang di waktu yang tepat, pengunjung bisa menyaksikan masyarakat setempat melakukan ritual yang disebut nyadran, yaitu semacam upacara sedekah laut sebagai ungkapan rasa syukur.

Pantai Sadranan berlokasi di jalur yang sama dengan Pantai Krakal, walau lokasinya agak tersembunyi. Pengunjung bisa mengakses pantai ini dengan cara masuk ke Pantai Krakal dan terus berjalan ke arah timur. Pantai ini buka selama 24 jam, dan ada tempat penyewaan perlengkapan snorkeling.

13.  Pantai Lolang

Pantai Lolang adalah pantai mungil tersembunyi yang berada sejalur dengan Pantai Baron, Kukup, dan Krakal. Garis pantainya hanya 20 meter dan diapit 2 bukit karang. Pasir pantai ini berwarna putih dengan hiasan pohon duras. Walau belum terdapat fasilitas apa-apa, pantai ini cocok untuk yang ingin menyepi atau berkemah tanpa diganggu kerumunan.

Cara menuju ke pantai ini sama dengan rute ke Pantai Baron, Krakal, dan Kukup. Pengunjung bisa menuju Pantai Lolang hanya dengan berjalan kaki dari ketiga pantai lainnya. Pantai ini buka selama 24 jam.

14.  Pantai Wediombo

Pelancong yang menyukai karakteristik pantai di Bali akan menyukai Pantai Wediombo. Pantai di Wonosari ini memiliki ombak yang cocok untuk berselancar, pemandangan bawah air yang bagus untuk snorkeling, serta formasi karang yang cocok sebagai latar belakang foto. Formasi karang di Pantai Wediombo juga membentuk beberapa laguna kecil dengan air jernih yang cocok untuk berenang dengan santai.

Pantai Wediombo juga merupakan salah satu tempat favorit untuk memandang matahari terbenam. Fasilitas pantainya cukup lengkap, seperti tempat penyewaan perlengkapan selancar dan snorkeling, kedai makan, toilet, musala, dan tempat parkir. Area di sekitar Pantai Wediombo tidak memiliki penginapan, sehingga pengunjung yang ingin menginap sebaiknya mendirikan tenda.

Pantai Wediombo berlokasi di Jepitu, Kecamatan Girisubo, Wonosari, dan bisa dicapai dengan naik bus jurusan Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan. Setelah melewati Pasar Wonosari dan pertigaan, pengunjung bisa belok kanan sampai menemukan papan penunjuk jalan menuju Pantai Wediombo. Tiket masuk ke pantai ini adalah Rp5.000, ditambah Rp4.000 untuk parkir sepeda motor atau Rp5.000 untuk parkir mobil.

15.  Pantai Greweng

Pantai Greweng adalah pantai kecil yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Wediombo. Garis pantainya sangat pendek, yaitu sekitar 1 kilometer, dengan pasir putih dan formasi karang yang spektakuler. Keunikan lain pantai ini adalah sumber air tawar yang mengalir langsung ke laut. Walau fasilitasnya minim, Pantai Greweng adalah tempat yang bagus untuk berkemah. Terdapat beberaa warung makan di sekitar pantai ini.

Pantai Greweng berdekatan dengan Pantai Wediombo, sehingga pengunjung bisa langsung berjalan kaki dari Wediombo untuk mencapainya. Tidak ada tarif untuk memasuki pantai ini.

16.  Pantai Jungwok

Pantai Jungwok adalah pantai kecil lain yang juga berada di satu garis dengan Pantai Wediombo. Ciri khas pantai ini adalah pasir putihnya yang sedikit kasar, serta formasi karang yang akan membentuk laguna-laguna kecil ketika air sedang surut. Ada juga sebuah pulau karang yang bisa menjadi tempat memancing atau melihat pemandangan. Pantai Jungwok juga memiliki bukit kecil yang bisa dipanjat untuk melihat pemandangan.

Pantai Jungwok bisa dicapai dengan cara menyusuri jalan setapak dari Pantai Wediombo. Tarif masuk ke pantai ini adalah Rp5.000, tetapi fasilitasnya masih sangat minim. Pengunjung biasanya datang ke pantai ini karena sebelumnya sudah datang ke Wediombo. Pantai ini cukup ideal untuk dijadikan tempat berkemah.

17.  Pantai Siung

Pantai Siung adalah salah satu pantai “tersembunyi” di wilayah Gunung Kidul. Karena relatif lebih sepi dari pantai-pantai yang lebih populer seperti Baron dan Krakal, Pantai Siung menawarkan suasana yang asri dan tenang. Pasir putih serta formasi karang menciptakan pemandangan spektakuler di pantai ini. Pantai Siung juga menjadi tempat favorit pencinta aktivitas panjat tebing karena adanya formasi tebing karang yang mengelilinginya.

Selain panjat tebing, pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas lainnya, seperti berkemah hingga memandang matahari terbit dan terbenam. Fasilitas di pantai ini juga cukup lengkap, seperti kedai makanan, area berkemah, tempat parkir, dan toilet. Pantai ini buka selama 24 jam, dan tarif masuknya hanya sekitar Rp5.000.

Pantai Siung berlokasi di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Tepus, Wonosari. Pengunjung bisa mencapai tempat ini dengan naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan di Yogya, lalu turun di Terminal Wonosari. Lanjutkan dengan naik angkot ke Jepitu dan minta agar sopir berhenti di pertigaan yang menuju ke Pantai Siung.

18.  Gua Gebyok

Gua Gebyok adalah objek wisata gua yang tidak jauh dari Pantai Siung. Gua ini memiliki formasi batu, pilar, stalaktit, dan stalakmit yang spektakuler. Gua Gebyok cocok untuk pencinta tantangan, karena berbentuk semivertikal dengan akses masuk cukup sulit, dan lubang keluarnya juga hanya selebar sekitar 60 sentimeter. Gua ini juga menjadi habitat banyak kelelawar.

Pengunjung yang ingin ke Gua Gebyok bisa naik kendaraan dengan rute yang sama jika ingin ke Pantai Siung. Akan tetapi, ketika tiba di jalan raya dekat pantai, pengunjung harus menyeberangi area ladang sejauh 1 kilometer. Pengunjung disarankan untuk membawa pemandu dan menanyakan arah kepada penduduk lokal.

19.  Pantai Indrayanti/Syawal

Pantai Indrayanti adalah pantai yang memiliki fasilitas cukup lengkap bagi wisatawan, terutama karena di dekatnya terdapat penginapan. Walau aslinya pantai ini bernama Syawal, tetapi masyarakat setempat lebih akrab dengan nama Pantai Indrayanti, mengikuti nama penginapan dan restoran yang ada di dekat area tersebut. Pantai ini cocok untuk bersantai, bermain air, dan melihat matahari terbenam,

Pantai Indrayanti memiliki formasi karang dengan titik-titik untuk melihat pemandangan di puncaknya. Selain penginapan dan restoran, pantai ini juga memiliki fasilitas cukup lengkap, seperti kursi-kursi santai, payung, toilet, kedai, dan sebagainya. Jalan ke pantai juga cukup mulus sehingga mudah dilalui.

Pantai Indrayanti buka selama 24 jam, dan tarif masuknya hanya Rp10.000. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Tepus, dan pengunjung bisa ke pantai ini dengan naik angkutan kota dari Yogya ke Wonosari di Terminal Giwangan. Setelah sampai di Wonosari, naik angkutan kota menuju pos retribusi pantai-pantai wisata Gunung Kidul. Dari sana, perjalanan ke Pantai Indrayanti bisa dilanjutkan dengan ojek.

20.  Pantai Pok Tunggal

Jika Anda pernah melihat foto pantai di Gunung Kidul yang menampakkan sebatang pohon duras di pasir, tempat tersebut adalah Pantai Pok Tunggal. Berlokasi di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Wonosari, Pantai Pok Tunggal menawarkan pemandangan indah, matahari terbenam, serta kesempatan menikmati alam dengan cara berkemah atau menginap di gazebo pinggir pantai.

Pantai ini memiliki pasir putih kecokleatan dengan sepasang tebing karang yang mengapitnya. Selain itu, ada juga sebatang pohon duras yang berdiri di tengah pasir, sehingga menjadi pemandangan khas. Pantai Pok Tunggal juga memiliki mata air tawar alami yang masih digunakan penduduk sekitar sebagai salah satu sumber air. Pantai Pok Tunggal juga menawarkan tempat-tempat khusus untuk mendirikan tenda, lengkap dengan tempat penyewaannya.

Pantai Pok Tunggal buka selama 24 jam, dengan tarif masuk Rp10.000. Pengunjung bisa menyewa tenda dengan tarif Rp60.000. Pantai ini berada di Kecamatan Tepus, Wonosari, dan bisa dicapai dengan naik bus Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan. Setelah melewati penunjuk arah ke Pantai Baron dan Indriyanti, pengunjung akan menemukan rambu yang mirip untuk menuju ke Pantai Pok Tunggal.

21.  Pantai Sepanjang

Pantai Sepanjang sering disebut sebagai pantai yang mirip dengan Kuta, terutama saat Bali masih belum terlalu ramai seperti sekarang. Pantai ini memiliki karakteristik yang mirip dengan Pantai Baron, Krakal, dan Kukup, yaitu adanya formasi karang di sekitarnya. Pantai Sepanjang memiliki titik-titik yang bagus untuk memandang matahari terbenam.

Pantai ini masih segaris dengan pantai-pantai seperti Baron, Krakal, dan Kukup, sehingga pengunjung bisa mengambil rute yang sama untuk mencapainya. Cukup naik bus dari Terminal Giwangan Yogya dengan jurusan Wonosari, lalu setelah melewati pertigaan, temukan papan penunjuk menuju Pantai Kukup, dan ambil jurusan ke timur untuk menemukan akses ke Pantai Sepanjang. Tarif masuk ke pantai ini adalah Rp5.000.

22.  Kampoeng Lobster

Kampoeng Lobster adalah warung hidangan laut serta tempat budi daya lobster di Pantai Sepanjang. Warung ini menyajikan berbagai kreasi menu lobster dengan harga cukup terjangkau, terutama dibandingkan hidangan lobster di restoran modern bergaya barat. Karena lobsternya diambil langsung dari kolam budi daya, pengunjung bisa menikmati lobster segar dengan harga murah dan suasana menyenangkan di tepi pantai.

Kampoeng Lobster berlokasi di deretan warung Pantai Sepanjang, dan memiliki spanduk merah yang mudah dilihat. Warung ini buka dari pukul 07.00 hingga 17.00.

23.  Pantai Drini

Pantai Drini termasuk masih jarang dikunjungi dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Gunung Kidul seperti Baron dan Krakal. Akan tetapi, pantai ini menawarkan pemandangan indah berupa gugusan karang, pulau karang yang ditumbuhi tanaman santigi, formasi karang dengan biota lautnya, serta titik-titik terbaik untuk melihat matahari terbit. Pantai Drini juga memiliki fasilitas standar seperti toilet, warung, dan gazebo.

Pantai Drini buka selama 24 jam. Karena lokasinya yang masih segaris dengan Pantai Baron, Krakap, Kukup, dan Sepanjang, rute untuk mencapainya mirip dengan pantai-pantai tersebut. Naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan, lewati pertigaan Wonosari, lalu terus ke timur setelah menemukan papan penunjuk ke Pantai Baron, Krakal, dan Kukup. Tarif masuk ke Pantai Drini adalah Rp10.000.

24.  Pantai Watu Kodok

Pantai Watu Kodok adalah pantai mungil yang berada sejalur dengan Pantai Drini. Pantai ini lebih sepi dan kecil, namun menawarkan pemandangan spektakuler. Walau agak sepi, Pantai Watu Kodok sudah memiliki fasilitas standar seperti warung, gazebo, dan toilet. Lokasi pantai ini berada di barat Pantai Drini, dan bisa ditemukan dengan berjalan kaki. Tarif masuknya adalah Rp10.000.

25.  Pantai Sanglen

Pantai Sanglen adalah pantai kecil lain yang bisa dicapai dari Pantai Watu Kodok. Pantai ini fasilitasnya bahkan lebih jarang lagi daripada Watu Kodok, karena hanya ada sebuah warung. Akan tetapi, Pantai Sanglen memiliki pemandangan indah berupa pohon cemara dan tanaman pandan di sekelilingnya. Pantai ini kini bisa diakses langsung dari Pantai Watu Kodok menggunakan jalan setapak, dengan tarif sebesar Rp10.000.

26.  Pantai Timang

Pantai Timang merupakan pantai yang sedikit menantang untuk dicapai, walau masih sejalur dengan Pantai Baron, Krakal, Kukup, dan sebagainya. Hal ini karena jalan menuju Pantai Timang masih berbatu-batu, dan lokasinya pantainya juga agak tersembunyi. Akan tetapi, Pantai Timang cukup terkenal di dunia maya karena ada tantangan bagi pencinta aktivitas yang memacu adrenalin, yaitu menyeberang ke pulau karang.

Ciri khas Pantai Timang adalah adanya gondola yang menghubungkan pantai dengan Pulau Watu Panjang, sebuah gugusan karang tempat nelayan setempat mencari lobster. Gondola tersebut sebenarnya merupakan akses untuk nelayan, tetapi kini juga disewakan pada pengunjung yang ingin merasakan sensasi menegangkan di atas gondola. Penduduk setempat mengoperasikan serta mengelola gondola tersebut dengan uang retribusi dari pengunjung.

Pantai Timang berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Pengunjung bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan Yogya, hingga melewati pertigaan dan papan petunjuk ke Pantai Baron. Dari sana, pengunjung terus mengikuti rute hingga melewati Pasar Dakbong dan menemukan akses ke Pantai Timang. Tarif masuk ke pantai ini adalah Rp10.000, sedangkan tarif naik gondola adalah Rp200.000.

27.  Bukit Kosakora

Bukit Kosakora adalah bukit kecil yang berlokasi di dekat Pantai Drini. Bukit ini tidak terlalu tinggi, yaitu hanya sekitar 50 meter di atas permukaan laut. Akan tetapi, bukit ini menawarkan pemandangan indah ke arah pantai-pantai di sekitarnya, seperti Kukup, Drini, dan Sepanjang. Bukit ini juga memiliki permukaan yang cukup lebar, sehingga bisa ditempati beberapa tenda sekaligus bagi yang ingin berkemah.

Pengunjung yang ingin berkemah di bukit ini harus membayar tarif sebesar Rp10.000. Karena Bukit Kosakora berada di area Pantai Drini, pengunjung cukup membayar tarif retribusi pantai untuk naik ke puncak bukit. Cara mencapai bukit ini sama seperti ketika menuju Pantai Drini.

28.  Pantai Kesirat

Tidak seperti kebanyakan pantai lainnya di Gunung Kidul, Pantai Kesirat hampir seluruhnya tertutup formasi karang. Akan tetapi, Pantai Kesirat tetap menawarkan pemandangan indah serta lokasi yang cocok untuk bersantai. Banyak petualang yang datang ke pantai ini untuk berkemah. Kesirat juga cocok sebagai tempat untuk memancing serta memandang matahari terbit.

Pantai ini berlokasi di Dusun Wiloso, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang. Pengunjung bisa naik angkutan Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan, terus ke lapangan terbang di Gading, pasar Playen, dan Girikarto. Pantai Kesirat buka selama 24 jam, dan tiket masuknya hanya Rp5.000.

29.  Pantai Wohkudu

Pantai Wohkudu adalah pantai yang unik karena garis pantainya pendek, hanya sekitar 20 meter, dan diapit 2 bukit karang besar. Cara menuju pantai ini juga agak menantang, karena pengunjung harus berjalan menuruni jalan setapak curam. Akan tetapi, Pantai Wohkudu menawarkan pemandangan indah dengan pasir putih, rumput, dan perdu yang membingkai laut bersih.

Pantai ini berlokasi tepat di sebelah Pantai Kesirat, jadi pengunjung bisa langsung berjalan untuk mencapainya. Pantai Wohkudu bisa digunakan untuk berkemah walau areanya agak sempit, tetapi di sini tidak terdapat fasilitas apa-apa.

30.  Desa Wisata Nglanggeran

Desa Wisata Nglanggeran adalah tempat wisata dengan alam yang indah. Ciri khas area ini adalah gunung berapi purba yang bernama Gunung Nglanggeran. Gunung setinggi 300 meter ini menawarkan tantangan menarik bagi pencinta wisatawan alam, tetapi orang yang ingin menaklukkan puncaknya tidak membutuhkan perlengkapan layaknya pendaki gunung profesional. Hal ini membuat Nglanggeran cocok untuk pelancong dari semua kalangan.

Jalur pendakian ke puncak Gunung Nlanggeran merupakan gabungan antara tangga batu dan kayu. Jalur ini mengarah ke dua sisi puncak yang berbeda, yaitu sisi barat dan timur. Banyak pelancong yang datang sebelum fajar agar bisa mendaki ke puncak timur dan melihat matahari terbit. Sementara itu, pengunjung yang ingin melihat matahari terbenam bisa mendaki ke puncak barat. Lokasi di sekitar Gunung Nglanggeran juga ideal sebagai tempat berkemah.

Rute ke Nglanggeran sebaiknya ditempuh dengan mobil pribadi atau kendaraan sewaan, karena akses kendaraan umum cukup sulit. Nglanggeran bisa ditempuh dari Prambanan, menyusuri jalur Piyungan dan Bukit Bintang Patuk. Setelah melewati Stasiun Radio GCD FM, belok kiri dan tempuh jarak sejauh 7 kilometer sampai Desa Ngoro-oro dan terus ke Nglanggeran. Tidak ada tarif untuk memasuki area ini.

31.  Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran adalah danau buatan yang berlokasi tidak jauh dari Gunung Nglanggeran. Danau buatan ini baru dibuka pada tahun 2013, tapi dengan cepat menjadi salah satu tujuan wisata populer di Gunung Kidul. Pengunjung bisa melihat keindahan alam sekaligus menyaksikan matahari terbenam dari area pinggir danau. Embung Nglanggeran juga dikelilingi lampu-lampu yang terlihat cantik ketika dinyalakan saat malam hari.

Embung Nglanggeran buka setiap hari selama 24 jam. Tarif masuknya adalah Rp10.000 pada pagi hari, dan Rp15.000 pada malam hari. Rute dan cara menuju ke Embung Nglanggeran sama halnya ketika menuju ke Gunung Nglanggeran, karena lokasi yang berdekatan. Area di sekitar Embung Nglanggeran juga menawarkan berbagai penginapan murah dan dekat dengan wilayah perkampungan.

32.  Embung Batara Sriten

Embung Batara Sriten adalah danau buatan lainnya yang berlokasi di Pegunungan Baturagung. Danau ini dibangun sebagai salah satu tempat penampungan air demi mencegah krisis air bersih. Walau relatif masih baru, Embung Batara Sriten sudah menjadi populer karena menawarkan pemandangan indah serta gazebo dan pendopo untuk bersantai. Di dekat danau ini, terdapat berbagai warung serta Tugu Magir, yang merupakan titik tertinggi di Gunung Kidul.

Pengunjung dari Yogya bisa naik bus jurusan Wonosari, lalu naik angkutan menuju Piyungan. Dari sini, pengunjung disarankan naik sepeda motor atau mobil sewaan, karena sebagian jalannya masih buruk. Ikuti rute dari pertigaan Sambipatu menuju Jalan Nglipar-Ngawen, lalu belok kiri di pertigaan dekat Kantor Kades Pilangrejo, dan ikuti petunjuk jalan yang ada. Tempat ini buka dari pukul 05.00 hingga 18.00. Tarif masuknya Rp3.000, dengan uang parkir Rp10.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor.

33.  Telaga Biru Candirejo Semin

Telaga Biru Candirejo Semin sebenarnya adalah lubang-lubang bekas tambang batu yang terisi air, tetapi kini sudah menjadi tempat wisata. Keunikan tiga telaga ini adalah rona warna mereka yang sedikit berbeda. Bekas tambang batu ini dikelilingi pepohonan, sehingga membuat ketiga telaga tersebut mirip dengan danau asli.

Telaga Biru berlokasi di Dusun Ngentak, Candirejo, Samin, sekitar 25 kilometer dari Wonosari. Pengunjung bisa naik bus Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan, lalu terus ke Pasar Semin dan rute ke Watu Kelir. Setelah melewati gapura dan jembatan, belok kanan hingga ke area Telaga Biru. Sebaiknya menggunakan sepeda motor atau mobil sewaan karena akses yang agak buruk. Pengunjung hanya perlu membayar tiket parkir seharga Rp2.000.

34.  Mata Air Sri Mulih

Mata Air Sri Mulih adalah pemandian alami yang bersumber dari Sungai Ngreneng. Mata air ini berwarna biru dan dikelilingi pemandangan alam yang masih asri. Karena relatif masih baru dan belum begitu terekspos, lokasinya agak sulit dijangkau sehingga pengunjung disarankan menggunakan sepeda motor atau mobil yang kuat. Saat ini juga belum ada tiket masuk atau biaya parkir yang harus dibayar.

Mata air ini berlokasi di Dusun Wediotah, Desa Ngeposari, Semanu. Pengunjung bisa berangkat dari Yogya ke Wonosari, terus ke Semanu hingga menemukan kantor Polsek, lalu belok kiri setelah masjid hingga menemukan papan petunjuk.

35.  Desa Wisata Jelok

Desa Wisata Jelok adalah hasil inisiatif masyarakat padukuhan di Kecamatan Patuk yang ingin meningkatkan kondisi ekonomi dusun mereka, yang dulu terisolasi. Sejak tahun 2010, Desa Wisata Jelok mulai membuka wilayah dusun untuk pelancong, dan menawarkan wisata alam serta budaya. Pengunjung bisa mencoba menangkap ikan, belajar bertani secara organik, membuat arang dan biogas, serta menonton pertunjukan kesenian tradisional.

Pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan di Desa Jelok bisa membayar sesuai dengan paket aktivitasnya. Misalnya, kegiatan susur sungai bertarif antara Rp50.000 hingga Rp150.000, tergantung panjang jalurnya (biaya sudah termasuk tarif pemandu). Paket outbound tersedia dengan tarif mulai dari Rp200.000.

Pengunjung dari Yogya bisa naik bus atau TransJogja jurusan Wonosari, lalu ganti dengan angkutan umum ke Patuk. Jika ingin lebih praktis, sebaiknya menyewa sepeda motor, karena jalan masuk ke desa wisata tersebut cukup berbatu-batu dan ada jembatannya (kecuali jika melewati jalan memutar yang lebih jauh).

36.  Desa Wisata Banyu Ngleri

Desa Wisata Banyu Ngleri adalah tempat wisata yang masih relatif baru, dan khusus menawarkan kegiatan wisata yang berkaitan dengan air. Desa yang berlokasi di Kecamatan Playen ini berbatasan dengan area hutan lindung Universitas Gadjah Mada, sehingga kondisi alamnya sangat diperhatikan. Titik-titik wisata di desa ini adalah Sungai Oya dan Air Terjun Jabon.

Wisata di desa ini termasuk musiman, karena Air Terjun Jabon tidak mengalir pada puncak musim kemarau, dan Sungai Oya tidak bisa disusuri saat musim hujan. Pengunjung disarankan menghubungi pihak pengelola Desa Wisata Banyu Ngleri sebelum merencanakan untuk berkunjung.

Pengunjung bisa menikmat beragam kegiatan di alam, seperti meluncur mengikuti arus Sungai Oya dengan menggunakan ban besar (river tubing), jalan-jalan ke air terjun, serta berkemah atau melihat matahari terbenam di Bukit Cempuk Kesamben.

Desa ini buka pukul 06.00 hingga 17.30. Pengunjung bisa menuju ke desa ini dengan naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan Yogya, lalu naik angkutan umum ke Patuk, dan terus ke jurusan Hutan Bunder (disarankan menyewa kendaraan). Setelah belok kanan di perempatan, lanjutkan perjalanan ke hutan lindung.

37.  Kampung Emas Plumbungan

Kampung Emas Plumbungan adalah desa wisata yang mengedukasi pengunjung tentang kerajinan dan pertanian lokal. Di sini, pengunjung bisa belajar mengolah buah kakao, menyewa sepeda, belajar main gamelan, dan menikmati hidangan lokal di dekat area sawah. Pengunjung bisa menyewa paket kegiatan dengan harga Rp75.000 untuk pengalaman yang lebih lengkap.

Kampung Emas Plumbungan berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Patuk. Pengunjung bisa naik bus dari Yogya ke Wonosari, lalu menyewa kendaraan melewati Piyungan dan pertigaan Sambipitu, lalu belok kiri dua kali sampai menemukan SMA I Patuk. Dari sana, lokasi desa cukup mudah ditemukan.

38.  Watu Payung Panggang

Watu Payung Panggang adalah lokasi wisata di Gunung Kidul yang menawarkan keindahan alam, serta titik ideal untuk memandang matahari terbit dan terbenam. Area ini sebenarnya adalah hutan konservasi, sehingga suasananya cukup asri dan terjaga. Keunikan Watu Payung Panggang adalah adanya gardu pandang tinggi yang cukup memacu adrenalin ketika dinaiki, tetapi sebanding dengan pemandangannya yang memesona.

Watu Payung Panggang berlokasi di Dusun Turunan, Desa Giri Suko, Kecamatan Panggang. Pengunjung dari Yogya bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan Yogya, lalu disambung naik angkutan umum ke Playen sampai menemukan pertigaan di dekat Air Terjun Sri Gethuk. Dari sini, pengunjung bisa terus ke Desa Banyusoca, lalu belok kiri di perempatan sampai menemukan jalur ke Turunan.

Tempat wisata ini buka dari pukul 04.45 hingga 18.00. Saat ini belum ada biaya tertentu untuk masuk ke Watu Payung, tetapi ada biaya parkir sebesar Rp2.000.

39.  Green Village Gedangsari

Green Village Gedangsari adalah tempat wisata alam di Gunung Kidul yang berbatasan langsung dengan Klaten. Gedangsari menawarkan berbagai gazebo untuk melihat pemandangan hutan dan Gunung Sewu. Tempat ini juga merupakan titik yang bagus untuk melihat matahari terbit dan terbenam. Green Village Gedangsari juga memiliki permainan flying fox terpanjang kedua di Asia Tenggara, dengan jalur sepanjang 625 meter.

Green Village Gedangsari buka dari pukul 06.00 hingga 18.00. Berlokasi di Dusun Guyangan, Desa Mertelu, Gedangsari, pengunjung dari Yogya bisa naik bus jurusan Wonosari. Ketika tiba di pertigaan Sambipitu, belok kiri ke arah Gedangsari dan terus ikuti petunjuk jalan sampai mencapai Desa Mertelu. Tiket masuknya Rp5.000 untuk mobil, dan Rp3.000 untuk sepeda motor.

40.  Gardu Pandang Bukit Jurang Jero

Gardu Pandang Bukit Jurang Jero adalah tempat memandang panorama yang ada di Bukit Jurangjero, Desa Patuk, Kecamatan Patuk. Gardu ini menawarkan pemandangan spektakuler ke arah Gunung Merapi. Bukit Jurang Jero juga disebut-sebut mirip dengan tempat wisata Bukit Bintang, tetapi lebih alami dan asri serta tidak begitu penuh sesak. Ada banyak warung di sekitar Bukit Jurangjero untuk memenuhi kebutuhan pelancong.

Bukit Jurang Jero dapat dicapai dengan cara naik bus Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan. Setelah sampai di perempatan Sampaan, pengunjung bisa terus menuju perempatan Patuk lalu belok kanan hingga menemukan plakat petunjuk tempat wisata. Tarif masuknya Rp2.000.

41.  Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk adalah salah satu wisata alam paling terkenal di daerah Playen, Gunung Kidul. Selain melihat panorama air terjun setinggi 25 meter, pengunjung juga bisa melihat sungai, pelangi (jika beruntung), serta hutan dan area persawahan. Air terjun ini unik karena tidak berujung pada kolam, tetapi langsung tersambung dengan aliran Sungai Oya. Air Terjun Sri Gethuk juga merupakan tempat populer untuk kegiatan seperti arung jeram dan dayung kano.

Air Terjun Sri Gethuk buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan tiket masuknya hanya Rp3.000. Tempat wisata ini berlokasi di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Playen. Pengunjung bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan Yogya, turun di pertigaan, lalu menyewa sepeda motor atau mobil sampai ke area air terjun. Ada dua cara turun ke air terjun dari tempat parkir, yaitu menyusuri jalur lewat area persawahan atau naik rakit.

42.  Air Terjun Gedad

Air Terjun Gedad tidak berukuran besar, hanya memiliki ciri khas yaitu bentuk berundak-undak serta kolam yang ditata dengan jalur papan kayu di bawahnya. Pengunjung bisa duduk-duduk dan berendam di bawah siraman air terjun tersebut. Air terjun ini masih terbilang baru, sehingga fasilitasnya masih sedikit, tetapi suasananya nyaman dan biasanya tidak terlalu ramai.

Air Terjun Gedad buka dari pukul 08.00 hingga 18.00. Air terjun ini berlokasi di Dusun Gedad, Desa Banyusoco, Playen. Pengunjung dari Yogya bisa naik bus jurusan Wonosari dari Terminal Giwangan, lalu naik angkutan umum ke Playen. Setelah melewati area pasar, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 500 meter ke selatan, lalu belok kanan di pertigaan sampai ke Desa Banyucoso (disarankan naik kendaraan pribadi dan bertanya pada penduduk sekitar). Tarif masuk ke air terjun ini hanya Rp2.000.

43.  Alun-Alun Wonosari

Bagi pelancong yang datang ke Wonosari untuk mengunjungi berbagai tempat wisatanya, sebaiknya tidak melewatkan area alun-alun, terutama setelah sore. Alun-Alun Wonosari merupakan tempat berkumpul warga setelah senja. Di sini, warga bisa menemukan penyewaan ATV mini dan becak hias, kolam pancing mini, berbagai kedai lesehan yang menjual ayam bakar dan pecel lele, serta penjual jagung bakar dan susu murni. Angkringan khas Yogya juga bisa ditemukan di sini.

Pengunjung dari Yogya bisa naik bus jurusan Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan. Jika bus tiba di Wonosari setelah pukul 18.00, sebaiknya turun di terminal dan naik ojek atau menyewa mobil, karena bus rute tersebut biasanya sudah tidak beroperasi setelah senja.

44.  Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari

Masjid Agung Al-Ikhlas berlokasi di sebelah barat Wonosari, Gunung Kidul. Masjid ini memiliki desain unik, yaitu atap berbentuk limas berundak yang merupakan ciri khas bangunan ala Jawa. Masjid ini memiliki ruang salat yang luas dan sejuk, serta menara azan dengan dekorasi unik. Karena ukurannya yang cukup luas, masjid ini kerap menjadi tempat beristirahat sekaligus beribadah bagi pelancong yang datang ke Wonosari.

Masjid Agung Al-Ikhlas lokasinya tidak jauh dari alun-alun. Pengunjung yang datang ke Wonosari bisa dengan mudah menemukan masjid ini jika berjalan-jalan di sekitar alun-alun.

45.  Taman Kuliner Wonosari

Taman Kuliner Wonosari adalah tempat wisata di Gunung Kidul yang baru diresmikan pada tahun 2016. Berlokasi di depan BNI, sebelah utara kantor Pemda, taman kuliner ini menyajikan berbagai hidangan khas Indonesia. Taman ini buka dari pukul 13.00 hingga 21.00. Pengunjung bisa mencapai tempat wisata ini ini dengan naik bus jurusan Yogya-Wonosari dari Terminal Giwangan.

Demikianlah ulasan mengenai 45 tempat wisata di Gunung Kidul. Semoga bermanfaat dan selamat berlibur.

Aktivitas & Rekreasi di Gunung Kidul


  • Menjelajahi Keindahan Alam Yogyakarta

    Jalan-jalan ke Yogyakarta tidak harus selalu ke candi-candi bersejarah saja. Luangkan waktu Anda untuk menjelajahi pesona alam Yogyakarta. Perjalanan Anda akan dimulai dari Gua Pindul, dimana Anda bisa menelusuri salah satu sungai bawah tanah paling terkenal di Indonesia dengan menggunakan pelampung. Jangan lupa perhatikan stalaktit dan stalakmit di sekitar Anda!

    Anda juga akan berkunjung ke Pantai Pok Tunggal dan Pantai Indrayanti. Manfaatkan kesempatan ini untuk bersantai di atas hamparan pasir putih sambil foto-foto dan ngobrol dengan teman-teman Anda!
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT
  • Tur Sehari Menelusuri Kalisuci & Pantai Nglambor

    Cave tubing atau susur gua adalah wisata menelusuri keindahan alam gua bawah tanah. Gua Kalisuci yang terletak di Gunungkidul Yogyakarta menawarkan paket wisata penelusuran 5 gua dalam satu perjalanan.

    Anda akan diajak menyusuri Gua Suci, Gua Glatikan, Gua Gelung, Gua Buri Omah, dan Gua Brubug. Dalam perjalanan yang kurang lebih berdurasi 2 jam ini, Anda akan menyaksikan keindahan alam bawah tanah sekaligus menambah pengetahuan tentang pembentukan gua dan kawasan batu kapur.

    Kunjungi juga Pantai Nglambor, Gunungkidul, yang menawarkan aktivitas snorkeling untuk mengamati keindahan biota laut secara langsung.
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT
  • Rafting di Sungai Oyo Gunungkidul Yogyakarta

    Sungai Oyo atau Sungai Oya adalah sebuah sungai yang terletak dekat Gua Pindul, sebuah gua yang memiliki stalaktit dan stalagmit terbesar nomor 4 di dunia. Dengan paket arung jeram dari www.goapindulgelaran.com, Anda akan diajak menyusuri sungai ini dan menikmati serunya pengalaman menyenangkan sekaligus mendebarkan. Bagi yang menyukai tantangan, dianjurkan menyusuri Sungai Oyo pada musim hujan. Dengan arus yang lebih kencang, tentu kegiatan ini akan semakin menantang.
    Jangan khawatir akan keamanannya karena Anda akan diberi baju pelampung, ban dalam, sepatu karet, dan helm. Selain itu, Anda akan dipandu oleh pemandu yang berpengalaman.
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT
  • Eksplore Goa Tanding di Jogjakarta

    Gua Tanding adalah sebuah gua di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Gua ini ditemukan oleh Harto Tanding dari Gelaran 2, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.
    Pada tahun 1997, dia berniat untuk membuat sebuah sumur. Setelah menggali sumur, Harto Tanding malah menemukan sebuah gua di bawah sumurnya. Gua itu kemudian diberi nama Gua Tanding.
    Untuk menyusuri keindahan gua ini, Anda bisa menggunakan paket tur ke Gua Tanding dari www.goapindulgelaran.com. Dengan paket wisata ini, Anda bisa melihat keindahan stalaktit dan stalagmit yang ada di Gua Tanding.
    Mari lihat keindahan Gua Tanding di Gunungkidul!
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT
  • Permainan Ekstrim Seharian di Yogyakarta

    Ingin liburan yang berbeda? Anda dapat mendapatkan pengalaman wisata alam dengan paket aktivitas esktrem satu hari Yogyakarta! Tur pada siang hari ini dimulai dengan kunjungan ke Goa Jomblang. Pintu masuk gua ini ada di atapnya sehingga Anda harus turun menggunakan seutas tali vertikal untuk memasukinya. Badan Anda akan diikat dengan tali secara aman, kemudian dengan perlahan akan diturunkan sampai mencapai dasar goa.

    Dari Goa Jomblang, tur dilanjurkan ke destinasi selanjutnya, Pantai Timang. Di sini, Anda harus menyeberangi pantai berombak tinggi hanya dengan menggunakan alat tradisional. Wisata alam ektrem ini cocok bagi Anda yang ingin mendapatkan pengalaman baru dalam wisata penuh tantangan.
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT
  • Caving di Goa Pindul Jogjakarta

    Wisata alam tidak melulu harus ke pantai atau mendaki gunung. Cobalah sesuatu yang baru, seperti menyusuri Gua Pindul yang terletak di Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Gua Pindul memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu stalaktit dan stalagmit terbesar nomor 4 di dunia.
    Dengan paket tur ke Gua Pindul dari www.goapindulgelaran.com, Anda akan diajak untuk menyusuri keindahan gua melalui sungai bawah tanah yang mengalir di bawahnya. Anda akan mendapatkan ban dalam, baju pelampung, sepatu karet, lampu kepala, dan pemandu yang andal.
    Pengalaman tak terlupakan dan mendebarkan bisa Anda rasakan saat memasuki Gua Pindul. Datang dan saksikan sendiri keindahannya!
    SELENGKAPNYA TAMPILKAN SEDIKIT

Bagikan