
Melangkah ke Provinsi Bengkulu, Anda akan segera disambut oleh perpaduan aroma yang sangat spesifik: wangi laut yang asin bertemu dengan aroma tajam dari rempah-rempah yang sedang ditumis di dapur-dapur tradisional. Di sepanjang pesisir Pantai Panjang, kepulan asap dari panggangan ikan menyatu dengan aroma Tempoyak yang difermentasi, menciptakan sebuah simfoni penciuman yang hanya bisa ditemukan di Bumi Rafflesia ini. Tekstur makanan di sini adalah perayaan antara kekenyalan daging ikan laut dan kelembutan serat sayuran hutan yang dimasak perlahan hingga bumbunya meresap sempurna. Visualnya pun tak kalah memikat; warna oranye pekat dari kuah gulai berbumbu kunyit dan cabai, berpadu dengan hijaunya bungkus daun pisang yang layu terkena panas bara.
Geografi Bengkulu yang unik—memanjang di pesisir barat Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia—memainkan peran vital dalam membentuk identitas kulinernya. Laut lepas yang kaya menyediakan pasokan ikan tak terbatas, menjadikannya primadona dalam setiap hidangan utama. Namun, jangan lupakan pedalaman Bengkulu yang merupakan bagian dari barisan pegunungan Bukit Barisan. Dari sanalah lahir kegemaran masyarakat mengolah hasil hutan seperti rebung, cabai pegunungan yang pedasnya menggigit, hingga buah durian melimpah yang kemudian dikawetkan menjadi Tempoyak untuk bertahan sepanjang musim.
Konteks sejarah Bengkulu yang pernah menjadi wilayah kekuasaan Inggris (Fort Marlborough) serta pengaruh kuat budaya Melayu dan pesisir menjadikan masakan daerah ini penuh karakter. Makanan tradisional Bengkulu adalah simbol ketangguhan masyarakat maritim yang cerdas memanfaatkan alam. Setiap suapan menceritakan sejarah tentang navigasi laut, hasil bumi yang melimpah, dan kehangatan keluarga di pesisir barat Sumatera. Menjelajahi kuliner di sini bukan sekadar tentang kenyang, melainkan tentang mencecap otoritas rasa yang berani, otentik, dan tak terlupakan.

Indonesia

Amaris Hotel Bengkulu

8.1/10
•


Bengkulu
Lihat Harga
Filosofi & Sejarah:
Pendap bukan sekadar lauk pauk, melainkan ikon tertinggi dalam makanan khas Bengkulu. Konon, saat masa pengasingannya di Bengkulu, Presiden Soekarno sangat menyukai hidangan ini karena kerumitan rasanya. Nama Pendap merujuk pada proses memasaknya yang "didiamkan" atau dipendam dalam waktu lama agar bumbu meresap sempurna ke dalam serat ikan.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan Ikan Laut (biasanya ikan kakap atau ikan kembung) yang dibalut dengan parutan kelapa muda berbumbu. Rahasia kelezatannya terletak pada penggunaan Daun Keladi (talas) sebagai pembungkus dalam, yang kemudian dilapisi daun pisang. Bumbunya sangat kaya, mulai dari kencur, jahe, lengkuas, hingga cabai merah melimpah. Hidangan ini dimasak selama 8 jam hingga tulang ikan melunak dan daun keladi penyerap bumbu tersebut bisa ikut dimakan.
Profil Rasa:
Gurih, pedas, dan bertekstur lembut. Ada sensasi unik dari daun keladi yang menyerap lemak kelapa, memberikan rasa yang sangat creamy namun tetap spicy.
Cara Penyajian:
Disajikan hangat dengan nasi putih, tanpa perlu tambahan lauk lain karena Pendap sendiri sudah sangat kaya rasa.
Filosofi & Sejarah:
Hidangan ini merupakan kuliner wajib bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko dan sekitarnya. Gulai Kemba'ang melambangkan kelimpahan hasil bumi pedalaman. Biasanya, hidangan ini mencapai puncak popularitasnya saat Idul Fitri sebagai hidangan penyambut tamu.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Bahan utamanya adalah Rebung (tunas bambu muda) dan daging sapi atau iga. Bumbu rahasianya adalah penggunaan Santan kental yang dimasak bersama kunyit dan cabai hingga berminyak. Penambahan daun ruku-ruku di akhir proses memberikan aroma yang sangat harum dan membedakannya dari gulai Sumatera lainnya.
Profil Rasa:
Gurih santan yang pekat berpadu dengan tekstur rebung yang renyah (crunchy). Rasa manis alami dari daging sapi menyeimbangkan rasa rempah yang hangat.
Cara Penyajian:
Sangat pas didampingi dengan ketupat atau nasi putih serta kerupuk kemplang.
Filosofi & Sejarah:
Bagar Hiu adalah kuliner yang sangat unik karena menggunakan Ikan Hiu (jenis hiu punai atau hiu karang) sebagai bahan utama. Ini adalah bukti keberanian masyarakat pesisir Bengkulu. Hidangan ini juga tercatat sebagai salah satu makanan favorit Bung Karno selama di Bengkulu.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Kunci utama pengolahan hiu adalah pada teknik menghilangkan aroma amisnya menggunakan jeruk nipis dan garam. Uniknya, hidangan ini tidak menggunakan santan, melainkan menggunakan kelapa sangrai yang dihaluskan (kerisik), sehingga kuahnya berwarna cokelat pekat mirip rendang namun lebih cair.
Profil Rasa:
Pedas dan sangat aromatik karena penggunaan cengkeh dan kayu manis. Daging hiu memiliki tekstur seperti daging sapi namun lebih lembut, menyerap bumbu rempah dengan sempurna.
Cara Penyajian:
Disajikan sebagai menu makan siang utama, seringkali dipasangkan dengan rebusan sayuran hijau.
Filosofi & Sejarah:
Berasal dari suku Rejang di Bengkulu, Lema adalah saudara dari tempoyak namun menggunakan bahan dasar rebung. Ini adalah wujud kearifan lokal dalam mengawetkan hasil hutan. Aroma Lema yang tajam melambangkan identitas suku Rejang yang kuat dan bangga akan warisannya.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Campuran Rebung yang dicincang halus dan ikan air tawar (seperti ikan mujair). Campuran ini difermentasi selama minimal 3 hari di dalam wadah kedap udara. Saat dimasak, Lema ditumis dengan cabai rawit dan santan.
Profil Rasa:
Asam segar, pedas menyengat, dan sangat gurih. Aroma fermentasinya mungkin kuat bagi pemula, namun bagi pecinta kuliner, inilah "umami" sesungguhnya dari Bengkulu.
Cara Penyajian:
Dimakan dalam porsi kecil sebagai pembangkit selera makan, sering kali disandingkan dengan lalapan jengkol atau petai.
Filosofi & Sejarah:
Jika Palembang punya pempek, Bengkulu punya Pendul. Ini adalah makanan tradisional yang lahir dari dapur-dapur nelayan di pinggir pantai. Bentuknya yang bulat melambangkan kebulatan tekad para pelaut dalam mencari nafkah di laut lepas.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Terbuat dari daging Ikan Laut yang dihaluskan, dicampur dengan parutan kelapa muda, dan aneka rempah seperti ketumbar dan bawang putih. Adonan ini dibentuk bulat-bulat, dibungkus daun pisang, lalu dikukus hingga padat.
Profil Rasa:
Gurih alami ikan berpadu dengan rasa manis-lemak dari kelapa. Teksturnya padat namun empuk, dengan aroma wangi daun pisang yang menguar saat bungkusan dibuka.
Cara Penyajian:
Bisa dimakan langsung sebagai camilan atau digoreng sebentar untuk mendapatkan tekstur luar yang renyah.
Masyarakat Bengkulu memiliki tradisi makan yang menjunjung tinggi kebersamaan, yang dikenal dengan istilah Jambar Uang atau tradisi makan besar dalam talam (nampan) saat perayaan adat. Dalam tradisi ini, makanan tradisional Bengkulu disajikan di atas talam besar untuk dinikmati 4 hingga 6 orang sekaligus. Hal ini mencerminkan rasa persaudaraan dan kesetaraan, di mana semua orang—tanpa memandang status sosial—menyantap hidangan yang sama dengan cara yang sama.
Selain itu, kuliner di Bengkulu sangat erat kaitannya dengan upacara Tabot, sebuah festival besar tahunan untuk memperingati peristiwa sejarah Islam. Selama festival ini, aneka jajanan tradisional dan masakan berat seperti gulai ayam dan rendang ala Bengkulu melimpah ruah di sepanjang jalan. Kuliner di sini bukan hanya sekadar kebutuhan biologis, melainkan medium komunikasi sosial yang menghubungkan antara penduduk asli, pendatang, dan sejarah panjang wilayah ini sebagai pelabuhan penting di masa lampau.

Ratu Samban

Timezone Bencoolen Bengkulu

9.3/10
Ratu Samban
Rp 100.000
Rp 79.200
Untuk mendapatkan pengalaman mencicipi destinasi kuliner yang otentik di Bengkulu, berikut adalah tips dari Senior Food Critic kami:
Tertarik merasakan sendiri ledakan rasa Pendap yang melegenda atau segarnya Lema di Bumi Rafflesia? Rencanakan petualangan kuliner Anda bersama Traveloka. Pesan tiket pesawat ke Bandara Fatmawati Soekarno dengan harga terbaik dan temukan hotel di Bengkulu yang strategis di dekat pusat kuliner melalui aplikasi Traveloka.
Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk memesan tur kota mengunjungi benteng Fort Marlborough dan rumah pengasingan Bung Karno sambil mencicipi hidangan favorit sang proklamator. Mari jelajahi Bengkulu dan ciptakan cerita rasa Anda sendiri bersama Traveloka!
Sat, 28 Mar 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Bengkulu (BKS)
Mulai dari Rp 752.600
Mon, 13 Apr 2026

Citilink
Yogyakarta (YIA) ke Bengkulu (BKS)
Mulai dari Rp 1.797.400
Mon, 13 Apr 2026

Citilink
Surabaya (SUB) ke Bengkulu (BKS)
Mulai dari Rp 1.976.300







