
Ramen dikenal sebagai salah satu kuliner Jepang paling populer di dunia. Hidangan berupa mi berkuah ini bukan hanya digemari di Jepang, tetapi juga memiliki penggemar setia di berbagai negara, termasuk Indonesia. Cita rasanya yang gurih, pilihan topping yang beragam, serta variasi kuah yang khas membuat ramen selalu berhasil menarik perhatian pencinta kuliner.
Namun, tahukah kamu bahwa ramen tidak sepenuhnya berasal dari Jepang? Di balik popularitasnya saat ini, ramen memiliki sejarah panjang yang melibatkan pengaruh budaya luar, perubahan sosial, serta kreativitas masyarakat Jepang dalam mengembangkan kuliner. Artikel ini akan mengajak kamu menelusuri sejarah ramen, mulai dari asal usulnya, perkembangan di Jepang, hingga ragam jenis ramen yang dikenal saat ini.
Sejarah ramen tidak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya Tiongkok. Mi gandum yang menjadi bahan dasar ramen diyakini pertama kali diperkenalkan ke Jepang oleh para pedagang dan imigran Tiongkok pada akhir abad ke 19 hingga awal abad ke 20. Pada masa itu, hidangan mi ini dikenal dengan sebutan shina soba, yang secara harfiah berarti mi ala Tiongkok.
Mi tersebut disajikan dengan kuah kaldu sederhana berbahan dasar daging dan kecap asin. Meskipun tampilannya masih sangat sederhana dibandingkan ramen modern, hidangan ini menjadi cikal bakal ramen yang kita kenal sekarang.
Pada awal kemunculannya, ramen banyak dijual di kawasan pelabuhan dan kota besar seperti Yokohama, Kobe, dan Nagasaki. Kota-kota ini merupakan pusat perdagangan internasional sehingga memiliki komunitas Tiongkok yang cukup besar. Dari sinilah ramen mulai dikenal oleh masyarakat Jepang secara luas.
Seiring waktu, penjual ramen mulai menyesuaikan rasa dengan selera lokal Jepang. Kuah dibuat lebih ringan, topping disesuaikan, serta penggunaan kecap asin Jepang mulai menggantikan bumbu khas Tiongkok. Proses adaptasi inilah yang menjadi pondasi penting dalam sejarah ramen Jepang.
Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami krisis pangan yang cukup serius. Gandum menjadi salah satu bahan pangan utama yang didistribusikan oleh pemerintah dan bantuan luar negeri. Kondisi ini secara tidak langsung mendorong popularitas mi berbahan gandum, termasuk ramen.
Ramen kemudian berkembang sebagai makanan rakyat yang murah, mengenyangkan, dan mudah dibuat. Banyak kedai ramen kecil bermunculan di berbagai kota, terutama di sekitar stasiun kereta dan kawasan pekerja.
Pada periode ini, ramen mulai memiliki identitas khas Jepang. Setiap daerah mulai mengembangkan gaya ramen sendiri dengan karakter kuah, mi, dan topping yang berbeda. Kedai ramen tidak lagi sekadar tempat makan, tetapi menjadi bagian dari budaya urban Jepang.
Popularitas ramen semakin meningkat karena kemampuannya menyesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ramen menjadi simbol kehangatan dan kenyamanan di tengah masa pemulihan Jepang.
Setiap daerah di Jepang memiliki variasi ramen khas yang mencerminkan budaya lokal dan bahan pangan setempat. Contohnya adalah Hakata ramen dari Fukuoka yang terkenal dengan mi tipis dan kuah tonkotsu, serta Sapporo ramen yang identik dengan miso ramen.
Keberagaman ini membuat ramen bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas daerah. Wisata kuliner ramen bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang.
Popularitas ramen mendorong lahirnya berbagai museum dan festival yang didedikasikan untuk hidangan ini. Salah satu yang terkenal adalah Shin Yokohama Ramen Museum, yang menyajikan sejarah ramen sekaligus berbagai kedai ramen dari seluruh Jepang dalam satu tempat.
Ramen kini telah berkembang dengan berbagai cita rasa. Tak hanya ramen tradisional, kini telah bermunculan jenis-jenis ramen yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat dunia. Namun, di bawah ini beberapa jenis ramen berdasarkan kuah yang autentik dari Jepang.
Shoyu ramen merupakan salah satu jenis ramen tertua dan paling umum di Jepang. Kuahnya berbahan dasar kecap asin yang menghasilkan rasa gurih dan sedikit asin. Biasanya disajikan dengan kaldu ayam atau ikan, serta topping seperti chashu, telur rebus, dan daun bawang. Jenis ramen ini banyak ditemukan di Tokyo dan sekitarnya sehingga sering disebut sebagai ramen khas Tokyo.
Miso ramen berasal dari Hokkaido dan menggunakan pasta miso sebagai dasar kuah. Rasanya lebih kuat, kaya, dan cenderung creamy. Miso ramen sering disajikan dengan topping jagung manis, mentega, dan tauge, yang cocok dinikmati di daerah bersuhu dingin.
Shio ramen dikenal sebagai jenis ramen dengan kuah paling ringan. Menggunakan garam sebagai bumbu utama, shio ramen memiliki rasa yang bersih dan segar. Biasanya dipadukan dengan kaldu ayam atau seafood.
Tonkotsu ramen berasal dari Kyushu, khususnya Fukuoka. Kuahnya dibuat dari tulang babi yang direbus dalam waktu lama hingga menghasilkan tekstur kental dan warna putih susu. Ramen ini memiliki cita rasa yang sangat gurih dan kaya.
Ramen kini tak hanya menjadi makanan tradisional Jepang saja, melainkan telah menjadi ikon kuliner yang terkenal di seluruh dunia. Tak heran, popularitas ramen di dunia internasional sangat mendunia.
Dalam beberapa dekade terakhir, ramen berhasil menembus pasar internasional. Banyak restoran ramen Jepang membuka cabang di berbagai negara. Ramen juga mengalami adaptasi sesuai selera lokal tanpa meninggalkan ciri khas dasarnya.
Di Indonesia, ramen menjadi salah satu menu favorit di restoran Jepang. Kehadirannya memperkaya pilihan kuliner sekaligus memperkenalkan budaya makan Jepang kepada masyarakat luas.
Tak hanya untuk Indonesia, bagi banyak wisatawan negara lain, mencicipi ramen autentik di Jepang menjadi agenda wajib. Wisata kuliner ramen sering dikombinasikan dengan perjalanan ke kota kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Fukuoka. Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman tersebut, perencanaan perjalanan tentu menjadi hal penting, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Kini, kamu bisa booking hotel dengan Traveloka! Dapatkan akomodasi dengan harga terbaik sekarang!
Ramen bukan sekadar hidangan mi berkuah, tetapi hasil dari perjalanan panjang sejarah, adaptasi budaya, dan kreativitas masyarakat Jepang. Dari pengaruh Tiongkok hingga menjadi ikon kuliner global, ramen terus berkembang dan dicintai oleh berbagai kalangan.
Jika ingin mencoba ramen dengan rasa autentik, kamu bisa mengunjungi Jepang sekaligus liburan! Rencanakan liburan seru pakai Traveloka! Dengan satu aplikasi saja, kamu sudah bisa pesan tiket pesawat, tiket kereta api, shuttle bus, hingga booking hotel. Kamu juga bisa memesan tiket atraksi wisata dan JR Pass Jepang dari jauh-jauh hari tanpa khawatir kehabisan tiket. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, buat liburan ke Jepang jadi lebih praktis pakai Traveloka sekarang!










