
Tidak jauh dari kemegahan Candi Prambanan dan Candi Kalasan, tersembunyi sebuah monumen yang mengenang perjuangan para taruna muda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Monumen Plataran berdiri tenang di Kalasan, Sleman, menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan juga melibatkan generasi muda yang masih menempuh pendidikan militer.
Monumen Plataran dibangun untuk mengenang pertempuran antara taruna Akademi Militer bersama pejuang lain melawan pasukan Belanda pada 24 Februari 1949. Bila Anda memesan Tiket Pesawat ke Yogyakarta, monumen ini bisa jadi tambahan menarik dalam rute wisata sejarah dan candi di kawasan Kalasan.
Setelah Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Republik Indonesia jatuh ke tangan pasukan Belanda. Dalam situasi ini, sejumlah taruna Akademi Militer, dua perwira muda, seorang anggota Tentara Pelajar, dan warga masyarakat terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Belanda di kawasan Plataran pada 24 Februari 1949.
Pertempuran ini menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah cikal bakal Akademi Militer Indonesia, di mana beberapa taruna dan pejuang gugur dalam upaya mempertahankan wilayah tersebut. Untuk mengenang peristiwa ini, Monumen Plataran dibangun pada 1976 dan diresmikan pada 24 Februari 1977 oleh Jenderal Surono.

Indonesia

Ramada by Wyndham Yogyakarta

9.1/10
•




Pusat Kota Sleman
Rp 335.447
Desain monumen ini menyimpan berbagai elemen simbolis yang mencerminkan detail peristiwa 1949. Berikut bagian-bagian yang paling menarik untuk diperhatikan.
Patung setinggi sekitar 5 meter ini didedikasikan untuk mengenang pengorbanan Letnan Husein, salah satu sosok penting yang gugur dalam pertempuran tersebut.
Delapan patung taruna yang digambarkan menunggangi burung Garuda sambil memanjatkan doa melambangkan semangat dan harapan para taruna dalam perjuangan mereka.
Dua bangunan joglo di area monumen ini sengaja dibangun untuk melambangkan bulan terjadinya pertempuran, yaitu Februari.
Jumlah 24 anak tangga menuju area utama monumen melambangkan tanggal terjadinya pertempuran, yaitu 24 Februari 1949.
Jumlah 24 anak tangga di Monumen Plataran sengaja dirancang untuk melambangkan tanggal terjadinya pertempuran, yaitu 24 Februari 1949. Detail simbolis ini, bersama dua joglo yang mewakili bulan Februari, menegaskan bagaimana setiap elemen arsitektur monumen ini dirancang untuk mengingatkan pengunjung pada tanggal bersejarah tersebut.
Berikut informasi akses Monumen Plataran untuk wisatawan yang ingin berkunjung.
| Kategori | Keterangan |
| Tiket Masuk | Tidak ada, hanya biaya kebersihan dan pemeliharaan seikhlasnya |
| Jam Operasional | 09.00 - 17.00 WIB (setiap hari) |
Monumen Plataran berada di Dusun Plataran, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Berikut beberapa cara mencapainya.
Perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta menuju Kalasan bisa ditempuh sekitar 30-40 menit menggunakan kendaraan pribadi lewat jalur Solo-Yogyakarta.
Setelah mendarat, Anda bisa melanjutkan perjalanan darat menuju Kalasan yang berjarak cukup dekat dari jalur utama menuju Prambanan.
Karena berada di kecamatan yang sama, perjalanan ke monumen ini bisa dipadukan dengan kunjungan ke Candi Prambanan dan Candi Kalasan yang hanya berjarak beberapa kilometer.

Indonesia

Tur Lava Gunung Merapi dengan Jeep

9.5/10
Cangkringan
Rp 500.000
Beberapa tips berikut bisa membuat kunjungan Anda ke Monumen Plataran lebih bermakna.
Berkunjung pagi hari memberi suasana yang lebih tenang untuk menikmati detail arsitektur dan merenungkan sejarah di balik monumen ini.
Karena tidak ada tiket resmi, siapkan sedikit uang tunai untuk biaya kebersihan dan pemeliharaan area monumen.
Manfaatkan lokasinya yang dekat dengan Candi Prambanan dan Candi Kalasan untuk menyusun satu rute wisata sejarah dan budaya sekaligus.
Luangkan waktu memperhatikan makna di balik jumlah tangga, joglo, dan patung, karena masing-masing elemen punya cerita simbolis tersendiri.
Monumen Plataran menghadirkan sisi lain dari sejarah kemerdekaan Indonesia, yaitu perjuangan generasi muda taruna militer yang ikut mempertahankan wilayah Yogyakarta. Setiap elemen arsitekturnya, dari jumlah tangga hingga bentuk joglo, dirancang dengan makna simbolis yang menghubungkan pengunjung dengan peristiwa 24 Februari 1949.
Lokasinya yang berdekatan dengan Candi Prambanan dan Candi Kalasan membuat Monumen Plataran mudah dipadukan dalam satu perjalanan wisata sejarah dan budaya yang lebih lengkap di Sleman.
Tue, 29 Sep 2026

FlyJaya
Jakarta (HLP) ke Yogyakarta (JOG)
Mulai dari Rp 1.271.275
Sun, 27 Sep 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Yogyakarta (JOG)
Mulai dari Rp 1.278.500
Sat, 3 Oct 2026

FlyJaya
Ketapang (KTG) ke Yogyakarta (JOG)
Mulai dari Rp 3.461.055
Sebagai aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda menyusun perjalanan ke Yogyakarta dari awal hingga akhir. Pesan Tiket Pesawat ke Yogyakarta dan Hotel di Prambanan dalam satu aplikasi, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Prambanan untuk menjelajah destinasi lain di sekitarnya.
Nikmati kemudahan berbayar dengan Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, dan OVO. Di luar tiket pesawat dan hotel, Traveloka juga menyediakan sewa mobil, eSIM, hingga asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama. Unduh Traveloka sekarang dan rencanakan wisata sejarah Anda ke Sleman.






