
Bayangkan Anda baru saja menapakkan kaki di Kota Prabumulih, sebuah kota di Sumatera Selatan yang dikenal sebagai "Kota Nanas". Udara yang hangat membawa serta aroma manis yang khas—aroma karamel alami dari nanas matang yang baru dipetik, bercampur dengan uap gulai yang kaya rempah dari dapur-dapur penduduk lokal. Di sudut-sudut kota, mata Anda akan dimanjakan dengan warna-warna cerah: kuning keemasan nanas, merah menyala sambal terasi, hingga kecokelatan ikan sungai yang diasap. Inilah simfoni visual dan aroma yang mengawali petualangan Anda mengecap makanan khas Prabumulih.
Secara geografis, Prabumulih terletak strategis di antara jalur perlintasan utama Sumatera Selatan. Meskipun tidak memiliki garis pantai, wilayah ini dialiri oleh sungai-sungai yang kaya akan ikan air tawar seperti ikan patin, seluang, dan baung. Namun, keajaiban sesungguhnya terletak pada kesuburan tanahnya yang menghasilkan varietas nanas termanis di Indonesia. Keberadaan nanas ini bukan sekadar komoditas; ia telah meresap ke dalam makanan tradisional Prabumulih, menjadi bahan penyeimbang rasa asam dan manis dalam masakan gulai maupun sambal.
Sejarah gastronomi Prabumulih adalah catatan tentang adaptasi masyarakatnya terhadap kekayaan lahan. Nanas yang melimpah mendorong terciptanya teknik pengolahan inovatif, dari selai hingga sambal buah. Sebagai titik temu berbagai budaya di Sumatera Selatan, kuliner di sini merupakan perpaduan harmonis antara teknik memasak ala Palembang yang elegan dengan bumbu pedas-asam khas pedalaman. Menjelajahi warisan gastronomi di kota ini berarti Anda sedang mencecap dedikasi masyarakatnya dalam memuliakan hasil bumi, menjadikan setiap hidangan sebagai identitas budaya yang kuat dan tak terlupakan.

Cambai

favehotel Prabumulih - South Sumatera

8.0/10
•



Cambai
Rp 775.899
Rp 581.924
Filosofi & Sejarah:
Sambal Nanas adalah representasi paling jujur dari jati diri Prabumulih. Karena ketersediaan Nanas yang melimpah, masyarakat lokal mulai bereksperimen mengganti bahan asam tradisional dengan irisan nanas matang. Sambal ini melambangkan keramahan masyarakat lokal yang menyatukan rasa pedas (semangat) dengan rasa manis (kebaikan hati).
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Kunci utamanya adalah penggunaan Nanas Prabumulih yang sudah matang sempurna (kuning). Nanas tersebut tidak dihancurkan, melainkan dicacah kasar agar teksturnya tetap terasa. Bumbunya terdiri dari cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan Terasi yang dibakar.
Profil Rasa:
Sensasi pertama adalah ledakan pedas yang menggigit, namun seketika dinetralkan oleh sari buah nanas yang manis dan juicy. Ada jejak aroma smoky dari terasi bakar yang membuat rasa sambal ini sangat dalam dan kompleks.
Cara Penyajian:
Wajib disajikan sebagai pendamping ikan goreng atau ayam bakar. Keberadaannya mampu membangkitkan nafsu makan berkali-kali lipat.
Filosofi & Sejarah:
Meskipun pindang dikenal luas di Sumatera Selatan, Prabumulih memiliki ciri khas pada Pindang Tulang-nya. Dahulu, hidangan ini merupakan sajian istimewa saat ada hajatan besar, menggunakan bagian iga sapi yang kaya akan lemak dan sumsum.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Bahan utamanya adalah Tulang Iga Sapi. Rahasia kuahnya yang bening namun kaya rasa adalah teknik merebus tulang dua kali untuk menghilangkan lemak berlebih. Bumbunya menggunakan serai, lengkuas, kunyit, dan asam jawa, ditambah irisan tomat dan cabai merah utuh.
Profil Rasa:
Kuahnya terasa ringan namun gurih (umami) dari kaldu tulang. Ada perpaduan rasa asam dan pedas yang segar, dengan aroma harum dari kemangi yang ditambahkan saat penyajian terakhir.
Cara Penyajian:
Disajikan panas dalam mangkuk besar, lengkap dengan sambal buah dan nasi putih hangat.
Filosofi & Sejarah:
Brengkes adalah istilah lokal untuk pepes. Hidangan ini menggunakan Tempoyak (durian yang difermentasi), yang merupakan bukti kecerdasan masyarakat dalam mengawetkan buah musiman menjadi bumbu masak yang bernilai tinggi.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan Ikan Patin sungai yang gemuk. Bumbu halusnya terdiri dari cabai, kunyit, dan bawang, yang kemudian dicampur dengan Tempoyak. Rahasianya adalah teknik mengukus (brengkes) di dalam daun pisang hingga bumbu meresap sempurna ke serat daging ikan.
Profil Rasa:
Ini adalah hidangan bagi pecinta rasa yang "berani". Perpaduan antara rasa asam fermentasi, manis khas durian, gurihnya ikan patin, dan pedas cabai menciptakan sensasi yang unik dan menantang.
Cara Penyajian:
Disajikan dengan daun pisang yang sedikit gosong (karena dibakar setelah dikukus) untuk menambah aroma aromatik.
Filosofi & Sejarah:
"Tahok" berarti daun singkong, dan "Tutok" berarti ditumbuk. Hidangan ini merupakan cerminan gaya hidup masyarakat agraris di Prabumulih yang memanfaatkan tanaman pagar menjadi hidangan yang sangat lezat.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Hanya menggunakan Daun Singkong muda pilihan. Rahasianya adalah proses menumbuk daun hingga halus namun tidak berair, lalu ditumis dengan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit yang cukup banyak.
Profil Rasa:
Berbeda dengan sayur daun singkong bersantan, Tahok Tutok terasa lebih ringan dengan tekstur yang lembut. Ada rasa gurih alami dan sedikit rasa pahit khas daun singkong yang justru menambah kelezatan.
Cara Penyajian:
Sangat cocok menjadi lauk pendamping pindang atau ikan asin.
Filosofi & Sejarah:
Ikan Patin adalah primadona di sungai-sungai Sumatera Selatan. Di Prabumulih, Pindang Patin sering ditambahi irisan nanas, menegaskan kembali identitas kota tersebut ke dalam kuah pindang yang ikonik.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Ikan Patin sungai yang dipotong besar-besar. Rahasia kuahnya adalah penggunaan bumbu yang dipanggang terlebih dahulu sebelum direbus. Penambahan irisan nanas memberikan rasa asam yang lebih aromatik dibandingkan hanya menggunakan asam jawa.
Profil Rasa:
Segar, asam, dan pedas. Daging patin yang lembut dan berlemak menyerap kuah rempah, menciptakan rasa yang meleleh di mulut tanpa rasa amis sedikit pun.
Cara Penyajian:
Disajikan dengan mangkuk terpisah, lengkap dengan piring kecil berisi sambal nanas.
Filosofi & Sejarah:
Sebagai penghasil nanas terbesar, selai nanas menjadi produk turunan yang paling dibanggakan. Selai ini bukan sekadar olesan roti, tapi bagian dari pergerakan ekonomi mikro masyarakat Prabumulih.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Hanya menggunakan Nanas Prabumulih varietas tertentu yang memiliki kadar air rendah dan gula tinggi. Rahasianya adalah proses pengadukan manual di atas api kecil selama berjam-jam tanpa tambahan pengawet.
Profil Rasa:
Manis legit dengan tekstur serat buah yang masih terasa. Warnanya cokelat keemasan gelap, menandakan proses karamelisasi gula alami yang sempurna.
Cara Penyajian:
Sering dijadikan isian Nastar khas Prabumulih yang terkenal lembut dan lumer.
Filosofi & Sejarah:
Inovasi kuliner modern yang tetap menjaga kearifan lokal. Bolu ini menjadi simbol adaptasi kuliner tradisional ke dalam bentuk yang lebih modern dan universal.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Kue bolu yang menggunakan banyak kuning telur agar lembut. Rahasianya terletak pada olesan Selai Nanas buatan sendiri di dalamnya, yang memberikan kontras rasa segar di tengah manisnya roti.
Profil Rasa:
Lembut, ringan, dengan kejutan rasa asam-manis yang menyegarkan di setiap gulungannya.
Cara Penyajian:
Dipotong melintang, disajikan sebagai teman minum teh sore hari.
Budaya makan di Prabumulih sangat dipengaruhi oleh adat istiadat Sumatera Selatan yang menjunjung tinggi kebersamaan. Salah satu tradisi yang masih bertahan adalah Ngobeng atau Nyorong. Ini adalah tradisi melayani tamu saat hajatan besar, di mana hidangan diletakkan di tengah-tengah kelompok orang yang duduk bersila. Setiap hidangan, mulai dari Pindang hingga Sambal Nanas, disajikan dalam piring-piring kecil untuk dinikmati bersama.
Meskipun hidangan seperti Pindang dan Sambal Nanas merupakan menu harian, namun saat perayaan seperti Lebaran atau pernikahan, porsinya akan bertambah berkali-kali lipat. Ada rasa bangga bagi tuan rumah jika tamu-tamunya berkeringat karena pedasnya sambal nanas dan segarnya kuah pindang. Budaya makan di sini mengajarkan bahwa makanan adalah cara terbaik untuk merayakan kehidupan dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Menikmati makanan tradisional Prabumulih secara otentik memerlukan beberapa tips rahasia:
Rencanakan Petualangan Kuliner Anda Bersama Traveloka!
Sudah terbayang kelezatan Sambal Nanas dan segarnya Pindang Tulang? Perjalanan kuliner ke Prabumulih kini jauh lebih praktis dengan Traveloka. Anda dapat memesan tiket pesawat menuju Palembang (Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II) dan melanjutkan perjalanan darat singkat menuju Prabumulih.
Melalui Traveloka, Anda juga dapat memesan hotel yang dekat dengan pusat kuliner di jantung kota Prabumulih. Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk menemukan layanan sewa mobil agar Anda bebas menjelajahi setiap sudut kota demi mencari cita rasa yang paling otentik. Mari buat perjalanan Anda ke Sumatera Selatan menjadi sebuah kisah rasa yang tak terlupakan bersama Traveloka!
Thu, 26 Mar 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Palembang (PLM)
Mulai dari Rp 494.800
Fri, 27 Mar 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Palembang (PLM)
Mulai dari Rp 780.100
Mon, 30 Mar 2026

Lion Air
Batam (BTH) ke Palembang (PLM)
Mulai dari Rp 705.700











