IDR
Pay
Log In
Daftar
traveloka
Explore
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Adam - Susan (@PergiDulu)

27 Sep 2019 - 5 min read

Menjelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Derawan

Bersama Adam & Susan (@PergiDulu)

Nama Kepulauan Derawan mungkin tidak sepopuler Kepulauan Seribu yang lokasinya dekat dengan ibu kota. Kami sendiri baru mendengar tentang Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, sekitar 7 tahun lalu; dan menurut warga lokal, pariwisata di kawasan ini memang baru mulai berkembang 10 tahun yang lalu.

Kami sempat bertanya kepada orang-orang yang pernah ke Kepulauan Derawan dan hasil riset kami menyimpulkan bahwa sebagian besar pengunjung pergi dengan fasilitas open trip, kemungkinan karena tidak mau repot sekaligus lebih hemat.

Untuk menggali alternatif lain, kami memberanikan diri berangkat ke Kepulauan Derawan tanpa ikut tur dan tiada kontak lokal sama sekali. Selain tiket penerbangan dan hotel yang sudah dipesan terlebih dahulu, semua aktivitas dan pengaturan transportasi kami urus dadakan sambil jalan.

Jadi apakah benar liburan ke Derawan secara independen itu repot? Ternyata tidak. Justru segalanya sangat mudah dan straight forward. Tinggal sedikit tanya sana sini, semua bisa diatur. Lewat tulisan ini, kami ingin membagikan informasi yang didapat berdasarkan pengalaman sendiri untuk menunjukkan kalau pergi ke Derawan secara independen itu tidak susah kok.

Empat Mutiara Kepulauan Derawan

Pada dasarnya di Kepulauan Derawan ini ada 4 pulau yang paling sering dikunjungi dan dijadikan spot wajib dalam kegiatan island-hopping. Dua pulau di antaranya bisa dipilih sebagai base untuk keliling Kepulauan Derawan.

Pulau Derawan merupakan pulau yang paling sering dijadikan base untuk keliling Kepulauan Derawan. Di pulau ini ada berbagai opsi penginapan serta tempat makan dengan budget yang beragam. Ada banyak toko yang menjual suvenir serta toko yang menyewakan peralatan snorkeling.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Derawan:

Sewa sepeda keliling pulau
Bermain di pantai pasir putihnya
Menikmati sunset sambil berfoto di dermaga panjang yang menjorok ke laut
Berkunjung ke Gusung Pasir Sanggalau (sekitar 20 menit naik speedboat) saat air sedang surut
Snorkeling
Melihat penyu bertelur di malam hari

Tidak seperti Pulau Derawan, di Pulau Sangalaki ini tidak terdapat perkampungan penduduk. Yang ada di sini hanyalah sebuah resor eksklusif serta TWA (Taman Wisata Alam) yang berfungsi untuk melestarikan biota laut terutama habitat bagi penyu hijau dan penyu sisik. Pulau Sangalaki bisa ditempuh dengan menggunakan speedboat selama sekitar 1 jam dari Pulau Derawan.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Sangalaki:

Melihat proses penetasan telur penyu, melihat penyu bertelur, melepas tukik ke laut
Berenang bersama ikan pari manta yang sering terlihat di sekitar Pulau Sangalaki

Sama seperti Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban juga merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Daya tarik utama di pulau ini adalah danau air payau yang berada di bagian tengah pulau dan dikelilingi hutan yang cukup lebat. Di dalam danau tersebut ada banyak sekali ubur-ubur yang sudah mengalami proses evolusi sehingga kehilangan kemampuan menyengatnya.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Kakaban:

Berenang bersama stingless jellyfish (ubur-ubur yang tidak menyengat)
Snorkeling di sekitar dermaga pulau

Pulau Maratua merupakan pulau yang cukup lengkap fasilitasnya. Selain ada kampung-kampung penduduk, di sini juga ada banyak resor eksklusif, bandara, serta beberapa spot wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Maratua:

Mengunjungi Gua Halo Tabung. Gua ini dulunya lebih dikenal dengan nama Gua Haji Mangku. Namun dalam beberapa tahun terakhir, spot ini semakin dikembangkan potensi wisatanya dengan dipermudahnya akses masuk serta diganti namanya. Akses paling mudah untuk menuju Gua Halo Tabung adalah dengan jalan darat yang kemudian dilanjut dengan jalan kaki 2 menit melalui boardwalk. Selain jalan darat, Gua Halo Tabung juga bisa diakses lewat perairan, namun hanya pada kondisi air pasang supaya boat bisa mendekati jalan masuk. Tiket masuk: Rp 20.000/orang.
Berenang serta menikmati birunya perairan di sekitar Maratua Paradise Resort
Berenang bersama penyu di dive spot yang bernama Turtle Traffic
Snorkeling di sekitar dermaga Green Nirvana Resort
Kuliner Lokal

Di Kepulauan Derawan ada sebuah kuliner lokal yang unik baik dari nama maupun penampakannya. Namanya Tehe-tehe. Bentuknya bulat seperti jeruk namun memiliki cangkang keras dan ada isinya. Cangkangnya sendiri merupakan sejenis bulu babi yang sudah digosok sampai duri-durinya rontok semua dan permukaannya halus. Setelah itu cangkang diisi dengan beras ketan dan kemudian ditim hingga nasinya matang.

Tehe-tehe tidak menggunakan bumbu atau tambahan perasa lainnya sehingga memang tidak ada rasa khusus yang mencolok. Namun ada sedikit rasa gurih di bagian-bagian di mana beras yang dimasak bercampur dengan lemak bulu babi yang menempel pada bagian dalam cangkang.

Tehe-tehe merupakan makanan yang disajikan pada acara-acara khusus seperti perayaan atau selametan. Oleh karena itu Tehe-tehe agak sulit dicari. Kami sendiri beruntung bisa mencicipi Tehe-tehe karena ada staf resor yang membantu mengambilkan bulu babi saat air surut kemudian staf dapur memasakkannya untuk kami.

Transportasi

Untuk menuju ke Kepulauan Derawan, ada 2 entry point yang bisa dipilih. Yang pertama adalah dengan cara terbang ke Tarakan, disambung dengan angkutan umum ke Pelabuhan Tengkayu Tarakan, kemudian menggunakan speedboat ke Pulau Derawan.

Kami memilih opsi kedua, yaitu terbang ke Berau, disambung dengan perjalanan darat menggunakan mobil selama 2,5 – 3 jam ke Pelabuhan Tanjung Batu, kemudian baru menggunakan speedboat selama 30 – 45 menit ke Pulau Derawan.

Dari Pulau Derawan kita bisa melakukan island-hopping seharian mengunjungi Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua dan singgah ke beberapa tempat menarik lainnya, seperti Gusung Pasir Sanggalau dan Gua Halo Tabung.

Sedangkan untuk perjalanan pulang ke Berau kami menemukan opsi naik speedboat langsung dari Maratua ke Dermaga Tanjung Redeb (Berau) selama 2,5 – 3 jam, kemudian dari sana tinggal disambung naik mobil selama 20 menit ke Bandara Kalimarau, Berau.

Lebih enak jalur yang mana? Tergantung preferensi masing-masing. Jalan darat lumayan lama dan jalanannya agak rusak. Jalur laut lebih cepat namun kadang dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

Berikut ini adalah gambaran biaya transportasinya:

Mobil dari Tanjung Redeb ke Tanjung Batu: Rp 600.000 – Rp 700.000/mobil
Speedboat Tanjung Batu ke Pulau Derawan: Rp 100.000/orang
Speedboat untuk island-hopping: Rp 2.500.000/hari
Speedboat dari Maratua ke Tanjung Redeb: Rp 3.000.000/kapal (charter untuk kapal kapasitas 16 orang).
Mobil dari Tanjung Redeb ke Bandara Kalimarau: Rp 150.000/mobil
Menginap di Mana?

Dari 4 pulau yang paling banyak dikunjungi di Kepulauan Derawan, pilihan untuk menginap biasanya jatuh pada Pulau Derawan atau Pulau Maratua. Di Pulau Derawan ada banyak resor pinggir pantai dengan kamar-kamar di atas laut serta banyak juga pilihan penginapan berupa homestay. Sedangkan di Pulau Maratua sebagian besar penginapan berupa resor yang memiliki dermaga panjang menjorok ke laut.

Derawan Dive Resort

Lokasinya bersebelahan dengan pantai umum dan ada banyak pilihan kamar, mulai dari yang di atas air ataupun di pinggir pantai.

Derawan Dive Resort
8.3

Jl. Pulau Derawan, Derawan

Mulai dari Rp660.000/malam.
Green Nirvana Maratua Resort

Resor ini memiliki banyak sekali jenis kamar dengan kapasitas yang beragam, mulai dari kamar untuk 2 orang hingga family room untuk tamu dengan kelompok besar. Ada juga pilihan kamar dengan pemandangan laut.

Green Nirvana Maratua Resort
8.9

Jl. Bayur, Payung-Payung, Maratua

Mulai dari Rp1.650.000/malam
Agenda Perjalanan

+2

Wajah-wajah Ramah di Kepulauan Derawan
"Dulunya saya nelayan. Namun sejak pariwisata mulai berkembang pesat di sini sekitar tahun 2008, saya menjual kapal nelayan yang saya miliki untuk kemudian beli speedboat yang bisa mengantar wisatawan keliling Derawan."
- Hendrik, nakhoda speedboat di Tanjung Batu
"Hiu paus sering terlihat di daerah Talisayan karena mereka biasanya menunggu ikan-ikan kecil yang lolos dari bagan tangkapan para nelayan. Kalau tidak ada ikan, hiu paus tidak akan naik ke permukaan."
- Udin, pemandu wisata sekaligus pemilik toko rental peralatan snorkeling di Pulau Derawan
"Kami di sini hanya membantu keberhasilan penyu-penyu berkembang biak. Kalau mereka bertelur terlalu dekat dengan pantai, kami pindahkan telur-telurnya agar tidak mati terkubur air asin."
- Rian,Pengurus Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki
"Sebetulnya dulu hidup di sini lebih berkekeluargaan, sekarang banyak sengketa karena lahan warisan yang dijual. Tapi sejujurnya, taraf hidup di pulau ini meningkat berkat pariwisata."
- Hempi,motorist di Green Nirvana Resort, Pulau Maratua
"Dari dulu, Gua Halo Tabung adalah spot main anak-anak kampung setempat. Biasanya kalau akhir pekan atau sedang tidak sekolah, kami loncat dari bebatuan di atas ke dalam air."
- Dana, karyawan di Green Nirvana Resort, Pulau Maratua