Gunung Gamping: Menelusuri Jejak Geologi Purba dan Sejarah Keraton di Sleman

Mas Bellboy
Waktu baca 2 menit

Yogyakarta selalu punya cara unik untuk bercerita melalui bentang alamnya. Salah satu destinasi yang menyimpan nilai sejarah dan geologi luar biasa namun jarang diketahui secara luas adalah Gunung Gamping. Berbeda dengan gunung api pada umumnya, Gunung Gamping yang terletak di Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman, merupakan sebuah monumen alam yang menjadi saksi bisu perjalanan Bumi dan sejarah berdirinya Kesultanan Yogyakarta.

Secara fisik, Gunung Gamping kini hanya tersisa berupa bongkahan batu gamping (batu kapur) raksasa. Namun, di balik wujudnya yang sederhana, kawasan ini memegang status penting sebagai Cagar Alam Gunung Gamping, salah satu cagar alam terkecil sekaligus tertua di Indonesia.

Indonesia

Hotel Tentrem Yogyakarta

9/10

Yogyakarta

Rp 1.959.807

Fakta Menarik Mengenai Cagar Alam Gunung Gamping

Berdasarkan data geologi dan sejarah, berikut adalah poin-poin krusial mengenai kawasan ini:

1. Berusia Jutaan Tahun (Eosen)

Batu gamping yang ada di kawasan ini bukan sekadar batuan biasa. Gunung Gamping merupakan sisa-sisa batuan sedimen laut dangkal yang terbentuk sekitar 50 juta tahun yang lalu (Zaman Eosen). Secara geologi, tempat ini adalah salah satu referensi penting bagi penelitian evolusi daratan di Pulau Jawa, karena mengandung fosil foraminifera (makhluk laut purba).

2. Tempat Peristirahatan Sri Sultan Hamengkubuwono I

Secara historis, Gunung Gamping memiliki kaitan erat dengan berdirinya Keraton Yogyakarta. Saat pembangunan Keraton Yogyakarta sedang berlangsung, Sri Sultan Hamengkubuwono I pernah tinggal dan membangun keraton sementara di kawasan Ambarketawang ini. Oleh karena itu, kawasan Gunung Gamping sangat disakralkan dan dihormati oleh masyarakat setempat.

3. Tradisi Saparan Bekakak

Gunung Gamping merupakan pusat pelaksanaan upacara adat Saparan Bekakak. Tradisi ini dilakukan setiap bulan Sapar sebagai bentuk penghormatan kepada Kyai dan Nyai Wirasuta, abdi dalem setia Sri Sultan HB I. Ritual penyembelihan boneka pengantin dari ketan (bekakak) ini menjadi daya tarik wisata budaya tahunan yang sangat populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Gunung Gamping

Meskipun areanya tidak seluas pegunungan pada umumnya, pengunjung dapat menikmati pengalaman berbeda di sini:

Wisata Edukasi Geologi: Mengamati struktur batu gamping purba yang langka dan belajar tentang formasi batuan Eosen yang jarang ditemukan di daratan Jawa lainnya.
Wisata Sejarah: Menelusuri jejak-jejak petilasan Ambarketawang yang menjadi saksi awal berdirinya peradaban Kesultanan Yogyakarta.
Fotografi Lanskap: Bongkahan batu gamping yang menjulang sendirian di tengah taman memberikan komposisi foto yang dramatis, terutama saat sore hari.

Informasi Lokasi dan Akses Perjalanan

Detail WisataKeterangan
Lokasi UtamaDesa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Akses RuteTerletak di pinggir Jalan Raya Jogja-Wates (jalur utama menuju Bandara YIA).
Status KawasanCagar Alam yang dilindungi oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam).
Waktu TempuhSekitar 15 - 20 menit dari pusat Kota Yogyakarta (Malioboro).
FasilitasArea parkir, papan informasi sejarah, taman, dan gazebo.

Tips Penting Berkunjung ke Gunung Gamping

Demi kenyamanan dan kelancaran kunjungan Anda, perhatikan hal-hal berikut:

1. Jaga Sopan Santun

Mengingat statusnya sebagai kawasan petilasan dan tempat upacara adat yang sakral, pengunjung diharapkan menjaga perilaku, tidak mencoret-coret batuan (vandalism), dan berbicara dengan sopan selama berada di kawasan Cagar Alam.

2. Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Pagi hari sekitar pukul 08.00 - 10.00 WIB atau sore hari pukul 16.00 WIB adalah waktu terbaik agar Anda tidak terpapar terik matahari langsung saat mengamati batuan di area terbuka.

3. Dilarang Mengambil Sampel Batuan

Sebagai kawasan Cagar Alam, setiap elemen di Gunung Gamping dilindungi oleh undang-undang. Dilarang keras memahat atau mengambil bongkahan batu gamping sekecil apa pun untuk dibawa pulang.

Borobudur

Tiket Candi Borobudur

9.3/10

Borobudur

Rp 50.000

Rp 42.500

Eksplorasi Yogyakarta Lebih Mudah Bersama Traveloka

Rencanakan kunjungan edukasi dan sejarah Anda ke Gunung Gamping lebih praktis melalui Traveloka. Dapatkan kemudahan Sewa Mobil Traveloka langsung dari pusat kota Yogyakarta untuk menempuh perjalanan singkat menuju Ambarketawang bersama keluarga.

Pastikan istirahat Anda berkualitas dengan Booking Hotel atau penginapan estetik di sekitar Sleman atau pusat kota Yogyakarta melalui aplikasi Traveloka. Nikmati fitur Easy Reschedule dan berbagai promo eksklusif untuk rencana perjalanan yang lebih fleksibel. Wujudkan momen wisata sejarah dan geologi Anda di Gunung Gamping sekarang juga bersama Traveloka!

Terbang Bersama Traveloka

Fri, 14 Aug 2026

TransNusa

Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)

Mulai dari Rp 851.500

Tue, 11 Aug 2026

Super Air Jet

Balikpapan (BPN) ke Yogyakarta (YIA)

Mulai dari Rp 1.073.600

Sat, 29 Aug 2026

Super Air Jet

Bali / Denpasar (DPS) ke Yogyakarta (YIA)

Mulai dari Rp 1.229.300

Dalam Artikel Ini

• Fakta Menarik Mengenai Cagar Alam Gunung Gamping
• 1. Berusia Jutaan Tahun (Eosen)
• 2. Tempat Peristirahatan Sri Sultan Hamengkubuwono I
• 3. Tradisi Saparan Bekakak
• Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Gunung Gamping
• Informasi Lokasi dan Akses Perjalanan
• Tips Penting Berkunjung ke Gunung Gamping
• 1. Jaga Sopan Santun
• 2. Waktu Terbaik untuk Berkunjung
• 3. Dilarang Mengambil Sampel Batuan
• Eksplorasi Yogyakarta Lebih Mudah Bersama Traveloka

Jelajahi Keindahan Sleman

Sleman

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan