Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Review Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020): Gempuran Teror Iblis Molokh

Oleh @ulasinema

Sebagai sekuel, film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020) kembali mengusung tema horor yang tidak biasa. Timo Tjahjanto selaku sutradara dan penulis skeario sukses membuat para penonton merasakan ketegangan yang intens sepanjang film.

Adegan dalam film disajikan dengan tempo yang sangat ketat. Kengerian serta ketegangan dalam film seakan “menggempur” jiwa penonton secara terus-menerus. Kendati demikian, film ini tetap menghadirkan warna komedi di beberapa adegannya. Tidak hanya itu, Tjahjanto pun menghadirkan jalan cerita dan teknik penceritaan yang berbeda dari film horror pada umumnya.

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020) merupakan lanjutan dari film dengan nama yang sama. Film garapan Frontier Pictures ini menghadirkan jalan cerita yang dibalut mitologi kuno tentang iblis. Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020) seakan ingin memberikan kesan horror yang jauh lebih menegangkan dari film pertamanya yang rilis pada tahun 2018 lalu.

Dalam pra-rilis film ini, Timo yakin bahwa film ini jauh lebih menegangkan daripada film sebelumnya. Seakan ingin bereksperimen dalam film horror, Timo menghadirkan gaya penceritaan yang menegangkan sekaligus nyeleneh.

Sinopsis Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Alfie (Chelsea Islan) dan Nara (Hadijah Shahab) harus kembali bertempur dengan pasukan iblis. Alih-alih terbebas dari teror, Alfie dan Nara diculik oleh sekumpulan orang tak dikenal. Mereka berpendapat bahwa Alfie merupakan sosok “tangguh” yang mereka cari. Hal ini bukan tanpa alasan, mereka membutuhkannya untuk membantu melepas teror iblis yang menggangu mereka.

Gadis (Widika Sidmore), Budi (Baskara Mahendra), Kristi (Lutesha), Leo (Arya Vasco), Jenar (Shareefa Daanish) dan Martha (Karina Salim) menjelaskan kepada Alfie bahwa hanya dirinyalah yang dapat menjalankan ritual agar mereka terbebas dari sosok Ayub.

Ayub merupakan bapak angkat sekaligus pengasuh yang mati terbakar di panti asuhan semasa mereka kecil. Ia juga pengikut iblis yang sama seperti ayah Alfie.

Melihat penderitaan yang sama dengan dirinya, Alfie pun setuju untuk membantu mereka. Ritual dan mantra dibacakan sesuai arahan Martha. Bukan terlepas dari kutukan, ritual ini justru membangkitkan sosok Ayub secara utuh.

Alfie dan Nara pun akhirnya harus terlibat dalam pertempuran tersebut. Tak hanya Ayub, mereka juga harus berhadapan dengan sosok iblis Molokh yang telah mengincarnya sedari dahulu. Sosok iblis yang siap untuk menjemput nyawa mereka.

Mengusung Tema Satanik Molokh

Pemilihan tema dalam film ini terkesan segar dan berbeda dari film horror pada umumnya. Pasalnya, jika berkaca pada dunia perfilman horror Indonesia, hantu yang diangkat terbatas hanya pada mitologi tradisional yang ada di Indonesia. Unsur satanik Molokh seakan menjadi tonggak baru sekaligus menandakan berkembangnya industri film horror di Indonesia.

Adegan ritual yang ditampilkan pun dibuat meyakinkan dengan pemunculan gambar serta simbol-simbol satanik. Tak hanya itu, jalan cerita dalam film ini pun dibuat sejalan dengan kisah mitologi Molokh sebagai iblis yang membutuhkan pengorbanan anak-anak. Unsur satanik dalam film tidak hanya berperan sebagai pemanis, namun sebagai benang merah dari film sebelumnya.

Sinematografi Nyentrik

Tak dapat dimungkiri bahwa unsur sinematografi memiliki andil yang besar dalam Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Dalam film ini, pengambilan gambar dibuat simpel,tetapi tegas. Pemilihan warna dalam film cenderung redup, seakan menambah kesan horror dan kelam. Pemilihan warna kostum hingga warna latar film didominasi dengan warna gelap.

Transisi adegan dalam film dibuat seminim mungkin. Perpindahan dari satu adegan ke adegan lainnya disajikan tanpa ada teknik fade out, melainkan dengan mengubah kontras warna latar seperti pengubahan latar siang ke malam. Hal ini tentunya akan terasa sedikit tidak nyaman di mata penonton mengingat pengubahan warna yang kontras secara langsung.

Bombardir Ketegangan

Teknik transisi ringkas dirasa cerdas mengingat konsep tempo alurnya yang padat. Layaknya mengulang kesuksesan pada film Rumah Dara (2010), Timo agaknya mencoba formula yang sama pada film ini.

Teror ketegangan tersaji dibuat secara terus-menerus tanpa ada jeda. Bedanya, pada film ini, Timo menyisipkan sedikit komedi. Hal ini tentunya membuat benak penonton seakan dipermainkan.

Selain pada penyajian teror yang secara terus-menerus, ketegangan yang muncul dalam film juga dibuat sangat rapi. Penulisan jalan cerita dibuat sangat mendetail, sebab-akibat adegan di dalam film diberikan secara lengkap. Hal ini membuat film ini kuat secara penceritaan dan tetap tidak mendiskreditkan para penonton yang belum menyaksikan film sebelumnya.

Sebagai sebuah film, Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020) dapat dijadikan pilihan tontonan di akhir pekan. Penyajian film horor yang menarik tentunya meninggalkan kesan unik bagi para penontonnya. Film ini rasanya sayang dilewatkan begitu saja, terlebih bagi Anda penggemar horor. Tertarik menonton filmnya? Pesan tiketnya sekarang di Traveloka Xperience!

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Tags:
Review film
review sebelum iblis menjemput