
Kota Tanjungpinang, ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, merupakan sebuah kota pelabuhan bersejarah yang terletak di Pulau Bintan. Terkenal dengan warisan budaya Melayu yang kental, keberadaan Pulau Penyengat yang legendaris, serta pemandangan pesisir lautnya yang menawan, Tanjungpinang selalu menjadi destinasi menarik bagi para petualang.
Tidak kalah dengan pesona wisatanya, Tanjungpinang juga menyimpan surga kuliner tradisional yang sangat memanjakan lidah. Karena letak geografisnya yang dikelilingi lautan serta pengaruh akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa yang kuat, karakteristik utama makanan khas Tanjungpinang didominasi oleh olahan hasil laut (seafood) segar dengan bumbu rempah yang gurih, manis, dan pedas. Jika Anda berkunjung ke kota ini, berburu kuliner lokal adalah agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan.

Indonesia

Ck Tanjungpinang Hotel & Convention Center

8.6/10
•




Bintan / Tanjung Pinang
Rp 664.827
Bagi Anda pencinta kuliner nusantara yang ingin merasakan petualangan rasa baru, berikut adalah jajaran makanan khas Tanjungpinang yang paling populer dan wajib dicoba:
Gonggong adalah ikon kuliner nomor satu khas Tanjungpinang yang sangat unik. Makanan ini berbahan dasar sejenis siput laut (hewan moluska) khas perairan Kepulauan Riau yang diolah dengan cara direbus bersama sedikit garam dan jahe untuk menghilangkan aroma amis. Cara menyantapnya pun unik, Anda harus mengeluarkan daging siput dari cangkangnya menggunakan tusuk gigi, lalu mencocolnya ke dalam sambal kacang pedas manis atau sambal cabai rawit khas lokal. Daging gonggong memiliki tekstur yang kenyal dan rasa gurih yang alami.
Meskipun namanya terdengar tidak biasa, mie lendir adalah menu sarapan legendaris yang sangat digemari di Tanjungpinang. Hidangan ini terdiri dari mie kuning basah yang direbus bersama tauge, lalu disiram dengan kuah kental berwarna cokelat muda. Kekentalan kuah mirip lendir ini berasal dari campuran ubi jalar, kacang tanah rangup yang dihaluskan, dan tepung sagu. Disajikan dengan taburan bawang goreng, seledri, dan irisan cabai rawit hijau, mie lendir menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas hangat.
Berbeda dengan otak-otak khas daerah lain yang berwarna putih bersih, otak-otak khas Tanjungpinang memiliki warna kemerahan atau kecokelatan yang khas. Hal ini dikarenakan adonan ikan (biasanya menggunakan ikan tenggiri atau ikan parang) dicampur melimpah dengan parutan kelapa, cabai, dan racikan rempah-rempah Melayu yang kaya rasa. Adonan tersebut dibungkus menggunakan daun nira atau daun kelapa, lalu dibakar di atas bara api. Aromanya sangat harum dengan cita rasa pedas gurih yang pekat.
Meskipun asalnya dari Kepulauan Anambas, mie tarempa telah menjelma menjadi kuliner harian yang sangat populer dan mudah dijumpai di setiap sudut kota Tanjungpinang. Mie ini memiliki bentuk pipih tebal mirip mie aceh. Keunikan mie tarempa terletak pada bumbu tumisnya yang menggunakan rempah kemerahan gurih dan diberi topping suwiran daging ikan tongkol bumbu kering. Hidangan ini tersedia dalam tiga varian cara memasak: mie tarempa kering, lembab (basah sedikit), atau mie tarempa kuah.
Luti gendang adalah camilan tradisional pendamping minum kopi sore yang sangat populer di Tanjungpinang. Jajanan ini berbentuk roti lonjong yang digoreng hingga bagian luarnya berwarna cokelat keemasan dan renyah (crispy), namun tetap lembut di bagian dalam. Di dalam roti ini terdapat isian berupa abon ikan tongkol yang telah dimasak kering bersama bumbu rempah tradisional dan gula merah, memberikan sensasi rasa gurih-manis yang sangat adiktif.
Untuk pencinta kue manis tradisional, deram-deram adalah kue legendaris yang dahulunya merupakan camilan kesultanan Melayu di Pulau Penyengat. Kue ini sekilas mirip dengan kue ali atau donat berukuran mini. Deram-deram terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah aren asli yang digoreng dengan teknik khusus hingga menghasilkan tekstur yang keras renyah di luar, namun lembut legit di bagian dalam. Kue ini sangat tahan lama sehingga sangat cocok dijadikan oleh-oleh.
Untuk merasakan keaslian rasa makanan khas Tanjungpinang dengan suasana lokal yang kental, Anda bisa mengunjungi beberapa titik berikut:
Saat matahari terbenam, kawasan Akau Potong Lembu berubah menjadi pusat kuliner malam (food court terbuka) terbesar dan paling legendaris di Tanjungpinang. Di sini, Anda bisa menemukan ratusan meja yang menjual paket lengkap: gonggong rebus segar, otak-otak hangat, mie tarempa, hingga aneka olahan seafood segar dengan harga yang terjangkau.
Melayu Square yang terletak di tepi pantai tepi laut (Tepi Laut) adalah tempat berkumpulnya warga lokal di sore hari. Di kawasan ini, berjejer kedai kopi legendaris tempat terbaik untuk menikmati sepiring mie lendir hangat atau seporsi luti gendang renyah sembari memandang matahari terbenam ke arah Pulau Penyengat.
Jika Anda ingin berburu camilan kering dan kue tradisional seperti deram-deram, kerupuk atom ikan, hingga luti gendang beku untuk dibawa pulang, susurilah pertokoan klasik di kawasan Kota Tua Jalan Merdeka.
Melalui aplikasi Traveloka, Anda dapat memesan tiket pesawat menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang atau Bandara Hang Nadim di Batam untuk dilanjutkan dengan penyeberangan kapal cepat (speed boat). Agar mobilisasi Anda mengeksplorasi destinasi budaya dan pusat kuliner di Pulau Bintan berjalan lancar, Anda bisa langsung memesan layanan sewa mobil Tanjungpinang via Traveloka.
Jangan lupa untuk memesan hotel terbaik di Tanjungpinang atau resort tenang di tepi pantai melalui Traveloka. Manfaatkan fitur fleksibilitas seperti Easy Reschedule, metode pembayaran PayLater, serta berbagai Promo Pengguna Baru untuk pengalaman berburu kuliner nusantara yang hemat dan tak terlupakan!
Thu, 29 Oct 2026

Susi Air
Singkep (SIQ) ke Bintan / Tanjung Pinang (TNJ)
Mulai dari Rp 464.660
Mon, 2 Nov 2026

Susi Air
Anambas / Jemaja (LMU) ke Bintan / Tanjung Pinang (TNJ)
Mulai dari Rp 656.690
Thu, 29 Oct 2026

Susi Air
Tambelan / Bintan (TBX) ke Bintan / Tanjung Pinang (TNJ)
Mulai dari Rp 725.510










