
Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menuju Sumenep adalah pilihan cerdas bagi kamu yang ingin menjelajahi ujung timur Pulau Madura — rumah bagi keraton bersejarah, kepulauan eksotis seperti Gili Iyang, dan budaya Madura yang autentik. Pesan tiket pesawatmu sekarang, atau temukan pilihan penerbangan dari seluruh kota di Jabodetabek melalui Tiket Pesawat Jakarta ke SUP untuk melihat lebih banyak opsi keberangkatan.
Rute Jakarta ke Sumenep merupakan penerbangan dengan transit, umumnya melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya (SUB). Tidak ada penerbangan nonstop langsung dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Bandara Trunojoyo Sumenep (SUP) pada saat ini. Perjalanan udara ini melibatkan dua segmen: penerbangan pertama dari CGK ke SUB yang ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit hingga 1 jam 40 menit, dilanjutkan penerbangan feeder Wings Air dari Surabaya ke Sumenep dengan durasi sekitar 35 menit. Waktu total perjalanan udara, termasuk transit, biasanya berkisar 0 jam 0 menit tergantung waktu tunggu di Surabaya. Cek harga terkini mulai dari di Traveloka dan bandingkan semua opsi jadwal secara real-time.
Untuk segmen Jakarta–Surabaya, penumpang dapat memilih antara Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air — semua maskapai ini beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta dengan frekuensi tinggi ke Juanda. Untuk segmen lanjutan Surabaya–Sumenep, Wings Air adalah satu-satunya maskapai komersial yang saat ini melayani rute ini menggunakan armada ATR 72-500/600 berkapasitas 70 penumpang. Wings Air mengoperasikan penerbangan SUB–SUP dua kali seminggu, setiap Senin dan Jumat, dengan jadwal berangkat dari Juanda pukul 12.00 WIB dan tiba di Bandara Trunojoyo pukul 12.35 WIB. Perjalanan balik berangkat dari Sumenep pukul 13.05 WIB dan tiba di Surabaya pukul 13.40 WIB.
Bandara Soekarno-Hatta (CGK) adalah bandar udara tersibuk di Indonesia dan Asia Tenggara, berlokasi di Tangerang, Banten, sekitar 20 km dari pusat Jakarta. Bandara ini dikelola oleh InJourney Airports dan memiliki tiga terminal utama. Penerbangan domestik dengan maskapai seperti Lion Air, Batik Air, dan Citilink umumnya berangkat dari Terminal 1 dan Terminal 2, sementara Garuda Indonesia dan Pelita Air beroperasi dari Terminal 3. Selalu periksa terminal keberangkatanmu pada saat check-in online karena penugasan terminal dapat berubah sesuai jadwal maskapai.
Terdapat beberapa pilihan transportasi umum untuk mencapai Bandara Soekarno-Hatta dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya. Kereta Bandara (Railink) beroperasi dari Stasiun Manggarai dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dan tarif per orang — pilihan tercepat dan terprediktif saat lalu lintas padat. Jadwal kereta tersedia mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan interval sekitar 30 menit. Bus DAMRI menyediakan rute dari berbagai titik seperti Stasiun Gambir, Terminal Blok M, Lebak Bulus, Kampung Rambutan, Rawamangun, hingga Merak dan Bogor. Taksi resmi dan layanan ride-hailing seperti Grab tersedia 24 jam di luar area bandara.
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta adalah terminal terbesar dan paling modern dengan luas 422.804 meter persegi, dilengkapi 38 gate (gate 1–10 untuk internasional, gate 11–28 untuk domestik). Fasilitas di Terminal 3 mencakup ratusan gerai ritel dan kuliner, musala yang luas, WiFi gratis berkecepatan tinggi, kiosk self check-in, sistem bagasi otomatis, dan area tunggu yang lega. Terminal 1 dan Terminal 2 juga dilengkapi fasilitas standar seperti area check-in, musala, kafe, minimarket, dan area drop-off. Datanglah minimal 1,5–2 jam sebelum keberangkatan domestik untuk memberikan waktu cukup pada proses check-in dan pemeriksaan keamanan, terutama pada hari libur dan akhir pekan.
Bandara Trunojoyo (SUP) adalah satu-satunya bandara komersial di Kabupaten Sumenep, terletak di kawasan Marengan Daya, Kota Sumenep, Jawa Timur, pada koordinat 7,02°LS dan 113,89°BT. Bandara ini diresmikan untuk penerbangan komersial pada 27 September 2017, dengan Wings Air sebagai maskapai pertama yang membuka rute reguler. Landas pacu Bandara Trunojoyo saat ini sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter, cukup untuk mengakomodasi pesawat jenis ATR 72. Pengembangan perpanjangan runway hingga 2.250–2.500 meter dan lebar 45 meter sedang direncanakan untuk membuka akses bagi pesawat berukuran lebih besar di masa mendatang.
Terminal penumpang Bandara Trunojoyo memiliki luas bangunan 3.600 meter persegi dengan kapasitas tampung hingga 129.000 penumpang per tahun. Terminal terbagi dua lantai: Lantai I difungsikan untuk proses keberangkatan dan kedatangan penumpang, termasuk area check-in, ruang tunggu keberangkatan, dan areal bagasi kedatangan. Lantai II menyediakan fasilitas komersial berupa food court dan ruang pertemuan yang dapat dimanfaatkan penumpang selama menunggu. Fasilitas pendukung lainnya meliputi mushola, toilet, kantin, dan area parkir yang memadai. Mengingat skala bandara yang relatif kecil, proses keberangkatan di Bandara Trunojoyo berlangsung lebih cepat dibanding bandara besar.
Bandara Trunojoyo berlokasi sangat strategis, hanya sekitar 5–7 km dari pusat Kota Sumenep. Perjalanan dari bandara ke pusat kota dapat ditempuh dalam waktu 10–15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Pilihan transportasi yang umum tersedia adalah ojek online, taksi lokal, dan layanan antar-jemput yang disediakan beberapa hotel di Sumenep. Kamu juga dapat menyewa kendaraan roda dua atau roda empat dari agen lokal di sekitar bandara untuk mobilitas lebih leluasa selama menjelajahi Sumenep dan Kepulauan Kangean maupun Gili Iyang.
Sumenep dapat dikunjungi sepanjang tahun, namun musim kemarau antara April hingga Oktober adalah waktu terbaik untuk menikmati kepulauan sekitarnya dengan laut yang tenang dan langit cerah. Festival budaya besar seperti Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep pada bulan Oktober kerap menjadi magnet wisatawan, sehingga harga akomodasi dan tiket pesawat cenderung lebih tinggi di periode tersebut. Untuk mendapatkan harga terbaik, pertimbangkan memesan tiket 2–4 minggu sebelum tanggal keberangkatan dan cek promo di Traveloka secara rutin.
Karena rute ini melibatkan transit di Surabaya, pastikan jeda waktu antara penerbangan pertama (mendarat di Juanda) dan penerbangan lanjutan ke Sumenep minimal 2–3 jam untuk mengantisipasi potensi keterlambatan dan waktu perpindahan antarterminal di Juanda. Penerbangan Wings Air SUB–SUP berangkat hanya dua kali seminggu (Senin dan Jumat pukul 12.00 WIB), sehingga perencanaan jadwal yang cermat sangat penting. Jika jadwal transit tidak memungkinkan, kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Sumenep dari Surabaya menggunakan jalur darat atau feri yang memakan waktu lebih panjang namun lebih banyak pilihan jadwal.
Harga tiket pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Sumenep bervariasi tergantung maskapai, kelas layanan, dan seberapa jauh hari pemesanan dilakukan. Harga tiket mulai dari dapat kamu temukan di Traveloka — harga ini mencerminkan kondisi pasar terkini dan bisa berubah sewaktu-waktu. Hindari mengacu pada klaim harga statis; selalu cek langsung di Traveloka untuk mendapatkan harga terbaik sesuai tanggal perjalananmu. Aktifkan fitur Pantau Harga di Traveloka agar mendapat notifikasi saat harga turun ke kisaran yang kamu inginkan.
Pemesanan tiket pesawat Jakarta ke Sumenep di Traveloka mudah dan cepat. Masukkan bandara asal (Soekarno-Hatta/CGK), bandara tujuan (Sumenep/SUP), tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang di kolom pencarian. Traveloka akan menampilkan semua opsi penerbangan tersedia beserta harga real-time, fasilitas bagasi, dan kebijakan pengembalian. Kamu juga dapat menggunakan filter "Penerbangan Transit" untuk melihat opsi via Surabaya. Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai metode termasuk kartu kredit, transfer bank, dompet digital, dan Traveloka PayLater.
Bandara di Jakarta | |
Bandara di Sumenep |



