12 Makanan Khas Karangasem yang Wajib Dicoba Saat Liburan ke Bali Timur

Mas Bellboy
Waktu baca 5 menit

Karangasem sering dilewati begitu saja oleh wisatawan yang terburu-buru menuju Amed atau Tirta Gangga, padahal kabupaten paling timur Bali ini menyimpan salah satu dapur tradisional paling kaya di pulau tersebut. Di balik istana air dan sawah berundak, warung-warung kecil di Amlapura dan desa-desa sekitarnya masih mengolah resep yang lahir dari sejarah panjang, mulai dari masa paceklik beras hingga tradisi kerajaan Karangasem.

Secara singkat, makanan khas Karangasem yang paling wajib dicoba antara lain Nasi Sela, Sate Serapah, Pepes Ikan Marlin, Rujak Kuah Pindang, hingga camilan olahan salak dari Desa Sibetan. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Bali lewat Traveloka, sisihkan satu hari perjalanan ke Bali Timur ini khusus untuk berburu kuliner otentik yang jarang ditemukan di area wisata utama.

12 Makanan Khas Karangasem yang Wajib Dicoba

Berikut daftar makanan khas Karangasem yang paling layak diburu, lengkap dengan ciri khas dan tempat asalnya.

1. Nasi Sela

Nasi Sela adalah campuran nasi putih dengan cacahan ubi kayu (singkong) yang diaduk hingga rata. Dalam bahasa Bali, "sela" berarti ubi, hidangan ini lahir dari kearifan lokal pada masa paceklik beras sekitar tahun 1970-an, ketika warga Karangasem harus menyiasati keterbatasan pangan.

Rasa manis alami dari ubi berpadu dengan gurihnya lauk pendamping seperti ayam betutu, telur, sayur urap, dan sambal matah. Kini Nasi Sela tidak lagi jadi makanan darurat, melainkan simbol identitas kuliner Karangasem yang bisa ditemukan di banyak warung tradisional di Amlapura.

2. Sate Serapah

Sate Serapah adalah sate berbahan jeroan yang direbus, bukan dibakar, perbedaan inilah yang membuatnya unik dibanding sate Bali pada umumnya. Hati, usus, dan kulit dilumuri bumbu kuning khas Bali yang terdiri dari kunyit, jahe, lengkuas, kencur, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit.

Salah satu penjual legendarisnya, Rumeneh, telah berjualan sejak 1982 dan pelanggannya rela datang dari kecamatan tetangga demi rasa gurih yang konsisten. Seporsi Sate Serapah biasanya dibanderol mulai Rp10.000, disantap bersama nasi atau ketupat.

Terbang Bersama Traveloka

Tue, 18 Aug 2026

AirAsia Indonesia

Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 1.363.700

Sun, 2 Aug 2026

Lion Air

Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 666.400

Tue, 28 Jul 2026

Batik Air

Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 1.419.500

3. Plecing Telengis

Plecing Telengis adalah sayur kangkung atau bayam rebus yang disiram sambal telengis, sambal khas Karangasem berbahan dasar minyak kelapa. Minyak kelapa ini dimasak bersama cabai, bawang merah, bawang putih, terasi, garam, dan gula hingga harum sebelum disiramkan ke atas sayuran.

Tekstur sambalnya lebih kental dan beraroma dibanding sambal plecing pada umumnya, karena residu minyak kelapa memberi rasa gurih yang khas. Hidangan ini kerap jadi pelengkap wajib di meja makan warga Karangasem sehari-hari.

4. Pepes Telengis

Pepes Telengis adalah olahan ayam, udang, atau ikan cincang yang dicampur telengis dan kelapa parut, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Bumbu telengis yang sama dengan versi plecing meresap sempurna ke dalam daging selama proses pengukusan.

Hasilnya adalah pepes dengan rasa gurih berlapis dan aroma daun pisang yang khas. Menu ini biasa disantap hangat bersama nasi putih sebagai lauk utama.

5. Tipat Blayag

Tipat Blayag adalah ketupat yang dibungkus janur berbentuk khusus menyerupai sanggul, membedakannya dari ketupat biasa. Isian nasi dimasak dengan santan dan bumbu rempah sebelum dianyam ke dalam janur.

Penyajiannya lengkap dengan sayur urap, ayam suwir atau ayam toktok, telur, sambal, dan kuah kaldu gurih. Salah satu warung tertua, milik Ni Made Sambru, telah berjualan Blayag sejak 1967 di Jalan Raya Gajah Mada, Amlapura, dengan harga mulai Rp10.000 untuk dibawa pulang dan Rp20.000 untuk makan di tempat.

6. Pepes Ikan Marlin

Pepes Ikan Marlin adalah pepes yang secara khusus menggunakan daging ikan marlin, bukan ikan lain seperti pepes pada umumnya. Resep ini sudah bertahan sejak 1950 dan kini dijalankan generasi ketiga penjualnya di Amlapura, yang menghabiskan lebih dari 30 kilogram ikan marlin setiap harinya.

Seporsi biasanya sudah termasuk pepes, sate, sup, dan nasi dengan harga sekitar Rp30.000. Rasa gurih daging marlin yang padat berpadu dengan bumbu base genep yang meresap sempurna.

7. Rujak Kuah Pindang

Rujak Kuah Pindang adalah rujak buah yang disiram kuah kaldu ikan, bukan bumbu kacang atau gula merah seperti rujak biasa. Buah-buahan segar seperti mangga, timun, kedondong, pepaya, bengkoang, dan nanas dipadukan dengan kuah pindang dari rebusan ikan tongkol yang diolah agar tidak amis.

Kuah ini dicampur terasi bakar, cabai, garam, dan gula, menghasilkan rasa pedas-asam-manis-gurih yang menyegarkan. Rujak Kuah Pindang bahkan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2020, dan paling otentik ditemukan di sekitar Desa Ababi.

8. Komoh

Komoh adalah sup berbahan darah bebek, babi, atau ayam yang dimasak dengan bumbu kaya rempah, biasanya disajikan dalam mangkuk kecil sebagai bagian dari tradisi Megibung. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, kencur, jahe, kemiri, kelapa sangrai, dan santan kental.

Hidangan ini punya rasa gurih dan pekat yang khas, biasa disantap bersama lawar dalam upacara adat. Bagi wisatawan yang penasaran mencicipi kuliner otentik Karangasem, Komoh adalah pengalaman rasa yang jarang ditemukan di luar Bali.

9. Bebek Timbungan

Bebek Timbungan adalah bebek yang dimasak di dalam bilah bambu muda, bukan dipanggang atau digoreng seperti olahan bebek pada umumnya. Daging dibumbui base genep lengkap, bawang merah, bawang putih, kencur, lengkuas, kunyit bakar, jahe, kemiri, dan kelapa parut, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus selama dua hingga tiga jam.

Proses memasak yang lama membuat daging bebek benar-benar empuk dengan rasa gurih sedikit pedas. Hidangan ini juga menjadi salah satu lauk utama dalam tradisi Megibung khas Karangasem.

10. Jaja Bendu

Jaja Bendu adalah kue tradisional dari tepung beras ketan yang diisi kelapa parut manis (unti), dibungkus daun pisang, lalu dikukus. Rasa manis gurihnya membuat kue ini populer sebagai camilan sekaligus sajian dalam upacara adat dan keagamaan di Karangasem.

Teksturnya kenyal dengan aroma daun pisang yang khas begitu dibuka bungkusnya. Jaja Bendu mudah ditemukan di pasar tradisional Karangasem, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

11. Dodol Salak Sibetan

Dodol Salak Sibetan adalah dodol yang dimasak dari buah salak khas Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, kawasan yang membudidayakan hingga 15 varietas salak. Proses memasaknya memakan waktu sekitar empat jam hingga teksturnya kenyal dan legit dengan rasa manis asam yang khas.

Selain dodol, salak Sibetan juga diolah menjadi manisan, sirup, asinan, hingga madu salak. Musim panen puncak berlangsung Desember–Februari, saat produk olahan salak paling segar dan mudah ditemukan, termasuk di Toko Oleh-oleh Werdhi Guna Food di desa tersebut.

12. Brem Bali Khas Sidemen

Brem Bali khas Sidemen adalah minuman fermentasi dari beras ketan yang menghasilkan rasa manis dengan sedikit sensasi alkohol alami. Desa Sidemen di Karangasem dikenal luas sebagai salah satu penghasil brem terbaik di Bali.

Proses fermentasinya memakan waktu beberapa hari hingga menghasilkan cairan atau padatan brem dengan aroma khas beras ketan. Brem sering dijadikan oleh-oleh maupun pelengkap acara adat di Karangasem.

Di Mana Bisa Mencicipi Makanan Khas Karangasem yang Otentik?

Sebagian besar makanan khas Karangasem paling otentik justru ditemukan di warung kecil dan pasar tradisional, bukan restoran besar. Berikut area-area yang wajib disambangi untuk berburu rasa asli Karangasem.

1. Pasar Amlapura dan Jalan Raya Gajah Mada

Kawasan ini adalah pusat kuliner tradisional Karangasem, tempat Nasi Sela, Sate Serapah, dan Tipat Blayag dijual berdampingan di warung-warung kecil dengan harga terjangkau. Warung legendaris seperti milik Ni Made Sambru untuk Blayag dan penjual Pepes Ikan Marlin generasi ketiga berlokasi persis di Jalan Raya Gajah Mada.

2. Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem

Desa ini adalah pusat agrowisata salak dengan 15 varietas yang dibudidayakan warga setempat. Selain memetik langsung dari kebun, wisatawan bisa membeli dodol, manisan, sirup, dan madu salak di toko oleh-oleh setempat seperti Werdhi Guna Food.

3. Desa Sidemen

Selain terkenal dengan pemandangan sawah berundaknya, Sidemen juga jadi rujukan utama untuk mencicipi dan membeli Brem Bali asli buatan warga lokal. Beberapa perajin rumahan di desa ini masih memproduksi brem dengan metode fermentasi tradisional.

4. Desa Ababi

Desa yang terletak dekat Tirta Gangga ini dikenal sebagai salah satu tempat asal Rujak Kuah Pindang yang paling otentik. Warung-warung kecil di sekitar desa menyajikan rujak ini dengan kuah pindang segar buatan sendiri setiap harinya.

Dari Nasi Sela yang lahir dari masa paceklik hingga Rujak Kuah Pindang yang diakui UNESCO, makanan khas Karangasem membuktikan bahwa Bali Timur punya identitas rasa yang jauh lebih dalam dari sekadar pemandangan. Setiap hidangan membawa cerita panjang, mulai dari tradisi kerajaan Megibung hingga kebun salak Sibetan yang masih dikelola turun-temurun.

Kombinasi rasa gurih rempah, segarnya rujak berkuah ikan, hingga manisnya olahan salak menjadikan Karangasem layak masuk agenda kuliner setiap wisatawan yang benar-benar ingin mengenal Bali lebih dalam. Cukup satu hari perjalanan dari Denpasar, dan Anda sudah bisa mencicipi hampir semua hidangan dalam daftar ini secara langsung dari sumbernya.

Dari Nasi Sela sampai Rujak Kuah Pindang, Wisata Rasa Karangasem Tinggal Selangkah Lagi

Traveloka adalah platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya oleh jutaan pengguna setiap bulannya. Pesan Tiket Pesawat ke Bali untuk mendarat di Denpasar, lanjutkan dengan Hotel di Karangasem yang dekat pusat kuliner Amlapura, lalu lengkapi perjalanan dengan Aktivitas di Karangasem, semua bisa dipesan dalam satu aplikasi yang sama, lengkap dengan eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan untuk kebutuhan lainnya.

Bayar dengan fleksibel menggunakan Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal favorit Anda, mulai dari transfer bank hingga dompet digital seperti GoPay dan OVO, tanpa proses checkout yang rumit. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan petualangan kuliner Bali Timur Anda, aplikasi yang secara konsisten masuk jajaran atas kategori travel di Google Play Store dan App Store di kawasan Asia Tenggara.

Dalam Artikel Ini

• 12 Makanan Khas Karangasem yang Wajib Dicoba
• 1. Nasi Sela
• 2. Sate Serapah
• 3. Plecing Telengis
• 4. Pepes Telengis
• 5. Tipat Blayag
• 6. Pepes Ikan Marlin
• 7. Rujak Kuah Pindang
• 8. Komoh
• 9. Bebek Timbungan
• 10. Jaja Bendu
• 11. Dodol Salak Sibetan
• 12. Brem Bali Khas Sidemen
• Di Mana Bisa Mencicipi Makanan Khas Karangasem yang Otentik?
• 1. Pasar Amlapura dan Jalan Raya Gajah Mada
• 2. Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem
• 3. Desa Sidemen
• 4. Desa Ababi
• Dari Nasi Sela sampai Rujak Kuah Pindang, Wisata Rasa Karangasem Tinggal Selangkah Lagi

Jelajahi Keindahan Karangasem

Karangasem

Indonesia

Amed

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan