
Korea Selatan tidak hanya dikenal dengan K-Pop dan K-Drama yang mendunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang terjaga melalui permainan tradisional korea. Permainan ini bukan sekadar hiburan pengisi waktu luang, melainkan simbol kebersamaan masyarakat Korea dalam merayakan hari-hari besar seperti Chuseok (hari panen) atau Seollal (tahun baru Imlek).
Beberapa permainan ini mungkin terasa familiar bagi Anda karena sering muncul di layar kaca, baik melalui variety show populer maupun serial drama yang meledak secara global. Mari telusuri lebih dalam sejarah dan cara memainkan 8 permainan ikonik dari "Negeri Gingseng" ini.

South-korea

Koreana Hotel

8.6/10
•





Seoul
Rp 2.556.110
Rp 1.969.307
Berikut adalah daftar permainan tradisional yang tetap eksis dan selalu seru untuk dimainkan:
Siapa yang tidak ingat adegan ikonik di stasiun kereta dalam serial Squid Game? Ddakji adalah permainan menggunakan dua lembar kertas tebal yang dilipat sedemikian rupa hingga menjadi persegi. Cara mainnya cukup sederhana: satu pemain meletakkan kartu di tanah, dan pemain lawan harus membanting kartu miliknya agar kartu di tanah terbalik. Jika berhasil membalikkan kartu lawan, Anda adalah pemenangnya.
Yut Nori adalah permainan papan paling populer saat hari raya Seollal. Alih-alih dadu, permainan ini menggunakan empat tongkat kayu berbentuk setengah lingkaran yang dilempar ke udara. Skor ditentukan dari bagaimana posisi tongkat tersebut jatuh (terbuka atau tertutup). Permainan ini sangat seru karena melibatkan strategi tim untuk memindahkan bidak di atas papan hingga mencapai garis finis.
Mirip dengan sepak takraw atau bermain bola bekel dengan kaki, Jegichagi menggunakan objek bernama Jegi yang terbuat dari koin yang dibungkus kertas atau kain dengan rumbai panjang. Pemain harus menendang Jegi ke atas sesering mungkin tanpa membiarkannya jatuh ke tanah. Permainan ini sangat mengandalkan ketangkasan dan keseimbangan kaki.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Edukasi di Korea Selatan
Dahulu, Tuho merupakan permainan eksklusif bagi kaum bangsawan dan keluarga kerajaan di istana. Pemain harus melemparkan anak panah kayu ke dalam lubang guci sempit dari jarak tertentu. Meski terlihat mudah, Tuho membutuhkan konsentrasi tinggi dan presisi yang tajam agar anak panah tidak memantul keluar.
Gonggi adalah permainan masa kecil yang mirip dengan bola bekel di Indonesia. Menggunakan lima batu plastik kecil (atau batu kerikil), pemain harus melempar satu batu ke atas sambil mengambil batu lainnya di lantai, lalu menangkap kembali batu yang dilempar tadi. Permainan ini memiliki beberapa level tingkat kesulitan yang melatih koordinasi mata dan tangan.
Berbeda dengan jungkat-jungkit Barat yang dimainkan sambil duduk, Neolttwigi dimainkan dengan cara berdiri di atas papan panjang. Pemain akan melompat secara bergantian hingga melambung tinggi ke udara. Konon, pada zaman Joseon, permainan ini digunakan oleh para wanita untuk mengintip ke luar tembok rumah mereka yang tinggi demi melihat dunia luar.
Paeng-i Chigi adalah permainan gasing tradisional yang uniknya sering dimainkan di atas permukaan es saat musim dingin. Gasing kayu ini harus terus dipukul menggunakan tali kecil agar tetap berputar kencang. Semakin lama gasing berputar tanpa jatuh, semakin hebat pemain tersebut.
Juldarigi bukan sekadar tarik tambang biasa. Permainan ini melibatkan banyak orang dan sering kali menggunakan tali tambang raksasa yang terbuat dari jerami. Selain sebagai kompetisi, Juldarigi memiliki nilai spiritual sebagai ritual untuk memohon panen yang melimpah dan keberuntungan bagi desa.
Jika Anda berkunjung ke Korea Selatan, Anda bisa mencoba permainan-permainan ini secara langsung di beberapa lokasi autentik berikut:
Museum terbuka di jantung Seoul yang merepresentasikan pemukiman Dinasti Joseon. Pengunjung dapat mencoba permainan rakyat seperti Yut Nori dan Gonggi di pelataran rumah Hanok autentik, terutama saat festival budaya musiman yang interaktif.
Museum hidup berskala besar yang menghadirkan replika desa lintas provinsi masa lampau. Tersedia area khusus untuk permainan fisik seperti Tuho dan Neolttwigi, serta pertunjukan seni tradisional yang memperkuat suasana nostalgia budaya Korea.
Kawasan pemukiman asli yang menawarkan pengalaman bermain Gonggi atau Ddakji di berbagai pusat kebudayaan dan penginapan tradisional. Lokasi ini memberikan sensasi autentik bermain di antara gang-gang sempit rumah Hanok yang estetik.
Terletak di kompleks Istana Gyeongbokgung, museum ini rutin mengadakan festival permainan rakyat gratis seperti Paeng-i Chigi dan Juldarigi. Destinasi ideal untuk memadukan wisata sejarah istana dengan pengalaman bermain kriya tradisional.
Pusat seni dan kerajinan di Seoul tempat Anda bisa membeli peralatan permainan tradisional seperti Yut Nori dan Jegi. Di pelataran terbukanya, komunitas lokal sering mengajak pengunjung mencoba permainan Tuho sebagai hiburan jalanan yang edukatif.

Songpa

Tiket Lotte World Seoul

8.6/10
Songpa
Rp 389.943
Rp 280.250
Mencoba permainan tradisional Korea bukan sekadar hiburan, melainkan cara terbaik untuk memahami nilai kebersamaan dan sejarah mendalam dari Negeri Gingseng. Dengan mengapresiasi warisan budaya ini, Anda turut menjaga semangat tradisi agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman.
Gunakan Traveloka untuk merencanakan perjalanan yang lebih nyaman dan fleksibel melalui pemesanan Tiket Pesawat, Hotel, hingga tiket wisata di Korea Selatan. Eksplorasi kekayaan budaya di berbagai sudut Korea Selatan untuk pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan.
Sun, 5 Jul 2026

T’way Air
Jakarta (CGK) ke Seoul (ICN)
Mulai dari Rp 2.400.923
Sun, 28 Jun 2026

Scoot
Surabaya (SUB) ke Seoul (ICN)
Mulai dari Rp 3.358.700
Thu, 2 Jul 2026

Scoot
Bali / Denpasar (DPS) ke Seoul (ICN)
Mulai dari Rp 3.623.800










