
Bagi kamu yang sering melakukan perjalanan wisata ke arah Mangunan atau Gunungkidul melalui jalur alternatif Bantul, nama tanjakan Cinomati pasti sudah tidak asing lagi.
Jalur Cinomati dikenal sebagai salah satu rute paling menantang sekaligus berbahaya di Daerah Istimewa Yogyakarta karena kemiringannya yang tidak main-main.
Di balik pemandangannya yang indah dari ketinggian, tanjakan Cinomati menyimpan risiko besar bagi pengendara yang tidak mengenal medan, hingga akhirnya memicu kebijakan unik dari pemerintah setempat untuk "menghilangkannya" dari peta digital.
Tanjakan Cinomati merupakan bagian dari jalur Cinomati yang berfungsi sebagai rute alternatif penghubung antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Secara administratif, lokasi ini berada di Jalan Pleret-Pathuk, tepatnya di wilayah Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.
Nama "Cinomati" sendiri memiliki sejarah lisan yang cukup kelam. Konon dinamakan demikian karena dahulu ada seorang warga keturunan Tionghoa yang meninggal dunia saat melintasi jalur yang sangat terjal ini.
Seiring berjalannya waktu, jalur ini menjadi populer karena merupakan jalan pintas bagi wisatawan yang ingin menghindari kemacetan di area Bukit Bintang, Patuk. Namun, karena sering terjadi kecelakaan dan kendaraan gagal menanjak, Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan perhatian ekstra.
Salah satu langkah serius yang diambil adalah pemasangan perangkat CCTV oleh pemerintah daerah. Tujuannya jelas, yakni untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time di titik-titik paling rawan, sehingga petugas bisa segera meluncur jika ada kendaraan yang membutuhkan bantuan di tengah tanjakan Cinomati.
Sat, 4 Apr 2026

NAM Air
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 745.700
Tue, 7 Apr 2026

Lion Air
Balikpapan (BPN) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 1.335.300
Wed, 22 Apr 2026

Super Air Jet
Bali / Denpasar (DPS) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 1.280.600
Alasan utama mengapa tanjakan Cinomati dianggap sangat berbahaya adalah spesifikasi jalurnya yang ekstrem. Jalur ini memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer dengan total 42 kelokan tajam.
Yang paling mengerikan adalah kemiringannya yang mencapai 45 derajat. Bagi kendaraan yang datang dari arah Kota Yogyakarta (bawah), kamu akan menghadapi kontur menanjak terjal yang seolah tiada habisnya, sementara dari arah Gunungkidul, pengemudi akan diuji dengan turunan curam yang berisiko membuat rem blong.
Karena tingkat risiko yang sangat tinggi, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, secara tegas menginstruksikan agar rute ini dihapus dari Google Maps, terutama saat musim libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Upaya tersebut dilakukan agar algoritma navigasi tidak mengarahkan wisatawan, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi dari luar daerah, melewati tanjakan Cinomati.
Wisatawan luar daerah sering kali tidak menguasai medan dan terlambat mengoper gigi, sehingga kendaraan kehilangan tenaga di tengah tanjakan. Jika tidak bisa dihapus sepenuhnya, pemerintah meminta Google untuk memberikan label "Area Berbahaya" pada jalur tersebut.
Meskipun menyeramkan bagi sebagian pengemudi, ada beberapa fakta menarik yang menyelimuti tanjakan Cinomati:
Jika kamu merasa ragu dengan kondisi kendaraanmu atau kemampuan mengemudimu, sangat disarankan untuk menghindari tanjakan Cinomati. Berikut adalah beberapa tipsnya:
Jangan biarkan berita tentang ekstremnya tanjakan Cinomati membuatmu takut berlibur ke Bantul. Masih banyak destinasi aman dan seru yang bisa kamu kunjungi tanpa harus melewati rute maut tersebut:
1. Kids Fun Parcs Yogyakarta
Sebuah taman bermain keluarga yang sangat lengkap dengan berbagai wahana seru, gokart, hingga kolam renang Aqua Splash. Lokasinya berada di Jalan Wonosari yang sangat mudah diakses tanpa harus melewati jalur ekstrem apa pun.
2. Heha Sky View
Destinasi kekinian yang menawarkan spot foto estetik dan pemandangan kota dari ketinggian. Kamu bisa menikmati makan malam romantis sambil melihat gemerlap lampu Yogyakarta tanpa harus khawatir dengan medan jalan yang berbahaya.
3. Mangunan Orchard (Kebun Buah Mangunan)
Dikenal sebagai "Negeri di Atas Awan", tempat ini menyajikan pemandangan kabut pagi yang menyelimuti aliran Sungai Oya. Untuk ke sini, pastikan kamu mengambil jalur melalui Makam Raja-Raja Imogiri yang jauh lebih aman dibandingkan jalur Cinomati.
4. Gumuk Pasir Parangkusumo
Rasakan sensasi bermain sandboarding di satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara yang terletak di tepi pantai. Hamparan pasir yang luas dan pohon kaktus di sekitarnya memberikan suasana unik seperti sedang berada di Timur Tengah.
5. Parangtritis Beach
Pantai paling ikonik di Yogyakarta yang menawarkan pemandangan ombak besar dan tebing karang yang megah. Kamu bisa menikmati delman atau motor ATV untuk menyusuri bibir pantai saat matahari terbenam dengan suasana yang sangat magis.
Sudah siap untuk mengeksplorasi keindahan Bantul dengan lebih aman? Jangan biarkan pengalaman liburanmu terganggu hanya karena salah memilih rute.
Pastikan kamu selalu waspada dan merencanakan perjalananmu dengan matang agar setiap momen di Bumi Projotamansari menjadi kenangan yang indah dan tak terlupakan bersama orang-orang tersayang.
Rencanakan liburan impianmu ke Yogyakarta dengan lebih praktis melalui Traveloka. Mulai dari tiket pesawat, tiket kereta api menuju Stasiun Tugu, hingga layanan sewa mobil atau bus travel dengan supir berpengalaman yang menguasai medan Bantul bisa kamu temukan di sini.
Tak hanya itu, amankan juga hotel terbaik dan tiket atraksi menarik lainnya hanya dengan satu aplikasi. Yuk, buka Traveloka sekarang dan wujudkan petualangan serumu di Yogyakarta tanpa ribet!











