IDR
Pay
Log In
Daftar
traveloka
Explore
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Mas Bellboy

15 Sep 2021 - 6 min read

Mengenal Berbagai Ragam Kain Tradisional Indonesia

Mengenal Berbagai Ragam Kain Tradisional Indonesia

Ragam Kain Tradisional Indonesia - Indonesia adalah negara yang menyimpan begitu banyak ragam pesona wisata. Mulai dari kekayaan alam, budaya, adat istiadat, kuliner, dan berbagai pesona wisata lainnya yang mengagumkan. Salah satu yang sering dibahas dan telah menarik banyak minat wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara adalah bentuk kesenian budayanya yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Ambil salah satu contoh, kain tradisional Indonesia dari berbagai daerah yang tersebar di Nusantara memang sudah menjadi sorotan dunia.

Dengan berbagai corak dan materi pembuat, kain tradisional Indonesia kerap kali menggambarkan ciri khas dari tiap daerah asal mereka masing-masing. Tak hanya itu, tiap kain tradisional di tiap daerah memiliki makna tersendiri. Pembuatan kain dengan cara tradisional juga memberikan nilai estetika yang tinggi, sehingga tak jarang kain tradisional yang dimiliki oleh tiap daerah tersebut diburu oleh para wisatawan, maupun para kolektor kain tradisional.

Keindahan kain tradisional Indonesia ini sudah sampai ke mancanegara dan dipamerkan dalam acara-acara besar di dunia. Penasaran dengan kain-kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia? Kami akan mengajak kamu mengenal berbagai kain tradisional Indonesia dari berbagai daerah yang diburu kolektor dan telah menarik perhatian masyarakat dunia.

Ragam Kain Tradisional Indonesia
1. Kain Batik

Kain Batik

Pembahasan mengenai kain tradisional Indonesia tidak akan sempurna jika tidak dimulai dengan kain yang satu ini. Nama Kain Batik memang sudah sangat populer di seluruh penjuru Indonesia maupun mancanegara. Bahkan, Kain Batik merupakan kain yang telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009.

Dalam pembuatannya, Kain Batik melalui beberapa proses, mulai dari menggambar pola, pemalaman, pewarnaan, pelorodan malam, pembatikan ulang, hingga pencucian. Teknik pewarnaannya pun dilakukan dengan metode yang beragam yaitu dengan cara ditulis, dicap, atau dilukis. Corak dan motif Kain Batik yang beragam mengandung makna tersendiri sesuai daerah penghasilnya. Adapun daerah penghasil Kain Batik terbanyak dan terpopuler diantaranya adalah Jogja, Solo, Cirebon, dan masih banyak lagi lainnya.

Hotel & Penginapan Terbaik di Solo

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Solo dengan penawaran terbaik di Traveloka

Hotel & Penginapan Terbaik di Cirebon

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Cirebon dengan penawaran terbaik di Traveloka

2. Kain Ulos

Kain Ulos

Kain Ulos merupakan salah satu kain tradisional Indonesia terpopuler yang berasal dari Suku Batak, Sumatera Utara. Masyarakat Batak mengembangkan Kain Ulos dengan menerapkan metode penenunan tanpa mesin. Berbagai macam motif Kain Ulos memiliki makna yang istimewa dengan warna yang didominasi dengan warna hitam, putih, dan merah.

Kain Ulos biasanya dipergunakan oleh masyarakat Batak untuk berbagai kesempatan seperti dukacita, kelahiran, pernikahan, dan acara-acara penting lainnya. Pada zaman dahulu, Kain Ulos digunakan oleh nenek moyang untuk memberikan kehangatan. Yang mana pada zaman tersebut, nenek moyang Suku Batak tinggal di daerah pegunungan yang dingin. Kain ini juga biasanya diberikan untuk seorang ibu yang sedang mengandung dan dipercaya sebagai pelindung serta dipercaya untuk melancarkan persalinan.

Hotel & Penginapan Terbaik dekat Danau Toba

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan dekat Danau Toba dengan penawaran terbaik di Traveloka

3. Kain Lurik

Kain Lurik

Dari Jawa Tengah, terdapat kain tradisional Indonesia yang juga populer yaitu Kain Lurik. Nama Kain Lurik berasal dari kata “lorek” yang berarti garis-garis. Sejarawan menduga Kain Lurik sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Kain Lurik merupakan kain hasil tenunan benang yang memiliki motif dasar garis-garis atau kotak-kotak berwarna suram yang diselingi berbagai macam benang. Seperti motif kain pada umumnya, motif Kain Lurik juga memiliki makna yang berbeda-beda.

Motif-motif yang terdapat di kain tradisional Indonesia yang satu ini pun beragam. Diantaranya hewan, tumbuhan, atau benda-benda yang dianggap sakral. Motif Kain Lurik yang masih populer hingga saat ini adalah Lasem, Klenting Kuning, Kembang Telo, dan Ketan Ireng.

Pada awalnya, Kain Lurik digunakan oleh kalangan masyarakat biasa yang menjadi simbol kesederhanaan. Namun seiring berjalannya waktu, Kain Lurik banyak digunakan oleh lingkungan keraton pada berbagai upacara adat.

Hotel & Penginapan Terbaik di Jogja

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Jogja dengan penawaran terbaik di Traveloka

4. Kain Songket

Kain Songket Lombok

Nama Kain Songket sepertinya sudah tidak asing lagi sebagai kain Nusantara yang populer di kalangan kolektor kain. Kain yang termasuk kedalam jenis tenunan brokat ini berasal dari pulau Sumatra yang ditenun memakai tangan dengan benang berwarna emas dan perak.

Nama Songket sendiri berasal dari kata “sungkit” yang menurut Bahasa Melayu memiliki arti “mengait.” Penyebutan ini sesuai dengan teknik pembuatannya, yaitu dengan mengambil sejumput kain tenun dengan cara dikaitkan yang kemudian menyelipkan benang emasnya.

Kain tradisional Indonesia yang satu ini juga menampilkan berbagai pesona motif yang beragam sesuai dengan ciri khas budaya setempat yang membuatnya. Namun, motif populer dari Kain Songket ini adalah Barantai Merah, Barantai Putiah, Buah Palo, dan Saik Kalamai. Adapun beberapa Kain Songket dari berbagai daerah yang populer diantaranya Songket Palembang, Songket Minangkabau, Songket Bali, Songket Lombok, Songket Sumba, Songket Makassar, dan masih banyak lagi daerah-daerah di Indonesia yang merupakan penghasil Kain Songket.

5. Kain Gringsing

Kain Gringsing / Geringsing | Sumber: Wikipedia

Kain Gringsing merupakan kain tradisional khas Indonesia yang memiliki keunikan karena proses pembuatannya yang menggunakan teknik dobel ikat. Proses pembuatannya memerlukan waktu yang sangat lama yaitu selama 2 hingga 5 tahun karena dikerjakan secara manual menggunakan tenaga manusia. Kain Gringsing diduga sudah dipakai sejak zaman raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya.

Kain tradisional Indonesia yang berasal dari Tenganan, Bali ini memiliki nama Gringsing yang berasal dari kata “gring” yang berarti “sakit” dan “sing” yang berarti “tidak.” Jika dimaknai secara keseluruhan, nama Kain Gringsing berarti penolakan musibah dan dipercayai bisa menyembuhkan penyakit.

Asal muasal Kain Gringsing sendiri didasarkan oleh cerita mitos tentang Dewa Indra, yang merupakan dewa pelindung Tenganan. Mitos tersebut bercerita tentang kekaguman Dewa Indra terhadap indahnya pemandangan langit malam. Kekaguman Dewa Indra terhadap langit malam membuatnya mengajarkan para wanita Tenganan untuk menguasai pembuatan kain Gringsing agar keindahan malam bisa diabadikan di Kain Gringsing. Maka dari itu, motif pada Kain Gringsing ini biasanya menampilkan keindahan langit malam dengan berbagai hamparan matahari, bulan, dan bintang.

Hotel & Penginapan Terbaik dekat Desa Tenganan

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan dekat Desa Tenganan dengan penawaran terbaik di Traveloka

6. Kain Sasirangan

Kain Sasirangan

Salah satu kain tradisional Indonesia lainnya yang wajib kita ketahui adalah Kain Sasirangan yang dibuat oleh Suku Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan. Nama Sasirangan berasal dari kata “sirang” yang memiliki makna dijahit menggunakan tangan dan dijelujurkan benangnya.

Kain tradisional Indonesia yang ini dibuat dengan bahan dasar berupa kain katun atau mori yang kemudian disaring atau dijelujur sesuai motif yang ingin dibuat. Sementara itu, sentra pembuatan Kain Sasirangan terletak di Kampung Sasirangan tepatnya di Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Motif dari Kain Sasirangan merupakan corak yang menampilkan ciri khas dari alam dan budaya di Kalimantan. Sebagian besar warga setempat dan para wisatawan pun bahkan sangat menggemari beberapa corak dari Kain Sasirangan ini diantaranya motif Daun Taruju, Kulat Ka Rikit, Naga Balimbur, Bayam Raja, dan masih banyak yang lainnya.

Hotel & Penginapan Terbaik di Banjarmasin Tengah

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Banjarmasin Tengah dengan penawaran terbaik di Traveloka

7. Kain Tapis

Kain Tapis

Jika kain tradisional Indonesia lainnya kebanyakan memiliki warna yang mencolok, Kain Tapis yang berasal dari Lampung ini didominasi dengan warna gelap. Kain Tapis sendiri dibuat oleh para gadis di Lampung dengan menyulamnya menggunakan peralatan yang masih tradisional. Kain ini memerlukan waktu beberapa bulan lamanya untuk dibuat sampai menjadi Kain Tapis yang indah.

Kain ini tersusun dari kain berwarna gelap yang dihasilkan dari pewarna alami. Setelah itu, barulah metode penyulaman menggunakan benang emas diterapkan. Motif dari Kain Tapis biasanya berbentuk Flora, Fauna, Piramida, dan Zigzag. Hasil dari corak yang dihasilkan dari Kain Tapis dipercaya mencerminkan kepribadian para pembuatnya.

Hotel & Penginapan Terbaik di Lampung

Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Lampung dengan penawaran terbaik di Traveloka

Jika kamu merupakan salah satu kolektor kain tradisional Indonesia, sepertinya kamu wajib memiliki kain-kain tersebut. Selain kain tradisional yang telah disebutkan diatas, kamu juga bisa mengoleksi kain tradisional dari berbagai daerah lainnya di Indonesia dengan bepergian ke masing-masing daerah pembuatnya.

Gunakan layanan Traveloka untuk membeli tiket pesawat dan juga pesan kamar hotel dengan fasilitas dan harga terbaik! Temukan juga kegiatan menarik yang bisa dilakukan oleh budaya setempat dengan menggunakan Traveloka Xperience.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera download Traveloka dan berburu kain tradisionalnya sekarang!