
Source Foto: javanologi.uns
Konon, nama Dawet Ayu lahir dari kisah seorang pedagang bernama Munardjo di Kelurahan Rejasa, yang dawetnya jadi buah bibir karena sang istri yang cantik jelita ikut berjualan di warungnya. Versi lain menyebut nama ini justru berasal dari lagu ciptaan seniman Bono yang dibawakan grup calung Peang Penjol, hingga masyarakat luas mengenal dawet asal Banjarnegara dengan sebutan itu.
Selain dawet yang melegenda, kuliner cair khas Banjarnegara juga kaya akan racikan herbal khas Dieng yang tumbuh di dataran tinggi bersuhu dingin. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Semarang sebagai gerbang menuju Banjarnegara, jangan lewatkan mencicipi keenam minuman khasnya berikut ini.
Berikut enam minuman khas Banjarnegara yang paling dikenal, dari dawet legendaris hingga herbal dataran tinggi Dieng.
Dawet Ayu dibuat dari tepung beras yang direbus hingga membentuk butiran kenyal berwarna hijau alami dari perasan daun pandan, dipadukan santan segar dan gula kelapa cair. Rasanya manis gurih dengan sensasi kenyal yang khas di setiap suapan.
Minuman ini mulai dikenal luas sejak awal abad ke-20 dan kini jadi identitas kuliner paling kuat dari Banjarnegara, bahkan namanya sudah melekat sebagai ikon minuman khas kabupaten ini di seluruh Indonesia.
Purwaceng adalah tanaman herbal endemik Dataran Tinggi Dieng yang diolah menjadi bubuk lalu diseduh bersama kopi atau susu untuk menutupi rasa pedasnya yang khas. Tanaman ini dijuluki Ginseng Jawa berkat khasiatnya menambah stamina dan menghangatkan tubuh.
Karena reputasinya, Purwaceng banyak dibeli wisatawan pria sebagai oleh-oleh, bahkan sejak era kolonial Belanda tanaman ini sudah dikenal dunia luar dengan julukan "Viagra of Java".
Kopi Biji Salak dibuat dari biji buah salak yang disangrai lalu dihaluskan hingga menyerupai bubuk kopi. Rasanya punya karakter unik tersendiri, berbeda dari kopi berbahan biji kopi asli namun tetap nikmat diseduh hangat.
Minuman alternatif ini jadi solusi kreatif masyarakat setempat memanfaatkan biji salak yang biasanya terbuang, sekaligus menawarkan pengalaman ngopi yang berbeda bagi wisatawan.
Fri, 28 Aug 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 725.200
Fri, 28 Aug 2026

Lion Air
Banjarmasin (BDJ) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 923.300
Fri, 28 Aug 2026

NAM Air
Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 1.004.055
Kopi Klotok adalah kopi tubruk yang direbus langsung bersama air dan gula dalam satu panci di atas tungku kayu bakar, menghasilkan aroma smoky yang khas. Minuman ini banyak dijajakan di warung-warung sekitar kawasan Dieng.
Menikmati Kopi Klotok sambil menghangatkan diri di tengah suhu dingin Dieng jadi salah satu pengalaman paling autentik yang dicari wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi ini.
Bajigur adalah minuman hangat dari santan, gula aren, dan sedikit jahe, kadang ditambah potongan kolang-kaling untuk tekstur kenyal. Minuman ini populer di warung-warung sekitar Dieng sebagai penghangat tubuh di malam hari.
Aroma jahe dan gula arennya yang khas membuat Bajigur jadi teman ideal menikmati suasana dingin pegunungan sambil bersantai bersama keluarga atau rombongan wisata.
Wedang Secang dibuat dari serutan kayu secang yang direbus hingga menghasilkan warna merah alami, dipadukan jahe, serai, dan sedikit gula batu. Rasanya hangat dengan aroma rempah yang menenangkan.
Warna merahnya yang khas membuat Wedang Secang mudah dikenali, sering disajikan sebagai minuman penutup santapan di rumah makan sekitar Banjarnegara dan kawasan Dieng.
Purwaceng dijuluki Ginseng Jawa karena khasiatnya dipercaya mampu menambah stamina dan vitalitas, mirip fungsi ginseng asal Korea yang lebih dulu terkenal. Tanaman ini hanya tumbuh optimal di ketinggian seperti Dataran Tinggi Dieng, menjadikannya komoditas herbal yang langka dan bernilai tinggi.
Reputasinya bahkan sudah tercatat sejak era keraton Jawa, dan pada masa kolonial Belanda tanaman ini diperkenalkan ke Eropa hingga mendapat julukan "Viagra of Java" berkat kandungan senyawa aktifnya yang terbukti secara farmakologi mampu meningkatkan hormon testosteron.
Untuk merasakan cita rasa paling asli, berikut lokasi yang paling direkomendasikan di Banjarnegara dan sekitarnya.
Kawasan ini jadi rumah bagi penjual Dawet Ayu legendaris yang sudah berjualan turun-temurun, termasuk kedai Dawet Ayu Hj Munarjo yang namanya sudah dikenal luas di kalangan pecinta kuliner.
Sebagai asal Purwaceng, kawasan pegunungan ini juga jadi tempat terbaik menikmati Kopi Klotok dan Bajigur hangat di warung-warung kecil sambil menikmati udara sejuk pegunungan.
Pasar ini jadi tempat berburu bubuk Purwaceng dan Kopi Biji Salak kemasan untuk oleh-oleh, langsung dari pedagang lokal dengan harga yang lebih terjangkau.

Indonesia

RedDoorz near Alun Alun Banjarnegara

6.8/10
•


Pusat Kota Banjarnegara
Rp 133.697
Rp 105.367
Dari Dawet Ayu yang melegenda hingga Purwaceng yang dijuluki Ginseng Jawa, keenam minuman khas Banjarnegara ini menunjukkan kekayaan rasa dan khasiat dataran tinggi Dieng yang unik. Setiap minuman membawa cerita dan tradisi yang sulit ditemukan padanannya di daerah lain.
Menjelajahi langsung Alun-Alun Banjarnegara atau Dataran Tinggi Dieng akan memberi pengalaman yang jauh lebih berkesan dibanding hanya mencicipi minuman ini dalam kemasan di kota lain.
Traveloka adalah aplikasi travel terdepan di Asia Tenggara yang memudahkan perjalanan Anda ke Banjarnegara dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Pesawat ke Semarang, cari Hotel di Banjarnegara, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Banjarnegara seperti menjelajahi Kawah Sikidang atau menikmati keindahan Telaga Warna.
Selain flight dan hotel, Traveloka juga menyediakan sewa mobil dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, sehingga perjalanan ke dataran tinggi Dieng bisa direncanakan tanpa ribet. Nikmati kemudahan membayar dengan Traveloka PayLater, transfer bank, atau dompet digital seperti GoPay dan OVO, lewat aplikasi yang konsisten meraih rating tinggi di Google Play Store dan App Store.







