Benteng Van der Wijck
Jawa Tengah menyimpan banyak cerita sejarah yang tersembunyi di balik keindahan alamnya. Di Kabupaten Kebumen, sebuah bangunan kokoh berdiri tegak, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dari masa kolonial hingga era modern. Itulah Benteng Van der Wijck. Lebih dari sekadar peninggalan masa lalu, benteng ini telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi wisata unik yang memadukan arsitektur kuno, sejarah heroik, dan hiburan modern. Bagi kamu yang mencari petualangan yang berbeda, Benteng Van der Wijck adalah tempat yang wajib kamu kunjungi untuk merasakan pengalaman berwisata yang tak terlupakan.
Sekilas tentang Benteng Van der Wijck
Berlokasi strategis di kota Gombong, Kabupaten Kebumen, Benteng Van der Wijck menonjol dengan arsitekturnya yang khas dan sangat mudah dikenali. Benteng ini memiliki bentuk segi delapan (oktagonal) yang unik, dengan dinding-dinding kokoh yang terbuat dari bata merah. Arsitektur bergaya Eropa klasik ini memberikan kesan megah sekaligus misterius. Berbeda dengan benteng bersejarah lainnya, Benteng Van der Wijck telah direvitalisasi secara apik sehingga tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai taman rekreasi keluarga.
Saat memasuki area benteng, kamu akan langsung merasakan perpaduan harmonis antara masa lalu dan masa kini. Di satu sisi, kamu bisa mengagumi arsitektur bangunan yang terawat, namun di sisi lain, kamu juga bisa menikmati berbagai wahana modern. Salah satu wahana yang paling disukai pengunjung adalah kereta mini yang mengelilingi lantai dua benteng. Dari atas kereta, kamu bisa melihat pemandangan seluruh area benteng dan sekitarnya dengan sudut pandang yang berbeda.
Tak hanya itu, Benteng Van der Wijck juga menyediakan beragam fasilitas seperti kolam renang, area bermain anak, dan berbagai wahana outbound. Uniknya lagi, beberapa ruangan di dalam benteng bahkan diubah menjadi kamar hotel, memberikan pengalaman menginap yang tak biasa di dalam sebuah bangunan bersejarah.
Sejarah Benteng Van der Wijck
Perjalanan Benteng Van der Wijck dari sebuah markas militer yang menyeramkan hingga menjadi destinasi wisata yang ramah keluarga adalah sebuah kisah yang panjang dan menarik.
Benteng ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1818. Awalnya, benteng ini berfungsi sebagai markas militer, pusat pertahanan, dan titik kontrol untuk mengamankan wilayah Gombong dan sekitarnya. Wilayah ini dianggap penting karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan. Nama "Van der Wijck" sendiri diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Jonkheer Carel Herman Aart van der Wijck, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang menjabat dari tahun 1893 hingga 1899. Selama masa penjajahan, benteng ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk perlawanan dari rakyat setempat.
Setelah Indonesia merdeka, benteng ini sempat diambil alih oleh tentara Jepang, kemudian digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pusat pelatihan militer. Selama beberapa dekade, benteng ini berfungsi sebagai bagian dari Akademi Militer. Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi militernya beralih. Pada tahun 2000-an, benteng ini diakuisisi oleh pihak swasta dan menjalani proses revitalisasi besar-besaran. Pihak pengelola berupaya keras untuk menjaga keaslian arsitekturnya sambil menambahkan fasilitas modern. Hasilnya, sebuah situs bersejarah yang dulunya tertutup dan kaku kini menjadi tempat rekreasi terbuka bagi semua kalangan.
Peran benteng ini pun berubah drastis. Dari tempat yang penuh dengan disiplin militer, kini ia menjadi pusat edukasi dan hiburan. Pengunjung, terutama anak-anak, bisa belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan, melihat langsung peninggalan masa lalu sambil menikmati fasilitas hiburan yang tersedia. Revitalisasi ini membuktikan bahwa sejarah tidak harus disimpan di dalam museum yang kaku, tetapi bisa hidup dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Destinasi Wisata di sekitar Benteng Van der Wijck
Berada di Kabupaten Kebumen, Benteng Van der Wijck dikelilingi oleh berbagai destinasi wisata lain yang tak kalah menarik. Kamu bisa merencanakan petualangan seharian atau bahkan menginap untuk menjelajahi keindahan alam dan sejarah yang ada di sekitarnya. Berikut beberapa pilihan destinasi wisata di sekitar Benteng Van der Wijk yang bisa jadi pilihan kamu.
1. Goa Jatijajar
Goa Jatijajar adalah salah satu goa paling terkenal di Jawa Tengah. Goa ini memiliki keunikan berupa stalaktit dan stalagmit alami yang terbentuk selama ribuan tahun. Di dalam goa, kamu bisa menemukan patung-patung yang menceritakan legenda lokal, serta sebuah sungai kecil yang mengalir di dalamnya.
Harga tiket masuk Goa Jatijajar ini juga relatif murah, yaitu mulai dari Rp15.000 per orang. Oleh karena itu, tempat ini jadi destinasi wisata yang tepat untuk kamu yang ingin liburan dengan budget terbatas. Lokasi Goa Jatijajar ni terletak di Jl. Jatijajar, Palamarta, Kec. Ayah, Kebumen, Jawa Tengah. Tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07:30 hingga 16:00 WIB.
2. Pantai Suwuk
Pantai ini terkenal dengan pasir hitamnya yang luas dan ombaknya yang tenang. Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan sebuah helikopter dan pesawat tempur bekas yang dijadikan monumen di tepi pantai. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai, bermain pasir, atau mengambil foto yang unik.
Pantai Suwuk ini jadi destinasi wisata lokal yang cocok dicoba saat liburan. Kamu bisa mengunjunginya dengan membayar tiket masuk mulai dari Rp5.000 per orang. Lokasi Pantai Suwuk ini terletak di Desa Tambakmulya, Kec. Puring, Kebumen, Jawa Tengah.
3. Goa Petruk
Bagi kamu yang menyukai tantangan, Goa Petruk adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan Goa Jatijajar, Goa Petruk menawarkan pengalaman penjelajahan yang lebih menantang dan alami. Kamu akan menelusuri lorong-lorong goa yang sempit, melewati aliran sungai bawah tanah, dan mengagumi formasi batuan alami yang belum tersentuh.
Harga tiket masuk Goa Petruk ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp15.000 pada hari kerja dan Rp20.000 pada akhir pekan. Goa Petruk ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08:00 hingga 17:00 WIB. Lokasinya terletak di Desa Candirenggo, Kec. Ayah, Kebumen, Jawa Tengah.
4. Pantai Karang Bolong
Sesuai namanya, pantai ini memiliki sebuah tebing karang besar yang berlubang di bagian tengahnya, menciptakan pemandangan yang sangat ikonik. Kamu bisa berjalan-jalan di sepanjang pantai, memanjat tebing karang, atau sekadar menikmati ombak yang menghantam karang. Pemandangan di sini sangat cocok untuk berswafoto.
Dibanderol dengan harga yang murah, harga tiket Pantai Karang Bolong ini mulai dari Rp5.000 saja per orang. Lokasi pantai ini terletak di Desa Karang Bolong, Buayan, Kebumen, Jawa Tengah. Pantai Karang Bolong ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 18:00 WIB.
5. Pantai Ayah
Pantai ini adalah sebuah teluk yang indah dan menjadi pintu masuk ke objek wisata Gua Jatijajar. Di sini, kamu bisa melihat aktivitas nelayan di pelabuhan kecil. Pemandangannya sangat menarik, dengan perahu-perahu tradisional yang bersandar dan pepohonan pinus yang tumbuh di sekitarnya. Kamu bisa menikmati hidangan seafood segar di warung-warung makan yang tersedia.
Pantai Ayah ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08:00 hingga 17:00 WIB. Harga tiketnya pun cukup murah, yaitu mulai dari Rp5.000 saja per orang. Jika ingin berkunjung, kamu bisa pergi ke Jl. Ayah, Karangbolong, Logending, Kec. Ayah, Kebumen, Jawa Tengah.
Mengunjungi Benteng Van der Wijck adalah sebuah pengalaman yang lengkap. Di sini, kamu tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga merasakan perpaduan antara sejarah, arsitektur, dan hiburan yang modern. Benteng ini menjadi bukti nyata bahwa warisan masa lalu bisa terus hidup dan memberikan manfaat di masa kini. Jadi, jika kamu mencari tempat yang unik, edukatif, dan penuh petualangan di Kebumen, Benteng Van der Wijck adalah pilihan yang sempurna untuk menghabiskan waktumu.
Jika ingin bepergian, rencanakan perjalananmu dengan praktis dan mudah menggunakan Traveloka! Nikmati mudahnya pesan tiket pesawat, kereta api, bus, booking hotel, hingga pesan berbagai atraksi wisata di Kebumen dari mana saja dan kapan saja!