
source foto: SDN 28 Bima Kota
Bima, yang terletak di bagian timur Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki karakteristik topografi yang didominasi oleh perbukitan karst, lembah kering, dan pesisir teluk yang eksotis. Wilayah ini dikenal dengan iklim tropis semi-kering (savana) yang memiliki intensitas cahaya matahari tinggi. Dalam perspektif etnografer, arsitektur rumah adat Bima adalah hasil dialektika antara kebutuhan akan ruang sejuk di tengah cuaca panas dan resiliensi terhadap dinamika geologis wilayah yang berada di zona cincin api.
Adaptasi bentuk bangunan di Bima berfokus pada efisiensi termal dan sirkulasi udara. Struktur panggung (pile dwelling) tidak hanya berfungsi untuk menghindari banjir atau serangan binatang, tetapi secara teknis menciptakan rongga udara di bawah lantai yang memungkinkan pendinginan pasif (passive cooling). Penggunaan material lokal seperti kayu jati tua dan atap alang-alang berlapis tebal menjadi kunci ketahanan bangunan. Alang-alang bertindak sebagai insulator panas yang sangat mumpuni, memastikan interior rumah tetap sejuk meski suhu luar mencapai puncaknya. Secara struktural, pondasi batu umpak yang digunakan dalam rumah tradisional Bima memungkinkan bangunan bergeser secara elastis saat terjadi gempa bumi, sebuah kecerdasan vernakular yang membuat hunian ini bertahan melintasi abad di bentang alam yang menantang.

Mpunda

Marina Inn Bima

8.6/10
Mpunda
Rp 742.573
Rp 556.930
Masyarakat etnis Mbojo (Bima) mengembangkan variasi hunian yang memiliki spesialisasi fungsi, mulai dari kebutuhan domestik hingga simbol kekuasaan kerajaan.
Uma Lengge adalah ikon paling sakral dalam tipologi arsitektur rumah adat Bima. Secara visual, bentuknya sangat distingtif dengan atap yang sekaligus berfungsi sebagai dinding.
Uma Jame adalah model rumah panggung yang digunakan sebagai kediaman keluarga besar sehari-hari dengan dimensi yang lebih luas.
Asi Pito (Istana Tujuh) mewakili puncak kasta arsitektur di Bima, mencerminkan kejayaan Kesultanan Bima di masa lalu.
Arsitektur rumah tradisional Bima menawarkan solusi cerdas bagi isu keberlanjutan masa kini. Penggunaan atap alang-alang dan struktur kayu jati adalah contoh nyata penggunaan material dengan jejak karbon rendah. Struktur Uma Lengge, secara teknis, sangat efisien dalam penggunaan lahan; ia menggabungkan hunian dan penyimpanan pangan dalam satu tapak bangunan yang kecil namun vertikal.
Dalam adaptasi modern, prinsip ventilasi alami dari rumah panggung Bima mulai diaplikasikan pada pembangunan penginapan dan resor ramah lingkungan di kawasan wisata Pantai Lariti. Arsitek kini mulai melirik kembali sistem pasak kayu Bima sebagai solusi konstruksi tahan gempa yang estetis, membuktikan bahwa teknologi etnografer masa lalu tetap relevan untuk menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
Sun, 5 Apr 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 2.247.900
Thu, 16 Apr 2026

TransNusa
Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.092.700
Thu, 23 Apr 2026

Wings Air
Lombok (LOP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.366.800
Bagi Anda pecinta sejarah dan arsitektur, berikut adalah lokasi terbaik untuk melihat warisan Bima secara langsung:
Rencanakan Eksplorasi Budaya Anda di Bima Bersama Traveloka
Melihat langsung ketangguhan Uma Lengge di puncak bukit adalah pengalaman yang akan mengubah perspektif Anda tentang kearifan lokal. Rencanakan perjalanan Anda bersama Traveloka. Pesan Tiket Pesawat menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (BMU) langsung dari aplikasi.
Temukan pilihan Hotel terbaik di Bima dengan fasilitas lengkap dan harga kompetitif. Nikmati kemudahan fitur Easy Reschedule untuk fleksibilitas rencana perjalanan Anda, serta berbagai metode pembayaran yang aman, termasuk PayLater. Bagi pengguna baru, jangan lewatkan promo spesial untuk pesanan pertama Anda. Gunakan Traveloka Xperience untuk memesan paket wisata keliling Desa Maria demi melihat kemegahan arsitektur vernakular Bima secara dekat.
d










