
Di kawasan Pecinan Teluk Betung, Bandar Lampung, berdiri sebuah vihara yang usianya sudah melampaui satu setengah abad. Bangunannya pernah hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883, namun umatnya terus membangunnya kembali hingga berkali-kali. Tempat itu adalah Vihara Thay Hin Bio, vihara tertua di Provinsi Lampung.
Vihara Thay Hin Bio adalah kelenteng tertua di Lampung, berlokasi di Jalan Ikan Kakap No. 35, Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, dengan sejarah yang bisa ditelusuri hingga tahun 1850. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Bandar Lampung, menyempatkan diri singgah ke vihara bersejarah ini bisa melengkapi itinerary wisata budaya Anda di Lampung.
Sejarah vihara ini bermula pada 1850, ketika seorang perantau Tionghoa bernama Po Heng membawa arca Dewi Kwan Im dan mendirikan cetiya kecil bernama Avalokiteswara bersama masyarakat sekitar. Bangunan awal ini kemudian rusak parah akibat banjir dan gelombang besar yang dipicu letusan Gunung Krakatau pada 1883, memaksa arca Dewi Kwan Im dipindahkan ke lokasi lain.
Pada 1896, dibangun cetiya baru bernama Kuan Im Thing dengan dana masyarakat yang dikelola Yayasan Mahopadi, dan izin resmi dari pemerintah Hindia Belanda turun pada 1 Oktober 1898. Pada 1927, para biksu diundang dari Tiongkok untuk mengajarkan Dharma kepada umat yang terus bertambah. Renovasi besar dilakukan pada 1963 dan baru selesai pada 1967 setelah sempat tertunda akibat peristiwa G30S/PKI, dan sejak saat itulah nama vihara berubah menjadi Thay Hin Bio.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Wisata Alam di Lampung
Bangunan vihara ini kental dengan arsitektur Tionghoa klasik yang didominasi warna merah dan ornamen naga. Setiap sudutnya menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada negeri asal para leluhur komunitas Tionghoa Lampung.
Gerbang utama vihara tampil megah dengan warna merah mencolok dan ukiran naga yang detail, menjadi penanda pertama begitu pengunjung tiba di lokasi.
Begitu memasuki gerbang, pengunjung akan disambut dua pagoda yang berdiri simetris di sisi kiri dan kanan halaman, menambah kesan megah pada keseluruhan kompleks.
Dua pilar besar dengan ukiran naga yang detail berdiri di area utama, dilengkapi lampion-lampion besar dan lukisan bernuansa "Negeri Tirai Bambu" yang memperkuat identitas budaya Tionghoa di dalam vihara.

Indonesia

Tiket Slanik Waterpark Lampung

8.8/10
Jati Agung
Rp 38.500
Selain arsitekturnya, vihara ini menyimpan berbagai perlengkapan ibadah dan koleksi bersejarah yang mencerminkan usianya yang panjang. Suasana di dalam kompleks terasa kental dengan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Arca Dewi Kwan Im yang dibawa Po Heng menjadi pusat pemujaan utama, dan keberadaannya yang bertahan sejak 1850 menjadikannya salah satu benda pusaka paling bersejarah di vihara ini.
Di dalam vihara tersimpan alat musik tradisional dan kitab-kitab keagamaan yang masih digunakan dalam upacara sembahyang rutin hingga sekarang.
Halaman di antara dua pagoda kerap digunakan untuk kegiatan bersama umat, terutama saat perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.
Status sebagai vihara tertua ini datang dari jejak sejarahnya yang bisa ditelusuri hingga 1850, jauh sebelum berbagai rumah ibadah Buddha lain berdiri di Lampung. Bahkan setelah rusak akibat letusan Krakatau 1883, komunitas Tionghoa setempat terus membangunnya kembali hingga tiga kali perubahan bentuk dan nama.
Ketekunan mempertahankan tempat ibadah ini di tengah berbagai peristiwa besar, mulai dari bencana alam hingga gejolak politik nasional, menjadikan Vihara Thay Hin Bio bukan sekadar bangunan tua, melainkan juga catatan hidup perjalanan komunitas Tionghoa di Lampung selama lebih dari satu setengah abad.
Vihara ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya tiket masuk.
| Keterangan | Detail |
| Jam kunjungan | Umumnya pagi hingga sore hari setiap hari, namun belum ada jam operasional resmi yang dipublikasikan |
| Tiket masuk | Gratis |
| Waktu kunjungan tersibuk | Menjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek serta Cap Go Meh |
Catatan: Karena jam operasional resminya belum dipublikasikan secara pasti, sebaiknya konfirmasi ulang lewat pengurus vihara Thay Hin Bio sebelum berkunjung di luar jam ramai. Sebagai tempat ibadah aktif, pengunjung tetap diimbau menjaga sikap dan ketenangan selama berada di dalam kompleks.

Indonesia

Grand Anugerah Hotel

8.6/10
•



Tanjung Karang
Rp 401.499
Vihara ini berada di kawasan Pecinan Teluk Betung Selatan, tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung. Aksesnya cukup mudah dijangkau dari beberapa titik keberangkatan.
Dari bandara, perjalanan menuju vihara memakan waktu sekitar 45-60 menit menggunakan taksi atau kendaraan sewa, tergantung kondisi lalu lintas menuju pusat kota.
Bagi yang datang lewat jalur darat dari Pulau Jawa via kapal feri, perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju vihara memakan waktu sekitar 1,5-2 jam melewati jalan tol Trans-Sumatera.
Dari pusat perbelanjaan Tanjung Karang, vihara ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 15-20 menit berkendara ke arah kawasan Teluk Betung.
Beberapa persiapan berikut bisa membuat kunjungan Anda ke vihara bersejarah ini lebih berkesan.
Memahami kisah panjang vihara ini, mulai dari letusan Krakatau hingga peristiwa G30S/PKI, akan membuat kunjungan Anda terasa lebih bermakna dibanding sekadar melihat bangunannya.
Jika ingin melihat vihara ini dalam suasana paling ramai dan berhias lampion, kunjungan menjelang Tahun Baru Imlek adalah waktu yang tepat.
Setelah berkunjung, sempatkan berjalan kaki menjelajahi kawasan Pecinan Teluk Betung yang menyimpan banyak bangunan tua lain dari era yang sama.
Agar bisa mengamati arsitektur dan berfoto dengan leluasa, pilih waktu kunjungan di luar jadwal sembahyang rutin umat yang datang beribadah.
Vihara Thay Hin Bio menjadi saksi hidup perjalanan panjang komunitas Tionghoa di Lampung, dari letusan Krakatau hingga berbagai gejolak sejarah nasional. Kelenteng berusia lebih dari satu setengah abad ini tetap berdiri kokoh dengan arsitektur merah khasnya di tengah kawasan Pecinan Teluk Betung.
Bagi wisatawan yang menjelajahi Bandar Lampung, menyempatkan waktu sekitar satu jam untuk mengunjungi vihara ini bisa memberi perspektif baru tentang sejarah kota yang jarang terekspos di luar pantai dan wisata alamnya. Gabungkan kunjungan ini dengan destinasi lain di kawasan Pecinan agar perjalanan terasa lebih lengkap.
Mon, 26 Oct 2026

AirAsia Indonesia
Jakarta (CGK) ke Bandar Lampung (TKG)
Mulai dari Rp 475.202
Mon, 19 Oct 2026

Super Air Jet
Batam (BTH) ke Bandar Lampung (TKG)
Mulai dari Rp 1.497.400
Tue, 27 Oct 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Bandar Lampung (TKG)
Mulai dari Rp 1.371.400
Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Bandar Lampung dari satu aplikasi. Pesan Tiket Pesawat ke Bandar Lampung dan Hotel di Bandar Lampung, lalu lengkapi kunjungan dengan Aktivitas di Bandar Lampung untuk menjelajahi sisi budaya dan alamnya.
Traveloka juga menghadirkan layanan pendukung lain seperti sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan mulai rencanakan penjelajahan budaya Anda ke Lampung.










