
Tersembunyi di kawasan Sukawati, Candi Wasan menyajikan pesona peninggalan cagar budaya Bali kuno yang tenang. Situs ini memberikan atmosfer arkeologi yang autentik di tengah lingkungan pedesaan yang kental dengan nilai keagamaan.
Penelitian awal situs ini dilakukan oleh peneliti Belanda, J.C. Krishman, pada tahun 1950 yang menemukan gundukan tanah dan artefak berserakan. Nama "Wasan" sendiri telah lama tercatat dalam teks kuno seperti Prasasti Pagan dan Prasasti Batuan. Pada masa lampau, kawasan Sukawati merupakan pusat agraris penting yang mendapat pengaruh seni arsitektur era Jawa Timur.
Ekskavasi bertahap oleh Balai Arkeologi Denpasar sejak tahun 1986 hingga 2017 berhasil menyingkap struktur kaki candi berukuran panjang 11 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 13 meter. Uniknya, bangunan utama memiliki kemiringan 5 derajat yang disesuaikan dengan posisi matahari sebagai petunjuk arah ritual. Di dalam kompleks juga ditemukan kolam ritual kuno seluas 22 x 7 meter serta pecahan gerabah upacara.
Kompleks Candi Wasan tersebar di tiga area utama, yaitu Pura Kawitan Puseh Wasan Watunginte, Pura Ulun Suwi, dan Pura Puseh Wasan. Di Pura Puseh Wasan ditemukan empat buah Saila Lingga. Seluruh arca perwujudan leluhur kini disimpan dengan aman di Gedong Arca Candi Wasan.
Sat, 21 Nov 2026

Citilink
Bandung (BDO) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 1.493.700
Wed, 11 Nov 2026

Wings Air
Lombok (LOP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 736.000
Sat, 14 Nov 2026

AirAsia Indonesia
Labuan Bajo (LBJ) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 760.300
Candi Wasan terletak di Banjar Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, berdiri tepat di sisi utara Jalan Raya Sakah, berseberangan langsung dengan gang kantor Perbekel Desa Batuan Kaler. Lokasinya berada tak jauh dari kawasan Ubud, sehingga bisa dengan mudah kamu masukkan ke dalam rencana perjalanan menjelajahi seni dan budaya Sukawati.
Dari pusat Ubud, kamu bisa mengarahkan kendaraan ke arah Sukawati melalui Jalan Raya Sakah, dan situs ini akan terlihat langsung di pinggir jalan utama tersebut. Karena aksesnya terbuka bagi siapa saja, Candi Wasan cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun ojek online.
Candi Wasan terbuka untuk umum setiap hari tanpa dipungut tiket masuk resmi, mengingat statusnya sebagai bagian dari kompleks pura yang masih aktif digunakan masyarakat setempat untuk pemujaan. Karena situs ini juga berfungsi sebagai tempat ibadah, disarankan untuk berpakaian sopan dan menghormati aktivitas keagamaan yang mungkin sedang berlangsung saat kamu berkunjung.
Meski fasilitas khusus wisatawan seperti pusat informasi belum tersedia, area pura sangat terawat, tempat parkir pun ada di tepi jalan utama. Hanya saja untuk memasuki Gedong Arca, kamu perlu izin khusus untuk jika ingin melihat koleksi arca leluhur yang tersimpan di dalamnya.
Bagian kaki candi menjadi elemen paling terlihat jelas hasil ekskavasi mendalam, menampilkan konstruksi susunan batu padas yang menandakan kemajuan teknologi konstruksi Bali pada abad ke-14 hingga ke-15.
Kolam berukuran 22 x 7 meter yang ditemukan di kompleks ini menjadi bukti bahwa Candi Wasan bukan sekadar bangunan pemujaan tunggal, melainkan kompleks yang lebih besar dengan berbagai fungsi ritual, termasuk penyucian diri sebelum upacara.
Empat buah Saila Lingga yang ditemukan di Pura Puseh Wasan menjadi bukti kuat corak Hindu Siwa dari situs ini, sementara arca-arca perwujudan leluhur yang tersimpan di Gedong Arca menambah nilai sakral kawasan ini bagi masyarakat Batuan Kaler.
● Kenakan pakaian sopan karena situs ini masih berfungsi sebagai tempat pemujaan aktif bagi masyarakat setempat.
● Hormati waktu-waktu upacara keagamaan yang mungkin sedang berlangsung saat kamu berkunjung.
● Jangan meminta akses ke Gedong Arca tanpa izin resmi dari pengelola pura.
● Gabungkan kunjungan dengan Desa Batuan yang terkenal sebagai pusat seni lukis klasik Bali.
● Sempatkan mampir ke Pasar Seni Sukawati yang lokasinya tidak jauh dari Candi Wasan.
Karena Candi Wasan berada di kawasan Sukawati yang bertetangga langsung dengan Ubud, kamu punya banyak pilihan akomodasi nyaman untuk menginap. Berikut beberapa rekomendasi hotel dan vila yang bisa kamu pesan lewat Traveloka.
The Bhaswara Ubud vila yang berada di Sukawati, Gianyar, menawarkan akses mudah ke berbagai atraksi wisata populer Ubud, sekaligus dekat dengan Pasar Seni Sukawati dan Air Terjun Tegenungan.
Vila bintang empat, Mas Ubud Villa berada di lokasi strategis antara Sukawati dan Ubud. Penginapan ini dikelilingi pedesaan tenang dan sawah yang cocok untuk jalan pagi atau tracking santai.

Indonesia

Mas Ubud Villa by Sanga Sanga Hospitality

8.8/10
•




Ubud
Rp 325.964
DITUJU Ubud merupakan vila dengan desain modern di kawasan Kemenuh, Sukawati. Vila ini menawarkan kolam renang dan suasana nyaman untuk healing di tengah keindahan Bali.

Indonesia

DITUJU Ubud by GenuineHost

9.0/10
•




Kemenuh
Rp 1.328.818
Sisin Ubud View adalah hotel bintang tiga di kawasan Kemenuh, Sukawati. Penginapan ini cocok untuk kamu yang ingin menginap dengan nuansa pedesaan dengan harga terjangkau namun tetap dekat dengan pusat seni dan budaya Ubud.
Sujiwa Ubud Hotel & Villa bisa menjadi pilihan hotel dan vila di kawasan Sumampan, Kemenuh. Lokasinya dekat dengan berbagai destinasi wisata seni dan spiritual di kawasan Ubud dan Sukawati.

Indonesia

Sujiwa Ubud Hotel & Villa

8.6/10
•



Kemenuh
Rp 434.889
*Perlu diketahui bahwa seluruh harga yang tertera di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim, ketersediaan kamar, dan kebijakan masing-masing hotel.
Candi Wasan membuktikan bahwa Bali tidak hanya identik dengan pura-pura megah dan pantai eksotis, tapi juga menyimpan jejak percandian langka yang layak untuk kamu telusuri. Kalau kamu sudah tahu tanggal liburanmu ke Bali, biar Traveloka yang urus sisanya.
Tunggu apalagi, ayo pesan dan gunakan aplikasi Traveloka untuk mencari tiket pesawat menuju Bandara Ngurah Rai, memilih hotel di kawasan Ubud dan Sukawati, atau cek tiket bus & shuttle untuk perjalanan darat lintas kota. Pastikan kamu tidak ketinggalan menggunakan Promo BCA agar liburan budaya Bali-mu makin hemat.






