Snapshot Budaya: Pakaian Adat Bima dalam Sekilas

Mas Bellboy
Waktu baca 2 menit
Nama Utama: Rimpu (Wanita) dan Katente Tembe (Pria).
Wastra Ikonik: Tembe Nggoli, kain tenun khas Mbojo yang bersifat glossy dan kuat.
Material: Serat kapas (katun) pilihan dan benang perak/emas (untuk songket).
Makna Simbolis: Menjunjung tinggi syariat Islam, perlindungan martabat wanita, dan ketaatan pada adat Maja Labo Dahu.

Pendahuluan: Estetika "Dana Mbojo" di Bawah Matahari Tropis

Bima, atau yang secara etnik dikenal sebagai Tanah Mbojo, merupakan wilayah di ujung timur Pulau Sumbawa dengan karakteristik iklim semi-arid yang kering dan terik. Kondisi geografis ini sangat memengaruhi pakaian adat Bima yang mengutamakan material katun sejuk namun memiliki kerapatan tenun tinggi untuk melindungi kulit dari radiasi surya.

Evolusi baju tradisional Bima merekam jejak sejarah perdagangan maritim yang dinamis, di mana benang sutra dari Tiongkok dan pengaruh modesty dari jazirah Arab bersentuhan dengan teknik lokal. Sejak Kesultanan Bima memeluk Islam pada abad ke-17, estetika busana mengalami pergeseran signifikan menuju bentuk yang lebih tertutup namun tetap megah.

Persentuhan budaya Bugis-Makassar juga memberikan warna pada teknik pola potong dan penggunaan warna-warna cerah yang melambangkan keberanian. Di sini, busana bukan sekadar tekstil, melainkan sebuah identitas visual yang membedakan masyarakat pegunungan dengan pesisir, serta bangsawan dengan rakyat jelata dalam harmoni religiusitas.

Mpunda

Marina Inn Bima

8.6/10

Mpunda

Rp 474.819

Eksplorasi Mendalam Anatomi Busana

1. Busana Utama Wanita: Rimpu

Tekstilogi & Material: Terbuat dari dua lembar kain Tembe Nggoli (sarung tenun Mbojo) berbahan kapas. Proses pembuatannya menggunakan alat tenun tradisional dengan teknik ikat pakan untuk menciptakan kilau alami tanpa serat sintetis.

Anatomi & Potongan: Uniknya, Rimpu adalah busana tanpa jahitan sama sekali. Teknik penggunannya murni menggunakan draperi manual; satu kain melilit pinggang sebagai bawahan, dan kain lainnya melilit kepala hingga hanya menyisakan celah mata (Rimpu Mpida) atau terbuka wajah (Rimpu Colo).

Filosofi & Strata: Rimpu Mpida diperuntukkan bagi wanita lajang sebagai simbol kesucian, sedangkan Rimpu Colo bagi wanita yang sudah menikah. Secara filosofis, Rimpu adalah manifestasi ketaatan pada syariat Islam sekaligus perlindungan terhadap kehormatan diri.

2. Penutup Kepala Pria: Sambolo

Tekstilogi & Material: Menggunakan kain tenun bermotif garis atau kotak-kotak kecil dengan teknik tenun pakan tambahan. Serat katunnya diproses agar memiliki tekstur kaku guna mempertahankan bentuk saat dililitkan di kepala.

Anatomi & Potongan: Berupa kain persegi yang dililitkan secara asimetris dengan teknik simpul tertentu di bagian depan atau samping. Lipatan ini tidak permanen, memungkinkan penyesuaian fungsional sesuai kebutuhan perlindungan dari panas bumi Bima.

Filosofi & Strata: Cara melilitkan Sambolo dan arah ujung kainnya menunjukkan status sosial pemakainya. Para tetua adat atau bangsawan biasanya memiliki teknik lilitan yang lebih kompleks dan rapi dibandingkan masyarakat umum.

3. Bawahan Pria: Katente Tembe

Tekstilogi & Material: Menggunakan Tembe Nggoli dengan kerapatan benang tinggi yang memberikan efek sejuk. Teknik pewarnaannya seringkali menggunakan bahan organik seperti tarum atau kulit kayu untuk mendapatkan warna bumi yang pekat.

Anatomi & Potongan: Sarung dililitkan di pinggang dengan teknik lilitan kuat di bagian perut, biasanya panjangnya hingga sedikit di bawah lutut atau mata kaki. Potongannya longgar untuk memberikan mobilitas maksimal bagi pria Bima dalam berkuda atau bertani.

Filosofi & Strata: Penggunaan warna gelap melambangkan keteguhan batin, sedangkan motif Nggoli yang berkilau emas mencerminkan kemakmuran. Fungsi pakaian adat Bima di sini adalah sebagai simbol kesiapan seorang pria untuk melindungi klan dan keluarganya.

Terbang Bersama Traveloka

Thu, 6 Aug 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)

Mulai dari Rp 931.100

Wed, 5 Aug 2026

Lion Air

Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)

Mulai dari Rp 727.300

Wed, 5 Aug 2026

Batik Air

Jakarta (HLP) ke Surabaya (SUB)

Mulai dari Rp 1.118.000

Aksesori & Perhiasan (Pelengkap Simbolis)

Keunikan pakaian adat Bima terletak pada penggunaan Sambari, sejenis selendang tenun yang disampirkan di bahu untuk acara formal. Selain itu, pria Bima sering menyertakan Pasa (keris) yang ditempa dari baja pilihan dengan gagang kayu berukir motif flora.

Perhiasan logam mulia seperti kalung bersusun dan gelang besar biasanya hanya muncul dalam busana pengantin atau upacara kebesaran Kesultanan. Logam ini dibuat dengan teknik sepuh dan tempa tradisional yang menunjukkan kemakmuran peradaban maritim Mbojo masa silam.

Nilai Keberlanjutan & Revitalisasi Modern

Kini, kain Tembe Nggoli bertransformasi menjadi pilar Sustainable Fashion melalui penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan. Serat sintetis mulai dikurangi untuk mengembalikan kualitas tenun organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

Revitalisasi modern terlihat dalam festival budaya tahunan "Rimpu Mbojo", di mana ribuan wanita berparade mengenakan Rimpu. Inovasi juga dilakukan dengan mengubah sarung tenun menjadi gaun kontemporer atau kemeja kantor, memastikan filosofi pakaian adat Bima tetap hidup di kalangan generasi milenial.

Terbang Bersama Traveloka

Sat, 8 Aug 2026

Wings Air

Lombok (LOP) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.199.200

Sun, 9 Aug 2026

TransNusa

Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 900.000

Mon, 17 Aug 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 2.318.600

Panduan Wisata Budaya

Untuk mendalami proses pembuatan kain dan etnografer Bima, Anda direkomendasikan mengunjungi:

Asi Mbojo (Museum Kesultanan Bima): Melihat koleksi busana asli para Sultan dan permaisuri dari abad ke-19.
Desa Wisata Maria: Tempat terbaik untuk menyaksikan para pengrajin wanita menenun Tembe Nggoli di bawah rumah panggung tradisional (Uma Lengge).
Pasar Tradisional Amahami: Lokasi strategis untuk berburu wastra Bima autentik dengan berbagai motif langka.

Jelajahi Kemegahan Bima Bersama Traveloka

Tertarik menyaksikan langsung pesona Rimpu di bawah bayang-bayang Gunung Tambora? Rencanakan perjalanan budaya Anda ke Bima melalui Traveloka. Pesan Tiket Pesawat menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin dan pilih Hotel terbaik di pusat kota Bima.

Nikmati pengalaman tanpa cemas dengan fitur Easy Reschedule dan berbagai pilihan pembayaran aman, termasuk PayLater. Dapatkan juga promo pengguna baru untuk pemesanan Traveloka Xperience di berbagai situs sejarah dan alam Bima.

Terbang Bersama Traveloka

Fri, 7 Aug 2026

Lion Air

Medan (KNO) ke Jakarta (CGK)

Mulai dari Rp 1.563.200

Thu, 6 Aug 2026

NAM Air

Bali / Denpasar (DPS) ke Jakarta (CGK)

Mulai dari Rp 1.202.565

Mon, 17 Aug 2026

Lion Air

Surabaya (SUB) ke Jakarta (CGK)

Mulai dari Rp 950.000

Dalam Artikel Ini

• Pendahuluan: Estetika "Dana Mbojo" di Bawah Matahari Tropis
• Eksplorasi Mendalam Anatomi Busana
• 1. Busana Utama Wanita: Rimpu
• 2. Penutup Kepala Pria: Sambolo
• 3. Bawahan Pria: Katente Tembe
• Aksesori & Perhiasan (Pelengkap Simbolis)
• Nilai Keberlanjutan & Revitalisasi Modern
• Panduan Wisata Budaya
• Jelajahi Kemegahan Bima Bersama Traveloka

Jelajahi Keindahan Bima

Bima

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan