
Source Foto: Indonesia Kaya
Dulu, seorang santri yang hendak berkunjung ke pesantren tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa bebek yang dikukus utuh dalam balutan daun pisang, sebagai bentuk sungkem atau penghormatan kepada sang kiai. Dari tradisi itulah lahir Bebek Songkem, salah satu warisan kuliner paling bermakna dari Madura.
Sebagai kabupaten di ujung timur Madura, kuliner khas Sumenep kaya akan hidangan berkuah dan olahan petis yang gurih dan khas. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Sumenep, jangan lewatkan mencicipi keenam hidangan ini langsung dari warung-warung legendarisnya.
Berikut enam makanan khas Sumenep yang paling dikenal, dari hidangan berkuah hingga sate berukuran mini.
Kaldu Kokot adalah sup dari kikil sapi (kokot) yang dimasak lama hingga empuk dalam kuah kacang hijau yang gurih, disajikan bersama lontong, bawang goreng, sambal, kerupuk, dan kecap. Hidangan ini pertama diperkenalkan oleh Ibu Nakiyah pada 1962.
Karena kepopulerannya, Kaldu Kokot kerap dijuluki "raja" hidangan Idul Adha di Sumenep, disantap beramai-ramai bersama keluarga setelah momen penyembelihan hewan kurban.
Bebek Songkem dimasak dengan cara dikukus dalam balutan daun pisang selama tiga hingga empat jam tanpa air, memakai batang pisang basah sebagai media pengukusan alami. Bumbu meresap sempurna ke dalam daging bebek yang empuk dan rendah kolesterol dibanding bebek goreng biasa.
Nama "songkem" berasal dari tradisi sungkem, sikap hormat kepada orang tua atau kiai, karena dulu hidangan ini dibawa santri sebagai bentuk penghormatan saat berkunjung ke pesantren.
Sate Lalat atau sate laler memakai daging sapi yang dipotong sangat kecil, seukuran lalat, sehingga dinamakan demikian. Potongan mini ini justru membuat bumbu kacang meresap lebih merata ke seluruh bagian daging dibanding sate berukuran normal.
Satu porsi biasanya berisi banyak tusuk kecil, disantap dengan lontong dan sambal kacang yang gurih manis khas Madura.
Tue, 25 Aug 2026

Susi Air
Pagerungan Besar (WAR) ke Sumenep (SUP)
Mulai dari Rp 529.020
Tue, 1 Sep 2026

Susi Air
Bawean (BXW) ke Sumenep (SUP)
Mulai dari Rp 474.650
Campor atau lontong campor berisi lontong, daging sapi, mentimun iris, mi soun, dan bawang goreng, disiram kuah kental berwarna kemerahan dari campuran santan, cabai merah, bawang putih, dan pala. Rasanya gurih dengan sentuhan pedas yang khas.
Hidangan ini populer sebagai menu sarapan maupun makan siang, mudah ditemukan di warung-warung kaki lima sepanjang Sumenep.
Lorjuk adalah kerang khas perairan Madura yang bisa diolah dengan berbagai cara, mulai dari digulai, digoreng kering, hingga dijadikan sup. Rasa gurih dan sedikit manis alami dari daging lorjuk membuatnya jadi bahan favorit masyarakat pesisir Sumenep.
Lorjuk goreng kering bahkan sering dijadikan oleh-oleh karena tahan lama dan praktis dibawa pulang tanpa perlu penyimpanan khusus.
Berbeda dari rujak petis daerah lain, versi Sumenep memakai petis berbahan dasar ikan pindang kering yang memberi rasa lebih gurih dan tajam. Racikan bumbu kacang dan petisnya disiramkan ke berbagai buah dan sayur segar seperti mentimun, kedondong, dan bengkoang.
Perpaduan rasa manis, asam, dan gurih dari petis khas ini menjadikan Rujak Petis Sumenep punya karakter rasa yang berbeda dari rujak petis Madura pada umumnya.
Nama "songkem" berasal dari tradisi sungkem, sikap hormat yang biasa dilakukan kepada orang tua atau kiai dalam budaya Madura. Dulu, santri dan warga membawa Bebek Songkem sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur saat berkunjung ke pesantren atau kediaman kiai.
Karena nilai historisnya yang kuat, Bebek Songkem bahkan sudah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda, menjadikannya lebih dari sekadar hidangan lezat, melainkan juga bagian dari identitas budaya Madura.
Untuk merasakan cita rasa paling asli, berikut lokasi yang paling direkomendasikan di Sumenep.
Kawasan ini jadi titik kumpul penjual Sate Lalat dan Campor yang buka sejak sore hingga malam, sekaligus tempat bersantai sambil menikmati suasana pusat Kota Sumenep.
Sebagai pasar tradisional terbesar di Sumenep, tempat ini menjual berbagai bahan dan jajanan khas termasuk lorjuk kering dan bumbu petis untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Kawasan pelabuhan ini jadi tempat terbaik untuk mencicipi lorjuk segar hasil tangkapan nelayan setempat, diolah langsung oleh warung-warung kecil di sekitar pesisir.

Indonesia

Myze Hotel Sumenep

9.3/10
•




Batuan
Rp 467.715
Dari Kaldu Kokot yang jadi raja hidangan Idul Adha hingga Bebek Songkem yang sarat makna penghormatan, keenam makanan khas Sumenep ini menunjukkan betapa eratnya kuliner dengan tradisi dan nilai budaya masyarakatnya. Setiap hidangan membawa cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar cita rasanya.
Menjelajahi langsung Alun-Alun, Pasar Anom, atau Kalianget akan memberi pengalaman kuliner yang jauh lebih berkesan dibanding hanya mencicipinya di restoran Madura di kota besar.
Traveloka adalah aplikasi travel terdepan di Asia Tenggara yang memudahkan perjalanan kuliner Anda ke Sumenep dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Pesawat ke Sumenep, cari Hotel di Sumenep, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Sumenep seperti mengunjungi Keraton Sumenep atau snorkeling di Gili Labak.
Selain flight dan hotel, Traveloka juga menyediakan sewa mobil dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, sehingga perjalanan kuliner ke Madura bisa direncanakan tanpa ribet. Nikmati kemudahan membayar dengan Traveloka PayLater, transfer bank, atau dompet digital seperti GoPay dan OVO, lewat aplikasi yang konsisten meraih rating tinggi di Google Play Store dan App Store.






