
Bayangkan Anda sedang berdiri di kaki Gunung Sibayak, di mana udara dingin Tanah Karo membelai kulit dengan lembut. Di kejauhan, kepulan uap dari dapur rumah panggung kayu membawa aroma yang begitu spesifik: wangi getir Andaliman yang menyengat namun menggoda, beradu dengan aroma sitrus dari Kincung (kecombrang) yang segar. Di atas meja kayu panjang, tersaji hidangan berwarna kuning keemasan yang kental, dikelilingi oleh suwiran daging ayam yang lembut dan sayuran hijau yang masih renyah. Inilah pintu gerbang menuju makanan khas Suku Karo, sebuah simfoni gastronomi yang lahir dari kekayaan tanah vulkanik yang subur.
Secara geografis, Kabupaten Karo di Sumatera Utara terletak di dataran tinggi yang diberkati dengan tanah andosol yang sangat subur. Kondisi ini menjadikan suku Karo sebagai agraris ulung. Letak pegunungan ini sangat memengaruhi bahan baku makanan tradisional Suku Karo. Berbeda dengan daerah pesisir yang kaya akan seafood, dapur Karo didominasi oleh hasil bumi seperti jagung, berbagai jenis sayuran mayur, kacang-kacangan, dan ternak seperti ayam kampung atau babi. Penggunaan rempah-rempah yang berani bukan sekadar bumbu, melainkan cara alami masyarakat setempat untuk menghangatkan tubuh di tengah suhu udara yang dingin.
Sejarah gastronomi Karo adalah catatan tentang adaptasi dan kearifan lokal. Setiap hidangan merupakan identitas yang menceritakan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur. Penggunaan teknik memasak perlahan (slow cooking) dan pemanfaatan bahan-bahan hutan seperti asam cikala menunjukkan betapa eratnya suku Karo dengan ekosistem sekitarnya. Menjelajahi kuliner Karo berarti Anda sedang mencecap sari pati sejarah dari sebuah suku yang memegang teguh adat istiadatnya dalam setiap suapan.

Berastagi

Mikie Holiday Resort

8.2/10
•




Berastagi
Rp 1.250.000
Rp 1.159.939
Filosofi & Sejarah:
Secara harfiah, "Tasak" berarti masak dan "Telu" berarti tiga. Hidangan ini merupakan representasi kesederhanaan namun penuh gizi. Tasak Telu biasanya disajikan dalam acara syukuran sebagai simbol kelimpahan berkat dari Tuhan atas hasil panen.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Hidangan ini terdiri dari tiga komponen utama: Ayam rebus bumbu rempah, sayuran (biasanya daun singkong atau jantung pisang), dan saus kental yang terbuat dari kaldu ayam rebusan yang dicampur dengan darah ayam (atau alternatif tanpa darah menggunakan kelapa sangrai dan kemiri). Bumbu rahasianya adalah Andaliman dan Kincung yang memberikan aroma aromatik yang kuat.
Profil Rasa:
Ada ledakan rasa gurih dari kaldu kental yang menyatu dengan sensasi getir di lidah akibat andaliman. Tekstur daging ayam kampungnya liat namun lembut, memberikan kepuasan saat dikunyah.
Cara Penyajian:
Wajib disajikan dengan nasi putih panas dan sambal terasi khas Karo yang pedas asam.
Filosofi & Sejarah:
Cipera adalah cermin dari Tanah Karo sebagai lumbung jagung. Dahulu, masakan ini adalah cara kreatif para ibu untuk mengolah ayam dengan bahan karbohidrat lokal agar lebih mengenyangkan bagi keluarga besar.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Bahan utamanya adalah daging ayam (biasanya ayam kampung) yang dimasak dengan kuah santan kental. Rahasia keunikannya terletak pada penambahan Tepung Jagung yang digongseng (disangrai) hingga wangi, kemudian dimasukkan ke dalam kuah sehingga tekstur kuahnya menjadi sangat kental dan sedikit berpasir.
Profil Rasa:
Sangat gurih dengan aroma jagung bakar yang halus. Kuahnya yang kental menyelimuti daging ayam dengan rasa rempah kunyit dan serai yang dominan.
Cara Penyajian:
Disajikan sebagai lauk utama, paling nikmat saat kuahnya yang hangat disiramkan ke atas nasi.
Filosofi & Sejarah:
Meskipun dikenal juga di suku Batak Toba, Arsik versi Karo memiliki ciri khas tersendiri. Bagi suku Karo, menyajikan ikan mas dalam jumlah tertentu (biasanya ganjil) memiliki makna doa agar orang yang memakannya mendapatkan panjang umur dan rezeki yang mengalir seperti air sungai.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan Ikan Mas segar dari danau atau sungai. Bumbunya sangat kompleks, menggunakan Asam Cikala (buah kecombrang), lengkuas, dan andaliman. Teknik memasaknya adalah "dikeringkan" di atas api kecil hingga airnya habis dan bumbu meresap sempurna ke dalam duri ikan.
Profil Rasa:
Rasa pedas, asam, dan getir bersatu padu. Daging ikannya sangat lembut namun bumbunya memberikan sensasi tajam yang membersihkan langit-langit mulut.
Cara Penyajian:
Disajikan utuh di atas piring besar, seringkali dalam upacara adat pernikahan atau memasuki rumah baru.
Filosofi & Sejarah:
Manuk Getah adalah masakan ayam yang menggunakan darah ayam sebagai pengental sausnya. Ini adalah hidangan "pria" di Tanah Karo, sering dimasak bersama-sama saat berkumpul di los (balai desa).
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Ayam kampung dipanggang terlebih dahulu, lalu dimasak kembali dengan bumbu halus. Darah ayam (getah) diaduk perlahan ke dalam kuali agar tidak menggumpal. Rempah seperti lada, jahe, dan andaliman digunakan dalam dosis tinggi untuk menghilangkan bau amis.
Profil Rasa:
Rasanya sangat dalam dan umami. Tekstur sausnya velvety (seperti beludru) dengan aroma panggangan yang samar.
Cara Penyajian:
Dinikmati dengan nasi putih dan biasanya dibarengi dengan minuman hangat.
Filosofi & Sejarah:
Ini adalah hidangan paling unik dan menantang bagi pelancong kuliner. Pagit-pagit dibuat dari sari rumput yang ada di dalam lambung sapi atau kerbau yang belum dicerna. Bagi suku Karo, ini adalah obat alami untuk pencernaan dan simbol penghormatan tertinggi bagi tamu.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Rumput dari lambung tersebut diperas sarinya, lalu direbus berkali-kali dengan bumbu yang sangat kuat seperti kulit pohon kayu manis, serai, dan jahe untuk menghilangkan aroma mentah. Daging sapi atau kerbau ditambahkan sebagai protein.
Profil Rasa:
Ada sensasi pahit yang unik di awal, namun berakhir dengan rasa manis alami di kerongkongan (aftertaste). Aromanya sangat khas rempah hutan.
Cara Penyajian:
Disajikan panas dalam mangkuk kecil sebagai sup pembuka atau lauk pendamping.
Filosofi & Sejarah:
Jika masakan utama Karo didominasi rasa pedas dan gurih, Cimpa adalah penyeimbangnya. Kue tradisional ini wajib ada dalam setiap pesta adat Kerja Tahun (pesta panen).
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Terbuat dari tepung ketan hitam atau putih. Isiannya (inti) terdiri dari kelapa parut dan gula merah. Rahasianya adalah pembungkusnya menggunakan daun pisang yang sudah dilayukan di atas api, memberikan aroma khas saat dikukus.
Profil Rasa:
Manis, legit, dan kenyal. Rasa gula merahnya yang pekat memberikan energi instan.
Cara Penyajian:
Disajikan sebagai camilan saat jeda upacara adat atau sebagai teman minum kopi Sidikalang.
Filosofi & Sejarah:
"Nurung" berarti ikan dan "Kerung" berarti dibungkus/dipepes. Ini adalah cara praktis masyarakat Karo mengolah hasil sungai agar bumbunya tidak terbuang.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan ikan air tawar yang dibumbui dengan irisan tomat, bawang merah, dan banyak sekali daun kemangi. Rahasianya adalah ikan dibungkus daun pisang berlapis-lapis dan dibakar di bawah abu panas (bukan di atas api langsung) sehingga matang perlahan.
Profil Rasa:
Sangat aromatik, berair, dan bumbunya sangat meresap. Rasa asam segar dari tomat mendominasi.
Cara Penyajian:
Dibuka sesaat sebelum dimakan agar aroma aslinya meledak keluar.
Di Tanah Karo, kegiatan makan bukan sekadar aktivitas biologis, melainkan medium untuk mempererat Merga Silima (lima klan besar). Salah satu tradisi yang paling menonjol adalah Makan Bersama saat upacara adat besar. Dalam tradisi ini, tidak ada perbedaan status sosial; semua orang duduk bersila di atas tikar pandan (amak).
Makanan tradisional Suku Karo memiliki peran yang sangat spesifik. Misalnya, dalam upacara Pesta Kerja Tahun, setiap rumah tangga akan memasak Cimpa dan Tasak Telu dalam porsi besar untuk dibagikan kepada tamu siapa pun yang datang, bahkan orang asing sekalipun. Ini mencerminkan sifat inklusif dan keramahtamahan masyarakat Karo. Selain itu, ada tradisi membawa makanan dalam sumpit (tas anyaman) sebagai buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat, yang disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tuan rumah. Kuliner bagi suku Karo adalah bahasa kasih dan jembatan silaturahmi yang tidak pernah putus.
Menjelajahi destinasi kuliner di Karo membutuhkan sedikit keberanian untuk mencoba rasa baru. Berikut tips untuk Anda:
Rencanakan Petualangan Kuliner Anda Bersama Traveloka!
Ingin merasakan getirnya andaliman langsung di bawah bayang-bayang Gunung Sinabung? Traveloka siap memudahkan perjalanan Anda ke Sumatera Utara. Pesan tiket pesawat menuju Bandara Kualanamu melalui Traveloka untuk mendapatkan penawaran harga terbaik.
Setelah mendarat, Anda bisa langsung menyewa mobil atau memesan bus menuju Berastagi melalui Traveloka. Jangan lupa pilih hotel atau villa di Berastagi yang dekat dengan pusat kuliner agar Anda bisa berburu hidangan hangat di malam hari. Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk memesan paket tur hiking ke Gunung Sibayak yang biasanya diakhiri dengan makan siang Tasak Telu di desa wisata. Mari buat cerita perjalanan yang menggugah selera bersama Traveloka!
Thu, 26 Mar 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 1.044.600
Sun, 29 Mar 2026

Lion Air
Batam (BTH) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 1.033.500
Sun, 19 Apr 2026

Batik Air Malaysia
Kuala Lumpur (KUL) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 720.068















