
Terowongan Mrawan merupakan terowongan kereta api bersejarah yang menembus Gunung Gumitir dan menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi, Jawa Timur. Dibangun pada masa kolonial Belanda, terowongan sepanjang 690 meter ini masih aktif digunakan hingga sekarang.
Selain menyimpan sejarah perkeretaapian Indonesia, Terowongan Mrawan menarik perhatian pencinta kereta api dan fotografi karena arsitekturnya yang klasik serta pemandangan alam di sekitarnya. Simak informasi lokasi, cara menuju ke sana, rekomendasi hotel terdekat, dan tips berkunjung agar perjalanan lebih nyaman.
Terowongan Mrawan terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tepatnya di kawasan Gunung Gumitir.
Terowongan ini berada dekat perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi serta tidak jauh dari Stasiun Mrawan. Saat ini, pengelolaannya berada di bawah KAI Daerah Operasi IX Jember.
Dari Kota Jember, perjalanan menuju kawasan Terowongan Mrawan memakan waktu sekitar 1–1,5 jam menggunakan mobil atau sepeda motor. Rutenya melewati Kecamatan Mayang dan Silo melalui Jalan Raya Jember–Banyuwangi.
Sementara dari Kota Banyuwangi, kamu bisa berkendara ke arah barat melewati Rogojampi, Srono, Genteng, dan Kalibaru, lalu melintasi jalur berkelok di Gunung Gumitir. Perjalanan diperkirakan memakan waktu 1,5–2 jam.
Untuk melihat terowongan dari kereta, kamu bisa memilih perjalanan yang melintasi jalur Jember–Banyuwangi, seperti KA Tawang Alun, Probowangi, Wijayakusuma, atau Pandanwangi. Pastikan jadwal dan rute terbaru sebelum memesan tiket.
Perlu diingat, Terowongan Mrawan merupakan jalur kereta aktif. Pengunjung dilarang memasuki terowongan atau berjalan di rel tanpa izin resmi. Jika ingin melihatnya dari luar, utamakan area yang aman dan ikuti arahan petugas.
Tue, 17 Nov 2026

FlyJaya
Jakarta (HLP) ke Jember (JBB)
Mulai dari Rp 1.678.992
Pengunjung yang ingin melihat atau memotret Terowongan Mrawan harus menjaga jarak dari jalur rel dan tidak mengganggu operasional kereta.
Untuk kebutuhan khusus, seperti penelitian, peliputan, atau pembuatan film, hubungi pihak KAI Daop IX Jember guna menanyakan prosedur perizinan.
Fasilitas di sekitar lokasi cukup terbatas karena kawasan ini bukan objek wisata komersial. Stasiun Mrawan menjadi titik terdekat, sedangkan warung tradisional di sekitar permukiman dan jalur Gumitir dapat menjadi tempat membeli minuman atau makanan ringan.
Akses menuju stasiun berupa jalan desa yang relatif sempit. Jadi, lebih mudah menggunakan sepeda motor untuk ke sini, sedangkan untuk pengendara mobil sebaiknya perhatikan kondisi jalan dan tempat parkir yang tersedia.
Meski masih berfungsi sebagai jalur kereta api aktif, Terowongan Mrawan memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta sejarah dan wisata alam. Berikut beberapa hal menarik yang bisa kamu ketahui dari terowongan bersejarah ini.
Dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) pada awal abad ke-20 sebagai bagian dari jalur kereta api Kalisat–Banyuwangi, terowongan ini mulai dikerjakan pada 1901–1902 dan diselesaikan pada 1910.
Mulut Terowongan Mrawan memiliki bentuk melengkung dengan struktur kokoh yang menjadi saksi perkembangan perkeretaapian pada masa kolonial Belanda. Usianya yang lebih dari satu abad membuat terowongan ini menarik bagi pencinta sejarah dan arsitektur.
Pemandangan lokomotif yang melintas di depan mulut terowongan menjadi daya tarik tersendiri bagi railfans. Perpaduan bangunan bersejarah, rel kereta, dan latar pegunungan juga menghasilkan objek foto yang menarik.
Namun, pengambilan gambar harus dilakukan dari lokasi yang aman dan diizinkan.
Kawasan sekitar Terowongan Mrawan dikelilingi perbukitan hijau, perkebunan, dan vegetasi yang lebat. Udara pegunungan yang sejuk menambah kenyamanan perjalanan, terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam di sepanjang jalur Jember–Banyuwangi.
Bagi penumpang kereta yang melintasi jalur ini, melewati terowongan sepanjang 690 meter memberikan pengalaman unik. Suasana gerbong menjadi gelap sesaat, disertai gema suara roda kereta sebelum cahaya kembali terlihat di ujung terowongan.
Terowongan Mrawan dan kawasan Gunung Gumitir juga dikenal melalui cerita rakyat yang berkembang di masyarakat.
Kisah-kisah tentang masa pembangunan pada zaman kolonial menambah sisi menarik dari tempat ini, meskipun cerita mistis yang beredar belum tentu memiliki bukti sejarah.
Untuk mengunjungi Terowongan Mrawan, kamu bisa menginap di kawasan Kalibaru atau kota Jember dan Banyuwangi.
Kalibaru cocok untuk mencari penginapan dekat kawasan Gunung Gumitir, sedangkan Jember dan Banyuwangi menawarkan lebih banyak pilihan akomodasi. Berikut beberapa rekomendasi penginapan di sekitar Kalibaru.
Kalibaru Cottages menawarkan suasana menginap yang tenang dengan pemandangan Gunung Mrawan dan Lembah Gumitir. Bangunannya berupa cottage sederhana yang dikelilingi taman hijau, cocok untuk beristirahat setelah perjalanan.
Harga kamar Deluxe Twin atau Deluxe Double sekitar Rp540.000 per malam, termasuk sarapan. Untuk keluarga atau rombongan kecil, tersedia Deluxe Triple seharga Rp740.000 dan VIP Triple Rp770.000 per malam, juga termasuk sarapan.
Jaraknya sekitar 9–10 menit berkendara ke Terowongan Mrawan dan hanya 6–7 menit ke Stasiun Kalibaru. Fasilitas rekreasinya mencakup lapangan badminton, jogging track, dan lapangan futsal.
Penginapan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam dengan pilihan kamar untuk beberapa orang.
Margo Utomo Eco Resort cocok untuk kamu yang menyukai suasana hijau dan jauh dari keramaian. Lokasinya sekitar 16–18 menit berkendara ke Terowongan Mrawan dan hanya sekitar 3 menit ke pusat Kalibaru.
Tarif kamar Twin Standar sekitar Rp760.000 per malam, sedangkan Superior Double Balcony dan Superior Twin Balcony sekitar Rp870.000 per malam. Kedua pilihan harga tersebut belum termasuk sarapan. Kamar dilengkapi AC dan tempat tidur sesuai tipe yang dipilih.
Fasilitas hotel meliputi kolam renang, restoran yang menyajikan hidangan berbahan segar dari kebun organik, resepsionis 24 jam, parkir, dan Wi-Fi gratis.
Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin menggabungkan perjalanan ke terowongan dengan liburan santai di lingkungan alami.
Villa Kendi berada di Kalibaru, kawasan yang dikenal dengan perkebunan kopi dan cokelat. Waktu berkendara menuju pusat Kalibaru sekitar 7–8 menit, sedangkan ke Terowongan Mrawan perlu waktu sekitar 20–22 menit.
Tersedia kamar dengan pemandangan taman mulai dari Rp480.000 per malam, pemandangan kolam renang Rp570.000, dan pemandangan sungai Rp690.000. Harga tersebut belum termasuk sarapan.
Setiap kamar dilengkapi tempat tidur, kamar mandi pribadi dengan shower, AC, TV, dan Wi-Fi. Fasilitas lainnya meliputi area parkir, taman, serta layanan kamar. Keunggulan Villa Kendi adalah pilihan pemandangan yang beragam dengan suasana menginap yang lebih santai.
Catatan: Harga kamar dan waktu tempuh dapat berubah sesuai tanggal menginap, kondisi lalu lintas, serta ketersediaan kamar. Periksa tarif terbaru sebelum memesan.
Agar perjalanan lebih aman dan nyaman, perhatikan beberapa tips berikut.
Terowongan Mrawan menjadi pilihan menarik bagi pencinta sejarah, fotografi, dan perjalanan kereta api. Selain melihat peninggalan perkeretaapian kolonial, kamu juga bisa menikmati suasana sejuk Gunung Gumitir dan menjelajahi kawasan Kalibaru di sekitarnya.
Agar perjalanan lebih praktis, pesan hotel, pesan tiket kereta api, pesan tiket pesawat, atau sewa mobil melalui Traveloka. Kamu juga bisa mencari aktivitas wisata budaya untuk melengkapi rencana liburan.
Jangan lewatkan berbagai penawaran seperti Kode Kupon Traveloka, Promo BCA, hingga Promo Tiket Bus, hingga Promo Tiket Travel & Shuttleagar biaya perjalanan lebih hemat.
Rencanakan perjalanan ke Terowongan Mrawan dan nikmati pengalaman menjelajahi sejarah serta keindahan alam Jawa Timur dengan lebih nyaman bersama Traveloka.






