peringatan
 
Garuda Indonesia: Pengantar

Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan nasional terkemuka di Indonesia yang tergabung dalam aliansi SkyTeam. Mulai mengudara sejak 1949, kini Garuda Indonesia melayani penerbangan ke 40 destinasi domestik dan 36 destinasi internasional. Maskapai penerbangan yang dulunya dikenal sebagai Garuda Indonesian Airways ini menawarkan tiga tipe kelas penerbangan bertaraf internasional, yaitu kelas ekonomi, kelas bisnis dan kelas satu. Tingginya dedikasi Garuda Indonesia di industri penerbangan telah dibuktikan melalui predikat Maskapai Penerbangan Regional Terbaik di Dunia yang diberikan oleh Skytrax.


Pemesanan & E-tiket Garuda Indonesia

Cari dan pesan tiket pesawat Garuda Indonesia Anda secara online melalui Traveloka untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Cara Pesan Tiket Pesawat

Berikut ini adalah langkah untuk memesan tiket Garuda Indonesia secara online:

  1. Kunjungi situs web Traveloka atau buka Traveloka App
  2. Isi detail penerbangan di kotak pencarian
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda
  4. Isi data pemesan dan penumpang
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih
  6. Dapatkan e-tiket Garuda Indonesia Anda di Pesanan Saya atau pada email Anda

Cara Pembayaran

Pembayaran untuk tiket Garuda Indonesia Anda dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/e-banking/teller bank), kartu kredit, dan Indomaret.
Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai metode pembayaran yang tersedia, silakan kunjungi halaman Cara Pembayaran.

E-tiket Garuda Indonesia

E-tiket Garuda Indonesia dapat berlaku sebagai bukti pemesanan penerbangan Garuda Indonesia Anda. Tunjukkan e-tiket Anda pada saat melakukan check-in di loket Garuda Indonesia di bandara, atau gunakan e-tiket untuk melakukan check-in mandiri (di bandara maupun online), untuk mendapatkan boarding pass Anda. Jika Anda tidak menerima e-tiket dalam waktu 60 menit setelah melakukan pembayaran, segera hubungi Customer Service Traveloka.

Partner Maskapai Traveloka - Domestik & Internasional

Lion AirBatik AirCitilinkGaruda IndonesiaSriwijaya AirNAM AirAirasiaJetstarTigerairMalaysia AirlinesBangkok AirwaysCathay PacificEmiratesFireflyMalindo AirPhilippine AirlinesQatar AirwaysSilkAirSingapore AirlinesThai AirwaysThai LionVietnam AirlinesAll Nippon AirlinesAsiana AirlinesChina AirlinesEgypt AirEtihad AirwaysEVA AirJapan AirlinesKalstar AviationKLMKorean AirQantas AirlinesTurkish AirlinesUnited AirlinesWings AirXpressairAir FranceAmerican AirlinesChina Southern AirlinesJet AirwaysLufthansaRoyal BruneiTransnusa AviationTrigana AirVirgin AustraliaDelta Airlines

Partner Pembayaran Resmi Traveloka


Rating Garuda Indonesia

dari 552 review

Standar layanan: Full Service

Kelas Penerbangan Garuda Indonesia

Kelas Ekonomi

Penerbangan Kelas Ekonomi Garuda Indonesia pernah mendapatkan penghargaan Kelas Ekonomi Terbaik di Dunia dari Skytrax pada 2013. Hal ini tidak terlepas dari kualitas kenyamanan yang diberikan oleh Garuda Indonesia kepada para penumpangnya di Kelas Ekonomi. Selain ruang kaki yang cukup luas kursi penerbangan Kelas Ekonomi juga dilengkapi fasilitas hiburan dan sandaran yang dapat diatur sesuai kenyamanan penumpang. Bagi penumpang dalam penerbangan yang menggunakan armada Boeing 777-300ER, mereka juga akan mendapatkan fasilitas pijakan kaki, porta USB, dan stopkontak di setiap kursinya.

Makanan di Pesawat

Garuda Indonesia menyediakan layanan makanan dalam penerbangan berdurasi lebih dari 60 menit. Untuk kelas ekonomi, penumpang bisa menikmati beragam menu makanan khas Indonesia, Eropa dan Asia, tergantung dari rute perjalanannya. Sementara untuk penerbangan berdurasi kurang dari 60 menit, penumpang kelas ekonomi akan mendapatkan makanan ringan dan air mineral. Namun, penumpang yang ingin menikmati hidangan utama selama penerbangan dapat memesannya langsung dalam penerbangan, atau hingga 24 jam sebelum waktu keberangkatan.

Kelas Bisnis

Kursi di penerbangan Kelas Bisnis Garuda Indonesia memiliki lebar 21,2 inci (sekitar 54 cm) dan dapat diatur menjadi tempat tidur datar untuk menjamin kenyamanan penumpang. Setiap kursi dilengkapi dengan tempat penyimpanan pribadi, porta USB, stopkontak, dan LCD layar sentuh berukuran 15 inci dari eX2 Panasonic untuk hiburan selama dalam penerbangan. Setidaknya ada 38 kursi yang tersedia di Kelas Bisnis Garuda Indonesia dengan akses langsung ke lorong pesawat dan jarak antar kursi sebesar 43 inci (sekitar 109 cm) yang menjamin privasi penumpang. Fasilitas lain yang juga dapat dinikmati oleh penumpang di Kelas Bisnis adalah bantal hypoallergenic dengan sarung berbahan katun, selimut furtex-plush, dan paket kelengkapan dasar dari L’Occitane (khusus untuk penerbangan Kelas Bisnis rute Asia – Oseania).

Makanan di Pesawat

Garuda Indonesia bekerja sama dengan koki-koki andalan restoran bintang lima untuk menyajikan sajian kuliner terbaik kepada penumpang kelas bisnis. Menu yang disajikan cukup beragam, mulai dari makanan berat, sedang, dan ringan dari berbagai negara. Khusus untuk penerbangan internasional, menu yang ditawarkan akan disesuaikan dengan rute penerbangan. Penumpang juga bisa memesan makanannya lebih awal saat pemesanan tiket, atau paling lambat 24 jam sebelum keberangkatan.

Kelas Satu

Layanan Kelas Satu Garuda Indonesia tersedia pada armada Boeing 777-300ER dengan delapan suite pribadi yang mewah, masing-masing dilengkapi dengan pintu geser untuk menjamin privasi penumpang. Dengan jarak antara kursi 82 inci (sekitar 208 cm) dan lebar 22 inci (sekitar 56 cm), setiap kursi di penerbangan Kelas Satu dapat diatur menjadi tempat tidur datar. Demi kenyamanan maksimal, Garuda Indonesia juga memberikan fasilitas matras, selimut, bantal, dan penyangga kaki (ottoman). Tak hanya itu, penumpang juga dapat menikmati fasilitas hiburan melalui LCD layar sentuh berukuran 23,5 inci, lengkap dengan remote kontrol dan headphone kedap suara. Layanan Kelas Pertama ini diberikan bahkan sebelum penumpang berada di dalam pesawat, melainkan, mulai dari akses menuju ruang tunggu bandara, prioritas bagasi dan imigrasi, hingga layanan limosin.

Makanan di Pesawat

Dimasak langsung oleh koki profesional, menu makanan yang ditawarkan di penerbangan Kelas Satu sangat beragam, mulai dari hidangan khas Indonesia, Kaiseki Jepang, Timur Tengah, hingga Eropa, yang bisa dipasangkan dengan beragam pilihan anggur, sampanye, sake, koktail, minuman beralkohol, jus segar, air mineral, minuman ringan, teh, atau kopi premium dari perkebunan Indonesia. Penumpang yang membutuhkan menu khusus dapat menghubungi Garuda Indonesia paling lambat 24 jam sebelum penerbangan.

Layanan Khusus Garuda Indonesia

GarudaMiles

Sebagai bentuk penghargaan bagi penumpang setianya, Garuda Indonesia memiliki program frequent flyer bernama GarudaMiles. Anggota GarudaMiles berhak mendapatkan miles setiap kali terbang bersama Garuda Indonesia atau maskapai penerbangan yang tergabung dengan SkyTeam. Miles (jarak tempuh) yang terkumpul kemudian dapat ditukarkan dengan tiket pesawat atau kelas penerbangan yang lebih tinggi. Anggota GarudaMiles juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan lainnya seperti konter check-in khusus di bandara, kapasitas bagasi tambahan, prioritas penanganan bagasi, prioritas daftar tunggu untuk reservasi tiket, hingga akses menuju ruang tunggu bandara Garuda Indonesia. Terdapat setidaknya empat tingkat keanggotaan GarudaMiles, yaitu Blue, Silver, Gold, dan Platinum.

Ruang Tunggu Bandara

Penumpang penerbangan Kelas Bisnis dan Kelas Satu Garuda Indonesia, serta anggota GarudaMiles berhak mendapatkan akses ke ruang tunggu bandara yang disediakan khusus oleh maskapai. Ruang tunggu tersebut hadir dalam berbagai kelas berbeda untuk menyesuaikan dengan kelas penerbangan penumpang, tapi semuanya memberikan kesempatan bagi penumpang untuk bersantai sejenak sebelum melanjutkan penerbangan. Di ruang tunggu ini, penumpang dapat menikmati beragam sajian menu khas Indonesia, mesin refleksiologi, fasilitas untuk mandi, ruang menyusui, serta fasilitas hiburan seperti televisi, buku bacaan, koran, majalah, hingga koneksi WiFi yang cepat.

SkyPriority

Sebagai salah satu anggota aliansi SkyTeam, Garuda Indonesia menawarkan layanan premium SkyPriority untuk semua penumpang yang terbang bersama maskapai anggota SkyTeam lainnya. Layanan yang diberikan meliputi prioritas area check-in, prioritas penurunan bagasi, prioritas penanganan bagasi, dan prioritas naik pesawat. Layanan ini dapat dinikmati oleh penumpang Elite Plus, Kelas Satu, dan Kelas Bisnis. Program SkyPriority dari SkyTeam telah dimulai sejak 1 Maret 2012 di Bandara International Taoyuan, Taipei. Kini, SkyPriority telah diperkenalkan di lebih dari 700 bandara di seluruh dunia.

Armada Garuda Indonesia

Boeing 777-300ER
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Kelas Satu

Tata kursi:

  • 3-3-3 (Ekonomi)
  • 1-2-1 (Bisnis)
  • 1-2-1 (Kelas Satu)

Jarak antar kursi:

  • 32 inci (Ekonomi)
  • 73 inci (Bisnis)
  • 82 inci (Kelas Satu)

Hiburan di pesawat:

Tersedia


WiFi:

Tersedia


Stopkontak/port USB:

Tersedia

Airbus A330-300
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi
  • Bisnis

Tata kursi:

  • 2-4-2 (Ekonomi)
  • 2-2 (Bisnis)

Jarak antar kursi:

  • 33 inci (Ekonomi)
  • 60 inci (Bisnis)

Hiburan di pesawat:

Tersedia


WiFi:

Tersedia


Stopkontak/port USB:

Tersedia

CRJ 1000 Nexgen
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi
  • Bisnis

Tata kursi:

  • 2-2 (Ekonomi)
  • 2-2 (Bisnis)

Jarak antar kursi:

  • 30 inci (Ekonomi)
  • 32 inci (Bisnis)

Hiburan di pesawat:

Tidak Tersedia


WiFi:

Tersedia


Stopkontak/port USB:

Tidak Tersedia

Kru Pesawat Garuda Indonesia

Seragam Pramugari Garuda Indonesia

Seragam pramugari Garuda Indonesia terdiri dari atasan berupa kebaya dan bawahan batik, dengan empat warna berbeda, yaitu oranye, hijau toska, biru dan ungu. Setiap warna tersebut merepresentasikan jenjang karir pemakainya. Pramugari yang junior mengenakan seragam berwarna oranye dan hijau toska, sedangkan pramugari senior mengenakan seragam berwarna ungu dan biru. Meskipun terlihat sederhana, seragam yang merepresentasikan budaya bangsa yang beragam tersebut tetap membuat para pramugari Garuda Indonesia tampak elegan.


Kebijakan Bagasi Garuda Indonesia

Rute Penerbangan

Kelas Penerbangan

Bagasi Kabin

Bagasi Terdaftar

Semua rute

Kelas Ekonomi

Maks. 7 kg (Dimensi: 56 x 36 x 23 cm)

Maks. 20 kg

Kelas Bisnis

Maks. 30 kg

Kelas Satu

Maks. 40 kg

Semua penerbangan tujuan Jepang

Kelas Ekonomi

Maks. 46 kg

Kelas Bisnis

Maks. 64 kg

Kelas Satu

Semua penerbangan tujuan Amerika

Kelas Ekonomi

2 buah (maks. 23 kg/buah) (Dimensi: maks. 158 cm)

Kelas Bisnis

2 buah (maks. 32 kg/buah) (Dimensi: maks. 158 cm)

Kebijakan Penumpang Garuda Indonesia

Kebijakan Penumpang Bayi (0 – 2 Tahun)
  • Bayi berusia kurang dari 7 hari tidak disarankan untuk melakukan penerbangan bersama Garuda Indonesia.
  • Bayi prematur dapat diperbolehkan berada dalam penerbangan jika orang tuanya telah melengkapi Medical Information (MEDIF) dan melaporkannya kepada petugas Garuda Indonesia.
  • Bayi harus didampingi oleh orang dewasa untuk memangkunya. Pendamping harus berada di penerbangan, kelas, dan tujuan yang sama dengan bayi.
  • Penumpang bayi dapat menggunakan fasilitas keranjang bayi (baby basinet) yang disediakan Garuda Indonesia di dalam pesawat. Namun, bayi wajib dipangku pada saat lepas landas, mendarat, dan terjadi turbulensi.
  • Awak kabin Garuda Indonesia akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bayi.
  • Sebagian besar otoritas (keamanan bandara, imigrasi, dll) memperbolehkan penumpang untuk membawa susu formula bayi dengan jumlah tertentu ke dalam pesawat. Susu bubuk harus dikeluarkan dari bagasi dan ditunjukkan ke petugas keamanan di pos pemeriksaan.
  • Penumpang tidak diperbolehkan membawa kereta bayi (stroller) ke dalam kabin pesawat, melainkan harus masuk ke kompartemen bagasi pesawat sebagai bagasi terdaftar. Penumpang diperbolehkan menggunakan kereta bayi sampai di pintu keberangkatan.
Kebijakan Penumpang Anak (2 – 12 Tahun)
  • Anak berusia kurang dari 7 tahun tidak diizinkan melakukan penerbangan sendiri, melainkan harus didampingi oleh orang tua ataupun wali.
  • Anak berusia 7 – 12 tahun diizinkan melakukan penerbangan sendiri, kecuali pada penerbangan yang memerlukan transit.
  • Anak berusia 7 – 12 tahun yang bepergian sendirian diklasifikasikan sebagai Unacompanied Minor (UM).
  • Orang tua atau pengantar wajib menyerahkan kelengkapan dokumen yang harus dibawa oleh anak, antara lain dokumen perjalanan, paspor, sertifikat kesehatan, visa, dan lain sebagainya pada saat check-in.
  • Kru maskapai akan mendampingi UM melewati bea cukai, imigrasi, pemeriksaan keamanan, hingga ke gerbang keberangkatan.
  • Saat mendarat, awak kabin akan menyerahkan UM kepada petugas darat yang akan mendampinginya melalui proses kedatangan, sebelum dipertemukan dengan orang yang ditunjuk untuk menjemput UM di bandara tujuan.
Kebijakan Penumpang Hamil
  • Penumpang hamil harus menginformasikan kondisinya kepada pihak maskapai.
  • Penumpang dengan usia kehamilan 32 minggu atau kurang harus mengisi surat pernyataan (FOI) dari Garuda Indonesia.
  • Penumpang dengan usia kehamilan 32 – 36 minggu dan memiliki sejarah komplikasi harus mendapatkan persetujuan dari dokter di Garuda Sentra Medika (GSM), berupa surat Medical Information (MEDIF) Part 1, Part 2, dan FOI.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 36 minggu tidak direkomendasikan untuk untuk melakukan penerbangan bersama Garuda Indonesia.
Kebijakan Penumpang dengan Disabilitas
  • Untuk alasan keamanan, penumpang berkebutuhan khusus harus terlebih dulu menginformasikan dan memperoleh persetujuan dari Garuda Indonesia untuk menggunakan perlengkapan medis listrik/elektronik selama penerbangan.
  • Awak kabin Garuda Indonesia akan meminta penumpang untuk mematikan peralatan medis jika dicurigai dapat mengganggu sistem pesawat.
  • Penumpang berkebutuhan khusus harus sudah familiar dengan peralatan medis yang dibawa dan diharapkan dapat mengoperasikannya sendiri karena awak kabin Garuda Indonesia tidak dilatih untuk mengoperasikannya.
  • Jika bepergian dengan membawa peralatan medis, penumpang diminta untuk menginformasikannya kepada pihak Garuda Indonesia saat melakukan pemesanan tiket.
  • Untuk beberapa kondisi, penumpang akan membutuhkan Surat Pemeriksaan Kesehatan yang dikeluarkan oleh Garuda Sentra Medika, yang berisi pernyataan kesehatan dari dokter yang ditunjuk atau ahli bedah penerbangan.

Kebijakan Check-in Garuda Indonesia

Waktu Check-in Garuda Indonesia

Informasi waktu check-in untuk penerbangan Garuda Indonesia dapat Anda lihat pada tabel di bawah. Waktu check-in bisa berbeda jika penerbangan dioperasikan oleh maskapai partner Garuda Indonesia. Silakan lihat e-tiket untuk memastikan waktu check-in Anda.

Rute Penerbangan

Waktu Check-in Ideal

Batas Waktu Check-in

Domestik

1 jam sebelum keberangkatan

45 menit sebelum keberangkatan

Internasional

2 jam sebelum keberangkatan

1 jam sebelum keberangkatan

Check-in Garuda Indonesia Online

Check-in online untuk penerbangan Garuda Indonesia dapat Anda lakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Kunjungi halaman check-in Garuda Indonesia
  2. Masukkan kode booking, atau detail pemesanan lainnya, sesuai instruksi
  3. Lengkapi detail check-in lainnya
  4. Simpan dan/atau cetak boarding pass Anda

Kebijakan Refund Garuda Indonesia

Secara umum, refund dapat diajukan untuk alasan pribadi, sakit, kehamilan, kematian penumpang, pembatalan/pengubahan jadwal oleh maskapai, force majeure, atau pemesanan ganda. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai. Silakan kunjungi halaman Kebijakan Refund Garuda Indonesia untuk informasi lengkap mengenai refund.

Kebijakan Reschedule Garuda Indonesia

Untuk mengubah jadwal penerbangan, Anda dapat menggunakan fitur Easy Reschedule. Beberapa maskapai mengizinkan penggantian tanggal, jam, rute, dan maskapai. Tapi ada pula yang hanya mengizinkan penggantian tanggal dan jam penerbangan. Silakan kunjungi halaman Syarat & Ketentuan Reschedule Garuda Indonesia untuk panduan lengkap mengenai pengubahan jadwal penerbangan Anda. Jika pengubahan jadwal tidak dapat Anda lakukan melalui Easy Reschedule, silakan langsung hubungi Garuda Indonesia.


 

Tentang Garuda Indonesia

Garuda Indonesia (Kode IATA: GA) merupakan maskapai penerbangan nasional Indonesia yang berbasis di Jakarta. Nama “Garuda” diambil dari legenda pewayangan Indonesia, yang merupakan nama karakter burung yang ditunggangi oleh Dewa Wisnu dalam cerita Mahabharata. Nama tersebut dipilih karena “Garuda” seringkali dianggap melambangkan ketangguhan. Garuda Indonesia memiliki bandara penghubung utama yang tersebar di empat kota besar di Indonesia, yaitu Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. Garuda Indonesia juga memilki tiga anak perusahaan, yaitu maskapai penerbangan bertarif rendah bernama Citilink, perusahaan layanan perjalanan bernama Aerowisata, dan pusat perawatan awak pesawat bernama GMF AeroAsia. Pertama kali melakukan penerbangan pada 1949, Garuda Indonesia telah berhasil mendapatkan pengakuan dari industri penerbangan internasional. Pada 2017, Garuda Indonesia sudah mendapatkan lima penghargaan, yaitu sebagai Brand Used More Often dan The Highest Top of Mind Brand untuk kategori Transportasi Udara dari Indonesia Prestige Brand Award, penghargaan Customer Loyalty untuk kategori Maskapai Penerbangan dari The Net Promoter Score (NPS) Leader, pemenang dari Indonesia Most Innovative Business Award 2017, serta penghargaan PR Indonesia Awards 2017 dari Kategori Media Relations untuk sub kategori BUMN Tbk. Namun, dari sekian banyak penghargaan yang telah didapat, salah satu yang paling membanggakan adalah penghargaan sebagai Maskapai Penerbangan Regional Terbaik di Dunia dari Skytrax. Dalam pengoperasiannya, Garuda Indonesia menyediakan tiga jenis kelas penerbangan, yaitu Economy Class, Business Class, dan First Class (Kelas Ekonomi, Kelas Bisnis dan Kelas Satu). Penerbangan Kelas Ekonomi Garuda Indonesia pernah mendapatkan penghargaan Kelas Ekonomi Terbaik di Dunia dari Skytrax pada 2013. Selain ruang kaki yang cukup luas, kursi penerbangan di Kelas Ekonomi dilengkapi dengan fasilitas hiburan dan sandaran yang dapat diatur sesuai kenyamanan penumpang. Bagi penumpang Kelas Ekonomi dalam penerbangan yang menggunakan armada Boeing 777-300ER, mereka juga akan mendapatkan fasilitas pijakan kaki, porta USB, dan stopkontak di setiap kursinya. Sementara itu, kursi di Kelas Bisnis memiliki lebar 21,2 inci (sekitar 54 cm), kursi di penerbangan Kelas Bisnis Garuda Indonesia dapat diatur menjadi tempat tidur datar, untuk menjamin kenyamanan penumpang. Setiap kursi dilengkapi dengan tempat penyimpanan pribadi, porta USB, stopkontak, dan LCD layar sentuh berukuran 15 inci dari eX2 Panasonic untuk hiburan selama dalam penerbangan. Setidaknya ada 38 kursi yang tersedia di Kelas Bisnis Garuda Indonesia, dengan akses langsung ke lorong pesawat dan jarak antara kursi sebesar 43 inci (sekitar 109 cm), yang menjamin privasi penumpang. Fasilitas lain yang juga dapat dinikmati oleh penumpang Kelas Bisnis adalah bantal hypoallergenic dengan sarung berbahan katun, selimut furtex-plush, dan paket kelengkapan dasar dari L’Occitane. Layanan Kelas Satu Garuda Indonesia tersedia pada armada Boeing 777-300ER, dengan delapan suite pribadi yang mewah, masing-masing dilengkapi dengan pintu geser untuk menjamin privasi penumpang. Dengan jarak antar kursi sebesar 82 inci (sekitar 208 cm) dan lebar 22 inci (sekitar 56 cm), setiap kursi di penerbangan Kelas Satu dapat diatur menjadi tempat tidur datar. Demi kenyamanan maksimal, Garuda Indonesia juga memberikan fasilitas matras, selimut, bantal, dan penyangga kaki (ottoman). Tak hanya itu, penumpang juga dapat menikmati fasilitas hiburan melalui LCD layar sentuh berukuran 23,5 inci, lengkap dengan remote kontrol dan headphone kedap suara. Sebagai bentuk penghargaan bagi penumpang setianya, Garuda Indonesia memiliki program frequent flyer bernama GarudaMiles. Anggota GarudaMiles berhak mendapatkan miles setiap kali terbang bersama Garuda Indonesia atau maskapai penerbangan yang tergabung dengan SkyTeam. Miles yang terkumpul kemudian dapat ditukarkan dengan tiket pesawat atau kelas penerbangan yang lebih tinggi. Anggota GarudaMiles juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan lainnya seperti konter check-in khusus di bandara, kapasitas bagasi tambahan, prioritas penanganan bagasi, prioritas daftar tunggu untuk reservasi tiket, hingga akses menuju ruang tunggu Garuda Indonesia di bandara. Garuda Indonesia juga merupakan maskapai Indonesia pertama yang tergabung dalam SkyTeam, aliansi maskapai global, sehingga memungkinkannya untuk menawarkan layanan premium SkyPriority untuk semua penumpang yang terbang bersama maskapai anggota SkyTeam lainnya. Layanan yang diberikan meliputi prioritas area check-in, prioritas penurunan bagasi, prioritas penanganan bagasi, dan prioritas naik pesawat. Layanan ini dapat dinikmati oleh penumpang Elite Plus, First Class (Kelas Satu), dan Business Class (Kelas Bisnis). Setiap penumpang Garuda Indonesia mendapatkan fasilitas bagasi terdaftar, bagasi kabin, dan bagasi bebas biaya untuk penumpang yang bepergian bersama. Penumpang diperbolehkan membawa dua tas bagasi kabin, yang ukurannya tidak boleh melebihi 56 cm x 36 cm x 23 cm dengan berat maksimum 7 kg. Tak hanya itu, penumpang Kelas Ekonomi mendapatkan kapasitas bagasi sebesar 20 kg, sedangkan penumpang Kelas Bisnis dan Kelas Satu berhak mendapatkan kapasitas bagasi sebesar 30 kg dan 40 kg. Garuda Indonesia menyarankan penumpangnya untuk melakukan check-in di bandara setidaknya satu jam sebelum waktu keberangkatan domestik atau dua jam sebelum waktu keberangkatan internasional. Selain melakukan check-in di konter bandara, tersedia pula lima alternatif cara check-in yang dapat dipilih oleh penumpang Garuda Indonesia, yaitu city check-in, internet check-in, phone check-in, mobile check-in, dan kiosk check-in. Layanan city check-in tersedia di Kantor Pemasaran Garuda Indonesia, mulai dari 48 hingga empat jam sebelum keberangkatan. Sedangkan, internet check-in dapat dilakukan melalui situs Garuda Indonesia dan dibuka mulai dari 24 hingga empat jam sebelum keberangkatan. Penumpang juga bisa melakukan phone check-in melalui sambungan telepon dengan call center Garuda Indonesia. Sementara itu, mobile check-in dapat dilakukan melalui aplikasi handphone Garuda Indonesia. Khusus untuk kiosk check-in, fasilitas ini hanya tersedia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan dibuka sejak empat hingga satu jam sebelum keberangkatan.

Sejarah Garuda Indonesia

Garuda Indonesia didirikan pada 1947 dengan nama Garuda Indonesian Airways, namun baru memulai operasinya pada 1949. Saat itu, Garuda Indonesia menggunakan pesawat DC-3 Dakota untuk melakukan penerbangan dari Kolkata ke Yangon. Masih pada tahun yang sama, maskapai penerbangan ini melakukan penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Pada era 1980-an, Garuda Indonesia mendirikan fasilitas pelatihan di Jakarta Barat bernama Garuda Indonesia Training Center. Memasuki 1985, di bawah kepemimpinan Reyn Altin Johannes Lumenta, Garuda Indonesia mengambil keputusan kontroversial untuk merekrut konsultan branding luar negeri, Landor Associates, untuk melakukan pembaruan citra perusahaan. Awalnya, langkah ini dianggap membuang uang dan tidak perlu, tetapi setelahnya justru mendapat banyak pujian karena terbukti mampu meningkatkan reputasi dan identitas perusahaan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional. Di bawah kepemimpinan Lumenta jugalah Garuda Indonesia semakin memperluas jangkauannya dengan menambah jumlah rute dan frekuensi penerbangan. Sayangnya, pada Juni 2007, pihak Uni Eropa (EU) melarang Garuda Indonesia dan sejumlah maskapai penerbangan lain di Indonesia untuk terbang ke negara-negara Eropa. Namun, EU berjanji untuk meninjau ulang larangan tersebut dan mengirim sekelompok ahli yang dipimpin oleh Administrator Keselamatan Udara Federico Grandini dari Komisi Eropa ke Indonesia untuk mempertimbangkan penghapusan larangan. Pada November 2007, Garuda Indonesia pun mengumumkan keinginannya untuk membuka penerbangan ke Amsterdam dari Jakarta dan Denpasar jika Uni Eropa bersedia mengangkat larangannya tersebut. Saat itu, Uni Eropa menyatakan bahwa Garuda Indonesia terbukti telah meningkatkan standar keamanannya. Akhirnya, pada 2009, Uni Eropa resmi menghapus larangannya, mengizinkan Garuda Indonesia untuk mengoperasikan penerbangan ke Amsterdam dan negara-negara Eropa lainnya. Pada 2011, Garuda Indonesia secara resmi menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Per 31 Desember 2013, 69,14% saham Garuda Indonesia dimiliki oleh Negara Republik Indonesia, 0,4% oleh karyawannya, 24,34% oleh investor domestik, dan 6,12% oleh investor internasional. Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia memiliki lima anak perusahaan yang berfokus pada produk/jasa pendukung bisnis perusahaan induknya, yaitu PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Aero Wisata, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero Systems Indonesia, dan PT Citilink Indonesia. Pada 5 Maret 2014, Garuda Indonesia secara resmi bergabung dalam SkyTeam, sebagai bagian dari program perluasan jaringan internasionalnya. Garuda Indonesia merupakan perusahaan penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan aliansi maskapai global ini. Dengan menjadi anggota SkyTeam, penumpang Garuda Indonesia kini bisa terbang ke 1.064 destinasi di 178 negara dengan maskapai anggota SkyTeam, yang melayani lebih dari 15.700 penerbangan per hari dan menawarkan akses ke 564 ruang tunggu bandara di seluruh dunia. Dalam mengoperasikan penerbangannya, Garuda Indonesia menggunakan 134 armada pesawat yang terdiri dari dua pesawat Boeing 747-400, 11 pesawat Airbus A330-300, 11 pesawat Airbus A330-200, lima pesawat Boeing 737 Classic (seri 300/500), 76 pesawat Boeing 737-800NG, 15 pesawat CRJ1000 NextGen, delapan pesawat ATR72-600, dan enam pesawat Boeing 777-300ER. Setiap jenis pesawat yang digunakan telah melalui proses standardisasi, mulai dari jenis Boeing B737-800NG dan Bombardier CRJ1000NextGen untuk rute jarak pendek dan regional, hingga Airbus A330-200 dan 300 untuk rute jarak menengah. Dalam mengoperasikan penerbangannya, Garuda Indonesia menggunakan 134 armada pesawat yang terdiri dari dua pesawat Boeing 747-400, 11 pesawat Airbus A330-300, 11 pesawat Airbus A330-200, lima pesawat Boeing 737 Classic (seri 300/500), 76 pesawat Boeing 737-800NG, 15 pesawat CRJ1000 NextGen, delapan pesawat ATR72-600, dan enam pesawat Boeing 777-300ER. Setiap jenis pesawat yang digunakan telah melalui proses standardisasi, mulai dari jenis Boeing B737-800NG dan Bombardier CRJ1000NextGen untuk rute jarak pendek dan regional, hingga Airbus A330-200 dan 300 untuk rute jarak menengah.

Kontak Garuda Indonesia

(+6221) 23519999

Alamat Garuda Indonesia

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Jl. M1, Area Perkantoran Gedung Garuda City Center Soekarno-Hatta International Airport Cengkareng 19120 - Indonesia PO BOX 1004

Bagikan

Google Plus Share Scroll Top
evtbvsrwfq