Tiongkok adalah negara yang sangat luas dengan keragaman etnis yang luar biasa. Di antara puluhan kelompok etnis yang diakui secara resmi, Suku Hui menempati posisi yang sangat unik dan penting. Suku Hui merupakan kelompok etnis Muslim terbesar di Tiongkok yang tersebar hampir di seluruh penjuru negeri, namun konsentrasi terbesarnya berada di Daerah Otonomi Ningxia Hui, serta Provinsi Gansu, Qinghai, dan Yunnan. Secara general, identitas Suku Hui didefinisikan oleh keyakinan mereka terhadap Islam yang berpadu harmonis dengan elemen budaya Tionghoa Han yang dominan.
Berbeda dengan etnis minoritas Muslim lainnya di Tiongkok seperti Uighur yang memiliki akar bahasa Turkic, Suku Hui menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa utama mereka. Namun, kosakata mereka diperkaya dengan serapan dari bahasa Arab dan Persia, terutama dalam konteks keagamaan dan kehidupan sehari-hari. Kehadiran Suku Hui memberikan warna tersendiri bagi bentang budaya Tiongkok, di mana masjid-masjid dengan arsitektur perpaduan pagoda dan kubah berdiri megah di tengah kota-kota modern.
Bagi para pelancong, mengeksplorasi kehidupan Suku Hui menawarkan pengalaman wisata sejarah dan religi yang mendalam. Anda dapat menemukan perkampungan Hui yang bersih, restoran halal yang menyajikan mi tarik (Lamian) yang lezat, serta keramahan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai sejarah panjang mereka, tradisi yang masih terjaga, hingga destinasi wisata yang wajib dikunjungi untuk mengenal lebih dekat warisan Suku Hui.
Sejarah Panjang dan Asal-Usul Suku Hui
Akar dari Suku Hui dapat ditarik kembali ke zaman Dinasti Tang (618–907 M) dan Dinasti Song, ketika pedagang Muslim dari Arab dan Persia mulai berdatangan ke Tiongkok melalui Jalur Sutra dan jalur maritim. Para pedagang ini kemudian menetap, menikah dengan penduduk lokal (etnis Han), dan membentuk komunitas-komunitas Muslim di kota-kota pelabuhan dan pusat perdagangan.
Pertumbuhan signifikan terjadi pada masa Dinasti Yuan (1271–1368 M) di bawah kekuasaan Mongol. Pada era ini, banyak tentara, pengrajin, dan pejabat Muslim dari Asia Tengah dipindahkan ke Tiongkok untuk membantu pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, proses asimilasi budaya terjadi. Mereka mengadopsi bahasa dan pakaian lokal namun tetap memegang teguh iman Islam. Inilah yang kemudian melahirkan identitas etnis Suku Hui yang kita kenal sekarang, sebuah kelompok yang secara fisik mungkin tampak mirip dengan etnis Han, namun memiliki jiwa dan tradisi Islami yang kuat.
Lokasi Utama untuk Menemui Budaya Suku Hui
Jika Anda ingin merasakan suasana kehidupan Suku Hui yang paling otentik, berikut adalah beberapa lokasi kunci yang bisa dikunjungi:
Yinchuan, Ningxia: Merupakan pusat administrasi bagi Daerah Otonomi Ningxia Hui. Di sini terdapat "China Hui Culture Park" yang megah, sebuah museum dan kompleks budaya yang menampilkan sejarah serta pencapaian etnis Hui.
Xining, Qinghai: Kota ini adalah rumah bagi Masjid Dongguan, salah satu masjid terbesar di Tiongkok Barat yang menjadi pusat kegiatan keagamaan Suku Hui selama ratusan tahun.
Xi'an, Shaanxi: Di kota ini terdapat Muslim Quarter atau Jalan Muslim yang sangat populer. Area ini adalah pemukiman bersejarah Suku Hui yang kini menjadi destinasi kuliner malam paling hits di Xi'an. Linxia, Gansu: Sering dijuluki sebagai "Mekah Kecil di Tiongkok" karena banyaknya masjid dan madrasah, serta komunitas Muslim yang sangat konservatif dan taat.
Kuliner Halal Khas Suku Hui yang Menggugah Selera
Salah satu kontribusi terbesar Suku Hui bagi dunia kuliner Tiongkok adalah makanan halalnya yang khas (Qingzhen). Berikut adalah daftar menu yang wajib Anda coba:
Lanzhou Lamian: Mi tarik sapi yang sangat populer di seluruh dunia. Suku Hui di wilayah Lanzhou adalah maestronya. Mi ini dibuat segar dengan tangan dan disajikan dalam kuah kaldu sapi yang bening namun kaya rempah. Yangrou Pao'mo: Kuliner khas Xi'an yang terdiri dari roti pipih yang disobek-sobek kecil lalu disiram dengan kuah kaldu kambing yang kental dan gurih.
Barbekyu Kambing: Suku Hui sangat ahli dalam mengolah daging kambing. Sate kambing yang dibumbui jintan (cumin) dan bubuk cabai adalah camilan malam yang tidak boleh dilewatkan.
Teh Delapan Harta (Babao Cha): Minuman sehat yang terdiri dari teh hijau, kurma merah, goji berry, kelengkeng kering, gula batu, dan wijen. Minuman ini adalah simbol keramahan Suku Hui saat menyambut tamu.
Menjelajahi kebudayaan Suku Hui di Tiongkok tentu memerlukan perencanaan perjalanan yang matang, mulai dari tiket pesawat hingga aktivitas lokal. Sambil merencanakan perjalanan internasional Anda ke daratan Tiongkok, Anda juga bisa menikmati berbagai pengalaman wisata religi dan budaya yang tak kalah menarik di wilayah Asia lainnya melalui layanan terpercaya dari Traveloka berikut ini:
Tradisi dan Hal Unik Suku Hui yang Perlu Diketahui
Ada beberapa karakteristik unik yang membedakan Suku Hui dengan kelompok etnis lain di Tiongkok:
Pakaian Tradisional: Laki-laki Suku Hui sering mengenakan peci putih yang disebut Wang-mao, sementara para wanitanya sering mengenakan kerudung atau jilbab yang berwarna-warni sesuai usia.
Arsitektur Masjid: Banyak masjid tua Suku Hui yang tidak memiliki kubah melingkar, melainkan menggunakan gaya arsitektur kuil Tiongkok dengan atap melengkung dan ukiran kayu, namun tetap menghadap ke arah Kiblat dan memiliki kaligrafi Arab di dalamnya.
Kebersihan dan Larangan: Komunitas Suku Hui sangat menjunjung tinggi kebersihan. Anda tidak akan menemukan alkohol atau daging babi di area pemukiman mereka. Menghormati aturan ini adalah kunci utama saat berkunjung.
Seni Bela Diri: Suku Hui dikenal memiliki banyak master kung fu hebat. Mereka mengembangkan gaya bela diri sendiri yang sering disebut sebagai "Muslim Long Fist" atau Zhaquan.
Akses Transportasi Udara yang Efisien: Untuk menjangkau pusat kebudayaan suku hui di Ningxia atau Qinghai, Anda bisa terbang dari berbagai kota besar di Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou. Penerbangan utama biasanya mendarat di Bandara Internasional Yinchuan Hedong (INC) untuk wilayah Ningxia, atau Bandara Xining Caojiabu (XNN) bagi Anda yang ingin mengeksplorasi dataran tinggi Qinghai. Kedua bandara ini sudah sangat modern dan menyediakan layanan antar-jemput bandara yang praktis menuju pusat kota. Jaringan Kereta Cepat (High-Speed Railway): Tiongkok memiliki jaringan kereta cepat yang sangat canggih dan menghubungkan kota-kota besar langsung ke jantung wilayah suku hui. Perjalanan dengan kereta ini tidak hanya menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu, tetapi juga menyuguhkan pemandangan pedesaan Tiongkok yang indah, mulai dari perbukitan hingga area pertanian tradisional, yang memberikan pengalaman visual luar biasa sepanjang jalan.
Perjalanan Darat Lintas Provinsi: Jika Anda menyukai petualangan yang lebih fleksibel, bus antarkota jarak jauh tersedia dari kota-kota tetangga seperti Lanzhou atau Xi'an. Jalur darat ini memungkinkan Anda untuk melihat lebih dekat bagaimana arsitektur Islam khas suku hui mulai bermunculan di sepanjang perbatasan provinsi, memberikan transisi budaya yang menarik sebelum Anda sampai di lokasi tujuan.
Transportasi Lokal di Pusat Kota: Sesampainya di Yinchuan atau Xining, transportasi lokal seperti bus kota dan taksi daring sangat mudah ditemukan untuk menuju area pemukiman atau masjid-masjid besar. Di beberapa kawasan kuno, Anda bahkan bisa menyewa sepeda atau berjalan kaki untuk lebih meresapi suasana lingkungan yang kental dengan perpaduan budaya Tiongkok dan tradisi Muslim lokal. Dapatkan penawaran tiket pesawat internasional terbaik menuju Tiongkok untuk memulai petualangan budaya Anda bersama Traveloka:
Terbang Bersama Traveloka
Jakarta (CGK) ke Beijing (PEK)
Jakarta (CGK) ke Beijing (PEK)
Jakarta (CGK) ke Beijing (PEK)
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk berkunjung ke wilayah Tiongkok Barat (Ningxia, Gansu, Qinghai) adalah pada musim semi (Mei - Juni) atau musim gugur (September - Oktober). Pada periode ini, cuaca sangat sejuk dan langit sangat cerah. Jika Anda berkunjung saat Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha, suasana di masjid-masjid besar akan sangat meriah dengan ribuan jamaah yang mengenakan pakaian terbaik mereka.
Tips Sebelum Berkunjung ke Komunitas Suku Hui
Berpakaian Sopan: Saat mengunjungi masjid atau perkampungan Hui, pastikan pakaian Anda menutupi bahu dan lutut.
Etika Makan: Jangan membawa makanan dari luar yang mengandung daging babi atau alkohol ke dalam restoran halal.
Mempelajari Kata Dasar: Meskipun mereka berbahasa Mandarin, mengucapkan "Assalamu'alaikum" saat bertemu sesama Muslim akan memberikan kesan yang sangat hangat dan akrab.
Persiapan Fisik: Wilayah seperti Qinghai berada di dataran tinggi, pastikan Anda beristirahat cukup untuk menghindari altitude sickness.
Untuk kenyamanan Anda selama mengeksplorasi warisan budaya di kota-kota besar Tiongkok, berikut adalah rekomendasi akomodasi terbaik yang bisa Anda pesan melalui Traveloka:
Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Wisatawan
Pengurusan Visa dan Dokumen Perjalanan: Pastikan Anda sudah mengurus Visa Tiongkok sesuai dengan ketentuan terbaru di pusat pelayanan visa atau kedutaan. Selain paspor yang masih berlaku, simpanlah salinan digital dokumen perjalanan Anda di tempat yang aman sebagai cadangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama berada di wilayah suku hui.
Aplikasi Penerjemah dan Peta Luring (Offline): Mengingat kendala bahasa yang mungkin ditemukan di daerah pedesaan, unduhlah aplikasi penerjemah yang mendukung pemindaian teks (OCR) untuk membaca menu atau papan jalan. Selain itu, siapkan peta yang dapat bekerja secara luring karena akses internet seringkali terbatas dan beberapa layanan pemetaan global tidak dapat diakses tanpa pengaturan khusus di Tiongkok.
Persiapan Pakaian Sesuai Musim dan Lokasi: Jika Anda menuju wilayah barat laut seperti Ningxia atau Qinghai, suhu udara bisa sangat fluktuatif. Meskipun sedang musim panas, suhu di malam hari bisa turun drastis menjadi sangat dingin. Bawalah pakaian berlapis (layering) yang mudah dilepas-pasang agar tubuh Anda tetap nyaman menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem di dataran tinggi.
Metode Pembayaran Digital dan Uang Tunai: Tiongkok sangat mengutamakan transaksi nontunai melalui aplikasi. Pastikan Anda sudah mengunduh dan menghubungkan kartu kredit internasional Anda ke aplikasi tersebut sebelum berangkat. Namun, tetap sediakan uang tunai dalam pecahan kecil sebagai cadangan saat berkunjung ke pasar tradisional atau area terpencil di pemukiman suku hui.
Aplikasi VPN dan Konektivitas: Mengingat kebijakan internet yang ketat, pertimbangkan untuk menggunakan layanan VPN yang andal agar tetap bisa mengakses akun media sosial atau layanan komunikasi global. Selain itu, membeli kartu SIM lokal atau menyewa perangkat Wi-Fi portabel akan sangat membantu koordinasi perjalanan Anda selama mengeksplorasi situs-situs bersejarah.
Eksplorasi ke dunia Suku Hui membuktikan bahwa kemewahan sebuah perjalanan tidak selalu soal fasilitas modern, melainkan tentang kedamaian dan kearifan lokal yang menyentuh hati. Dari aktivitas mengunjungi masjid kuno yang megah hingga menikmati sajian mi tarik di pinggir jalan yang penuh sejarah, setiap sudut komunitas Suku Hui menawarkan kehangatan keluarga yang membuatmu merasa menyatu dengan dunia.
Bersama Traveloka, merencanakan pelarian singkat ke suasana Tiongkok yang kaya akan sejarah Muslim menjadi jauh lebih praktis dan menyenangkan. Tak perlu ragu untuk sejenak meninggalkan kesibukan rutin; biarkan semilir angin dari pegunungan Ningxia dan ramahnya warga Suku Hui menyegarkan kembali pikiranmu. Segera kemas tasmu, dan temukan makna baru dalam setiap langkah kaki di tanah Tiongkok yang menawan ini.
Temukan berbagai informasi penting sebelum memulai petualangan budaya Anda!
Yuk, jelajahi warisan budaya Suku Hui sekarang!