Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, para pelaku usaha di Indonesia pasti pernah mendengar istilah cash tempo. Bukan sekadar istilah asing dari dunia keuangan, cash tempo justru menjadi kunci penting agar roda bisnis jalan terus tanpa harus pusing memikirkan kekurangan dana dadakan.
Kalau kamu masih bingung atau penasaran cara kerja cash tempo serta rahasianya dalam menjaga kelancaran usaha, yuk kita bahas bareng-bareng dari berbagai sumber. Siapa tahu strategi ini bisa jadi penyelamat bisnismu.
Sebelum terlalu jauh membahas manfaatnya untuk cash flow, penting banget untuk paham dulu. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan cash tempo? Dari berbagai referensi, cash tempo dapat dijelaskan sebagai metode pembayaran di mana pembeli diberikan waktu tertentu untuk membayar barang atau jasa yang sudah diterima. Jadi, bukan berarti harus bayar di muka atau tunai saat transaksi terjadi. Pembayaran dilakukan dalam jangka waktu yang disepakati bersama, umumnya 30, 60, atau bahkan sampai 90 hari setelah barang dikirim.
Secara sederhana, cash tempo ibarat 'utang jangka pendek' yang diberikan oleh penjual untuk pembelinya. Misal, kamu punya toko online baju dengan stok yang baru saja dikirim dari supplier. Lewat skema cash tempo, kamu bisa melakukan penjualan dulu ke konsumen sebelum membayar supplier sesuai perjanjian tempo. Sistem ini sering dipakai dalam dunia perdagangan antar perusahaan, terutama bagi bisnis yang butuh menjaga arus kas tetap sehat walaupun belum punya uang tunai saat transaksi berlangsung.
Biar makin jelas, bayangkan sebuah toko bangunan di Lamongan yang hampir semua pelanggannya pakai cash tempo. Mereka bisa angkut barang hari ini, tetapi pembayaran bisa dilakukan sesuai waktu yang telah disepakati. Harga juga sudah ditetapkan dari awal dan biasanya lebih murah daripada beli secara kredit. Jadi, cash tempo itu bukan sekadar opsi pembayaran, melainkan solusi fleksibel yang sangat diminati pelaku usaha Indonesia.
Bicara manfaat, cash tempo seperti 'vitamin' buat daya tahan bisnis. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuannya menjaga kelancaran arus kas. Dengan adanya waktu bayar yang fleksibel, perusahaan bisa menghindari risiko kekurangan uang tunai sementara, misalnya saat ada pengeluaran mendadak atau pembelian stok besar.
Ambil contoh dari dunia bakery. Ada distributor tepung yang menawarkan cash tempo 60 hari pada sebuah toko roti. Bakery tersebut pun bisa memenuhi kebutuhan bahan baku tanpa perlu langsung bayar, dengan harapan penjualan selama dua bulan itu akan cukup menutup pembayaran ke supplier.
Kalau pembayaran dilakukan tepat waktu, bisnis tetap sehat dan cash mengalir lancar. Sebaliknya, kalau terlambat bayar, bisa-bisa bisnis kekurangan kas dan akhirnya harus cari cara lain buat nutup kekurangan. Biasanya lewat pinjaman, yang justru menambah beban bunga dan makin bikin pusing kepala.
Cash tempo juga membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank atau lembaga keuangan. Dengan waktu tempo yang cukup, penjual memiliki ruang bernapas mengumpulkan dana dari hasil penjualan sebelum akhirnya membayar supplier. Ini artinya, cash tempo berperan dalam mengurangi beban bunga pinjaman serta menjaga kesehatan finansial perusahaan secara jangka panjang.
Selain itu, cash tempo membuka peluang untuk mendapatkan diskon tambahan. Sering kali supplier menawarkan potongan harga jika pelanggan membayar lebih cepat dari waktu tempo yang disepakati, misal, diskon 2% jika bayar dalam 10 hari walaupun tempo aslinya 30 hari. Strategi ini bukan cuma bikin pembeli hemat, tetapi juga supplier senang karena kas mereka bisa masuk lebih awal.
Dari sudut pandang penjual, menawarkan cash tempo yang sesuai standar industri juga bikin produk atau jasa kamu lebih menarik di mata pelanggan. Apalagi kalau kompetitor menawarkan tempo pembayaran yang lebih menggiurkan, kamu bisa menyesuaikan agar tetap bisa bersaing dan tidak kehilangan pelanggan.
Bagi kamu yang mulai serius mempertimbangkan penggunaan cash tempo dalam bisnis, penting untuk tahu cara menghitungnya secara benar dan tidak keliru. Dari referensi yang kami kumpulkan, perhitungan cash tempo pada dasarnya sangat sederhana; kamu hanya perlu tahu tanggal invoice dibuat dan tanggal jatuh tempo pembayaran.
Misalnya, jika faktur diterbitkan pada 1 Januari dengan tempo 30 hari, maka jatuh tempo pembayaran adalah 31 Januari. Kalau ada diskon, misal 2% untuk pembayaran maksimal 10 hari, pembeli bisa membayar lebih murah jika melunasi sebelum tanggal 11 Januari.
Perhitungan seperti ini sangat penting untuk strategi keuangan, terutama agar tidak keteteran saat bisnis mulai ramai order. Apalagi, kalau bisnis kamu memang bergantung pada waktu pembayaran supplier. Kadang, dalam sistem cash tempo, harga barang yang dijual juga sudah ditetapkan di awal, dan biasanya lebih murah daripada sistem kredit.
Oleh karena itu, penting sekali untuk mencatat dengan detail tanggal penerbitan invoice dan waktu jatuh tempo, supaya tidak terjadi keterlambatan pembayaran yang bisa berujung denda dan merusak reputasi bisnis.
Selain itu, ada konsep "jeda kas" sebagai jumlah hari antara saat kamu harus membayar supplier dan saat kamu menerima pembayaran dari pelanggan. Kalau jeda kas terlalu panjang, kamu bisa mengalami kesulitan keuangan.
Contohnya, jika kamu biasanya membayar supplier dalam 15 hari, punya persediaan untuk 30 hari, dan pelanggan membayar 45 hari setelah penjualan, jeda kas kamu adalah 60 hari. Dengan kata lain, kamu harus punya dana cadangan untuk menutupi pengeluaran selama periode tersebut sebelum pembayaran masuk.
Jadi, apabila pengeluaran harian bisnis kamu sekitar Rp3.000.000 dan selisih kas 60 hari, maka kamu perlu cadangan kas sebesar Rp180.000.000 untuk menutupi pengeluaran selama waktu tersebut. Perhitungan ini krusial agar bisnis tetap "bernafas" dan tidak kehabisan uang sebelum tagihan dari pelanggan masuk.
Oke, sudah paham konsep dan hitung-hitungan cash tempo. Pertanyaannya: bagaimana menerapkan cash tempo secara optimal di bisnis agar tidak cuma lancar, tapi juga untung?
Kalau kamu merasa bisnis sedang dalam kondisi "kering" kas, sebaiknya tawarkan cash tempo jangka pendek, misal net 15 atau net 30 hari, ke pelanggan kamu. Tetapi, kalau kamu yakin mampu menanggung risiko keterlambatan pembayaran, barulah pertimbangkan cash tempo lebih panjang seperti 60 atau 90 hari agar pelanggan punya waktu lebih longgar tetapi bisnis tetap aman.
Jangan asal memberikan tempo pembayaran yang terlalu singkat atau panjang, karena bisa-bisa bikin pelanggan kabur ke pesaing atau supplier ogah kasih diskon. Lakukan riset kecil-kecilan soal tren tempo pembayaran di industri yang kamu geluti, entah itu fashion, kuliner, hingga bangunan. Dengan begitu, bisnis kamu tidak dipandang pelit atau justru terlalu "berani" dengan aturan yang memberatkan diri sendiri.
Kalau supplier melihat kamu punya track record pembayaran yang baik, mereka biasanya lebih gampang memberikan diskon atau layanan khusus, bahkan bisa mendapat tempo bayar lebih panjang untuk pesanan besar. Hubungan baik ini pun bisa jadi aset bisnis yang berharga, apalagi kalau mendadak butuh restock besar-besaran tanpa harus putar otak cari dana segar.
Di sisi lain, jangan lupa untuk rutin mengecek arus kas dan melakukan pencatatan keuangan yang rapi. Pakai aplikasi keuangan digital atau spreadsheet sederhana pun cukup, asal semua transaksi dan tempo pembayaran tercatat jelas. Dengan catatan yang rapi, kamu bisa tahu kapan harus membayar supplier, kapan menerima pembayaran dari pelanggan, dan berapa kebutuhan dana cadangan agar bisnis tetap bisa beroperasi tanpa hambatan.
Terakhir, jangan ragu untuk mengingatkan pelanggan yang punya tempo pembayaran agar tidak terlambat bayar. Kamu bisa menggunakan reminder lewat WhatsApp, email, atau bahkan telepon langsung. Dengan begitu, peluang “nyangkut” piutang semakin kecil dan cash flow bisnis tetap sehat.
Bicara soal cash tempo, memang tidak ada rumus ajaib yang pasti cocok untuk semua jenis bisnis di Indonesia. Namun, dari berbagai sumber dan pengalaman para pelaku usaha, strategi pembayaran dengan tempo yang disepakati terbukti mampu menjaga bisnis tetap lancar dan minim risiko keuangan. Cash tempo bukan sekadar solusi di saat kas lagi seret, tapi juga alat negosiasi yang memperkuat hubungan dengan supplier dan pelanggan.
Bayangkan saja, kamu punya ketenangan berbisnis tanpa was-was kekurangan dana di tengah jalan, transaksi dengan partner pun semakin fleksibel, dan jika pintar memanfaatkan diskon, keuntungan bisa bertambah. Cerdas dalam menentukan cash tempo, rajin mencatat, serta disiplin mengingatkan pembayaran, semua itu adalah rahasia klasik agar bisnis selalu sehat dan berkembang.
Jadi, buat kamu yang ingin bisnis tetap lancar, mulai sekarang pertimbangkan penggunaan cash tempo dalam strategi finansialmu. Dan ingat, jangan lupa cek standar industri serta diskusi dengan pihak-pihak terkait agar semuanya berjalan sesuai harapan.