6 Minuman Khas Tulungagung yang Legendaris dan Menghangatkan

Mas Bellboy
Waktu baca 4 menit

Tulungagung memang lebih dikenal sebagai kota marmer, tapi di balik deretan toko kerajinan batunya, kota ini menyimpan tradisi minuman yang tak kalah menarik untuk ditelusuri. Dari gerobak kopi keliling yang mengubah cara orang minum kopi sejak akhir 1970-an, hingga warung wedang ronde yang sudah berdiri lebih dari enam dekade, setiap minuman di sini punya cerita yang melekat kuat pada keseharian warganya.

Minuman khas Tulungagung yang paling dicari wisatawan antara lain Kopi Ijo racikan khas Mbah Waris, Wedang Ronde Petruk yang legendaris sejak 1955, hingga Wedang Syubi hangat dari kawasan pegunungan. Setelah tiba dengan Tiket Kereta ke Tulungagung yang dipesan lewat Traveloka, Anda bisa langsung berjalan kaki ke pusat kota untuk berburu satu per satu minuman ini.

6 Minuman Khas Tulungagung yang Wajib Dicoba

Berikut enam minuman tradisional Tulungagung yang paling merepresentasikan cita rasa dan sejarah kota ini.

1. Kopi Ijo (Kopi Cethe)

Kopi Ijo adalah kopi khas Tulungagung yang digiling bersama kacang hijau, menghasilkan warna putih kehijauan dan rasa yang tidak terlalu pahit. Minuman ini lahir dari kreativitas Mbah Waris, penjual kopi gerobak yang memulai usahanya sekitar tahun 1978 setelah sebelumnya gagal berjualan tahu. Racikannya kini diwariskan ke keluarganya dan berkembang menjadi berbagai merek yang banyak memakai nama "Waris" sebagai penghormatan.

Kopi Ijo juga lekat dengan tradisi nyethe, yaitu mengoleskan ampas kopi ke batang rokok agar aromanya lebih harum, kebiasaan yang berkembang sejak 1980-an di warung-warung kopi tempat para petani berkumpul sepulang dari sawah. Segelas kopi ijo hangat biasanya dijual mulai Rp5.000 di warung-warung kopi tradisional sekitar kota.

2. Wedang Ronde Petruk

Wedang Ronde Petruk adalah warung ronde legendaris yang sudah berjualan sejak tahun 1955, didirikan oleh Suraji yang akrab disapa Petruk. Isian rondenya terdiri dari wedang jahe hangat, jeli, kacang, dan roti, kombinasi yang jarang ditemukan di warung ronde daerah lain. Usaha ini diteruskan oleh putranya, Sutris, sejak 1988 dan pernah menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas kontribusinya melestarikan kuliner tradisional.

Warung ini berlokasi di Jalan Wage Rudolf Supratman, Kelurahan Kutoanyar, tepat di sebelah timur Jembatan Sembung, buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp6.000 per porsi, menjadikannya jajanan hangat favorit warga setempat di sore hari.

3. Wedang Cor

Wedang Cor adalah minuman hangat yang mencampur jahe, susu, dan kadang tambahan kuning telur. Perpaduan rasa pedas dari jahe dan gurihnya susu membuat minuman ini terasa menghangatkan sekaligus mengenyangkan, cocok dinikmati saat cuaca dingin atau musim hujan turun di Tulungagung.

Minuman ini banyak dijajakan di warung-warung kaki lima sederhana, terutama menjelang malam hari ketika suhu udara mulai turun. Rasanya yang creamy dan sedikit pedas membuat Wedang Cor berbeda dari wedang jahe biasa yang hanya berbahan jahe dan gula.

Terbang Bersama Traveloka

Tue, 4 Aug 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)

Mulai dari Rp 985.600

Tue, 4 Aug 2026

Lion Air

Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)

Mulai dari Rp 697.600

Mon, 3 Aug 2026

Batik Air

Jakarta (HLP) ke Surabaya (SUB)

Mulai dari Rp 1.118.200

4. Es Tawon

Es Tawon adalah minuman segar berisi es serut, cincau, tape, dan gula merah cair. Kombinasi tekstur kenyal dari cincau, manis fermentasi dari tape, dan legitnya gula merah membuat Es Tawon jadi pelepas dahaga favorit warga Tulungagung di siang hari yang terik.

Minuman ini termasuk dalam deretan es legendaris kota yang masih bertahan hingga kini, dijual di warung-warung sederhana dengan harga terjangkau. Rasanya yang segar dan sedikit fermentasi membuatnya berbeda dari es campur pada umumnya.

5. Wedang Syubi

Wedang Syubi adalah minuman hangat berbahan dasar ketela rambat atau ubi jalar yang direbus lalu dicampur susu segar dan gula aren. Potongan ubi jalar yang empuk berpadu dengan gurihnya susu dan manis legit gula aren, menghasilkan rasa yang hangat dan mengenyangkan.

Minuman ini paling populer di desa-desa pegunungan seperti Sendang dan Besuki, kawasan yang udaranya lebih sejuk dibanding pusat kota Tulungagung. Wedang Syubi biasa disajikan pada malam hari atau musim hujan sebagai penghangat tubuh sekaligus pengganjal perut.

6. Minuman Janggelan

Minuman Janggelan menggunakan cincau hitam (janggelan) sebagai bahan utama, dicampur air jahe dan gula merah. Rasa segar dari cincau berpadu dengan sensasi hangat jahe menghasilkan minuman yang unik, bisa dinikmati dingin maupun hangat tergantung selera.

Janggelan sendiri adalah tanaman rambat yang daunnya diolah menjadi cincau hitam has, banyak dibudidayakan di kawasan Jawa Timur termasuk Tulungagung. Minuman ini mudah ditemukan di pasar tradisional dan warung-warung kecil dengan harga yang sangat terjangkau.

Di Mana Bisa Menikmati Minuman Khas Tulungagung?

Lokasi terbaik untuk mencicipi minuman khas Tulungagung tersebar di beberapa kawasan, tergantung jenis minuman yang dicari.

1. Kutoanyar dan Sekitar Jembatan Sembung

Kawasan ini adalah rumah dari Wedang Ronde Petruk, warung legendaris yang sudah beroperasi sejak 1955 di Jalan Wage Rudolf Supratman. Area sekitar jembatan ini ramai pengunjung terutama menjelang sore hingga warung tutup pukul 21.00 WIB.

2. Pusat Kota dan Alun-Alun Tulungagung

Di sekitar alun-alun dan pusat kota, kedai-kedai kopi ijo tradisional mudah ditemukan, banyak di antaranya masih memakai nama "Waris" sebagai penghormatan pada penemu racikan aslinya. Kawasan ini juga jadi tempat berburu Es Tawon dan minuman Janggelan di siang hari.

3. Kecamatan Sendang dan Besuki

Dua kecamatan pegunungan ini adalah sentra Wedang Syubi, dengan udara yang lebih sejuk dibanding pusat kota. Warung-warung kecil di sepanjang jalan utama kedua kecamatan ini menyajikan Wedang Syubi hangat terutama saat sore dan malam hari.

Kenapa Kopi Ijo Bisa Jadi Ikon Minuman Tulungagung?

Kopi Ijo menjadi ikon karena keunikan proses pembuatannya yang menggiling biji kopi bersama kacang hijau, sebuah inovasi yang lahir murni dari kreativitas Mbah Waris pada akhir 1970-an tanpa referensi dari daerah lain. Warna kehijauan dan rasa yang lebih lembut membuatnya mudah diterima berbagai kalangan, berbeda dari kopi hitam pekat yang umum di daerah lain.

Popularitas Kopi Ijo juga didukung oleh tradisi nyethe yang menyertainya, menjadikan minuman ini bukan sekadar pelepas dahaga tapi juga bagian dari ritual sosial warga Tulungagung di warung kopi. Kombinasi rasa dan tradisi inilah yang membuat Kopi Ijo terus bertahan lintas generasi hingga sekarang.

Dari racikan kopi hijau yang lahir dari kegigihan seorang pedagang gerobak hingga wedang ronde yang sudah melayani tiga generasi warga Kutoanyar, minuman khas Tulungagung membuktikan bahwa kekayaan kuliner kota ini tidak kalah dari daftar makanannya yang lebih populer. Setiap gelas membawa cerita tersendiri, dari inovasi sederhana hingga kehangatan tradisi pegunungan.

Menjelajahi minuman-minuman ini satu per satu, dari warung legendaris di Kutoanyar hingga kedai sederhana di Sendang dan Besuki, adalah cara paling autentik untuk mengenal Tulungagung lebih dari sekadar kota penghasil marmer. Setiap tegukan menyimpan jejak sejarah yang masih hidup hingga hari ini.

Rasakan Kehangatan Kota Marmer Bersama Traveloka

Merencanakan perjalanan ke Tulungagung kini lebih praktis lewat Traveloka, platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna setiap bulannya. Pesan Tiket Kereta ke Tulungagung yang stasiunnya melayani puluhan perjalanan kereta jarak jauh setiap hari, atau gunakan Tiket Pesawat ke Surabaya sebagai pintu masuk alternatif sebelum melanjutkan perjalanan darat. Lengkapi dengan Hotel di Tulungagung untuk menginap nyaman, serta berbagai Aktivitas di Tulungagung mulai dari pantai selatan hingga wisata alam pegunungan, semua bisa dipesan dalam satu aplikasi bersama eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan.

Nikmati kemudahan pembayaran lewat Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal favorit seperti transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya untuk proses checkout yang lebih praktis. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan perjalanan kuliner Anda ke Tulungagung, aplikasi yang konsisten masuk jajaran teratas kategori travel di Google Play Store dan App Store di Asia Tenggara.

Dalam Artikel Ini

• 6 Minuman Khas Tulungagung yang Wajib Dicoba
• 1. Kopi Ijo (Kopi Cethe)
• 2. Wedang Ronde Petruk
• 3. Wedang Cor
• 4. Es Tawon
• 5. Wedang Syubi
• 6. Minuman Janggelan
• Di Mana Bisa Menikmati Minuman Khas Tulungagung?
• 1. Kutoanyar dan Sekitar Jembatan Sembung
• 2. Pusat Kota dan Alun-Alun Tulungagung
• 3. Kecamatan Sendang dan Besuki
• Kenapa Kopi Ijo Bisa Jadi Ikon Minuman Tulungagung?
• Rasakan Kehangatan Kota Marmer Bersama Traveloka

Jelajahi Keindahan Tulungagung

Tulungagung

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan