
Kalau biasanya wisata sejarah identik dengan bangunan candi yang masih berdiri lengkap, Candi Rimbi di Jombang justru mengajak pengunjung melihat masa lalu dari reruntuhannya. Situs ini berada di tengah kawasan pedesaan dengan latar gugusan perbukitan di kaki Gunung Anjasmoro, sehingga perjalanan ke sini terasa seperti perpaduan antara wisata sejarah dan eksplorasi alam.
Candi Rimbi merupakan peninggalan masa Majapahit yang berada di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI mengidentifikasinya sebagai bangunan suci bercorak Hindu Siwa berdasarkan gaya arsitektur, relief, serta temuan arca yang berkaitan dengan Parwati dan Durga Mahisasuramardhini.
Nama Rimbi sendiri berkaitan dengan tokoh pewayangan Dewi Arimbi, istri Bima. Sementara dari sisi arkeologi, temuan arca Parwati sebagai figur utama memberikan petunjuk penting mengenai fungsi keagamaan bangunan ini pada masa lalu.
Candi Rimbi bukan tipe destinasi yang selesai dinikmati hanya dengan berfoto di depannya. Detail pada bagian kaki candi, relief, hingga kisah di balik arca yang pernah ditemukan di kawasan ini membuat reruntuhannya menarik untuk diamati lebih dekat.
Walaupun bangunannya sudah tidak utuh, Candi Rimbi masih memperlihatkan beberapa bagian penting. Di lokasi dapat diamati kaki candi bertingkat tiga dari batu andesit, dinding sisi utara, relung semu, kepala kala, serta bagian tangga yang mengarah ke ruang utama.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menyebut bentuk arsitekturnya menunjukkan karakter bangunan masa Majapahit. Candi ini juga dikategorikan ke dalam langgam Jago, yaitu gaya arsitektur yang berkembang pada rentang abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.
Buat traveler yang senang mengunjungi situs bersejarah, kondisi candi yang tidak lagi utuh justru memberi kesempatan untuk mengamati bagaimana bagian-bagian bangunan kuno masih menyisakan petunjuk mengenai fungsi dan zamannya.
Thu, 24 Sep 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 876.800
Tue, 20 Oct 2026

Garuda Indonesia
Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 659.522
Thu, 24 Sep 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 964.200
Jangan hanya melihat Candi Rimbi dari kejauhan. Pada bagian kaki pertama masih terdapat sejumlah relief naratif yang menjadi salah satu bagian menarik dari situs ini.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI mencatat terdapat sekitar 51 panil relief yang mengelilingi dinding tingkat pertama. Ceritanya beragam, mulai dari kisah Garudeya dan Sang Satyawan hingga gambaran kehidupan sehari-hari, fabel, serta adegan yang berkaitan dengan air dan penyucian diri.
Menariknya, tidak semua bagian kaki candi dipenuhi ukiran. Dua tingkat dinding di atasnya masih berupa panil kosong. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pengerjaan Candi Rimbi mungkin belum sepenuhnya selesai, meski belum bisa dipastikan apakah bidang tersebut sengaja dibiarkan kosong atau memang belum sempat diukir.
Salah satu temuan terpenting dari Candi Rimbi adalah arca Dewi Parwati berukuran besar. Arca tersebut pernah ditempatkan di ruang utama bangunan dan menjadi petunjuk penting bahwa Candi Rimbi berkaitan dengan pemujaan Dewi Parwati.
Selain Parwati, ditemukan pula arca Durga Mahisasuramardhini yang menggambarkan sosok perempuan bertaring sedang mengalahkan iblis kerbau. Temuan tersebut semakin memperkuat kaitan situs dengan tradisi Hindu Siwa.
Arca-arca yang berkaitan dengan Candi Rimbi tidak seluruhnya masih berada di lokasi. Sebagian temuan kini disimpan di museum, sehingga kunjungan ke situs ini juga bisa menjadi alasan untuk melanjutkan perjalanan wisata sejarah ke museum-museum di Jawa Timur.
Di balik reruntuhannya, Candi Rimbi juga menyimpan dugaan mengenai sosok penting dari masa Majapahit. Edi Sedyawati dalam Candi Indonesia Seri Jawa mengemukakan pendapat bahwa Candi Rimbi kemungkinan merupakan bangunan pendharmaan yang didedikasikan untuk Ratu Tribhuwana.
Pendapat tersebut dikaitkan dengan arca Parwati berukuran besar yang digambarkan mengenakan atribut kebangsawanan dan ditempatkan di ruang inti bangunan. Tribhuwana sendiri merupakan salah satu penguasa perempuan Majapahit yang memerintah pada 1329–1350.
Namun, hubungan tersebut belum dapat disebut sebagai fakta mutlak. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI juga mencatat bahwa fungsi Candi Rimbi sebagai bangunan pemujaan dewa atau sekaligus pendharmaan tokoh kerajaan yang telah meninggal masih belum dapat dipastikan. Jadi, lebih tepat menyebutnya sebagai dugaan atau pendapat arkeolog, bukan menyebut Candi Rimbi sebagai makam atau tempat perabuan Tribhuwana.
Daya tarik Candi Rimbi tidak hanya berasal dari sejarahnya. Situs ini berada di gugusan perbukitan kecil di barat laut kaki Gunung Anjasmoro, dengan lingkungan pedesaan yang membuat suasananya terasa jauh dari hiruk-pikuk kota.
Posisi tersebut juga memudahkan traveler memasukkan Candi Rimbi ke dalam itinerary yang lebih panjang menuju kawasan Wonosalam. Setelah puas mengeksplorasi situs bersejarah, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menikmati lanskap hijau dan berbagai destinasi alam di selatan Jombang.
Untuk bujet, Candi Rimbi termasuk destinasi yang relatif terjangkau. Sejumlah sumber wisata mencantumkan tiket sekitar Rp5.000 per orang dan jam kunjungan sekitar 08.00–16.00 WIB.
Namun, informasi mengenai tarif dan jam operasional yang beredar secara daring belum sepenuhnya konsisten. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dianggap sebagai perkiraan, bukan tarif resmi yang berlaku permanen. Cek kembali informasi terbaru dari pengelola atau kanal pariwisata daerah sebelum berangkat, terutama jika datang pada hari libur.
Kalau itinerary kamu cukup padat, datang lebih pagi bisa menjadi pilihan supaya waktu untuk mengeksplorasi situs tidak terasa terburu-buru.
Candi Rimbi berada di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Pemerintah Kabupaten Jombang juga mencantumkan Candi Rimbi sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di wilayah tersebut.
Dari kawasan Jombang, perjalanan dapat diarahkan menuju Bareng lalu diteruskan ke Pulosari. Lokasinya juga berada di kawasan yang dapat dikaitkan dengan perjalanan menuju Wonosalam, sehingga cukup masuk akal untuk memasukkan beberapa destinasi sekaligus dalam satu itinerary.
Kendaraan pribadi atau sewaan akan lebih praktis jika kamu ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di selatan Jombang. Pastikan memasukkan lokasi secara lengkap di aplikasi navigasi, yaitu Candi Rimbi, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Sebelum berangkat, cek rute dan kondisi kendaraan terlebih dahulu. Terutama jika perjalanan dilanjutkan menuju kawasan perbukitan, persiapan perjalanan akan membuat eksplorasi terasa lebih nyaman.
Pagi hari bisa menjadi waktu yang nyaman untuk datang ke Candi Rimbi. Udara biasanya belum terlalu terik sehingga kamu bisa lebih leluasa memperhatikan relief, struktur candi, dan lingkungan di sekitarnya.
Waktu pagi juga cukup menarik untuk fotografi karena cahaya matahari belum terlalu keras. Dengan latar perbukitan dan area pedesaan, foto perjalananmu bisa terasa lebih natural tanpa perlu banyak properti tambahan.
Kalau ingin membuat itinerary sehari, kamu bisa memulai perjalanan dari Candi Rimbi kemudian meneruskannya ke Wonosalam. Kombinasi wisata sejarah dan alam seperti ini cocok buat traveler yang ingin melihat sisi Jombang dari perspektif yang berbeda.
Candi Rimbi merupakan situs sejarah yang tidak memiliki fasilitas wisata sebanyak destinasi komersial. Karena itu, lebih aman kalau kebutuhan dasar seperti air minum, perlindungan dari matahari, dan perlengkapan pribadi sudah disiapkan sebelum berangkat.
Supaya kunjungan tetap nyaman sekaligus ikut menjaga situs bersejarah, beberapa hal ini bisa diperhatikan:
Lokasi Candi Rimbi di bagian selatan Jombang membuatnya bisa dipadukan dengan perjalanan menuju kawasan Wonosalam dan kaki Gunung Anjasmoro. Jadi, satu perjalanan tidak harus berhenti setelah selesai melihat reruntuhan candi.
Setelah mengeksplorasi peninggalan Majapahit, perjalanan dapat diteruskan ke Wonosalam. Kawasan ini berada di kaki Gunung Anjasmoro dan dikenal dengan lanskap perbukitan serta potensi perkebunan seperti durian, kopi, porang, dan peternakan sapi perah.
Pemerintah Kabupaten Jombang juga mencatat Wonosalam sebagai kawasan yang memiliki potensi wisata alam, agrowisata, edukasi, dan kegiatan luar ruang. Cocok untuk mengubah suasana setelah menghabiskan waktu di situs sejarah.
Traveler yang ingin menambahkan unsur petualangan dapat mempertimbangkan Goa Sigolo-golo di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam. Destinasi ini menawarkan pengalaman yang berbeda karena lebih berfokus pada lingkungan alam.
Sebelum datang, sebaiknya cek kondisi akses dan pengelolaan terbaru karena karakter wisata goa berbeda dari kunjungan ke situs candi. Siapkan juga perlengkapan yang sesuai jika memang ingin mengeksplorasi kawasan alamnya.
Untuk pilihan yang lebih santai, kamu bisa memasukkan Wana Wisata Sumberboto di Japanan, Kecamatan Mojowarno ke dalam itinerary. Kawasan ini menawarkan suasana wisata alam yang berbeda sehingga perjalanan tidak hanya berisi destinasi sejarah.
Sumber Boto juga bisa menjadi pilihan pemberhentian tambahan bagi traveler yang ingin membuat rute perjalanan keliling wilayah selatan Jombang sebelum kembali ke pusat kota.
Karena pilihan akomodasi di sekitar Bareng atau Mojowarno relatif terbatas di Traveloka, menginap di area Jombang bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Dari kawasan Peterongan dan pusat kota, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan kendaraan pribadi atau sewaan menuju Candi Rimbi sekaligus menjelajahi destinasi lain di Jombang.
Kalau setelah seharian menjelajah kamu ingin kembali ke hotel dengan fasilitas yang lebih lengkap, Azana Style Hotel Jombang bisa dipertimbangkan. Hotel bintang empat ini berada di Jl. Soekarno-Hatta, Kembeng, Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, dan menyediakan kolam renang, restoran, resepsionis 24 jam, area parkir, lift, serta Wi-Fi. Hotel ini memiliki 60 kamar dengan waktu check-in mulai pukul 14.00 dan check-out sebelum pukul 12.00.
Untuk tarif, harga yang terindeks di Traveloka berada di kisaran Rp600.000 per malam, tergantung tanggal menginap, tipe kamar, dan promo yang tersedia. Lokasinya di kawasan pusat kota Jombang juga membuat hotel ini cukup fleksibel dijadikan base untuk wisata kuliner atau perjalanan lanjutan ke wilayah selatan.
Buat yang bepergian bersama keluarga, Hotel Yusro Jombang menawarkan fasilitas yang cukup lengkap untuk kebutuhan menginap bersama anak. Hotel bintang tiga ini beralamat di Jl. Soekarno-Hatta No. 25, Nglungge, Keplaksari, Kecamatan Peterongan, dengan fasilitas seperti kolam renang, restoran, area bermain anak, ruang fungsional, Wi-Fi, area parkir, serta layanan resepsionis 24 jam. Tersedia pula beberapa pilihan kamar, mulai dari Superior hingga Deluxe dan Executive.
Harga kamar yang sedang terindeks di Traveloka berada di sekitar Rp350.000 per malam. Dengan pilihan fasilitas keluarga dan lokasi di Peterongan, hotel ini bisa menjadi tempat istirahat sebelum melanjutkan agenda ke Candi Rimbi, Wonosalam, maupun destinasi lain di Jombang.
Kalau bujet perjalanan ingin tetap hemat, Green Red Hotel Syariah Jombang bisa masuk daftar pilihan. Hotel bintang dua ini berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 55, Kepuh Kembeng, Peterongan, dengan fasilitas utama berupa AC, restoran, resepsionis 24 jam, area parkir, dan Wi-Fi. Pilihan kamarnya juga cukup beragam, termasuk Superior Double, Superior Twin, Deluxe Twin, dan Executive.
Tarifnya berada di kisaran Rp200.000 per malam, sehingga bisa menjadi alternatif untuk traveler yang lebih banyak mengalokasikan bujet ke transportasi dan eksplorasi destinasi. Harga dapat berubah mengikuti tanggal perjalanan, ketersediaan kamar, serta promo yang sedang berlangsung.
Candi Rimbi memperlihatkan sisi lain wisata sejarah Jombang: bukan tentang bangunan yang masih berdiri megah, melainkan tentang bagaimana reruntuhan, relief, dan arca dapat menjadi potongan cerita dari masa Majapahit. Hubungannya dengan Dewi Parwati dan dugaan mengenai Ratu Tribhuwana juga membuat situs ini semakin menarik untuk dikunjungi dengan perspektif sejarah.
Belum lagi lokasinya yang berada di kaki Gunung Anjasmoro dan dekat dengan kawasan Wonosalam. Jadi, kamu bisa merancang perjalanan yang menggabungkan wisata budaya, sejarah, dan alam dalam satu itinerary.
Biar persiapan perjalanan lebih praktis, berbagai kebutuhan bisa disiapkan lewat Traveloka. Mulai dari pesan hotel dan mencari aktivitas, sampai pesan tiket kereta api tersedia dalam satu platform. Kalau ingin lebih bebas berpindah dari Candi Rimbi ke destinasi lain, pilihan sewa mobil juga bisa dipertimbangkan.
Sebelum berangkat, sempatkan mengecek promo yang tersedia supaya bujet perjalanan bisa lebih efisien. Ada Kode Kupon Traveloka, Promo Bank Traveloka dan Promo BCA yang dapat digunakan sesuai syarat dan periode masing-masing. Untuk perjalanan dari luar Jawa, kamu juga bisa mengecek Promo Tiket Pesawat, sedangkan perjalanan darat dapat memanfaatkan Promo Tiket Kereta Api, Promo Tiket Bus, serta Promo Tiket Travel & Shuttle.










