Snapshot Budaya: Rumah Adat Bima dalam Sekilas

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

source foto: SDN 28 Bima Kota

Nama Utama: Uma Lengge (Lumbung/Hunian Kerucut), Uma Jame (Rumah Panggung Umum), dan Asi Pito (Istana Kerajaan Bima).
Material Dominan: Kayu jati atau kayu pohon bima, bambu, atap alang-alang atau ijuk, dan pondasi batu alam (umpak).
Ciri Khas Arsitektur: Struktur panggung (stilt house) dengan bentuk atap kerucut yang menjulang (lengge), penggunaan sistem pasak kayu tanpa paku logam, serta elevasi lantai yang sangat tinggi sebagai proteksi termal dan keamanan.
Nilai Filosofis Utama: Representasi kosmologi Mbojo yang menjunjung tinggi ketahanan pangan (agraris), hubungan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta, serta stratifikasi sosial yang tertuang dalam jumlah tiang dan luas bangunan.
Fungsi Utama: Hunian keluarga, tempat penyimpanan hasil pertanian (gabah), pusat pertahanan dari gangguan fauna liar, dan manifestasi identitas etnis masyarakat Bima di Pulau Sumbawa.

Pendahuluan Arsitektur & Lanskap: Adaptasi di Tanah Matahari

Bima, yang terletak di bagian timur Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki karakteristik topografi yang didominasi oleh perbukitan karst, lembah kering, dan pesisir teluk yang eksotis. Wilayah ini dikenal dengan iklim tropis semi-kering (savana) yang memiliki intensitas cahaya matahari tinggi. Dalam perspektif etnografer, arsitektur rumah adat Bima adalah hasil dialektika antara kebutuhan akan ruang sejuk di tengah cuaca panas dan resiliensi terhadap dinamika geologis wilayah yang berada di zona cincin api.

Adaptasi bentuk bangunan di Bima berfokus pada efisiensi termal dan sirkulasi udara. Struktur panggung (pile dwelling) tidak hanya berfungsi untuk menghindari banjir atau serangan binatang, tetapi secara teknis menciptakan rongga udara di bawah lantai yang memungkinkan pendinginan pasif (passive cooling). Penggunaan material lokal seperti kayu jati tua dan atap alang-alang berlapis tebal menjadi kunci ketahanan bangunan. Alang-alang bertindak sebagai insulator panas yang sangat mumpuni, memastikan interior rumah tetap sejuk meski suhu luar mencapai puncaknya. Secara struktural, pondasi batu umpak yang digunakan dalam rumah tradisional Bima memungkinkan bangunan bergeser secara elastis saat terjadi gempa bumi, sebuah kecerdasan vernakular yang membuat hunian ini bertahan melintasi abad di bentang alam yang menantang.

Mpunda

Marina Inn Bima

8.6/10

Mpunda

Rp 742.573

Rp 556.930

Eksplorasi Mendalam Jenis-Jenis Rumah Adat Bima

Masyarakat etnis Mbojo (Bima) mengembangkan variasi hunian yang memiliki spesialisasi fungsi, mulai dari kebutuhan domestik hingga simbol kekuasaan kerajaan.

1. Uma Lengge: Mahakarya Kerucut dan Ketahanan Pangan

Uma Lengge adalah ikon paling sakral dalam tipologi arsitektur rumah adat Bima. Secara visual, bentuknya sangat distingtif dengan atap yang sekaligus berfungsi sebagai dinding.

Nama & Filosofi: Uma berarti rumah, dan Lengge berarti mengerucut atau menjulang tinggi. Filosofinya mencerminkan kemakmuran; semakin tinggi sebuah Lengge, semakin besar kapasitas penyimpanan hasil bumi dan semakin terhormat keluarga tersebut.
Struktur Kaki: Berdiri di atas empat tiang utama yang bertumpu pada batu lempeng. Tiang ini dilengkapi dengan piringan kayu besar (ratu) untuk mencegah hama pengerat masuk ke ruang atas.
Badan & Kepala: Keunikan Uma Lengge terletak pada integrasi badan dan atap. Dinding luar terbuat dari bambu atau alang-alang yang menempel langsung pada rangka atap kerucut.
Anatomi Bangunan (Teknis):
Pembagian Ruang (Zonasi): Terdiri dari tiga tingkat. Tingkat pertama untuk menerima tamu, tingkat kedua untuk tempat tidur, dan tingkat ketiga (paling atas) berfungsi sebagai lumbung gabah.
Ornamen: Umumnya polos, mengandalkan tekstur anyaman bambu dan alang-alang yang melambangkan kesederhanaan hidup masyarakat agraris.

2. Uma Jame: Arsitektur Hunian Masyarakat Umum

Uma Jame adalah model rumah panggung yang digunakan sebagai kediaman keluarga besar sehari-hari dengan dimensi yang lebih luas.

Nama & Filosofi: Jame merujuk pada bentuk yang lebih melebar dan fungsional. Rumah ini melambangkan keterbukaan masyarakat Bima terhadap tamu dan semangat kekeluargaan.
Anatomi Bangunan (Teknis): Menggunakan konstruksi rangka kayu yang lebih kompleks. Dindingnya menggunakan papan kayu jati yang dipasang dengan sistem sipat (horizontal). Atapnya berbentuk limasan dengan material ijuk atau seng (pada adaptasi yang lebih baru).
Teras (Doro): Ruang publik untuk berinteraksi dengan tetangga.
Ruang Utama: Terbagi menjadi bilik-bilik tidur berdasarkan hierarki keluarga.
Area Bawah (Kolong): Digunakan untuk menenun kain tenun khas Bima (Tembe Nggoli) atau menyimpan alat pertanian.
Zonasi Ruang:

3. Asi Pito: Istana Raja dan Otoritas Arsitektur

Asi Pito (Istana Tujuh) mewakili puncak kasta arsitektur di Bima, mencerminkan kejayaan Kesultanan Bima di masa lalu.

Nama & Filosofi: Asi berarti Istana, dan Pito merujuk pada jumlah tiang atau tingkatan tertentu. Filosofinya adalah pusat mikrokosmos, di mana raja dianggap sebagai pelindung rakyat dan penegak hukum Islam.
Anatomi Bangunan (Teknis): Mengadopsi perpaduan gaya lokal dan pengaruh kolonial-Islam. Menggunakan tiang-tiang kayu jati berukuran raksasa. Atapnya memiliki ornamen mahkota yang disebut Ponto, simbol kekuasaan tertinggi.
Pembagian Ruang (Zonasi): Memiliki balai pertemuan yang sangat luas (Majelis) dan ruang-ruang sakral tempat penyimpanan benda pusaka kerajaan.
Ornamen & Simbolisme: Ukiran bunga-bungaan (flora) mendominasi, menunjukkan pengaruh Islam yang kuat dalam seni rupa Bima yang menghindari motif makhluk bernyawa.

Nilai Keberlanjutan & Adaptasi Modern

Arsitektur rumah tradisional Bima menawarkan solusi cerdas bagi isu keberlanjutan masa kini. Penggunaan atap alang-alang dan struktur kayu jati adalah contoh nyata penggunaan material dengan jejak karbon rendah. Struktur Uma Lengge, secara teknis, sangat efisien dalam penggunaan lahan; ia menggabungkan hunian dan penyimpanan pangan dalam satu tapak bangunan yang kecil namun vertikal.

Dalam adaptasi modern, prinsip ventilasi alami dari rumah panggung Bima mulai diaplikasikan pada pembangunan penginapan dan resor ramah lingkungan di kawasan wisata Pantai Lariti. Arsitek kini mulai melirik kembali sistem pasak kayu Bima sebagai solusi konstruksi tahan gempa yang estetis, membuktikan bahwa teknologi etnografer masa lalu tetap relevan untuk menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

Terbang Bersama Traveloka

Sun, 5 Apr 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 2.247.900

Thu, 16 Apr 2026

TransNusa

Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.092.700

Thu, 23 Apr 2026

Wings Air

Lombok (LOP) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.366.800

Panduan Wisata Budaya (Traveloka Integration)

Bagi Anda pecinta sejarah dan arsitektur, berikut adalah lokasi terbaik untuk melihat warisan Bima secara langsung:

1.
Desa Wisata Maria (Wawo): Lokasi terbaik untuk melihat deretan Uma Lengge yang masih terjaga keasliannya di perbukitan.
2.
Asi Mbojo (Museum Asi Pito): Terletak di pusat Kota Bima, tempat Anda bisa membedah arsitektur megah peninggalan Kesultanan Bima.
3.
Kampung Adat Donggo: Menampilkan variasi rumah adat masyarakat pegunungan yang unik.

Rencanakan Eksplorasi Budaya Anda di Bima Bersama Traveloka

Melihat langsung ketangguhan Uma Lengge di puncak bukit adalah pengalaman yang akan mengubah perspektif Anda tentang kearifan lokal. Rencanakan perjalanan Anda bersama Traveloka. Pesan Tiket Pesawat menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (BMU) langsung dari aplikasi.

Temukan pilihan Hotel terbaik di Bima dengan fasilitas lengkap dan harga kompetitif. Nikmati kemudahan fitur Easy Reschedule untuk fleksibilitas rencana perjalanan Anda, serta berbagai metode pembayaran yang aman, termasuk PayLater. Bagi pengguna baru, jangan lewatkan promo spesial untuk pesanan pertama Anda. Gunakan Traveloka Xperience untuk memesan paket wisata keliling Desa Maria demi melihat kemegahan arsitektur vernakular Bima secara dekat.

d

Dalam Artikel Ini

• Pendahuluan Arsitektur & Lanskap: Adaptasi di Tanah Matahari
• Eksplorasi Mendalam Jenis-Jenis Rumah Adat Bima
• 1. Uma Lengge: Mahakarya Kerucut dan Ketahanan Pangan
• 2. Uma Jame: Arsitektur Hunian Masyarakat Umum
• 3. Asi Pito: Istana Raja dan Otoritas Arsitektur
• Nilai Keberlanjutan & Adaptasi Modern
• Panduan Wisata Budaya (Traveloka Integration)

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Sun, 5 Apr 2026
Lion Air
Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 2.247.900
Pesan Sekarang
Thu, 16 Apr 2026
TransNusa
Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.092.700
Pesan Sekarang
Thu, 23 Apr 2026
Wings Air
Lombok (LOP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.366.800
Pesan Sekarang

Jelajahi Keindahan Bima

Bima

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan