
Gedung Grahadi merupakan salah satu bangunan bersejarah paling penting di Kota Surabaya yang memiliki nilai historis tinggi sejak masa kolonial hingga era Indonesia modern. Bangunan megah bergaya kolonial ini tidak hanya menjadi simbol pemerintahan Provinsi Jawa Timur, tetapi juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Jika kamu pernah berkunjung ke Surabaya, kemungkinan besar kamu melihat bangunan klasik yang berdiri megah di Jalan Gubernur Suryo. Gedung ini dikenal sebagai rumah dinas resmi Gubernur Jawa Timur sekaligus bangunan peninggalan kolonial yang masih terawat dengan baik hingga sekarang.
Di balik kemegahannya, Gedung Grahadi menyimpan sejarah panjang sejak abad ke-18, mulai dari masa pemerintahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga menjadi bagian penting dari sistem pemerintahan Indonesia. Artikel ini akan membahas sejarah Gedung Grahadi secara lengkap, mulai dari latar belakang pembangunan, perubahan fungsi, arsitektur, hingga perannya saat ini sebagai ikon Kota Surabaya.
Sun, 5 Apr 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 862.900
Mon, 4 May 2026

AirAsia Indonesia
Balikpapan (BPN) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 1.099.400
Wed, 29 Apr 2026

Super Air Jet
Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 768.800
Gedung Grahadi memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan Kota Surabaya sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan sejak masa kolonial.
Pada akhir abad ke-18, Surabaya berkembang pesat sebagai kota pelabuhan strategis di Hindia Belanda. Untuk mendukung aktivitas administrasi dan pemerintahan, pemerintah kolonial Belanda membangun berbagai fasilitas resmi, termasuk rumah tinggal untuk pejabat tinggi pemerintahan.
Gedung Grahadi awalnya dibangun sebagai kediaman resmi pejabat pemerintahan kolonial Belanda di Surabaya. Lokasinya dipilih secara strategis di pusat kota agar mudah diakses dan menunjukkan simbol kekuasaan pemerintah saat itu. Bangunan ini pada awalnya dikenal sebagai Gouverneurshuis atau rumah gubernur pada masa kolonial Belanda.
Gedung Grahadi diperkirakan dibangun sekitar tahun 1795 oleh pemerintah kolonial Belanda. Bangunan ini termasuk salah satu gedung pemerintahan tertua di Surabaya yang masih berdiri hingga sekarang.
Meskipun tidak banyak catatan detail mengenai arsitek perancangnya, desain bangunan menunjukkan ciri khas arsitektur kolonial Eropa yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia. Struktur bangunan dirancang kokoh dengan konsep simetris, ruang luas, serta sirkulasi udara yang baik untuk menghadapi cuaca panas dan lembap di Surabaya.
Pada masa awal pembangunannya, Gedung Grahadi digunakan sebagai:
Fungsinya sebagai pusat aktivitas pemerintahan menjadikan gedung ini memiliki posisi penting dalam sistem administrasi kolonial.
Seiring perubahan kekuasaan dan perkembangan sejarah Indonesia, Gedung Grahadi mengalami beberapa perubahan fungsi yang signifikan. Berikut beberapa perubahan fungsi Gedung Grahadi dari waktu ke waktu.
Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942–1945, Gedung Grahadi digunakan sebagai tempat tinggal pejabat militer Jepang. Fungsi administratif tetap dipertahankan, tetapi pengelolaan gedung berada di bawah kendali pemerintahan Jepang.
Periode ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Gedung Grahadi sebelum Indonesia merdeka.
Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia dan digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan daerah.
Gedung ini kemudian ditetapkan sebagai rumah dinas resmi Gubernur Jawa Timur serta lokasi penyelenggaraan acara kenegaraan, pertemuan resmi, dan kegiatan pemerintahan provinsi.
Sejak saat itu, Gedung Grahadi menjadi simbol pemerintahan daerah Jawa Timur sekaligus bagian dari identitas Kota Surabaya.
Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang tinggi, Gedung Grahadi ditetapkan sebagai bangunan bersejarah yang dilindungi. Status ini memastikan bangunan tetap terjaga keasliannya sebagai warisan budaya. Pelestarian dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk asli bangunan sambil menyesuaikan fungsi modern.
Nama “Grahadi” memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan fungsi dan identitas bangunan. Tak hanya nama belaka, ternyata nama “Grahadi” berasal dari bahasa Sanskerta. Kata “graha” berarti rumah atau bangunan, sedangkan “adi” berarti utama atau penting. Secara umum, Grahadi dapat diartikan sebagai rumah utama atau bangunan penting. Nama ini mencerminkan fungsi gedung sebagai tempat resmi kegiatan pemerintahan dan kediaman pejabat tinggi.
Pada masa kolonial Belanda, bangunan ini dikenal sebagai Gouverneurshuis. Setelah Indonesia merdeka, nama tersebut diganti menjadi Gedung Grahadi sebagai simbol identitas nasional dan kedaulatan Indonesia. Perubahan nama ini menunjukkan transformasi dari simbol kekuasaan kolonial menjadi bagian dari pemerintahan Indonesia.
Gedung Grahadi memiliki gaya arsitektur yang unik karena memadukan konsep bangunan Eropa dengan penyesuaian terhadap lingkungan tropis. Bangunan ini mengusung gaya arsitektur kolonial dengan ciri-ciri:
Desain tersebut memberikan kesan megah sekaligus fungsional. Arsitektur Gedung Grahadi dirancang untuk menghadapi iklim panas Surabaya. Hal ini terlihat dari:
Interior Gedung Grahadi menampilkan ruang besar dengan tata ruang formal yang digunakan untuk acara kenegaraan. Ruangan-ruangan dirancang untuk kegiatan resmi seperti pertemuan pemerintah, penyambutan tamu negara, dan acara penting lainnya.
Gedung Grahadi tidak hanya menjadi bangunan administratif, tetapi juga saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
Gedung ini mengalami langsung perubahan kekuasaan dari:
Perubahan tersebut mencerminkan perjalanan panjang sejarah bangsa.
Hingga kini, Gedung Grahadi digunakan untuk:
Fungsinya sebagai pusat kegiatan pemerintahan menjadikan gedung ini tetap relevan hingga sekarang.
Tak hanya menjadi bangunan bersejarah, ternyata terdapat beberapa fakta unik yang membuat Gedung Grahadi semakin menarik. Di bawah ini beberapa fakta menarik tentang Gedung Grahadi yang jarang diketahui orang.
Gedung Grahadi termasuk bangunan pemerintahan tertua yang masih digunakan hingga sekarang.
Gedung ini menjadi kediaman resmi Gubernur Jawa Timur sekaligus tempat acara resmi pemerintahan.
Meskipun telah berusia lebih dari dua abad, Gedung Grahadi tetap terawat dengan baik sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Jika ingin menjelajahi Surabaya, solusi terbaik agar mudah dalam mobilisasi adalah dengan memilih hotel di pusat kota. Booking hotel pakai Traveloka sekarang dan temukan beragam pilihan akomodasi menarik!
Gedung Grahadi merupakan bangunan bersejarah yang menjadi simbol penting perjalanan Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur. Dari masa kolonial hingga era modern, gedung ini tetap berdiri sebagai saksi perubahan zaman sekaligus pusat kegiatan pemerintahan. Jika kamu ingin menjelajahi Surabaya dan melihat langsung bangunan bersejarah seperti Gedung Grahadi, pastikan perjalananmu direncanakan dengan mudah dan praktis.
Jika ingin mengunjungi Surabaya, kini merencanakan perjalanan jadi lebih mudah dengan adanya Traveloka! Dengan Traveloka, kamu bisa pesan tiket pesawat, tiket kereta api, shuttle bus, hingga booking hotel. Tak hanya itu, kamu juga bisa pesan tiket atraksi wisata dari jauh-jauh hari, tanpa khawatir kehabisan saat tiba di lokasi. Pakai Traveloka sekarang dan nikmati perjalanan ke Surabaya praktis, tanpa ribet!












