
1 jam, 15 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Citilink | 11.15 | 13.35 | Semarang (SRG) | Banjarmasin (BDJ) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 17.20 | 19.35 | Semarang (SRG) | Banjarmasin (BDJ) | Pesan Sekarang |
Tarif pulang-pergi Semarang–Banjarmasin mulai dari Rp 1.094.700, dilayani Lion Air, Citilink, dan Batik Air. Harga naik menjelang Lebaran dan libur sekolah.
Penerbangan langsung Semarang-Banjarmasin menempuh waktu tercepat sekitar 1 jam 15 menit tanpa transit.
Lion Air dan Citilink melayani rute ini sebagai maskapai berbiaya rendah, sementara Batik Air melengkapi dengan sejumlah jadwal layanan menengah.
Ya, seluruh penerbangan pada rute ini bersifat langsung tanpa transit, meski frekuensinya lebih terbatas dibanding rute dari Jakarta atau Surabaya ke Kalimantan.
Bandara Jenderal Ahmad Yani dinamai untuk mengenang Jenderal Ahmad Yani, seorang pahlawan nasional Indonesia.
Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru bandara ini pada 18 Desember 2019, delapan kali lebih luas dari terminal lama dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.
Masjid Sultan Suriansyah di Kuin Utara, Banjarmasin, diperkirakan dibangun sekitar 1526 dan menjadi simbol masuknya Islam ke Kerajaan Banjar.
Pasar Cahaya Bumi Selamat di Martapura, sekitar 40 kilometer dari Banjarmasin, menjadi pusat perdagangan intan dan batu permata terbesar di Indonesia.
Tidak. Ketiga maskapai yang melayani rute ini menggunakan konfigurasi kabin ekonomi penuh, mengingat volume penumpangnya yang masih lebih kecil dibanding rute Jawa-Kalimantan utama.
Tidak. Rute Semarang-Banjarmasin adalah penerbangan domestik, sehingga KTP atau identitas resmi lain sudah cukup untuk check-in dan boarding.
Banjarmasin menggunakan Waktu Indonesia Tengah (WITA), satu jam lebih cepat dari WIB yang dipakai Semarang.
Semarang ke Banjarmasin menghubungkan ibu kota Jawa Tengah dengan ibu kota Kalimantan Selatan, ditempuh dua maskapai secara langsung tanpa transit dalam waktu sekitar satu jam seperempat. Berbeda dari rute Jawa-Kalimantan lain yang lebih dikenal lewat wisata sungainya, Banjarmasin di rute ini juga jadi pintu masuk ke Kesultanan Banjar dan pusat perdagangan intan Martapura yang letaknya tak jauh dari kota. Rute ini melengkapi jaringan konektivitas Jawa Tengah ke Kalimantan yang selama ini lebih banyak berpusat di Jakarta dan Surabaya, memberi warga Semarang dan sekitarnya opsi langsung tanpa perlu transit lebih dulu ke salah satu dari dua kota tersebut.
Tarif Semarang–Banjarmasin mulai dari Rp 1.094.700 untuk kelas ekonomi. Karena hanya dua maskapai yang melayani rute ini secara langsung, harga cenderung lebih stabil dibanding rute Jawa-Kalimantan lain dengan lebih banyak pesaing, namun tetap naik menjelang libur sekolah dan musim Lebaran seperti pola umum penerbangan domestik lainnya. Bandingkan harga dan ketersediaan pada tanggal yang direncanakan; jarak pemesanan tertentu tidak menjamin tarif terendah. Karena frekuensinya lebih jarang, kursi dengan tarif promo pada rute ini juga cenderung terjual lebih cepat dibanding rute-rute berfrekuensi tinggi dari Jakarta atau Surabaya, sehingga memesan lebih awal memberi keuntungan ganda dari sisi harga maupun ketersediaan jadwal.
Arus mudik dan balik Lebaran mendorong permintaan paling tajam di rute ini, mengingat baik Jawa Tengah maupun Kalimantan Selatan sama-sama punya populasi perantau yang mudik dalam jumlah besar setiap tahunnya. Libur sekolah pertengahan tahun jadi periode ramai kedua, meski kenaikannya tidak setajam Lebaran. Karena rute ini hanya dilayani frekuensi terbatas dibanding jalur-jalur Jawa-Kalimantan dari Jakarta atau Surabaya, kursi bertarif promo pada periode normal di luar dua musim ramai tersebut relatif lebih terbatas jumlahnya, sehingga memesan lebih awal dari biasanya tetap jadi strategi paling aman untuk mendapat harga terbaik.
Hanya tiga maskapai bersaing pada pasangan kota ini, jumlah yang jauh lebih sedikit dibanding rute-rute Jawa-Kalimantan dari Jakarta maupun Surabaya. Lion Air menjadi opsi berbiaya rendah dengan jadwal paling reguler, disusul Citilink yang juga berbiaya rendah namun dengan slot lebih terbatas. Batik Air melengkapi sebagai satu-satunya opsi layanan menengah pada rute ini, meski jadwalnya paling jarang di antara ketiganya.
Rute ini ditempuh langsung tanpa transit dalam waktu tercepat sekitar 1 jam 15 menit. Karena frekuensinya lebih terbatas dibanding rute Jawa-Kalimantan yang lebih padat seperti Surabaya-Banjarmasin, penumpang yang jadwalnya berubah mendadak disarankan segera menghubungi maskapai untuk opsi penerbangan pengganti pada hari yang sama, mengingat tidak selalu ada banyak slot cadangan pada rute berfrekuensi lebih jarang seperti ini. Sebagai rute yang menghubungkan dua kota besar namun bukan dua hub tersibuk di pulau masing-masing, tingkat kompetisi pada Semarang-Banjarmasin memang tidak setinggi rute-rute dari Jakarta maupun Surabaya, sehingga penumpang perlu merencanakan tanggal keberangkatan lebih matang dibanding rute berfrekuensi tinggi.
Nama bandara ini mengabadikan Jenderal Ahmad Yani, seorang pahlawan nasional Indonesia. Keunikan teknis bandara ini terletak pada terminalnya yang dibangun di atas lahan reklamasi rawa, menjadikannya salah satu terminal apung pertama di Indonesia — sebuah solusi rekayasa yang lahir dari kondisi tanah Semarang bagian utara yang rawan penurunan permukaan. Penumpang dengan penerbangan pagi ke Banjarmasin disarankan memperhitungkan waktu tempuh ekstra dari pusat kota, mengingat lokasi bandara di sisi barat kota rawan terdampak kepadatan lalu lintas jam sibuk pagi hari kerja.
Bandara ini mulai beroperasi sejak 1936 dengan nama Lapangan Terbang Ulin sebelum resmi ditetapkan sebagai bandara sipil bernama Syamsudin Noor pada 1975. Terminal baru bandara ini, delapan kali lebih luas dari terminal lama dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun, mulai dibangun 2015 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2019 setelah pengerjaan konstruksi sekitar 27 bulan.
Lion Air dan Citilink mengoperasikan konfigurasi ekonomi penuh pada rute ini, sementara Batik Air yang di rute-rute domestik lain kadang menawarkan kelas bisnis, pada rute Semarang-Banjarmasin ini menggunakan armada berkonfigurasi ekonomi saja mengingat frekuensinya yang masih terbatas. Volume penumpang yang lebih kecil dibanding rute-rute utama Jawa-Kalimantan membuat penambahan kabin premium belum menjadi prioritas komersial bagi ketiga maskapai pada rute ini.
Sekitar 3,5 jam perjalanan darat dari Banjarmasin, Desa Loksado di kaki Pegunungan Meratus menjadi gerbang wisata petualangan Kalimantan Selatan lewat bamboo rafting menyusuri arus deras Sungai Amandit. Setiap rakit dibuat dari sekitar 12 hingga 16 batang bambu yang diikat menjadi satu, mampu membawa hingga tiga penumpang bersama satu pemandu berpengalaman. Wisata ini bermula sekitar era 1980-an ketika turis asing pertama kali menjajal menyusuri sungai dengan rakit bambu, namun baru benar-benar dikelola warga Dayak Meratus sebagai sumber pendapatan sejak 2015, dan mendapat pengakuan lebih luas lewat Festival Bamboo Rafting mulai 2016. Kawasan ini kini menjadi satu dari 54 situs Geopark Nasional Meratus yang ditetapkan sejak 2018 dan sedang diajukan untuk pengakuan UNESCO Global Geopark.
Masjid Sultan Suriansyah, diperkirakan dibangun sekitar 1526, menjadi masjid tertua di Kalimantan Selatan, berlokasi di kawasan Kuin Utara, tepi Sungai Kuin.
Soto Banjar, sup ayam berkuah bening dengan taburan bihun, telur, dan perkedel, menjadi hidangan paling identik dengan kota ini. Ketupat Kandangan, ketupat yang disajikan dengan kuah santan berisi ikan gabus atau haruan asap, berasal dari daerah Kandangan namun populer luas di Banjarmasin. Amparan Tatak, kue tradisional dari tepung beras, gula, dan pisang yang dikukus, biasa disajikan sebagai camilan pendamping teh atau kopi di sore hari.
Sekitar 40 kilometer dari Banjarmasin, Martapura dikenal luas sebagai pusat perdagangan intan dan batu permata terbesar di Indonesia, berpusat di Pasar Cahaya Bumi Selamat. Di dalamnya, pedagang menjual batu permata dalam berbagai bentuk — mulai dari batu mentah hingga perhiasan siap pakai — dengan rentang harga dari puluhan ribu rupiah hingga miliaran rupiah tergantung kualitas dan ukuran batu. Selain intan, kawasan ini juga menjual kerajinan tangan dan obat-obatan herbal khas Kalimantan, menjadikannya destinasi belanja sekaligus wisata edukasi bagi yang ingin memahami proses pengolahan batu permata dari bahan mentah hingga jadi perhiasan.
Kawasan pusat kota dekat Jalan Jenderal Sudirman menjadi basis paling praktis untuk akses ke berbagai penjuru kota maupun perjalanan lanjutan ke Martapura. Kawasan tepi Sungai Martapura cocok bagi yang ingin menggabungkan kunjungan ke Masjid Sultan Suriansyah dengan wisata sungai lain di sekitarnya. Bagi yang berencana langsung menuju Martapura, memilih penginapan di sisi kota yang lebih dekat ke arah tersebut membantu menghemat waktu tempuh perjalanan darat.
Karena rute ini domestik, KTP atau identitas resmi lain sudah cukup untuk check-in dan boarding tanpa memerlukan paspor. Banjarmasin menggunakan Waktu Indonesia Tengah (WITA), satu jam lebih cepat dari WIB yang dipakai Semarang, sehingga penyesuaian jam perlu dilakukan setibanya di Banjarmasin. Bagi yang berencana membeli batu permata di Martapura, membawa uang tunai secukupnya tetap disarankan karena tidak semua pedagang kecil di sana menerima pembayaran nontunai, terutama untuk transaksi batu mentah dalam jumlah kecil. Bagi yang berencana mengikuti bamboo rafting di Loksado, membawa pakaian ganti dan alas kaki yang tidak licin tetap disarankan mengingat aktivitas ini melibatkan kontak langsung dengan air sungai deras, dan sebaiknya memesan pemandu lokal berpengalaman lewat penginapan atau operator wisata setempat daripada mencoba menyusuri sungai tanpa pendamping.
Selain dari Semarang, Surabaya ke Banjarmasin menawarkan frekuensi yang jauh lebih padat bagi yang jadwalnya kurang sesuai dari Semarang. Bagi yang berencana menjelajah lebih jauh ke pedalaman Kalimantan Selatan, Banjarmasin juga jadi titik keberangkatan darat menuju berbagai kabupaten lain seperti Barito Kuala, Tanah Laut, maupun Hulu Sungai Selatan tempat Loksado berada. Traveloka merangkum seluruh pilihan rute domestik lain di halaman Indonesia.
Karena hanya tiga maskapai dengan frekuensi terbatas melayani rute ini, membandingkan opsi Lion Air, Citilink, dan Batik Air sekaligus di satu tempat lewat Traveloka menghemat waktu dibanding mengecek satu per satu situs maskapai. Fitur Easy Reschedule berguna bagi penumpang yang urusan bisnis atau kunjungan keluarganya di Kalimantan Selatan sering berubah jadwal mendadak, dan pembayaran nontunai lewat OVO maupun GoPay tersedia sebagai alternatif kartu kredit.
Lama Penerbangan | 1 jam 15 menit |
Bandara di Semarang | |
Bandara di Banjarmasin |

