
Bagi jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, nama Anfield bukan sekadar nama stadion. Anfield adalah simbol perjuangan, kebanggaan, dan sejarah panjang yang telah membentuk wajah sepak bola Inggris selama lebih dari satu abad. Terletak di jantung kota Liverpool, Inggris, stadion ini telah menjadi saksi bisu momen-momen paling mendebarkan dalam sejarah olahraga paling populer di dunia. Tidak heran jika Anfield masuk dalam daftar tempat wisata wajib di Inggris yang tidak boleh dilewatkan.
Setiap sudut Anfield menyimpan cerita tersendiri — mulai dari tribun The Kop yang terkenal dengan nyanyian You'll Never Walk Alone, hingga momen bersejarah yang mengubah nasib tim dan menggetarkan hati jutaan suporter. Jika kamu berencana mengunjungi Liverpool, meluangkan waktu untuk mengenal sejarah stadion ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Artikel ini akan mengajakmu menyelami sejarah Anfield dari masa ke masa dan empat momen paling ikonik yang pernah terjadi di sana.
Stadion Anfield pertama kali dibuka pada tahun 1884, namun ceritanya tidak langsung dimulai dengan Liverpool FC. Pada awalnya, Anfield adalah kandang Everton FC — rival sekota Liverpool yang hingga kini masih bersaing ketat. Stadion ini dibangun di atas lahan milik John Houlding, seorang pengusaha lokal yang kemudian menjadi tokoh kunci dalam sejarah sepak bola kota Liverpool.
Kisah perpisahan Everton dari Anfield bermula dari perselisihan antara pengurus klub dengan Houlding soal pembayaran sewa lahan. Pada tahun 1892, Everton memutuskan untuk hengkang dan pindah ke Goodison Park yang baru dibangun. Houlding yang tidak ingin stadionnya terbengkalai kemudian mendirikan klub baru: Liverpool Football Club. Sejak saat itu, Anfield resmi menjadi rumah bagi The Reds hingga hari ini.
Kapasitas awal Anfield hanya sekitar 20.000 penonton. Namun seiring pertumbuhan popularitas Liverpool FC, berbagai renovasi besar pun dilakukan. Pada tahun 1906, tribun The Kop dibangun untuk menampung lebih banyak suporter. Kemudian pada tahun 1963, North Stand — yang kini dikenal sebagai Sir Kenny Dalglish Stand — direnovasi dengan penambahan atap. Setiap dekade membawa perubahan yang membuat Anfield semakin megah.
Era modern Anfield ditandai dengan dua proyek besar yang benar-benar mengubah wajah stadion ini. Pertama, proyek pembangunan ulang Main Stand yang berlangsung dari Desember 2014 hingga September 2016, yang meningkatkan kapasitas stadion menjadi 54.000 kursi. Kedua, ekspansi Anfield Road Stand yang dimulai pada September 2021 dan bertujuan membawa total kapasitas stadion menjadi sekitar 61.000 kursi pada musim 2023-24. Dengan kapasitas sebesar itu, Anfield kini menjadi salah satu stadion terbesar di Inggris.
Ingin merasakan atmosfer langsung dari kota bersejarah ini? Pesan hotel di Liverpool lebih awal agar kamu bisa mendapatkan pilihan terbaik sesuai anggaran.
Jika ada satu momen yang paling sering disebut sebagai bukti keajaiban Anfield, maka malam 7 Mei 2019 adalah jawabannya. Liverpool bertemu Barcelona di semifinal Liga Champions UEFA, dengan kondisi yang nyaris mustahil: kalah 3-0 di leg pertama yang dimainkan di Camp Nou. Hampir semua analis sepak bola dunia sudah menyerah dan menyebut Liverpool habis. Namun Anfield punya skenario yang berbeda.
Di hadapan lebih dari 50.000 suporter yang bernyanyi tanpa henti, Liverpool berhasil menghancurkan Barcelona dengan skor telak 4-0 di leg kedua. Empat gol itu membawa Liverpool lolos ke final dengan agregat 4-3 — sebuah comeback yang langsung masuk buku sejarah sepak bola dunia. Divock Origi mencetak dua gol krusial, sementara gol dari sudut mati yang cerdik menjadi momen yang terus diputar ulang oleh media olahraga global hingga bertahun-tahun kemudian.
Momen ini semakin memperkuat reputasi Anfield sebagai fortress — benteng yang nyaris tidak bisa ditembus oleh tim tamu mana pun dalam pertandingan penting. Atmosfer yang diciptakan oleh suporter Liverpool di malam itu disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa modern. Tidak heran jika ribuan wisatawan dari seluruh dunia rela jauh-jauh datang ke Liverpool hanya untuk merasakan sendiri energi stadion legendaris ini.
Tanggal 30 April 1994 menjadi hari yang penuh emosi bagi suporter Liverpool di seluruh dunia. Pada hari itu, untuk terakhir kalinya, ribuan penggemar berdiri bersama di tribun The Kop — sisi stadion yang selama puluhan tahun menjadi jantung dukungan suporter Liverpool. Pertandingan terakhir dengan tribun berdiri itu mempertemukan Liverpool melawan Norwich City.
Keputusan mengubah The Kop menjadi tribun duduk adalah konsekuensi dari regulasi keselamatan baru yang diberlakukan otoritas sepak bola Inggris. Perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari tragedi Hillsborough pada 1989, yang memaksa seluruh stadion di divisi teratas Inggris beralih ke format all-seater demi keamanan penonton. Meski banyak suporter yang merasa kehilangan, perubahan ini diterima sebagai penghormatan terhadap para korban.
Suasana di Anfield pada hari itu sangat emosional. Para suporter yang hadir menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Liverpool dengan penuh perasaan, menyadari bahwa tradisi berdiri bersama di The Kop yang telah berlangsung selama hampir satu abad akan segera berakhir. Momen ini menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam budaya suporter sepak bola Inggris, dan kisahnya terus hidup dalam ingatan setiap orang yang hadir.
Tanggal 26 Mei 1989 adalah salah satu malam paling dramatis dalam sejarah Liga Inggris. Liverpool menjamu Arsenal di Anfield pada pertandingan terakhir musim 1988-89, dengan posisi Liverpool yang hampir pasti akan memenangkan gelar juara. Untuk bisa merebut titel dari tangan Liverpool, Arsenal harus menang dengan selisih minimal dua gol — sebuah syarat yang tampak mustahil di Anfield yang angker.
Namun sepak bola selalu punya cara untuk mengejutkan. Arsenal berhasil mencetak dua gol tanpa balas, dengan gol kemenangan datang di detik-detik terakhir pertandingan dari kaki Michael Thomas. Anfield yang tadinya dipenuhi keyakinan suporter Liverpool mendadak terdiam. Gelar yang sudah di depan mata pun berpindah ke tangan Arsenal. Momen ini kemudian diabadikan dalam film dokumenter dan buku-buku sejarah sepak bola sebagai salah satu drama terbesar yang pernah terjadi di akhir musim Liga Inggris.
Justru karena kekalahan dramatis itulah, Anfield semakin dikenal bukan hanya sebagai kandang kemenangan, tetapi juga sebagai panggung di mana cerita-cerita sepak bola yang paling tak terduga bisa terjadi. Setiap kunjungan ke Anfield adalah pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada yang pasti sampai peluit akhir ditiup.
Selain tur stadion, Liverpool menawarkan banyak sekali tempat wisata dan aktivitas menarik yang bisa kamu jadikan agenda perjalanan. Dari museum The Beatles hingga wisata sejarah di tepian Sungai Mersey, semua tersedia untuk melengkapi kunjunganmu.
Di antara semua momen yang pernah dialami Anfield, tidak ada yang lebih menyentuh hati daripada perannya sebagai tempat berkabung setelah Tragedi Hillsborough pada 15 April 1989. Pada hari itu, kerusuhan di Hillsborough Stadium, Sheffield, saat pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest merenggut nyawa 96 orang suporter Liverpool. Tragedi ini mengguncang tidak hanya kota Liverpool, tetapi juga seluruh dunia sepak bola.
Dalam hari-hari setelah tragedi, Anfield spontan berubah menjadi tempat berkabung bersama yang luar biasa. Lebih dari 200.000 orang datang ke stadion untuk meletakkan bunga, syal, dan pesan-pesan duka di depan gerbang Anfield. Lapangan sepak bola yang biasanya menjadi arena pertarungan berubah menjadi lautan bunga dan kenangan. Momen ini menunjukkan betapa dalamnya ikatan antara stadion, klub, dan komunitas suporter Liverpool.
Hingga hari ini, Anfield terus mengenang 96 korban Hillsborough melalui memorial permanen yang terpasang di dalam dan sekitar stadion. Setiap pertandingan di Anfield selalu diwarnai dengan penghormatan kepada para korban, dan nyanyian You'll Never Walk Alone yang bergema di tribun pun memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar lagu dukungan untuk tim. Bagi siapa pun yang mengunjungi Anfield, memorial Hillsborough adalah salah satu tempat yang paling wajib untuk dilihat dan direnungkan.
Kamu tidak harus datang saat pertandingan untuk merasakan keistimewaan Anfield. Tur stadion resmi yang ditawarkan Liverpool FC memungkinkan kamu menjelajahi area-area eksklusif yang biasanya tertutup untuk umum — mulai dari ruang ganti pemain, terowongan player tunnel, hingga kursi di bangku pemain cadangan. Tur ini tersedia hampir setiap hari dan sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang ingin merasakan pengalaman behind the scenes dari stadion legendaris ini.
Museum Liverpool FC yang berada di dalam kompleks Anfield juga menyimpan koleksi trofi, jersey bersejarah, dan artefak yang merekam perjalanan panjang klub dari berdiri pada 1892 hingga menjadi salah satu klub paling sukses di Eropa. Siapkan waktu minimal dua hingga tiga jam untuk menikmati tur stadion dan museum secara bersamaan.
Anfield terletak di kawasan yang sangat terjangkau dari pusat kota Liverpool. Kamu bisa menggunakan bus kota yang beroperasi reguler dari berbagai titik di pusat kota, atau memilih layanan Airport transfer langsung dari Liverpool John Lennon Airport jika baru tiba di kota. Bagi yang ingin lebih fleksibel menjelajahi Liverpool dan sekitarnya, layanan sewa mobil juga tersedia dan memudahkan perjalananmu.
Jika kamu berencana mengunjungi beberapa kota di Inggris dalam satu perjalanan, layanan tiket kereta antarkota bisa menjadi pilihan transportasi yang nyaman dan efisien. Liverpool terhubung dengan baik ke Manchester, London, Birmingham, dan kota-kota besar lainnya melalui jaringan kereta cepat Inggris. Selain itu, tiket bus antarkota juga tersedia sebagai alternatif yang lebih hemat.
Musim sepak bola di Inggris berlangsung dari bulan Agustus hingga Mei. Jika kamu ingin menyaksikan pertandingan langsung di Anfield, pastikan kamu memesan tiket jauh-jauh hari karena permintaan selalu tinggi, terutama untuk pertandingan Liga Champions dan derby melawan rival. Di luar musim pertandingan, Anfield tetap buka untuk tur stadion dan museum, sehingga kamu masih bisa merasakan keajaiban tempat ini kapan pun kamu berkunjung.
Untuk mencapai Liverpool dari Indonesia, kamu perlu terbang ke bandara terdekat dan melanjutkan perjalanan darat. Cek pilihan tiket pesawat terbaik di Traveloka untuk mendapatkan harga yang paling sesuai dengan anggaran perjalananmu. Bandingkan berbagai maskapai dan jadwal penerbangan dengan mudah hanya dari satu aplikasi.
Traveloka adalah aplikasi perjalanan terdepan di Asia Tenggara yang telah dipercaya oleh lebih dari 100 juta pengguna untuk merencanakan perjalanan impian mereka. Mulai dari pencarian tiket pesawat dengan harga terbaik, pemesanan hotel di lokasi strategis, hingga aktivitas seru di tempat tujuan — semua tersedia dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.
Untuk perjalanan ke Liverpool dan Stadion Anfield, Traveloka menyediakan lengkap semua yang kamu butuhkan. Pesan hotel di pusat kota Liverpool agar dekat dengan Anfield, beli tiket tur stadion langsung dari aplikasi, dan atur transportasi dari bandara dengan layanan airport transfer yang tersedia. Traveloka juga menawarkan layanan PayLater yang memungkinkan kamu memesan perjalanan sekarang dan membayar nanti — sempurna untuk merencanakan liburan jauh-jauh hari tanpa khawatir soal anggaran. Belum lagi fitur eSIM dan asuransi perjalanan yang membuat pengalaman liburanmu semakin aman dan terhubung.
Jangan lewatkan juga berbagai promo Traveloka yang hadir setiap saat dengan penawaran menarik untuk tiket pesawat, hotel, dan aktivitas. Dengan Traveloka, perjalananmu ke Liverpool untuk menyaksikan langsung keajaiban Stadion Anfield bisa menjadi kenyataan dengan cara yang paling mudah dan hemat. Download aplikasinya sekarang dan mulai rencanakan petualangan sepak bolamu ke salah satu stadion paling bersejarah di dunia.







