Kuliner Khas Salatiga: 12 Pilihan Legendaris yang Wajib Dicoba

Mas Bellboy
Waktu baca 10 menit

Salatiga bukan sekadar kota transit di jalur Semarang–Solo. Di balik udaranya yang sejuk dan panorama perbukitan yang hijau, kota kecil di kaki Gunung Merbabu ini menyimpan tradisi kuliner yang sudah bertahan puluhan, bahkan ratusan tahun. Dari semangkuk soto bening yang mengepul di pagi hari hingga camilan kacang renyah yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, kuliner khas Salatiga menawarkan cita rasa otentik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Sebagai kota yang dikelilingi perkebunan dan dekat dengan jalur perdagangan Jawa Tengah, Salatiga memiliki pengaruh budaya yang kaya, tercermin dalam aneka hidangannya. Banyak warung dan toko di sini sudah diwariskan lintas generasi, menjaga resep asli dengan ketat sekaligus menyambut wisatawan baru yang ingin merasakan autentisitasnya. Artikel ini merangkum 12 kuliner khas Salatiga yang sudah terbukti melegenda dan layak masuk daftar kunjungan.

Sebelum membahas satu per satu, ketahui bahwa banyak kuliner legendaris Salatiga hanya buka dari pagi hingga siang hari — beberapa bahkan hanya empat jam. Rencanakan kunjunganmu dengan baik agar tidak kehabisan. Untuk kenyamanan menginap, berikut beberapa pilihan hotel di Salatiga yang bisa kamu pesan sebelum berangkat.

1. Soto Esto — Soto Ayam Bening Legendaris sejak 1953

Kuliner Khas Salatiga soto esto

Warung Soto Esto di Jalan Langensuko No. 4 adalah salah satu ikon kuliner tertua di Salatiga, berdiri sejak tahun 1953 dan hingga kini masih setia menyajikan satu menu utama: soto ayam. Kuahnya bening kekuningan, gurih ringan, dan terasa sangat segar berkat paduan kaldu ayam dengan rempah-rempah pilihan yang dimasak perlahan. Semangkuk soto ini hadir lengkap dengan suwiran ayam, tauge segar, irisan daun bawang, dan taburan bawang goreng yang harum.

Yang membuat Soto Esto berbeda adalah kesederhanaannya yang konsisten — tidak ada perubahan resep, tidak ada variasi baru yang memaksakan diri. Harga per porsi sekitar Rp 13.000, sudah termasuk kerupuk karak yang renyah, menjadikannya salah satu kuliner dengan nilai terbaik di kota ini. Pengunjung biasanya menambah sajian dengan tempe goreng, sate telur puyuh, atau sate kerang yang dijual terpisah dengan harga Rp 3.000–5.000 per tusuk.

Satu hal penting yang harus diketahui: Soto Esto hanya buka dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB setiap harinya, dan di akhir pekan soto bisa habis sebelum jam 12. Datang lebih awal untuk memastikan kamu mendapat porsi terbaik. Soto Esto adalah bukti bahwa kuliner sederhana yang dimasak dengan sepenuh hati mampu bertahan lebih dari tujuh dekade.

2. Soto Kesambi — Langganan Warga dari Salatiga hingga Jakarta

Jika Soto Esto dikenal di kalangan wisatawan, Soto Kesambi adalah warung yang sudah tertanam dalam keseharian warga Salatiga selama puluhan tahun. Berlokasi di Jalan Gladagan No. 682, Kecamatan Sidorejo, warung ini sudah dikenal sejak tahun 1950 dan memiliki penggemar setia dari berbagai kota, mulai dari Semarang, Yogyakarta, Solo, hingga Jakarta yang menyempatkan mampir saat melintas.

Soto Kesambi menyajikan kuah bening dengan suwiran ayam, tauge, daun bawang, dan bawang goreng — komposisi yang tampaknya sederhana, namun dengan keseimbangan rasa yang khas Salatiga. Pelengkap favorit pengunjung antara lain tempe goreng, tahu goreng, dan perkedel kentang yang gurih. Warung ini buka mulai pukul 06.00 hingga 13.30 WIB, cocok sebagai pilihan sarapan atau makan siang awal sebelum melanjutkan eksplorasi kota.

Suasana warungnya hangat dan ramai, mencerminkan kepercayaan yang sudah dibangun selama lebih dari tujuh dekade. Tak perlu ragu untuk bergabung dalam antrean — pengalaman menyantap soto di sini adalah bagian dari perjalanan itu sendiri. Datang di hari biasa untuk suasana yang lebih santai, meski di akhir pekan pun warung ini selalu ramai pengunjung.

3. Sambal Tumpang Koyor Mbah Rakinem — Warisan Sejak 1950

Di antara sekian banyak kuliner khas Salatiga, Sambal Tumpang Koyor adalah hidangan yang paling unik dan sulit ditemukan di kota lain. Warung Mbah Rakinem di Jalan Nakula Sadewa III No. 13 sudah beroperasi sejak tahun 1950, menjadikannya salah satu warung tertua yang masih aktif di Salatiga. Koyor adalah urat sapi yang dimasak hingga empuk dan kenyal, lalu disajikan dalam kuah tumpang — kuah berbahan tempe semangit (tempe yang sedikit difermentasi) yang gurih, sedikit asam, dan kaya rasa.

Satu porsi nasi tumpang koyor hadir lengkap dengan nasi putih panas, sayuran rebus seperti kacang panjang dan labu, tahu, kerupuk, dan sambal yang bisa disesuaikan tingkat kepedasannya. Harga berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per porsi, sangat terjangkau untuk cita rasa selezat ini. Warung ini buka dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, Selasa sampai Minggu — artinya kamu hanya punya empat jam setiap harinya untuk menikmatinya.

Kedatangan yang mepet waktu tutup justru menjadi daya tarik tersendiri karena kuah tumpang yang dimasak sejak subuh mencapai kekayaan rasa terbaiknya di pagi hari. Warung Mbah Rakinem adalah pengalaman kuliner yang melampaui sekadar makan — ini adalah perjalanan ke dalam warisan masak Salatiga yang paling autentik. Pastikan kamu menyetel alarm lebih pagi agar tidak melewatkan kesempatan langka ini.

4. Bakso Babat Taman Sari — Kaldu Bening yang Menggugah Selera sejak 1965

Bakso Babat Taman Sari bukan bakso biasa. Warung yang berdiri sejak tahun 1965 ini, didirikan oleh Indah Setiani dan kini berlokasi di Jalan Diponegoro No. 105, Sidorejo Lor, Salatiga, menjadikan babat dan kikil sapi sebagai bahan utama yang membedakannya dari bakso konvensional. Babat yang digunakan dimasak hingga benar-benar empuk dengan tekstur kenyal yang menyenangkan, lalu disajikan dalam kuah kaldu bening yang bersih dan gurih tanpa rasa berlebihan.

Menu yang tersedia cukup beragam: Bakso Babat, Bakso Kikil, Bakso Campur, Bakso Bihun, Bakso Bakmi, dan Bakso Pangsit — semua menggunakan kuah kaldu khas yang menjadi ciri khas warung ini. Topping bawang goreng dan irisan daun bawang segar melengkapi sajian, menambah lapisan aroma yang menggoda. Warung ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, memberikan jendela waktu yang lebih longgar dibanding warung pagi lainnya di Salatiga.

Lebih dari enam dekade beroperasi, Bakso Babat Taman Sari telah membuktikan diri sebagai destinasi kuliner yang konsisten dan dipercaya. Tempatnya tidak mewah, tapi justru itulah yang membuat pengalaman makan di sini terasa genuine. Cocok untuk makan siang setelah berkeliling tempat wisata di sekitar Salatiga.

5. Sate Sapi Suruh — Sate Sapi Khas dengan Teknik Marinasi Unik

Bagi pecinta sate, Sate Sapi Suruh di Jalan Jenderal Sudirman adalah destinasi yang tidak boleh dilewati. Berbeda dari sate sapi kebanyakan, daging yang digunakan di sini melalui proses marinasi menggunakan perasan air jeruk nipis dan daun pepaya, teknik tradisional yang membuat tekstur daging menjadi sangat empuk dan tidak alot sama sekali. Potongan dagingnya pun cukup besar, memberikan kepuasan tersendiri di setiap gigitan.

Sate ini dibakar di atas arang kayu, menghasilkan aroma panggang yang khas dan lapisan luar yang sedikit karamel. Disajikan di atas daun pisang dengan siraman bumbu kacang yang kental dan ketupat, tampilan dan rasanya sama-sama menggugah selera. Harga mulai dari sekitar Rp 25.000 per porsi, dengan jam buka dari pukul 07.00 hingga 15.30 WIB setiap harinya.

Sate Sapi Suruh adalah contoh terbaik bagaimana teknik memasak sederhana yang dieksekusi dengan tepat bisa menghasilkan cita rasa luar biasa. Warung ini selalu ramai, terutama di jam makan siang, jadi datang lebih awal sangat dianjurkan. Kombinasi sate empuk, bumbu kacang gurih, dan ketupat lembut menjadikan hidangan ini salah satu yang paling memuaskan di Salatiga.

6. Warung Sate Blotongan — Kambing Muda Panggang di Atas Wajan Panas

Masih soal sate, Warung Sate Blotongan atau yang juga dikenal sebagai Sate Pak Masyudi hadir dengan versi yang berbeda: sate kambing muda. Berlokasi di kawasan Blotongan, warung ini memiliki cara penyajian yang unik — sate disajikan langsung di atas wajan panas, bukan di atas piring biasa, sehingga dagingnya tetap hangat dan juicy dari awal hingga suapan terakhir. Daging kambing muda yang digunakan terasa lebih lembut dan tidak berbau tajam seperti kambing dewasa.

Proses memasak yang singkat dengan bumbu kecap, garam, dan bawang putih mempertahankan cita rasa alami daging kambing tanpa banyak tambahan rempah yang menutupi karakter aslinya. Ini adalah sate gaya Jawa Tengah yang bersih dan jujur: daging berkualitas, bumbu secukupnya, dan teknik yang presisi. Sate Blotongan cocok dinikmati di sore atau malam hari ketika udara Salatiga mulai mendingin.

Bagi wisatawan yang belum pernah mencoba sate kambing muda panggang di atas wajan panas, Warung Sate Blotongan adalah pengalaman baru yang menarik. Suasana warungnya ramai dan penuh kehangatan khas Jawa Tengah, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantap santai bersama keluarga atau teman perjalanan.

Untuk melengkapi pengalaman wisatamu di Salatiga, kamu juga bisa menjelajahi berbagai aktivitas seru di sekitar kota ini — dari taman hiburan hingga wisata alam yang menyegarkan.

7. Warung Pecel Keong Mbak Toen — Hidangan Tradisional yang Tidak Ada Duanya

Di antara semua kuliner unik di Salatiga, Warung Pecel Keong Mbak Toen mungkin adalah yang paling mengundang rasa penasaran. Pecel keong adalah sajian berbasis keong yang dimasak dengan bumbu rempah lengkap — cabai, jahe, kemiri, dan kunyit — menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit harum akar. Tekstur keong yang kenyal berpadu dengan kuah bumbu yang kaya, menciptakan sensasi makan yang benar-benar berbeda dari pilihan kuliner lainnya.

Hidangan ini bisa dinikmati bersama nasi putih hangat dan dilengkapi pilihan lauk tambahan seperti ikan goreng, berbagai gorengan, dan kerupuk. Warung Mbak Toen adalah salah satu tempat yang menjaga tradisi memasak keong tetap hidup di Salatiga, dan bagi wisatawan yang berani mencoba, ini adalah pengalaman gastronomi yang otentik dan tidak akan terlupakan.

Pecel keong membuktikan kekayaan kuliner Salatiga yang jauh melampaui soto dan bakso. Jika kamu adalah tipe wisatawan yang suka mengeksplorasi rasa baru, warung ini adalah perhentian yang tepat. Cita rasanya yang khas menjadi percakapan tersendiri setelah pulang dari Salatiga.

8. Ronde Sekoteng Jago — Minuman Hangat Kaya Rempah yang Menghangatkan Malam

Ronde Sekoteng Kuliner Khas Salatiga

Salatiga yang sejuk membutuhkan minuman yang tepat, dan Ronde Sekoteng Jago sudah menyediakannya sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. Berlokasi di dekat Pos Polisi Pasar Raya Salatiga, warung ini menyajikan ronde sekoteng — minuman jahe hangat yang diisi dengan bola-bola ketan kenyal (ronde), tangkwe, manisan kulit jeruk, agar-agar hunkwe, dan rumput laut. Kuah jahenya kaya, harum, dan terasa menghangatkan dari dalam saat dinikmati di malam hari.

Yang membuat Ronde Sekoteng Jago istimewa adalah kualitas bahan-bahannya yang konsisten: ronde buatan sendiri dengan tekstur yang benar-benar empuk dan tidak keras, serta kuah yang menggunakan banyak jahe segar dan rempah pilihan. Ini bukan sekadar minuman hangat biasa — ini adalah warisan kuliner Salatiga yang terus dijaga kualitasnya dari generasi ke generasi.

Ronde Sekoteng Jago paling cocok dinikmati saat malam setelah berkeliling kota atau usai menyantap makan malam. Hangatnya kuah jahe di tengah udara sejuk Salatiga adalah kombinasi yang sempurna, dan rasanya hampir tidak mungkin berhenti di satu mangkuk saja.

9. Kopi Babah Kacamata — Kopi Robusta Legendaris sejak 1965

Bagi pecinta kopi, Kopi Babah Kacamata adalah nama yang tidak asing. Usaha kopi bubuk ini berdiri sejak tahun 1965 dan kini beralamat di Jalan Kalinyamat No. 16 Salatiga, serta bisa ditemukan di Pasar Raya I lantai dasar Blok C4–C5. Kopi yang digunakan adalah robusta green bean dari Temanggung, daerah penghasil kopi terbaik di Jawa Tengah, yang diolah dengan metode tradisional yang dipertahankan sejak dekade pertama berdirinya.

Kopi Babah Kacamata tersedia dalam berbagai ukuran: mulai dari Rp 7.500 per ons hingga Rp 70.000 per kilogram — harga yang sangat terjangkau untuk kopi berkualitas tinggi. Rasanya kuat, sedikit pahit dengan aroma sangrai yang khas, dan bisa disajikan tubruk, pour over, maupun metode apa saja yang disukai. Ini adalah oleh-oleh paling praktis dan paling berkesan dari Salatiga untuk para penikmat kopi di rumah.

Toko ini buka Senin hingga Sabtu, pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Pengunjung bisa langsung membeli dalam kemasan siap bawa, atau meminta kopi untuk digiling di tempat sesuai preferensi gilingan. Kopi Babah Kacamata adalah bukti bahwa beberapa hal memang lebih baik ketika tidak berubah.

10. Enting-Enting Gepuk — Camilan Kacang Renyah Sejak 1929

Enting-enting gepuk adalah oleh-oleh ikonik Salatiga yang sudah diproduksi sejak tahun 1929. Salah satu produsen tertuanya adalah Enting-Enting Gepuk Cap Klenteng & 2 Hoolo, berlokasi di Jalan Kalibodri No. 37, Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, yang kini dikelola generasi ketiga keluarga pendirinya. Camilan ini terbuat dari kacang tanah pilihan yang dipadu dengan gula merah berkualitas, menghasilkan tekstur renyah dengan rasa manis gurih yang khas dan adiktif.

Proses pembuatannya masih menggunakan teknik tradisional yang diwariskan, menjaga cita rasa tetap konsisten sejak hampir satu abad yang lalu. Harga berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 70.000 tergantung ukuran kemasan, dan enting-enting gepuk bisa bertahan hingga tiga bulan jika disimpan dengan baik. Inilah yang menjadikannya pilihan oleh-oleh yang ideal untuk dibawa pulang ke berbagai kota.

Selain Cap Klenteng & 2 Hoolo, ada banyak produsen enting-enting gepuk lainnya di sepanjang Jalan Sukowati dan kawasan Pasar Raya Salatiga. Cobalah beberapa merek berbeda untuk menemukan yang paling sesuai dengan selera — meski resepnya serupa, setiap produsen memiliki kekhasan tersendiri dalam tingkat kemanisan dan kerenyahannya.

11. Getuk Kethek — Jajanan Singkong Lembut dari Argomulyo

Kuliner getuk kethek Khas Salatiga

Satu lagi kudapan tradisional yang wajib dicoba: Getuk Kethek. Berbeda dari getuk biasa, getuk khas Salatiga ini memiliki tekstur yang jauh lebih lembut karena dibuat dari singkong yang dikukus lalu diuleg dengan kelapa parut segar, tanpa bahan pengawet sama sekali. Hasilnya adalah jajanan yang terasa ringan, manis alami, dan lumer di mulut — cocok sebagai camilan sore atau pelengkap teh hangat.

Getuk Kethek bisa ditemukan di gerai "Satu Rasa" di kawasan Argomulyo, Salatiga, dengan harga sekitar Rp 14.000 per kotak yang berisi 20 potong. Ukurannya yang kompak membuatnya mudah dibawa sebagai oleh-oleh, meski karena menggunakan kelapa segar, daya tahannya lebih pendek dibanding enting-enting gepuk. Beli di hari terakhir kunjungan agar kondisinya tetap segar saat sampai di tujuan.

Getuk Kethek adalah representasi sederhana dari kekayaan kuliner tradisional Jawa Tengah: bahan-bahan lokal yang murah dan mudah didapat, diolah dengan keterampilan tangan, menghasilkan rasa yang tidak bisa ditiru oleh produksi massal. Ini adalah oleh-oleh yang paling bercerita tentang Salatiga.

12. Roti Tegal Salatiga — Roti Rumahan dengan Bahan Premium

Kuliner khas Salatiga tidak melulu soal makanan berat atau jajanan tradisional. Roti Tegal adalah bukti bahwa kota ini juga memiliki tradisi membuat roti rumahan yang telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru. Roti ini dibuat menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dengan metode homemade yang mempertahankan tekstur lembut dan rasa yang berbeda dari roti pabrik pada umumnya.

Aneka varian rasa tersedia mulai dari yang klasik hingga pilihan isian yang lebih modern, menjadikan Roti Tegal pilihan yang fleksibel baik sebagai sarapan, camilan perjalanan, maupun oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Proses pembuatannya yang tidak menggunakan pengawet menjadikan roti ini terasa lebih fresh dan autentik. Roti Tegal telah menjadi tujuan tersendiri bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa Salatiga dalam kemasan yang berbeda.

Kunjungi toko roti ini di pagi hari untuk mendapatkan pilihan varian yang paling lengkap dan kondisi roti yang paling segar. Bagi yang berniat membawa pulang sebagai oleh-oleh, beli di hari terakhir kunjungan agar kualitasnya terjaga. Roti Tegal membuktikan bahwa keragaman kuliner Salatiga benar-benar mencakup semua kategori.

Tips Menjelajahi Kuliner Salatiga dengan Lebih Menyenangkan

Waktu Terbaik untuk Berburu Kuliner

Sebagian besar warung kuliner legendaris di Salatiga buka dari pagi dan tutup di siang hari. Soto Esto, Soto Kesambi, dan Warung Tumpang Koyor Mbah Rakinem semuanya menutup pintu sebelum atau sekitar pukul 12.00–13.30 WIB. Rencanakan hari pertama kunjungan khusus untuk berburu kuliner pagi, dimulai dari salah satu warung soto sebelum pukul 08.00, kemudian lanjut ke tumpang koyor.

Oleh-Oleh yang Bisa Dibawa Pulang

Untuk oleh-oleh, prioritaskan enting-enting gepuk karena daya tahannya hingga tiga bulan dan mudah dikemas. Kopi Babah Kacamata juga pilihan tepat untuk teman atau keluarga yang menyukai kopi. Getuk Kethek dan Roti Tegal lebih baik dibeli menjelang kepulangan karena kesegarannya yang tidak bertahan lama.

Cara Menuju Salatiga

Salatiga dapat dicapai dengan mudah dari Semarang menggunakan berbagai moda transportasi. Jika kamu lebih memilih transportasi darat yang nyaman, tersedia tiket bus yang melayani rute dari berbagai kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Salatiga. Alternatifnya, kamu bisa memesan tiket kereta dengan tujuan Stasiun Semarang, dilanjutkan perjalanan darat sekitar satu jam menuju Salatiga. Bagi yang terbang, Airport transfer dari Bandara Ahmad Yani Semarang tersedia untuk mengantarkanmu langsung ke Salatiga dengan nyaman.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner dan objek wisata sekitar Salatiga dengan lebih leluasa, menyewa kendaraan adalah pilihan terbaik. Dengan sewa mobil, kamu bisa berpindah dari satu warung ke warung lainnya tanpa bergantung pada jadwal transportasi umum. Jangan lupa pantau promo Traveloka untuk mendapatkan harga terbaik pada setiap layanan perjalananmu.

Terbang Bersama Traveloka

Tue, 8 Sep 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 688.200

Sat, 5 Sep 2026

Lion Air

Banjarmasin (BDJ) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 1.094.700

Mon, 7 Sep 2026

NAM Air

Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 946.345

Rencanakan Liburanmu Bersama Traveloka

Traveloka adalah aplikasi perjalanan terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya oleh lebih dari 100 juta pengguna untuk merencanakan perjalanan dari awal hingga akhir. Dalam satu aplikasi, kamu bisa memesan tiket pesawat ke Semarang sebagai kota terdekat dengan Salatiga, mencari penginapan dengan membandingkan ratusan pilihan hotel dari berbagai kategori bintang dan harga, memesan tiket aktivitas dan atraksi wisata, hingga mengurus transportasi darat dengan tiket bus, tiket kereta, sewa mobil, dan airport transfer sekaligus dalam satu sesi pemesanan.

Traveloka juga menyediakan layanan tambahan yang membuat perjalanan makin tenang, seperti eSIM untuk koneksi internet tanpa repot mengganti kartu saat tiba di destinasi, asuransi perjalanan untuk perlindungan selama liburan, dan Traveloka PayLater yang memungkinkan kamu memesan sekarang dan membayar nanti dengan cicilan fleksibel. Semua bisa dibayar dengan metode pembayaran lokal yang beragam, tanpa perlu kartu kredit internasional. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulailah merencanakan perjalanan kuliner tak terlupakan ke Salatiga.

Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan