Lukisan tertua di dunia menjadi bukti bahwa sejak puluhan ribu tahun lalu, manusia telah memiliki kemampuan berpikir simbolik dan mengekspresikan diri melalui seni. Penemuan lukisan purba di dinding gua menunjukkan bahwa kreativitas bukanlah produk peradaban modern, melainkan bagian mendasar dari perkembangan manusia. Melalui goresan sederhana berupa figur hewan, simbol, hingga cetakan tangan, manusia prasejarah menyampaikan cerita, keyakinan, dan cara pandang mereka terhadap dunia.
Keberadaan lukisan tertua di dunia juga mengubah pemahaman tentang evolusi budaya. Dahulu, banyak ahli meyakini bahwa seni pertama kali berkembang di Eropa. Namun, berbagai penemuan baru di Asia Tenggara membuktikan bahwa wilayah ini memiliki kontribusi besar dalam sejarah seni dunia. Salah satu temuan yang paling menyita perhatian berasal dari Indonesia, tepatnya di Pulau Sulawesi.
Salah satu kandidat lukisan tertua di dunia ditemukan di Gua Leang Tedongnge, bagian dari kawasan karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2021 mengungkap adanya lukisan figur babi kutil Sulawesi yang diperkirakan berusia lebih dari 45.000 tahun. Penemuan ini dilakukan oleh tim arkeolog dari berbagai institusi, termasuk Griffith University di Australia.
Sebelumnya, lukisan gua di Eropa seperti di Spanyol dan Prancis dianggap sebagai yang tertua. Namun, temuan di Sulawesi memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai salah satu pusat awal perkembangan seni manusia. Lukisan tersebut dibuat menggunakan pigmen berwarna merah oker dan menggambarkan seekor babi liar dengan detail cukup jelas.
Temuan lain yang tidak kalah penting berada di kawasan Maros, Sulawesi Selatan, yang kini dikenal sebagai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Di kawasan ini terdapat banyak gua dengan lukisan tangan dan figur hewan yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun.
Lukisan tertua di dunia bukan sekadar gambar dekoratif. Para peneliti meyakini bahwa lukisan tersebut memiliki fungsi simbolik dan ritual. Beberapa teori menyebutkan bahwa lukisan hewan berkaitan dengan praktik perburuan, sebagai bentuk doa agar perburuan berhasil. Ada pula yang berpendapat bahwa lukisan tersebut menjadi media komunikasi antarkelompok.
Cetakan tangan yang banyak ditemukan di dinding gua juga memiliki makna tersendiri. Teknik pembuatannya dilakukan dengan menempelkan tangan pada dinding gua, kemudian menyemprotkan pigmen di sekelilingnya. Hasilnya adalah siluet tangan yang menjadi tanda kehadiran manusia purba di masa lampau.
Kemampuan menciptakan seni menunjukkan bahwa manusia pada masa itu telah memiliki imajinasi, pemikiran abstrak, serta sistem sosial yang kompleks. Dengan kata lain, lukisan tertua di dunia menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia.
Sebagian besar lukisan tertua di dunia yang ditemukan di Indonesia berada di kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Wilayah ini berjarak sekitar satu hingga dua jam perjalanan darat dari Kota Makassar.
Untuk mencapai lokasi, kamu dapat terbang ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Kabupaten Maros. Beberapa gua memerlukan trekking ringan karena berada di kawasan perbukitan kapur.
Karena sebagian situs berada di area konservasi, akses pengunjung sering kali dibatasi. Biasanya, kamu perlu didampingi pemandu lokal untuk menjaga kelestarian situs.
Thu, 5 Mar 2026

NAM Air
Jakarta (CGK) ke Makassar (UPG)
Mulai dari Rp 1.180.200
Fri, 6 Mar 2026

NAM Air
Jakarta (CGK) ke Makassar (UPG)
Mulai dari Rp 1.247.400
Fri, 6 Mar 2026

Sriwijaya Air
Jakarta (CGK) ke Makassar (UPG)
Mulai dari Rp 1.278.900
Sebagai bagian dari kawasan konservasi dan penelitian arkeologi, beberapa gua dengan lukisan prasejarah tidak selalu dibuka untuk umum. Namun, kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki jam operasional tertentu, umumnya mulai pagi hingga sore hari.
Harga tiket masuk kawasan wisata Bantimurung relatif terjangkau bagi wisatawan domestik. Untuk akses khusus ke gua prasejarah, terkadang diperlukan izin tambahan atau biaya pemandu. Sebaiknya kamu mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung karena kebijakan dapat berubah sesuai kondisi konservasi.
Berikut beberapa fakta menarik yang perlu kamu ketahui:
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki peran penting dalam perkembangan seni manusia purba.
Jika kamu berencana mengunjungi kawasan situs lukisan tertua di dunia di Sulawesi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga Oktober. Pada periode ini, akses menuju gua lebih aman karena jalur tidak licin akibat hujan.
Berikut beberapa tips yang dapat kamu persiapkan:
Kepatuhan terhadap aturan sangat penting karena lukisan prasejarah rentan terhadap kerusakan akibat sentuhan manusia dan perubahan lingkungan.
Selain melihat lukisan tertua di dunia, kamu juga dapat menjelajahi berbagai destinasi menarik di sekitar Maros dan Makassar.
Dengan mengunjungi beberapa tempat tersebut, perjalananmu menjadi lebih lengkap karena memadukan wisata alam, sejarah, dan budaya.
Di Makassar, kamu Juga bisa menjelajahi berbagai tempat wisata dan tempat bersejarah lainnya. Dapatkan tiketnya dengan mudah melalui Traveloka! Klik di bawah ini.
Penemuan lukisan tertua di dunia di Sulawesi mempertegas posisi Indonesia dalam peta arkeologi global. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas manusia purba berkembang di berbagai belahan dunia secara paralel. Indonesia tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga menyimpan warisan budaya yang sangat tua dan bernilai tinggi.
Ke depan, penelitian lanjutan masih terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak fakta mengenai kehidupan manusia purba. Setiap penemuan baru berpotensi mengubah pemahaman tentang asal-usul seni dan budaya manusia.
Melalui pelestarian yang baik, generasi mendatang tetap dapat menyaksikan bukti nyata bahwa kreativitas telah menjadi bagian dari identitas manusia sejak ribuan tahun lalu.
Bagi kamu yang ingin menyaksikan langsung jejak sejarah ini, rencanakan perjalanan dengan matang. Pesan tiket bus atau pesawat menuju Makassar, pilih hotel yang nyaman di sekitar Maros atau pusat kota, serta temukan berbagai aktivitas menarik melalui Traveloka.
Dengan perencanaan yang tepat, pengalaman menjelajahi situs lukisan tertua di dunia akan menjadi perjalanan edukatif yang berkesan sekaligus praktis untuk diatur dalam satu aplikasi perjalanan.
Temukan berbagai jawaban dari kebutuhan traveling-mu, di Traveloka!


















