
Nama Kalimantan Timur belakangan makin sering disebut lewat pembangunan Ibu Kota Nusantara, tapi jauh sebelum IKN ada, tanah ini sudah lebih dulu punya cerita panjang lewat suku Paser dan kesultanannya. Di tengah hutan Kabupaten Paser, berdiri sisa istana yang menyimpan lebih dari sekadar arsitektur lama.
Rumah adat suku Paser terwujud dalam dua bentuk, rumah panggung sederhana milik rakyat biasa dan istana kesultanan bernama Kuta Imam Duyu Kina Lenja yang kini menjadi Museum Sadurengas. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Balikpapan, meluangkan waktu ke Kabupaten Paser bisa memberi sisi lain dari Kalimantan Timur yang jarang masuk itinerary wisatawan.
Suku Paser mendiami wilayah Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, hingga Kota Balikpapan, dengan tiga fondasi budaya yang membentuk identitas mereka, yaitu budaya pedalaman, pesisir, dan keraton. Kombinasi ini menjadikan suku Paser masuk dalam rumpun budaya Melayu, meski akar mereka berasal dari komunitas Dayak Paser.
Kesultanan Paser, atau dikenal juga sebagai Kerajaan Sadurengas, diperkirakan berdiri sejak 1516, dimulai dari kepemimpinan Putri dalam Petung. Pengaruh Islam masuk lewat jalur perdagangan pesisir Kalimantan, membawa budaya dan agama baru dari pedagang Jawa dan Sumatra. Kesultanan ini terus bertahan hingga akhirnya menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah kolonial Belanda pada 1906.
Baca Juga: Mengenal 5 Rumah Adat Kalimantan Timur
Rumah panggung suku Paser biasanya dihuni oleh dua sampai tiga kepala keluarga sekaligus, dengan bentuk dan material yang disesuaikan dengan kondisi alam sekitar sungai.
Rumah dibangun setinggi kurang lebih dua meter dari permukaan tanah, cukup untuk menghindari luapan air sungai yang jadi lokasi favorit permukiman suku Paser, karena sungai dipercaya sebagai sumber kehidupan mereka.
Atap rumah dibuat miring sekitar 45 derajat menggunakan daun nipah atau kulit kayu sungkai, dengan bagian bubungan dari ijuk pohon aren, memungkinkan air hujan mengalir cepat tanpa menggenang di atap.
Sat, 26 Sep 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Balikpapan (BPN)
Mulai dari Rp 1.272.400
Thu, 24 Sep 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Balikpapan (BPN)
Mulai dari Rp 1.154.600
Sun, 20 Sep 2026

Citilink
Makassar (UPG) ke Balikpapan (BPN)
Mulai dari Rp 895.400
Berbeda dari rumah rakyat biasa, istana Kesultanan Paser bernama Kuta Imam Duyu Kina Lenja, yang berarti kediaman pemimpin bertingkat, dulunya ditempati Sultan Ibrahim Khaliludin dan kemudian Sultan Aji Tenggara. Bangunan ini kini dikenal sebagai Museum Sadurengas di Desa Paser Belengkong.
Filosofi di balik rumah panggung suku Paser adalah kebersamaan, persatuan, dan hidup rukun, tercermin dari kebiasaan satu rumah dihuni beberapa kepala keluarga sekaligus. Rumah adat juga menjadi tempat berlangsungnya ritual-ritual penting yang masih dijaga sampai sekarang.
Salah satunya adalah Belian, ritual penyembuhan massal yang dipimpin oleh tetua adat. Ada pula Besipung, semacam pertunjukan sandiwara gaib di mana tetua memanggil arwah leluhur untuk mementaskan kembali kisah sejarah suku Paser di masa lalu. Kedua tradisi ini menunjukkan betapa eratnya hubungan masyarakat Paser dengan dunia spiritual dan leluhur mereka.
Sebagai bekas istana kesultanan, museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang mencerminkan kejayaan masa lalu Kesultanan Paser.
Koleksi keramik dari abad ke-12 hingga ke-13 asal Dinasti Yuan jadi bukti hubungan dagang Kesultanan Paser dengan pedagang asing sejak berabad-abad lalu.
Busana kebesaran, alat musik tradisional, dan perlengkapan rumah tangga kerajaan turut dipajang, memberi gambaran gaya hidup para sultan Paser di masa kejayaannya.
Di area museum juga terdapat makam para penguasa Kerajaan Sadurengas, menjadikan tempat ini bukan sekadar museum, tapi juga situs ziarah sejarah.
Tak jauh dari museum, ada batu bernama Batu Kilan yang menurut cerita masyarakat setempat dipercaya bisa menunjukkan nasib seseorang, salah satu legenda yang masih hidup di kalangan warga Paser Belengkong.

Indonesia

Tiket Kidzooona Safari Pentacity Balikpapan

9.0/10
Balikpapan Selatan
Rp 63.050
Karena berada cukup jauh dari Balikpapan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum menuju Museum Sadurengas dan kawasan suku Paser.
Jarak dari Balikpapan menuju Museum Sadurengas sekitar 200 km, jadi pastikan berangkat pagi hari dan siapkan bekal untuk perjalanan darat yang cukup panjang.
Museum Sadurengas buka Senin hingga Jumat pukul 07.00 sampai 15.00, jadi rencanakan kunjungan Anda di luar akhir pekan agar tidak kecewa saat tiba di lokasi.
Karena pilihan penginapan di Kabupaten Paser masih terbatas, sebaiknya pesan Hotel di Balikpapan sebagai basis sebelum melanjutkan perjalanan darat ke kawasan suku Paser keesokan harinya.
Karena lokasinya berdekatan, sekalian jadwalkan kunjungan ke kawasan IKN di Penajam Paser Utara agar perjalanan Anda ke Kalimantan Timur terasa lebih lengkap.

Indonesia

Grand Tjokro Balikpapan

8.4/10
•




Balikpapan Selatan
Rp 566.255
Rumah adat suku Paser, dari rumah panggung sederhana hingga istana Kuta Imam Duyu Kina Lenja, menunjukkan bahwa Kalimantan Timur punya sejarah panjang jauh sebelum daerah ini dikenal sebagai lokasi ibu kota baru. Museum Sadurengas jadi saksi bisu perjalanan Kesultanan Paser yang sempat berjaya selama ratusan tahun.
Bagi Anda yang berkunjung ke Balikpapan atau kawasan IKN, menyempatkan diri singgah ke Kabupaten Paser bisa jadi cara menambah wawasan tentang suku asli yang lebih dulu menghuni tanah Kalimantan Timur ini.
Traveloka adalah aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk Kalimantan Timur. Pesan Tiket Pesawat ke Balikpapan, lalu cari Hotel di Balikpapan yang sesuai dengan rencana perjalanan Anda menuju Kabupaten Paser.
Lengkapi liburan dengan menjajal berbagai Aktivitas di Balikpapan, mulai dari susur Pantai Melawai hingga menjelajahi Bukit Bangkirai. Nikmati kemudahan pembayaran lewat Traveloka PayLater atau metode lokal seperti transfer bank, GoPay, dan dompet digital lain, kapan saja lewat aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store.










