
Bayangkan Anda berdiri di atas bukit di Desa Bawomataluo, di mana angin laut yang asin berhembus melalui celah-celah rumah adat Omo Hada yang megah. Di udara, tercium aroma yang begitu khas: perpaduan antara uap manis dari ubi yang direbus, wangi gurih kelapa yang disangrai, serta aroma tajam dari rempah sederhana yang ditumis di atas tungku kayu. Inilah awal dari perjalanan sensorik Anda menuju jantung makanan khas Suku Nias, sebuah kuliner yang lahir dari ketangguhan para ksatria dan kelembutan alam tropis di samudra Hindia.
Secara geografis, Kepulauan Nias—yang terdiri dari Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli—merupakan wilayah yang terisolasi namun mandiri. Letaknya yang dikelilingi laut lepas menjadikan ikan sebagai sumber protein utama bagi masyarakat pesisir. Namun, di wilayah pedalaman yang berbukit-bukit, Gowi (ubi jalar) dan Gayu (talas) tumbuh subur di tanah vulkanik, menjadikannya pilar karbohidrat tradisional sebelum padi mulai dikenal luas. Adaptasi geografis ini menciptakan gaya memasak yang sangat mengutamakan bahan lokal segar tanpa banyak campur tangan bumbu pabrikan.
Sejarah gastronomi Nias adalah cerminan dari budaya megalitikumnya yang kuat. Makanan bukan hanya sekadar nutrisi, melainkan instrumen sosial. Penggunaan Daging Babi dalam porsi besar, misalnya, adalah simbol status dan penghormatan dalam upacara adat. Setiap hidangan mencerminkan filosofi Ono Niha (anak manusia), sebutan bagi penduduk asli Nias, yang menghargai setiap tetes santan dan setiap ruas ubi sebagai pemberian dari Lowalangi (Tuhan). Menjelajahi kuliner Nias berarti menyelami sejarah panjang para leluhur yang mampu mengolah keterbatasan menjadi kemewahan rasa.

Indonesia

Raffiel Nias

9.2/10
•




Nias Selatan
Rp 571.594
Rp 527.963
Filosofi & Sejarah:
Dahulu kala, Babae adalah hidangan eksklusif yang hanya disajikan untuk para bangsawan atau Tuhenori. Berasal dari wilayah Nias Selatan, hidangan ini sering muncul dalam ritual penobatan atau penyambutan tamu agung. Ia melambangkan kemurnian dan kerja keras, karena proses pembuatannya membutuhkan kesabaran tinggi.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Bahan utamanya adalah Kacang Kedelai (atau kacang putih) yang direbus hingga sangat lunak. Rahasianya terletak pada teknik menumbuk kacang hingga halus menyerupai bubur kental, kemudian dimasak bersama santan kelapa kental, telur, dan sedikit bumbu rempah kuning.
Profil Rasa:
Begitu sesendok Babae menyentuh lidah, Anda akan merasakan tekstur yang sangat creamy dan lembut. Rasa gurih kedelai yang pekat berpadu dengan gurihnya santan, menciptakan sensasi hangat yang menenangkan di tenggorokan.
Cara Penyajian:
Disajikan panas dalam mangkuk kecil, sering kali didampingi dengan irisan daging rebus atau sekadar nasi hangat.
Filosofi & Sejarah:
Harinake adalah hidangan daging babi cincang yang paling populer di Nias. Dalam tradisi pernikahan atau syukuran, hidangan ini wajib ada sebagai bentuk penghormatan kepada mertua atau kerabat jauh. Nama "Harinake" mengandung makna kebersamaan.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan seluruh bagian daging babi yang dicincang halus. Rahasianya bukan pada bumbu yang rumit, melainkan pada penggunaan Garam dan rempah lokal yang sangat minimalis agar rasa asli daging yang segar tetap menonjol. Teknik memasaknya biasanya direbus dengan sedikit air atau dikukus.
Profil Rasa:
Karena dicincang halus, dagingnya terasa sangat empuk dan lumer di mulut. Ada rasa gurih alami lemak babi yang bersih tanpa aroma amis, memberikan kepuasan maksimal bagi pecinta kuliner daging.
Cara Penyajian:
Disajikan dalam piring besar di tengah meja, dimakan bersama nasi putih atau ubi rebus dalam suasana kekeluargaan.
Filosofi & Sejarah:
Sebelum beras menjadi konsumsi harian, Gowi (ubi jalar) adalah raja di piring masyarakat Nias. Gowi Nifufu lahir dari kesederhanaan hidup masyarakat agraris di pegunungan Nias Barat. Ini adalah simbol ketahanan pangan yang diwariskan turun-temurun.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Terdiri dari perpaduan Ubi Jalar, Talas, atau Singkong. Rahasianya adalah teknik menumbuk kasar ubi yang sudah direbus bersama dengan parutan Kelapa muda yang melimpah.
Profil Rasa:
Dominasi rasa manis alami dari ubi jalar berpadu dengan tekstur kasar-kasar empuk. Parutan kelapa memberikan sensasi gurih dan aroma tropis yang sangat kuat.
Cara Penyajian:
Biasanya disajikan sebagai menu sarapan atau pengganti nasi saat makan siang, ditemani dengan ikan asin bakar yang sangat asin sebagai penyeimbang rasa manis.
Filosofi & Sejarah:
Hidup di kepulauan menuntut kreativitas dalam menyimpan bahan makanan. Ni'owuru adalah teknik penggaraman tradisional. Dahulu, ini dilakukan agar persediaan protein tetap terjaga di musim badai saat nelayan tidak bisa melaut.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Bahan utamanya bisa berupa Ikan atau Daging Babi. Rahasianya adalah jumlah Garam yang sangat masif yang dibalurkan ke seluruh bagian daging, lalu didiamkan dalam wadah tertutup selama berhari-hari hingga meresap sempurna.
Profil Rasa:
Sesuai namanya, rasa utamanya adalah asin yang sangat tajam. Namun, proses pendiaman memberikan dimensi rasa umami yang mendalam, mirip dengan karakter ham atau bacon kering bermutu tinggi.
Cara Penyajian:
Karena sangat asin, Ni'owuru biasanya direbus kembali atau digoreng sebentar, lalu dimakan dalam porsi kecil sebagai pendamping nasi atau ubi.
Filosofi & Sejarah:
Masyarakat Nias yang tinggal di pesisir pantai sangat ahli mengolah krustasea. Silio Guro adalah representasi dari kekayaan laut tersebut. Hidangan ini biasanya menjadi sajian spesial di hari Minggu atau saat kumpul keluarga.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Menggunakan Udang segar yang dicincang, dicampur dengan parutan kelapa dan dibumbui dengan cabai, bawang, dan jahe. Uniknya, hidangan ini dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang di atas bara api kayu.
Profil Rasa:
Aroma daun pisang yang terbakar menyusup ke dalam daging udang, memberikan efek smoky. Rasanya gurih-pedas dengan tekstur yang sedikit kasar dari kelapa parut.
Cara Penyajian:
Disajikan dalam bungkusan daun pisang yang masih hangat, memberikan kejutan aroma saat dibuka.
Filosofi & Sejarah:
Berasal dari wilayah kepulauan kecil di sekitar Nias, hidangan ini memanfaatkan daging Kepiting yang melimpah. Namanya berasal dari kata "Nititi" yang berarti dipukul-pukul atau ditumbuk.
Rahasia Bahan Baku & Bumbu:
Daging kepiting direbus, diambil dagingnya, lalu dimasak bersama santan dan rempah-rempah hingga kering menyerupai abon. Rahasianya adalah durasi memasak yang sangat lama dengan api kecil agar bumbu meresap ke serat terkecil daging kepiting.
Profil Rasa:
Sangat kaya akan rasa laut. Gurihnya kepiting berpadu dengan aroma rempah yang sedikit karamel karena proses pemasakan yang lama.
Di Nias, makan adalah peristiwa budaya. Tradisi makan yang paling ikonik adalah Megale atau perjamuan makan bersama dalam upacara adat. Saat sebuah desa merayakan keberhasilan pembangunan Omo Hada atau upacara pemakaman adat, puluhan bahkan ratusan babi akan dipotong. Daging tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh warga desa sesuai dengan tingkatan sosial dan jasanya, sebuah sistem yang disebut Juju.
Budaya makan ini tidak mengenal "piring masing-masing" dalam porsi kecil; makanan disajikan di atas meja panjang atau di atas tikar (Mose). Ini adalah momen di mana status sosial diletakkan sejenak demi kebersamaan. Selain itu, ada kebiasaan unik mencampur nasi dengan ubi jalar yang dihancurkan, menunjukkan betapa ubi sangat dihargai setara dengan beras. Tradisi ini masih sangat kuat di Nias Selatan, di mana adat istiadat masih menjadi hukum yang dipatuhi.
Menjelajahi destinasi kuliner di Pulau Nias memerlukan sedikit panduan agar Anda menemukan rasa yang paling otentik:
Rencanakan Petualangan Kuliner Anda Bersama Traveloka!
Sudah terbayang aroma smoky Silio Guro atau kelembutan Babae di tengah megahnya rumah adat Nias? Mewujudkan mimpi kuliner Anda ke Pulau Impian ini kini jauh lebih mudah. Melalui Traveloka, Anda dapat memesan tiket pesawat menuju Bandara Binaka (GNS) di Gunungsitoli dengan penawaran terbaik.
Jangan lupa untuk memesan hotel di Nias melalui aplikasi Traveloka agar Anda bisa bangun tepat di depan garis pantai yang indah. Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk menemukan pemandu lokal yang bisa membawa Anda masuk ke dapur-dapur tradisional desa adat, memberikan pengalaman warisan gastronomi yang tidak akan Anda temukan di restoran mana pun.
Tue, 8 Sep 2026

Batik Air Malaysia
Jakarta (CGK) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 1.352.000
Sun, 30 Aug 2026

Lion Air
Batam (BTH) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 880.300
Wed, 9 Sep 2026

AirAsia Indonesia
Penang (PEN) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 439.400







