
Pemalang merupakan sebuah permata tersembunyi di jalur Pantura Jawa Tengah yang menawarkan perpaduan harmoni antara pegunungan hijau dan pesisir pantai yang menenangkan. Lantas, apa saja julukan dan motto dari Kota Pemalang?
Terletak di lokasi strategis yang menghubungkan kota-kota besar, daerah ini memiliki daya tarik tersendiri melalui kekayaan budaya dan hasil buminya yang sudah melanglang buana.
Mengenal Pemalang akan membawamu pada petualangan rasa yang unik sekaligus pemahaman mendalam tentang sejarah "pusat" tanah Jawa yang sebenarnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut ini!
Sejarah kota ini sudah tercatat sejak zaman Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Mataram, di mana wilayah ini dipimpin oleh tokoh-tokoh besar seperti Pangeran Benowo.
Adapun, Pemalang dulunya merupakan wilayah penting di pesisir utara yang menjadi pusat perdagangan dan persinggahan bagi para pengelana lintas Jawa.
Pada masa kolonial, Pemalang dikenal sebagai daerah yang tangguh dalam perlawanan, yang kemudian membentuk karakter masyarakatnya yang religius dan pekerja keras.
Sementara itu, penetapan hari jadi Pemalang sendiri jatuh pada tanggal 24 Januari 1575, sebuah tanggal yang merujuk pada masa keemasan pemerintahan lokal saat itu. Kini, sejarah panjang tersebut terserap ke dalam kehidupan modern masyarakatnya yang tetap menjaga adat istiadat leluhur di tengah arus globalisasi.
Julukan sebuah kota sering kali menjadi cerminan dari potensi terbesar yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa julukan unik yang melekat pada identitas Kota Pemalang:
1. Kota Nanas
Julukan ini sangat melekat karena Pemalang adalah produsen Nanas Madu terbaik di Indonesia, khususnya dari wilayah Belik. Nanas Madu Pemalang terkenal karena ukurannya yang mungil namun memiliki rasa manis yang luar biasa tanpa rasa gatal di lidah. Jika kamu melintasi wilayah ini, kamu akan dengan mudah menemukan jejeran pedagang nanas madu di sepanjang pinggir jalan.
2. Kota Grombyang
Ini adalah julukan yang berasal dari kuliner paling ikonik di daerah ini. Nasi Grombyang adalah masakan sejenis soto atau gulai daging sapi/kerbau dengan kuah hitam kental yang melimpah (hingga "grombyang-grombyang" atau bergoyang-goyang di mangkuk). Saking terkenalnya masakan ini, Pemalang pun identik dengan sebutan Kota Grombyang bagi para pencinta kuliner Nusantara.
3. Puser Jawa (Pusat Tanah Jawa)
Beberapa masyarakat meyakini bahwa titik tengah atau "pusar" Pulau Jawa secara geografis berada di wilayah Pemalang, tepatnya di sekitar Gunung Slamet yang bersinggungan dengan wilayah ini. Julukan ini memberikan kesan mistis sekaligus penting, menempatkan Pemalang sebagai jantung dari segala aktivitas dan keseimbangan di tanah Jawa.
Setiap kali kamu memasuki gerbang perbatasan, kamu akan disambut oleh kata "IKHLAS". Ini bukan sekadar kata sifat dalam bahasa Indonesia, melainkan sebuah akronim yang mendalam bagi pemerintah dan warga setempat. IKHLAS merupakan kependekan dari Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman, dan Sehat.
Motto ini menjadi pedoman dalam pembangunan daerah sekaligus mencerminkan karakter masyarakat Pemalang yang ramah dan tulus dalam menerima tamu. Melalui semangat IKHLAS, pemerintah kota berupaya menciptakan lingkungan yang asri serta sistem pelayanan yang lancar bagi kemajuan bersama.
Secara geografis, Pemalang memiliki lanskap yang sangat lengkap, membentang dari utara yang berbatasan dengan Laut Jawa hingga selatan yang bersinggungan dengan Gunung Slamet.
Topografi yang beragam ini membuat Pemalang kaya akan sumber daya alam, mulai dari hasil laut hingga komoditas pertanian di dataran tinggi. Kabupaten ini berada di jalur utama Pantura, menjadikannya titik lelah sekaligus titik temu yang ramai.
Mengenai kependudukan, Pemalang memiliki jumlah penduduk yang telah melampaui angka 1,4 juta jiwa. Penduduknya tersebar di berbagai kecamatan dengan mata pencaharian yang bervariatif, mulai dari nelayan, petani, hingga pengusaha kerajinan tekstil dan sarung. Dinamika penduduk yang heterogen namun tetap rukun menjadikan suasana di kota ini terasa hangat bagi siapa pun yang berkunjung.
Selain julukan dan kulinernya, Pemalang sangat terkenal dengan Tenun Ikat Goyor. Sarung goyor asli Pemalang merupakan produk ekspor unggulan yang sangat diminati di pasar Timur Tengah karena bahannya yang sejuk dan motifnya yang khas.
Selain itu, Pemalang terkenal dengan Pantai Widuri, sebuah destinasi wisata legendaris yang menawarkan ketenangan ombak Laut Jawa di bawah rimbunnya pohon-pohon besar yang sudah berusia puluhan tahun.
Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Jawa dialek Pemalangan. Dialek ini memiliki ciri khas yang unik, berada di antara dialek Tegalan yang "ngapak" dan dialek Pekalongan yang cenderung lebih halus.
Penggunaan partikel "ra" atau intonasi tertentu membuat cara bicara orang Pemalang terdengar tegas namun tetap memiliki sentuhan keakraban yang kental.
Jangan sampai lidahmu saja yang merasakan kelezatan Pemalang, bawa juga buah tangan ini untuk orang di rumahmu:
Jika kamu sudah puas mengeksplorasi Pemalang, jangan lewatkan destinasi unggulan lainnya di Jawa Tengah:
1. Purana Farmland
Terletak di wilayah selatan Pemalang, tempat ini menawarkan konsep agrowisata yang sangat edukatif bagi keluarga. Kamu bisa belajar tentang budidaya berbagai tanaman sembari menikmati suasana pegunungan yang sangat sejuk dan segar. Selain itu, terdapat banyak spot foto instagramable dengan latar belakang perkebunan hijau yang luas untuk menghiasi media sosialmu.
2. Wisata VW Safari Borobudur
Nikmati sensasi berkeliling desa-desa wisata di sekitar Candi Borobudur dengan mengendarai mobil klasik Volkswagen yang ikonik. Kamu akan diajak melintasi persawahan, mengunjungi perajin lokal, dan melihat sisi lain Borobudur yang lebih autentik dari atas mobil atap terbuka. Pengalaman ini memberikan sudut pandang baru yang sangat eksotis tentang kehidupan pedesaan di Jawa Tengah.
3. Funworld The Park Semarang
Bagi kamu yang ingin hiburan modern di dalam ruangan, wahana permainan di mal ini menawarkan berbagai mesin arkade dan permainan ketangkasan terbaru. Tempat ini sangat cocok untuk melepas penat setelah seharian berkeliling kota dengan suasana yang nyaman dan berpendingin udara. Kamu bisa menukarkan tiket kemenanganmu dengan berbagai souvenir menarik sebagai kenang-kenangan.
4. Candi Borobudur
Sebagai salah satu keajaiban dunia, kemegahan candi Buddha terbesar ini adalah destinasi yang wajib kamu kunjungi setidaknya sekali seumur hidup. Kamu bisa mengagumi ribuan relief yang bercerita tentang filosofi kehidupan serta menikmati pemandangan matahari terbit yang magis dari area sekitar candi. Pastikan kamu memakai pemandu lokal agar mendapatkan cerita sejarah yang mendalam tentang kemahakaryaan dinasti Syailendra ini.
5. Wisata Dieng Khayangan
Dieng menawarkan pesona negeri di atas awan dengan lanskap pegunungan yang diselimuti kabut tipis dan udara dingin yang menantang. Kamu bisa mengunjungi kawah aktif, telaga warna yang bisa berubah warna, hingga kompleks candi Hindu tertua di Jawa. Pemandangan matahari terbit di Bukit Sikunir akan menjadi momen puncak yang tak akan terlupakan dalam catatan perjalananmu.
Siap mengeksplorasi ragam wahana seru di Pemalang atau Jawa Tengah? Bersama Traveloka, petualanganmu jadi lebih praktis dan berkesan. Segera klik link di bawah untuk amankan tiketmu sekarang!
Rencana perjalananmu menjelajahi Kota Nanas dan keajaiban Jawa Tengah akan jauh lebih sempurna dengan persiapan yang matang.
angan biarkan urusan transportasi atau penginapan menjadi beban saat kamu ingin menikmati semangkuk Nasi Grombyang yang hangat di Pemalang. Pastikan semua kebutuhan mobilitasmu telah tertata rapi agar kamu bisa fokus menciptakan momen-momen indah selama berlibur.
Gunakan aplikasi Traveloka untuk memesan segala kebutuhan perjalananmu dengan sangat praktis, mulai dari tiket pesawat, kereta api, hingga bus dan travel menuju Pemalang. Kamu juga bisa memesan hotel dengan penawaran harga terbaik, layanan antar-jemput bandara, serta tiket masuk atraksi dan aktivitas seru di Jawa Tengah hanya dalam satu aplikasi. Yuk, segera buka Traveloka dan pesan liburan impianmu sekarang juga!







